Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

KAU AMBRUK PILAR PAPUA


Untukmu Dr. Pater Neles Kebadabi Tebai Projo


Imanmu setinggi langit
Imanmu menopang setinggi gunung Deiyai
Imanmu  terbentang luas seperti lembah hijau kamuu
Imanmu bangunan diatas berbatuhan di odedimi

                          Kau terbang tinggi esensial imanmu
                          Melangkah meski kerikil-kirikil masalah pemberontak menghadang
                          Tanpa mengenal letih lesuh berbeban berat

Kau nyatakan saya orang cerdas
Kau nyatakan saya cendekiawan
Kau nyatakan saya tembok Papua
Kau nyatakan saya perdamai Papua

                          Kau bukan lentera tertutup
                          Kau matahari di ufuk timur
                          Kau bergemilang diarema dunia pembodohan
                          Kau mutiara hitam megah
                          Kau panutan cerdas orang papua

Akankah kami kenang karyamu tanpa mengenal wajah yang sesungguhnya,
Akankah kami telusuri bekas jejakmu,
Berpakai kami rohmu akan kami melanjutkan ratapan kami

                         Pedih nadi yang dalam sampai sum-sum
                         kepergianmu tidak waras ini
                         Nyeri benakku, tak sanggup mendapatkan pengganti dirimu pahlawan cerdas
                         Apakah kau menjoloking madu, satu ambruk banyak yang terbang
                         Akan kami rindu sepanjang pekan kepergian tidak waras ini

Kami rindu engkau pahlawan sejati
KOYA UWII... KOYA WII... KOYA UWII
 U  G  A  T  A  M  E  P  A
Dr. Pater Neles Kebadabi Tebai Projo


###By egepou dimi ###

Bila Aku Papua


"Bila Aku Papua"

Bila aku Papua badanku akan hitam tak bisa ditembus cahaya kejahatan

Rambutku akan hitam bagai hutan lebatku
yang tetap lembut saat ditinggal matahari

Mataku akan lebih hitam karena aku
telah menghirup uap granit dari tubuh pijakan kuda-kudaku

Rahangku akan hitam karena aku
harus menyangga gunung-gunung yang selalu
diselimuti legam abu-abu tua mendung abadi

Bahuku akan hitam layaknya berjuta tahun tegap dibebani malam dinding-dinding bukit

Tanganku akan hitam dibakar gua gua emas di selingkaran terjal terjal perut bumiku

Demikian lah indahnya hitam karena itu jiwaku akan hitam  yang tak pernah meratap
lazimnya jiwa yang paham bahwa merdeka adalah sukmaku yang tak pernah terampas
bagiku merdeka adalah bintang-bintang timur yang tak goyahtak redup oleh datangnya pagi,
pagilah yang menemani bintang-bintang timur hasrat merdekaku merdekaku tak boleh dirampas
karena merdekaku adalah senjata merdeka bangsaku yang akan indah jiwanya apa lagi kalau bukan jiwa merdeka.

Aku akan hitam layaknya Papua Merdeka
walau aku orang Indonesia karena ingin baik hati,
jiwa yang indah.

Danial Indrakusuma

foto: phaul-heger blog

Puisi For you my friends

Di bawah sayapmu kau menghangatkanku
di atas punggungmu kau menunggangiku
di kelaparanku kau mencekram musuhmu dengan lahap
dalam musim kering kau membawaku ke tempat yang gersang


bagai sasana dari negeri donggeng
memimpin prajurit dalam medan peerang
jasamu tak kan kulupa

kau sahabatku
kau inspirasiku
kau motivasiku
duhai elang rejaken pujaanku
kau terbang di angkasa dengan sayapmu yang lebar 

Karya : Pahce Mee (Otis A )
 -----------------------------------------------------------

Cinta Terindah
 
Kau telah menjadi seseorang yang sangat berarti bagiku
Dan yang terpenting
Kau menjadi dirimu sendiri
Orang yang paling ku inginkan

Aku menyayangimu dengan cara yang belum
pernah ku tahu sebelumnya

Karena kau telah memberiku lebih dari yang
ingin ku dapatkan

Kau memperlihatkan hal-hal di dalam diriku
Yang sebelumnya tidak pernah kusadari

Dan biarkan aku mengalami kebahagiaan ini
Karena mencintai seseorang yang sempurna
bagiku

Aku selamanya berterimakasih untuk setiap
moment yang kita miliki bersama

Demi harapan dan impian kebahagiaan yang
kurasakan

Aku merasa sangat beruntung
Karena telah memiliki cintamu
Didalam hidup dan hatiku selamanya
Hanya dirimulah Cinta Terindah-ku

Karya : Pahce Mee (Otis A )

-------------------------------------------------

 Selalu Ada Pertengkaran

Aku terima kemarahanmu,
Karena ku anggap sebagai bentuk ungkapan cinta darimu,
Meskipun hal itu telah melukai perasaanku,
Tetapi aku tak akan pernah memaksamu untuk terus bersikap manis kepadaku…

Aku akan slalu menunggu redamu,
Waktu di mana engkau telah bersedia memaafkanku..

Aku yang mendengar suara rindumu,
Aku juga yang slalu merasakan gelisah yang menyesakkan dadamu,
Mengiris hayatiku,Meluluh lantakan karyaku…

Aku terima semua tuduhanmu sebagai sebuah kekuranganku,
Dan apapun yang kau pikir salah dari sikapku.
Itulah aku yang tak pernah bisa sempurna di hadapanmu..
Lebih baik aku bungkam seribu bahasa nan beku,
Karena kata-kata akan menjadi percuma
Ketika ego tak selaras dengan logika
Toh.. apapun yang terjadi di antara kita
Tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku kepadamu
Dan rinduku kepadamu yang selama ini telah menjelma menyatu dalam sukma dan ragaku..
Karena Cintaku bukan cinta Biasa….

Karya : Pahce Mee (Otis A )

-------------------------------------------------
Saat Kau Tak Ada

Bintang-bintang kian menghilang ditelan malam

Kesunyian telah berbalut dengan kehampaan
Bertaburan harapan walau hanya angan sesaat
Bagai arus melangkah tanpa kutahu arahnya
Bilakah aku lepas dari derita tak bertepi ini
Saat kau tak ada disini
 
Dedaunan berguguran dan berjatuhan ditaman
Ranting-ranting bagai dawai tak bersenar
Debur ombak menghantam dan pecahkan karang
Lepaskanlah aku dari derita tak berakhir ini
Saat kau tak ada disisiku
 
Saat kau tak ada atau kau tak disini
Diriku terpenjara sepi dan hanya kunikmati sendiri
Sudah tak terhitung lagi waktu untuk melupakanmu
Namun aku tak pernah bisa… aku tak pernah
 
Karya : Pahce Mee (Otis A )

PAHCE MEE









Berita dan Puisi Dari Maya Angelou


(Catatan: disarikan dari berbagai sumber)
Maya Angelou, yang terlahir dengan nama Marguerite Ann Johnson pada 4 April 1928, adalah seorang penulis otobiografi dan penyair kulit hitam dari Amerika Serikat. Bahkan de disebut sebagai  \"America\'s most visible black female autobiographer\" oleh Joanne M. Braxton , cendekiawan Amerika. Mace ini terkenal karena de pu 6 seri otobiografi yang fokus ke de pu pengalaman masa kecil dan dewasa. Yang paling terkenal dan pertama “I Know Why the Caged Bird Sings (1969)” akan fokus ke de tujuh belas tahun perjalanan hidupnya. Karya ini yang bikin mace ko terkenal secara internasional dan dinominasikan dalam penghargaan buku nasional di AS.

Mace ini de pu karir macam – macam ka ini. Mulai dari tukang masak, penari, aktris, jurnalis, pengajar, produser TV, sampe sutradara film. De juga tuh masuk dalam keanggotaan  ‘Harlem Writers Guild’ pada akhir 1950an. Mace ini juga aktif dalam gerakan Civil Right alias masyarakat sipilnya Dr. Marthen Luther King, Jr dan bahkan jadi koordinator di salah satu konferensinya pace King.

Mace ini pu kehidupan yang penuh warna, tapi yang pasti mace ko dinobatkan sebagai salah satu dari perempuan kulit hitam Amerika pertama yang mampu mendiskusikan de pu kehidupan pribadi kepada publik. Ditinjau dari karyanya, mace ini pu otobiografi bisa laku dan terkenal karena mace pu gaya menulis yang sastra dan bergaya  fiksi dalam menulis de pu kisah nyata. Jadi mantap skali (kebetulan sa lagi baca de pu karya pertama skarang nih ^_^). Mace ini terkenal dan dihormati sebagai juru bicara kaum kulit hitam dan perempuan di Amerika sana eee. Yang pasti, de pu buku dan puisi – puisi tuh menyangkut isu – isu tentang identitas, keluarga dan rasisme.

Btw, nih salah satu puisinya, yang lagi – lagi pernah sa baca waktu sa masih kuliah, dan kadang menjadi inspirasi terselubung dalam diri. Sekedar catatan, puisi “Still I rise” yang ditulis tahun ini 1978, pernah mace ini bacakan pas presiden Nelson Mandela dikukuhkan sebagai presiden di Afrika Selatan tahun 1990an. Puisi ini sa jatuh cinta mati karena memberi semangat untuk yang merasa tertindas dan di bawah tekanan.

Salam hangat,

D. Meimosaki
=========================

STILL I RISE
You may write me down in history
With your bitter, twisted lies,
You may trod me in the very dirt
But still, like dust, I\'ll rise.

Does my sassiness upset you?
Why are you beset with gloom?
\'Cause I walk like I\'ve got oil wells
Pumping in my living room.

Just like moons and like suns,
With the certainty of tides,
Just like hopes springing high,
Still I\'ll rise.

Did you want to see me broken?
Bowed head and lowered eyes?
Shoulders falling down like teardrops.
Weakened by my soulful cries.

Does my haughtiness offend you?
Don\'t you take it awful hard
\'Cause I laugh like I\'ve got gold mines
Diggin\' in my own back yard.

You may shoot me with your words,
You may cut me with your eyes,
You may kill me with your hatefulness,
But still, like air, I\'ll rise.

Does my sexiness upset you?
Does it come as a surprise
That I dance like I\'ve got diamonds
At the meeting of my thighs?

Out of the huts of history\'s shame
I rise
Up from a past that\'s rooted in pain
I rise
I\'m a black ocean, leaping and wide,
Welling and swelling I bear in the tide.
Leaving behind nights of terror and fear
I rise
Into a daybreak that\'s wondrously clear
I rise
Bringing the gifts that my ancestors gave,
I am the dream and the hope of the slave.
I rise
I rise
I rise.

TERJEMAHAN HARAFIAH DALAM MELAYU – PAPUA
 Ko mungkin rendahkan sa dalam sejarah
Dengan ko pu dusta yang pahit dan baputar tuh
Ko mungkin injak sa begitu kotor,
Tapi tetap, seperti abu, sa akan bangkit.

Sa pu semangat yang tinggi bikin ko ganas ka?
Kenapa juga ko mo dikelilingi kemuraman?
Karena sa jalan seperti sa nih pu sumur  - sumur minyak
Yang tinggal tapompa di sapu ruang tengah rumah.
Bagaikan bulan dan mentari,
Dengan pasang surut yang pasti,
Bagaikan harapan – harapan yang membumbung tinggi,
Tetap .. sa akan bangkit.
Dulu Ko mo lihat sa hancur ka?
Dengan kepala tertunduk dan pandangan nanar ke bawah?
Bahu yang layu bagai tetes air mata,
Dilemahkan oleh sapu tangisan jiwa.

Sa pu bikin-diri singgung ko ka?
Kenapa juga ko terlalu ambil hati ka?
Karna sa tertawa macam sa ada pu tambang – tambang emas
Yang tagale di sapu halaman belakang rumah.
Ko bisa tembak sa deng ko pu kata – kata,
Ko bisa iris sa deng ko pu pandangan mata tuh,
Ko mungkin bisa juga bunuh sa deng ko pu kebencian,
Tapi tetap, seperti udara, sa akan bangkit.

Sa pu daya tarik bikin ko kecewa ka?
atau ini kejutan tooo?
kalo sa dansa macam ada pu banyak berlian
yang tapasang di sapu pinggul ka

Keluar dari  gubuk rasa malu sejarah,
Sa bangkit
Talapas dari masa lalu yang penuh akar pahit,
Sa bangkit
Sa, lautan hitam, yang bergerak dan luas,
Luka yang sa rasa dalam pasang surut.
Tinggalkan malam – malam penuh teror dan ketakutan
Sa bangkit.

menuju  fajar  yang ceria
Sa bangkit
Membawa hadiah yang sa pu leluhur kasi,
Sa, mimpi dan harapan yang tertindas,
Sa bangkit,
Sa bangkit,
Sa bangkit
***

SUMBER PUISI:
TENTANG MAYA ANGELOU:
Situs Resmi:
Wikipedia:




Sumber:  http://www.yaswarau.com










*Sang Putri *

Menjunjung kasih Cinta setia

Biar Luka jemala hamba


Membuai rindu santapan kalbu

Asal dapat sentuh bayangmu

Sulaman emas kebaya Labuh

Untuk putri berpandang sungguh

Mabuk kepayang sekelip mata

Jangan hamba dituduh gila

Ingin membina istana dari mata

Malang sekali hamba tak punya apa

Ingin mencoret warkah bertinta emas

Tapi sayang tiada Indah bahasa hamba

Hanya mencoret kertas usang

Untuk melepas kasih dan sayang

Jangan hamba dianggap gila

Niat suci dihati hamba

Coret : Herman Anouw ( Jurnalis Papua )



Puisi untuk Papua - “Lelaki rentah itu Papua”


ilustrasi (foto Umaginews)
“Lelaki rentah itu Papua”

Rambutnya yang keriting kusam menguning
badannya yang legam tonjolkan tulang

ia duduk memeluk lutut
diatas bukit ode dihamparan batu menghitam
memandang kebawah dengan mata cekung nya
melihat kesibukan pekerja dengan mesin penggali

dibawah sana mereka kenyang
diatas sini sang lelaki kelaparan
dibawah sana mereka terbalut jeans
diatas sini hanyalah koteka bertelanjang dada

kedap kedip mata sang lelaki mengusir lalat yang hinggap
ketika gerobak emas berlalu tinggalkan debu

sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu
tetap saja kereta emas itu hanya berlalu

sudahlah lelaki renta,emas itu bukan untukmu
West Papua
tetapi untuk tuan tuan dibenua sana
sedikit untuk penguasa penguasa negri ini
sedikit lagi untuk tentara tentara penjaga itu

hormati saja benderamu
nyanyikan saja lagu kebangsaanmu

lalu,lelaki itupun menggumam lirih ;
Hai tanahku papua kau tanah laihirku kepadamu kuselalu sampaikan ajalku

lelaki itu menyanyikan lagu itu bait demi bait hinggan selesai.

Juni, 19 2012
Salam dari pelosok kampung, untuk papua

nick



PUISI UNTUK PAPUA - "Allah Mengerti Sebab Papua Bergumul Sendiri"


  "Allah Mengerti Sebab Papua Bergumul Sendiri"

Kubayangkan, Papua masih diberikan Hidup Enam Minggu lagi...

Berapakah usia Papua sekarang...?


Papua mati karena apa...?


Kurasakan pedihnya Papua minta diri meninggalkan hidup ini...


Dari setiap miliknya... Yang Papua sayangi...


Dan yang Papua Benci...

Kulakukan ini dalam wawancara dengan Tuhan:


Di situ sumber daya manusianya...


Di situ sumber kekayaan alam yang melimpah...


Gunung-gunung, lembah-lembahnya yang penuh misteri...


Sungai-sungai yang mengalirkan emas dan gelombang lautnya pun menghempaskan mutiara...


Dan Papua Hidup sendiri dengan pergumulannya yang ber-aneka warna...


Terancam punah, lalu menanggapi diri...


Kuperhatikan reaksi orang-orang, ketika mendengar kabar...


Bahwa Papua telah mati... Dan akan terus mati, sehingga punah,


Kupikirkan juga, setiap dari mereka akan kehilangan,


Apabila kehilangan Papua...


Setelah mati... Papua berdiri dihadapan Tuhan,


Papua berbicara dengan Tuhan tentang hidupnya...


Dan hal-hal amat menyenangkan hidup Papua...


Dan hal-hal yang amat disesalkan Papuaaaaa...


Sekarang aku mendengar Tuhan Berkata...


Bahwa Ia bermaksud mengirim Papua untuk hidup kembali...


Ia membiarkan Papua memilih bebas...


Bagaimana bakal bentuk penjelmaannya...


Negara mana dan seperti apa yang Papua pilih...


Papua ingin menjadi orang apa...? Dan seperti apa...?


Papua memilih wataknya... Dan bakat-bakatnya...


Keutamaan dan kekuarangannya...


Pengalaman apa yang Papua inginkan dalam hidup barunya nanti...


Taraf sosial seperti apa yang Papua pilih, menjadi lingkungan kelahirannya...?


Kaya... Kelas menengah ataukah miskin...? Mengapa.....


Orang tua macam apa yang menjadi pilihan Papua sebagai anak tiri...?


Papua menentukan sifat-sifat baik dan kekurangan, yang diharapkan ada pada setiap mereka...


Kugambarkan Papua mengatakan ini kepada Orang Tuanya: Ibu Pertiwi...


Dan Papua melihat... Bagaimana tanggapan Bhineka Tunggal Ika...


Masa kanak-kanak macam apa yang Papua inginkan...?


Berapa saudara kandung Papua...? Penghidupan, pendidikan, kesehatan, keamanan semacam apa...?


Pilihan Papua: Pekerjakan apa bagi kehidupannya...?


Sekarang aku dan Papua mendengarkan, Tuhan menjelaskan,


Mengapa anak-anak-ku Papua, mereka memilih hidup seperti sekarang ini... Dengan Otsus maupun segala macam detil kehidupannya yang sangat rumit...



 hasil karya Ketua Pusat Pembelaan Hukum dan Hak Asasi Manusia-Papua (PUSBELHAM)

 Muza Ronny Roberth




 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger