Showing posts with label Persipura. Show all posts
Showing posts with label Persipura. Show all posts

Persipura Balik ke Jayapura, Stadion Mandala Siap Disulap Jadi Tempat Angker

Stadion Mandala Jayapura (Galery_Persipura)
Fans militan Persipura Jayapura, Ultras Blackpearl Curva Nord (BCN) 1963, mengaku gembira mendengar kabar kembalinya Boaz Solossa dkk. ke rumah mereka sendiri, Stadion Mandala, untuk mengarungi kompetisi Shopee Liga 1 2019.

 Setelah dipastikan kembali melakoni berkandang di Stadion Mandala, Ultras BCN 1963 pun meminta kepada masyarakat Kota Jayapura untuk memenuhi seluruh penjuru tribun agar bisa mengembalikan keangkeran stadion yang menjadi markas sakral Persipura itu.

"Yang pasti kami sangat senang mendengar kabar ini. Kami berharap masyarakat antusias untuk hadir ke Mandala dan memberikan dukungan langsung untuk Persipura," ungkap koordinator Ultras BCN 1963, Chapo Angky, saat dihubungi INDOSPORT, Sabtu (25/5/19).

 Angky juga meminta kepada seluruh masyarakat Jayapura agar tidak setengah hati dalam memberikan dukungan penuh kepada Persipura, baik yang di tribun Liverpool, tribun utara, dan selatan.

 "Kami ingin semua mendukung Persipura saat menjamu PSS Sleman nanti sehingga para pemain bisa tampil dengan semangat juang tinggi untuk meraih kemenangan perdana. Kami Ultras BCN 1963 sendiri tak pernah setengah hati," tegasnya. Angky mengajak seluruh masyarakat Jayapura yang hadir di Stadion Mandala tak hanya sekadar nonton dan diam di bangku tribun, tapi juga bisa ikut bernyanyi bersama dan membakar semangat para pemain yang sedang berlaga.




"Kami harus datang dan meramaikan lagi Stadion Mandala. Jadikan stadion ini sebagai tempat yang angker bagi tim lawan dan surga bagi Persipura," ujarnya. "Caranya tidak lain dengan nyanyian dan koreografi yang membakar semangat pemain, apalagi Persipura akan bermain di Mandala hanya sampai bulan Juli sambil menunggu hasil keputusan pengelola dan Pemprov soal Stadion Papua Bangkit," tandasnya.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20190525/persipura-balik-ke-jayapura-stadion-mandala-disulap-jadi-tempat-angker

Musim ini Persipura selalu kebobolan

 “Ini partai penentu untuk bersaing juara, juga tidak bisa diamankan. Tidak ada strategi tim yang kompak, masa lengah terus dan kebobolan lagi,” ucapnya lewat pesan WhatsApp yang dikirim kepada Jubi, Sabtu (4/11/2017).

Pemain Persipura saat latihan di Mandala – Jubi/Jean Bisay
Jayapura, Jubi – Kesempatan serta peluang Persipura bersaing menuju juara Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 sudah tertutup, setelah dihentikan PS TNI pada pekan ke-33 dengan skor 2-1, Sabtu (4/11/2017) sore.

Sempat unggul 1-0 lewat gol Osvaldo Haay menit 61. Mutiara Hitam akhirnya takluk lewat dua gol balasan yang dicetak Ahmad Nufiandani menit 72 dan Manahati Lestusen menit ke-83.

Richard Safkaur, penggemar berat Persipura di  perantauan mengomentari penampilan Persipura saat kalah dari PS TNI. Menurutnya Persipura tidak pernah amankan kemenangan sampai pluit akhir berbunyi. Selalu saja mudah kebobolan.

Persipura hingga pekan ke-33 menempati rangking 5 dengan perolehan 59 poin terpaut empat angka dari pimpinan klasemen Bhayangkara FC poin 63. Mutiara Hitam sudah mencetak 62 gol dan kebobolan 35 kali.

“Ini partai penentu untuk bersaing juara, juga tidak bisa diamankan. Tidak ada strategi tim yang kompak, masa lengah terus dan kebobolan lagi,” ucapnya lewat pesan WhatsApp yang dikirim kepada Jubi, Sabtu (4/11/2017).

Richard Safkaur yang kini menjabat General Manajer PT PLN (Persero) Kaliman Barat, mutasi dari PLN Nusa Tenggara Timur, juga bilang sama sekali tidak ada man to man marking atau penjagaan pemain satu lawan satu.

Pemain depan banyak membuang peluang gol yang dimiliki. Ia mensoroti penampilan kapten tim Boaz Solossa, meski senior di tim, tapi kematangan dan emosi sangat buruk.

Ramses Rumbekwan, mantan pemain Persipura menambahkan peluang juara sudah tidak ada lagi sejak kalah dari Serui dan Madura United serta draw dengan Bandung.

“Racikan pelatih untuk setiap pemain yang diturunkan  juga nampaknya tidak mantap,” ujarnya.
Dulu jaman Jackson Tiago, harus ada lini yang diandalkan. Contoh lini depan dulu terkenal dengan trisula maut Boaz, Beto  dan Jeremiah.

Lini tengah ada Wanggai, Pangkali, Kabes dan Zah Rahan. Lini belakang ada Bhio Paulin, Ricardo dan Victor Igbonefo.

“Tim musim ini  sangat lemah. Setiap kali tanding masa kebobolan terus, walaupun berakhir dengan kemenangan Persipura,” katanya.

Bertanding di kandang saja, bisa kebobolan. Liga kali ini terburuk bagi Persipura. Perlahan sudah bukan lagi tim yang disegani, tapi sudah setara dengan tim-tim seperti Persela,  PSS Semarang  dll. (jubi)

Persipura Pertanyakan Perubahan Regulasi U-23 di Liga 1 2017

Para pemain Persipura tengah merayakan gol ke gawang lawan di Liga 1 2017. (Foto/zonbol)

JAYAPURA - Keputusan PSSI dan pengelola Liga 1 musim 2017 soal penangguhan regulasi pemain U-23 dalam skuat setiap tim kembali dapat kritik pedas. Kali ini datang dari ketua umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano (BTM).

"Apa yang dilakukan oleh Liga Indonesia Baru dengan menangguhkan regulasi pemain U-23 hingga 30 Agustus 2017 adalah janggal, tidak konsisten dan sewenang-wenang," beber Benhur Tommy Mano di Jayapura, Papua, seperti dilaporkan Antara.

Pria yang juga Walikota Jayapura itu kemudian menambahkan: "Hal ini juga merugikan tim karena persiapan yang kami lakukan berdasarkan regulasi awal, walaupun sejak awal regulasi itu dipertanyakan banyak pihak, termasuk kami dan klub peserta lainnya. Kenapa janggal dan tidak konsisten?"

Menurut pria 57 tahun itu, kondisi seperti ini sama sekali tidak dibahas saat penetapan regulasi sebelum kompetisi dimulai, namun tiba-tiba penangguhan ini muncul dengan alasan yang tidak jelas.

"Mereka bilang karena jumlah pemain dari klub yang dipanggil ke timnas tidak merata. Nah ini kan pernah dibahas dulu dan mereka bilang itu risiko, harus dilihat kepentingan nasionalnya, tapi sekarang berubah," kata BTM heran.

Disampaikan lagi oleh BTM, bahwa penerapan regulasi pemain U23 adalah untuk pembinaan pemain muda, dan hal ini diikuti oleh tim Persipura dengan menyiapkan tim memberikan porsi kepada pemain muda.

"Eh, mereka malah ubah. Kalau pembinaan berarti harus merata, kalau seperti ini berarti pemain yang tidak dipanggil ke timnas tidak mendapatkan menit bermain, dan pembinaan jadi terputus, pemain muda diabaikan, yang dipentingkan hanya pemain yang dipanggil timnas. Di mana unsur pembinaannya?" ulas BTM.

Pria kelahiran Port Numbay, Papua itu lantas mempertanyakan PSSI dan pengelola Liga 1, mengapa harus sewenang-wenang dengan aturan. Padahal saat penerapan regulasi pemian U-23 dan marquee player, hampir semua klub pertanyakan hal itu.

"Termasuk kami tidak setuju, tapi itu dipaksakan dan kami pasrah saja, kami ikuti. Sekarang, entah dengan maksud dan tujuan apa tiba-tiba mereka tangguhkan regulasi pemain U-23 itu, sama sekali tidak ada pembicaraan atau diskusi dengan klub atau tim, ini namanya sewenang-wenang," kata BTM keberatan.

Ia pun menambahkan, "Bagaimana kompetisi level tertinggi ini bisa berkualitas kalau seperti ini, harus diingat bahwa pemenang kompetisi akan mewakili Indonesia juga diajang Asia dan di AFC tidak ada regulasi yang diatur semaunya atau di tengah perjalanan dirubah-rubah."

"Sayang sekali kalau terus seperti ini, mau dibawa kemana sepak bola kita. Kami tidak tahu setelah ini apalagi yang akan diubah," tutup BTM.


(sbn

PSM Pesta Gol ke Gawang Persipura Jayapura

 Persipura bermain dengan 10 pemain sejak 45 detik
Pemain PSM Makassar merayakan gol (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

PSM Makassar berhasil mempertahankan puncak klasemen sementara Liga 1, setelah menjungkalkan Persipura Jayapura 5-1. Bermain di Stadion Andi Mattlatta, Sabtu 3 Juni 2017, PSM bermain penuh percaya diri.

PSM pun kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan 20 poin dari sembilan laga yang telah dimainkan. Sedangkan Persipura di peringkat tiga dengan 16 poin.

Bencana Persipura terjadi ketika pertandingan baru berjalan 45 detik. Tim Mutiara Hitam harus bermain dengan 10 pemain setelah Marinus Wanewar mendapatkan kartu merah karena menanduk Reva Adi.

Reinaldo Costa membuka keran gol Persipura ketika pertandingan baru berlangsung enam menit. Reinaldo berhasil memanfaatkan umpan terobosan dari Titus Bonai.

Marc Anthony Klok menambah keunggulan PSM menjadi 2-0. Klok berhasil membobol gawang Persipura Jayapura yang dijaga oleh Yoo Jae-Hoon melalui tendangan bebas.

Wiljam Pluim berhasil menambah gol bagi PSM ketika bertandingan berlangsung 55 menit. Plui memanfaatkan umpan dari Muhamamd Rahmat.

Dua menit berselang, Klok berhasil mencetak gol, sehingga kedudukan berubah menjadi 4-0. Ini merupakan gol kedua bagi Klok di laga tersebut.

Menit 64, Reninaldo kembali mencatatkan namanya di papan skor. Reinaldo pun merubah kedudukan menjadi 5-0.

Gol hiburan Persipura Jayapura dicetak oleh Addison pada menit 70. Skor 5-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Daftar susunan pemain:

PSM Makassar: Rivky Mokodompit; Steven Paulle, Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, Reva Adi; Wiljan Pluim, Marc Klok, Asnawi Bahar (Rizky Pellu 75'), Muhamamd Arfan (M Syafei 85'); Reninaldo Costa (Ferdinand Sinaga 68'), Titus Bonai (M Rahmat 40')

Persipura Jayapura: Yoo Jae-Hoon; Ricardo Salampessy, Yustinus Pae, Dominggus Fakdawer, Ian Luis Kabes; Imanuel Wanggai (Yohanes Pahabol 80'), Muhamamd Tahir, Osvaldo Haay (Y Nasadit 87'), Prisca Womsiwor (Addison 52'); Boaz Solossa (Nelson Alom 76'), Marinus Wanewar.

Vivabola

Angel Alvredo Vera Ingin Datangkan Penyerang Baru di Persipura


JAYAPURA - Pelatih Persipura Jayapura Angel Alvredo Vera mengatakan ingin mendatangkan penyerang baru untuk mendampingi Boaz TE Solossa dan Ferdinando Pahabol di lini depan untuk mengarungi Liga 1 musim ini.

"Saya masih ingin menambah satu pemain di bagian depan," kata Angel Alvredo Vera di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

Menurut dia, pemain yang akan berposisi sebagai penyerang itu harus mempunyai kemampuan lebih baik dari pada pemain asing yang ada di skuad tim berjuluk Mutiara Hitam, sehingga bisa membawa kemenangan bagi Persipura Jayapura.

"Saya melihat ada sejumlah nama pemain depan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, nantinya itu akan dilihat lagi," katanya.

Pelatih berkebangsaan Argentina itu mengaku belum bisa menyebutkan nama-nama pemain depan yang tengah diincar olehnya, namun hal itu sudah disampaikan kepada manajemen tim yang bermarkas di Stadion Mandala Kota Jayapura, Papua.

"Harapannya manajemen Persipura bisa menyetujui apa yang saya sarankan terutama pada posisi pemain depan," katanya.

Alvredo menambahkan kini ia tengah menggenjot fisik pemain Persipura Jayapura untuk persiapan Liga 1 yang akan digulirkan dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, sejumlah pemain berkostum merah hitam itu ada yang tidak diperpanjang kontraknya lagi oleh manajemen Persipura Jayapura, seperti pemain belakang Andri Ibo dan Jaelani Arey Yekerek Sibi, Izac Wanggai dan juga pemain yang terlebih dahulu meninggalkan tim adalah Bio Paulin Pierre.

Sedangkan penyerang asing Eduard Wilson Junior sedang dipertimbangkan apakah tenaganya masih dibutuhkan oleh tim kebanggaan warga Kota Jayapura dan Papua itu.

Tim juara Torabika Soccer Championship 2016 ini masih dipusingkan dengan sponsor yang akan mendukung mereka menghadapi musim baru dengan nama Liga 1, yang digembor-gemborkan lebih menarik dan seru dari musim-musim sebelumnya. (antara)

Dua kiper Papua gabung latihan Persipura

Empat penjaga gawang Persipura berlatih di bawah arahan pelatih kiper Alan Haviludin – Jubi/Jean Bisay
Jayapura – Setelah istirahat ikut pertandingan eksebisi JWW cup, Selasa (7/3/2017), skuat Persipura kembali berlatih, Rabu (8/3/2017).

Pada sesi latihan kemarin seluruh pemain sudah berkumpul. Tampak Yoo Jae Hon (kiper asal Korsel), Imanuel Wanggai, Ian Louis Kabes dan Ruben Sanadi telah bergabung.

Sehingga total sudah 24 pemain Mutiara Hitam mengikuti latihan persiapan Liga 1. Tampak pula wajah baru di jajaran penjaga gawang dengan masuknya mantan kiper Persipura U-21, Piere Kahol.

Pelatih Persipura Angel Alfredo Vera mengatakan, seluruh pemain yang sudah berkumpul langsung mengikuti program latihan.

“Latihan pagi kita ada fitness dan sore kita di lapangan,” kata Alfredo pada sesi latihan, Rabu (8/3/2017) di stadion Mandala.

Pelatih asal Argentina itu menjelaskan program latihan masih fokus pada meningkatkan fisik tapi juga diselingi game-game ringan. Agar pemain tidak hilang sentuhan bolanya.

Sementara pelatih kiper Alan Haviludin menambahkan empat anak didiknya yang ikut berlatih, begitu antusias dalam mengikuti setiap sesi program yang diberikan.

Alan bilang mereka berempat selalu kompak. Program yang diberikan bisa diikuti dengan baik.

“Apalagi ada Yoo yang menjadi panutan buat dua kiper putra asli Papua yang ikut berlatih bersama Persipura,” kata coach Alan.

Kedua kiper asli Papua yang ikut latihan bersama Persipura adalah Piere Kahol dan Bernad Kase. Keduanya adalah eks kiper Persipura U-21. (Jubi)

Arema Minta Maaf ke Persipura dan Masyarakat Papua

Jakarta Manajemen Arema Cronus melalui surat resmi tertanggal 20 Desember 2016, menyampaikan permohonan maaf kepada Persipura Jayapura dan seluruh Masyarakat Papua atas beberapa komentar atau statemen yang dilontarkan mantan pelatih Arema, Milomir Seslija kepada media, bahwa Persipura adalah juara palsu.

Dalam surat bernomor 030/ARM/XII/2016 yang ditandatangani Manejer tim, Rudy Widodo tersebut, terdapat 2 (poin) penting, yang pertama adalah ucapan selamat dari Manajemen Arema Cronus kepada Persipura Jayapura atas pencapaian Persipura menjadi juara TSC 2016, serta poin kedua, yakni permohonan maaf atas penyampaian Milomir Seslija.

Niat baik Manajemen Arema menyampaikan penjelasan dan permohonan maaf tersebut ditanggapi dengan sangat baik oleh Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano.

"Dua orang kami sudah dihubungi langsung oleh CEO Arema Cronus Bapak Iwan Budianto, yaitu Sekretaris umum, Rocky Bebena, dan Media Officer, Bento Madubun. Persipura dan Arema pada dasarnya tidak ada masalah, kami mengapresiasi langkah manajemen Arema melalui surat resmi tersebut, kami menerima permintaan maaf tersebut, sejak awal media memblow up pernyataan pelatih itu kami yakin bahwa itu bukan suara manajemen Arema, dan ternyata betul, Persipura dan Arema tetap bersahabat dan bersaudara, untuk itu saya sampaikan kepada seluruh Persipuramania dan masyarakat Papua untuk tidak menanggapi pernyataan pelatih itu karena itu pernyataan dia pribadi yang mungkin frustrasi, kita abaikan saja, saya dengar juga kalau dia sudah tidak dikontrak lagi oleh Arema," ujar Benhur Tomi Mano (BTM), Rabu (21/12) kemarin.

Ditambahkan BTM, Sejauh yang dirinya kenal, baik Iwan Budianto maupun Rudy Widodo adalah sosok yang fair, sportif dan profesional.

"Saya kenal Pak Iwan dan Pak Rudy kan bukan baru, kita sudah lama berteman, dan mereka bukan orang yang seperti pelatih itu, saya tahu mereka itu baik, sportif dan profesional, makanya sejak awal saya yakin itu bukan pernyataan Arema secara institusi atau klub, tetapi pernyataan pribadi si pelatih itu. Saya juga sepakat dengan apa yang disampaikan Pak Iwan Budianto kepada Pak Rocky dan Pak Bento, bahwa suasana dan situasi sepakbola tanah air saat ini sedang bagus dan sangat kondusif, sehingga jangan sampai tergerus hanya karena komentar serta sikap unfair dari orang atau pribadi, mari kita bangun sepakbola Indonesia lebih baik lagi kedepannya," tutup BTM.

 Liputan6.com

Persipura Siap Tenggelamkan Gresik

Persipura Jayapura
PAPUA - Persipura Jayapura bertekad penuh untuk mengamankan poin penuh saat menjamu Gresik United pada laga lanjutan Indonesia Soccer Championship A (ISC A) di Stadion Mandala, Papua, Sabtu (20/8/2016). Asisten Pelatih Persipura Jayapura, Mettu Dwaramury mengatakan, sebagai tuan rumah, tiga poin adalah target yang harus diwujudkan.

"Sebagai tuan rumah, poin penuh adalah target yang wajib dan harus didapatkan. Itu menjadi harga mati bagi Persipura. Seluruh pemain pun sudah siap main habis-habisan untuk mewujudkan target kemenangan di laga nanti," kata Mettu kepada Warta Kota, Jumat (19/8/2016).

Mettu berujar, kemenangan dari Mitra Kukar pada laga sebelumnya menjadi modal yang sangat baik untuk mengejar kemenangan berikutnya.

"Setelah mengalahkan Mitra Kukar dan Bhayangkara Surabaya United, kami sedang mengejar kemenangan untuk kali ketiga. Jangan sampai target ini gagal, karena ini laga home yang sudah seharusnya kami selesaikan dengan hasil memuaskan. Jadi kami siap tenggelamkan Gresik," ujar Mettu.


Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Max Agung Pribadi

Persipura Tidak Mau Terbawa Arus Kongres Luar Biasa PSSI


Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena (foto: smeaker)
Managemen Persipura Jayapura tidak ingin terlibat dalam suasana yang gaduh terkait permintaan puluhan managemen klub-klub di Indonesia yang menuntut Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan bahwa raksasa Indonesia Timur tersebut memilih untuk tetap tenang dan berada pada posisi netral.

“Silakan kalau rekan-rekan lain punya pemikiran untuk KLB, tapi Persipura tidak mengikuti itu. Kami berjalan sesuai dengan arahan federasi, dan hingga kini kami masih menunggu keputusan. Kalau keputusan federasi seperti apa, itu yang akan kami ikuti,” kata Rocky dikutip laman FourFourTwo, Sabtu (21/5/2016).

“Kami tetap pada posisi netral. Yang kami pikirkan sekarang adalah ketika meminta sesuatu yang di luar konsep statuta, lalu di kemudian hari ada sanksi buat klub, bagaimana? Pasti ada yang bertanggungjawab. Atau kalau ada sanksi, siapa yang akan bertanggungjawab?”

“Persipura ini kan milik publik, semua masyarakat. Kalau tim-tim lain di Papua sudah memberikan dukungan terhadap KLB, kami tidak persoalkan, silakan. Strata Persipura tidak sama dengan klub-klub tersebut.” tegas Rocky.

Persipura sendiri sedang mempersiapkan diri untuk kembali berlaga di ajang Torabika Soccer Championship menghadapi Persela Lamongan pada hari Senin (23/5) di Stadion Surajaya, Lamongan. (HarianPapua.com)

Osvaldo Lessa Siap Angkat Kaki Dari Persipura

JAYAPURA - Pelatih Osvaldo Lessa pun memberi sinyal untuk meninggalkan Persipura pasca kegagalan di Piala Bhayangkara meski sebenarnya belum ada keputusan resmi manajemen tim terkait pergantian pelatih.

“Kalau tim besar seperti Persipura tampil buruk, tentu akan memberikan tekanan. Mungkin ini bisa menjadi pertandingan terakhir saya bersama Persipura,” ucap Lessa.

Pernyataan ini paca Persipura Jayapura yang sudah dipastikan tersingkir dari turnamen Piala Bhayangkara 2016. Bermain empat kali, Persipura tak mampu sekalipun mencatatkan kemenangan.


Mutiara Hitam pun harus menerima kenyataan finish di posisi juru kunci grup dengan hanya mengoleksi 3 poin dari hasil tiga kali seri dan sekali kalah. 
 
Sebelum turnamen dimulai, tanda-tanda Persipura tidak akan berbicara banyak di turnamen ini sudah bisa terlihat. Sejumlah pemain pilar memilih bergabung ke tim lain karena susahnya Persipura mendapatkan sponsor tim. 
 
Sebut saja Boaz Solossa, Imanuel Wanggai dan Robertino Pugliara yang memilih pergi beberapa hari sebelum Persipura mendapat kepastian kembali didukung PT Freeport Indonesia dan Bank Papua. 
 
Al hasil sejumlah persiapan yang sudah dilakukan sejak awal tahun akhirnya harus dibangun lagi secara dadakan di Batu, Malang untuk bermain di Piala Bhayangkara. 
 
Pemain-pemain muda terpaksa diambil untuk memainkan peran seniornya yang pergi dan akhirnya hasil yang didapat pun tidak maksimal. Persipura memang tidak bermain buruk di setiap laga, tapi hanya mencetak satu gol dari empat pertandingan bukan jiwa Persipura. Ini salah satu performa terburuk tim dalam satu dekade terakhir. (kompas)

Persipura Tambah Dua Amunisi Dari Tim U-21


Persipura Jayapura
Persipura Jayapura kembali menambah kekuatan dengan merekrut dua pemain dari tim U-21 yakni Ardiansyah Runtuboy dan Yance Wenda yang memiliki posisi gelandang dan penyerang.

Sebelum kedua pemain ini, Persipura juga telah lebih dulu mengambil pemain U-21 lainnya Osvaldo Haay yang telah dicoba saat Persipura mengikuti turnamen Piala Jenderal Sudirman akhir tahun lalu.
“Jadi total ada tiga pemain yang masuk dari tim U-21,” kata Pelatih Persipura Osvaldo Lessa, Senin (18/1).

Lessa meminta kepada para pemain muda ini agar berlatih lebih keras jika ingin bersaing di tim Persipura yang memiliki banyak pilihan pemain bagus di setiap posisinya.

“Jika ingin bersaing dan masuk tim, mereka bertiga harus berlatih terus. Saya sebagai pelatih akan menurunkan mereka jika sudah dianggap cukup untuk menjajal tim lawan,” sambung Lessa yang dilansir Antara.

Sebenarnya, selain Osvaldo Haay ada dua pemain U-21 lainnya yang dicoba Persipura saat Piala Jenderal Sudirman yaitu Ronald Sesmot dan Fredi Isir. Namun karena kontribusinya dianggap kurang maksimal maka jasa kedua pemain tersebut tidak lagi digunakan.

Persipura saat ini masih menunggu kepastian dana sponsor untuk mengikuti turnamen Piala Gubernur Kaltim yang mulai berlangsung awal bulan depan.




 harianpapua.com

Soal Pemain Asing, Persipura Jayapura Tunggu Sponsor

 Permintaan Osvaldo Lessa akan pemain asing belum bisa terealisasi karena Persipura masih butuh kepastian sponsor.

Persipura Jayapura sudah merencanakan untuk bisa merekrut pemain asing baru, sebagai pengganti Lancine Kone dan Lim Jun-sik. Hal itu untuk menambah daya gedor tim dalam mengikuti turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur, Februari nanti.

Bukan hanya Piala Gubernur Kaltim, Persipura juga pasti akan ambil bagian dalam turnamen jangka panjang rancangan PT Liga Indonesia dengan tajuk Indonesia Super Competition. Sayang, manajemen belum bisa merealisasikan rencana mereka karena sponsor.

Hingga kini, tim Mutiara Hitam masih menunggu kepastian dari sponsor reguler seperti perusahaan semen Bosowa, Bank Papua dan PT Freeport. Seperti dikatakan Bento Madubun selaku juru bicara, Persipura sudah mengajukan proposal kepada pihak terkait.

"Kami berencana mencari tiga pemain asing berposisi sebagai bek tengah, gelandang tengah, dan penyerang tengah. Itu wacana kami, tapi belum tahap realisasi karena masih menunggu sponsor dalam waktu dekat," paparnya di Jakarta.

Reduksi pemain besar-besaran memang dilakukan Persipura setelah gagal di Piala Jenderal Sudirman, delapan pemain harus dicoret antara lain Viktor Pae, Fredi Isir, Fandri Imbiri, Elfis Harewan, Ronald Setmob, dan Selsius Gebze. Juga dua nama asing, Kone dan Lim.

Pelatih Osvaldo Lessa baru menambah dua wajah baru dari tim U-21, mereka adalah Ardiansyah Runtuboy dan Jance Wendah. "Pemain kami masih kekurangan. Sampai saat ini kami baru menambahkan pemain dari U-21," tukas Bento.

Beberapa waktu lalu Lessa sudah menyebutkan tiga nama yang ingin ia angkut ke tim merah-hitam. "Ada yang namanya Diego Souza, Renan, serta Toro. Mereka berpengalaman memperkuat klub di Brasil, Uni Emirat Arab, dan Oman," tutur dia.

GOAL.COM

Jadwal AFC Cup 2014 dan Prediksi Persipura vs Al Qadsia Semifinal, Live RCTI

Jadwal AFC Cup 2014 Semifinal antara Persipura vs Al Qadsia akan tersaji pada Selasa, tanggal 30 September 2014. Berikut ini prediksi Al Qadsia vs Persipura dalam laga semifinal leg kedua Piala AFC 2014 yang bakal digelar di Stadion Mandala Jayapura, Papua, dan rencananya akan disiarkan live di layar kaca RCTI mulai pukul 13.30 WIB.

Tim Mutiara Hitam harus membalas kekalahan dengan margin gol yang lebih banyak untuk membalikkan keadaan usai kekalahan 2-4 di semifinal leg pertama yang dihelat di kandang wakil Kuwait, Al Qadsia. Pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago, yakin skuat asuhannya bisa tampil lebih baik leg kedua nanti dan melaju ke partai puncak AFC Cup 2014.
“Tim yang akan bermain di final bakal ditentukan dalam pertandingan leg kedua. Sekarang, kedua tim sudah saling mengetahui (permainan lawan masing-masing) dengan sangat baik. Kami akan berusaha maksimal untuk mendapatkan hasil bagus, dan lolos ke final,” tandas Jacksen F. Tiago beberapa waktu lalu.
Dari kubu tim tamu, penyerang andalan Al Qadsia, Danijel Subotic, tampaknya benar-benar serius menatap laga leg kedua di Jayapura besok. Striker 25 tahun yang mencetak dua gol di leg pertama ini meyakini bahwa Persipura bukanlah tim yang mudah ditaklukkan di kandang sendiri.
“Al Qadsia dan Persipura punya peluang yang sama, pertandingan nanti (leg kedua) akan jadi penentu tim yang ke final. Bisa menciptakan dua gol di kandang kami adalah bukti bahwa mereka (Persipura) tim yang kuat. Mereka bermain kolektif dan memiliki serangan balik yang sangat cepat, pertandingan nanti akan sangat menarik,” ujar Danijel Subotic.

Bertolak Ke Jakarta, Persipura Persiapkan Diri Jelang Perempat Final AFC Cup 2014

Setelah sukses menumbangkan tuan rumah Persiba Balikpapan pada lanjutan ISL Wilayah Timur, minggu (11/08/2014) kemarin, Tim Persipura akan bertolak ke jakarta hari ini (12/08/2014) untuk mempersiapkan diri jelang keberangkatan mereka ke Kuwait untuk mengikuti leg pertama perempat final AFC Cup 2014 yang akan bergulir rabu pekan depan (19/08/2014).

Pelatih Persipura, Jacksen Tiago optimis timnya bisa meraih hasil maksimal di kandang SC Kuwait, dan berharap bisa meraih poin penuh di laga kedua yang akan berlangsung di Stadion Mandala Jayapura (26/08/2014).

Pada laga AFC Cup Nanti, Persipura juga bisa menurunkan 4 punggawa asingnya secara bersamaan yaitu Robertino Pugliara, Lim Jun Sik, Bio Pauline, dan Yoo Jae Hun. Namun di laga pertama nanti, Persipura kemungkinan takkan ditemani Lukas Mandowen yang masih cedera.

Sedangkan calon lawan Persipura, SC Kuwait baru saja mendatangkan amunisi baru mereka yaitu striker Timnas Iran, Reza Ghoochannedjad. SC Kuwait sendiri sudah mempersiapkan diri sejak 2 bulan terakhir walaupun liga Kuwait baru saja berakhir bulan mei 2014 lalu. (nabire.net)

Jelang Derbi Papua Persipura VS Perseru, Jacksen Nilai Perseru Tim Yang Kuat

Tim Mutiara Hitam, Persipura Jayapura akan menghadapi derbi Papua melawan tim Perseru Serui, di Stadion Mandala, Kamis esok (08/05/2014) dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2014 wilayah timur.

Meski Perseru berada di posisi delapan dengan raihan 10 poin, Jacksen menuturkan kalau Kuda Laut Orange merupakan tim terkuat di tanah Papua. “Perseru merupakan tim terbaik dari Tanah Papua saat ini,” ucap peracik formasi berkebangsaan Brasil tersebut.

Wajar Jacksen mengatakan itu, pasalnya Perseru pernah mengalahkan Persipura dengan skor 3-2 dalam ajang Inter Island Cup, Januari lalu. Kuda Laut Orange juga mengalahkan tim Papua lainnya, yakni Persiram Raja Ampat dengan skor 0-1 di ajang ISL, 28 April lalu.

Saat ini, Mutiara Hitam (sebutan Persipura) berada di posisi keempat dengan raihan 17 poin. Jika berhasil meraih kemenangan 3-0 dari Perseru, maka Persipura akan menggeser posisi Mitra Kukar di puncak klasemen ISL wilayah timur.

“Menang dengan skor separuh saja sudah cukup buat kami. Tapi sejak awal sudah saya katakan kalau kami hanya ingin berada di posisi empat besar saja, tidak lebih dan tidak kurang. Lebih dari itu adalah bonus,” tegas Jacksen.

 http://www.nabire.net/jelang-derbi-papua-persipura-vs-perseru-jacksen-nilai-perseru-tim-yang-kuat/

 

Mutiara Hitam Siap Raih 3 Angka Melawan Persiba Balikpapan

para pemain persipura jayapura (foto lst)
Papua - Pelatih Persipura Jayapura Jacksen Ferreira Tiago tidak panik meskipun anak-anak asuhnya gagal meraih kemenangan pada tiga laga terakhir. Pria asal Brasil itu optimistis skuat Mutiara Hitam dapat segera kembali ke jalur kemenangan. 

Persipura yang berstatus sebagai juara bertahan memang belum menunjukkan performa meyakinkan. Setelah membuka kompetisi  dengan kemenangan 3-0 melawan Persela, Boaz Solossa dan kawan-kawan ditahan imbang oleh Persepam Madura United (2-2), Mitra Kukar (0-0) dan Putra Samarinda (2-2).

Tak pelak, Persipura akan berjuang mati-matian demi kembali ke jalur kemenangan saat akan menjamu Persiba Balikpapan dalam laga kelima Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Mandala, Kamis esok (20/2) Februari. Tekad Mutiara Hitam meraih kemenangan semakin tebal karena akan membuka peluang memuncaki klasemen wilayah timur.

Jacksen mengaku tidak ada masalah berarti dari permainan timnya meskipun selalu meraih imbang pada tiga laga terakhir. “Itu adalah proses normal mengingat persiapan kami yang terbilang mepet. Saya yakin seratus persen kami akan terus berkembang dalam setiap laga,” kata Jacksen.

Nabire.net 



Persipura Jayapura Tahan Mitra Kukar Tanpa Gol

Persipura Jayapura. Tempo/Cunding Levi
Samarinda - Persipura Jayapura tampil tanpa Titus Bonai dan Immanuel Wanggai saat dijamu Mitra Kutai Kartanegara Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Aji Imbut, Selasa malam, 11 Februari 2014. Toh tim juara bertahan itu berhasil pulang dengan membawa pulang satu poin setelah mampu menahan tuan rumah tanpa gol.

Sejak peluit tanda dimulainya laga, Mitra Kukar tampil menekan. Sejumlah peluang tercipta namun tak ada yang berbuah gol. Jajang Mulyana sempat mengancam gawang You Jae Hoon. Memanfaatkan umpang silang dari Zulkifli Syukur, tendangan menyerobot Jajang melemceng ke sisi kiri Persipura.

Jajang kembali memperoleh peluang memanfaatkan umpan Raphael Maitimo dari sisi kiri Persipura. Umpan lambung Maitimo juga tak berbuah manis. tandukan Jajang lagi-lagi melebar.

Sepanjang babak pertama berjalan, Persipura terus gagal membangun serangan. 45 menit pertama Persipura nyaris tanpa mengancam gawang Mitra Kukar yang dijaga Joice Sorongan. Mengandalkan Lukas Mandowen dan Ferinando Pahabol tak bisa menembus pertahanan tuan rumah yang dijagaDedy Gusman dan RFeinaldo L Lobo. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Memasuki babak kedua, pola permainan kedua tim tak banyak berubah. Mitra Kukar yang tampil di hadapan ratusan pendukungnya (Mitra Mania) berinisiatif menekan. Mengandalkan Zulham Zamrun dan Anindito di barisan depan tak kunjung membuahkan hasil.

Tak pernah berbuah manis, Steffan Hansson mengubah pola permainan. Zulham Zamrun ditarik keluar dan memasukkan Fadil Sausu. Dari kubu Persipura juga tak mau ketinggalan. Jacksen F Tiago mengubah formasi dengan mengganti tiga pemainnya. Lukas Mandowen digantikan Nelson Alom pada menit 65, Yustinus Pae digantikan Rony Beroperay pada menit 81 dan terakhir FVerinando Pahabol ditarik dan digantikan Jaelani Arey pada menit 90.

Strategi dua pelatih ini tak mengubah kedudukan hingga laga usai. Pertandingan berakhir 0-0.

Pelatih Persipura Jacksen F. Tiago mengaku puas dengan hasil imbang tanpa gol kala bertandang ke kandang Mitra Kukar. Menurut dia para pemain sudah bekerja keras dan fokus sampai akhir pertandingan dan membuahkan satu poin pada tur Kalimantan Timur kali ini.  "Permainan anak-anak di lapangan sudah sesuai dengan instruksi, kami tentunya bersykur," kata Jacksen.

Atas hasil ini Jacksen mengatakan masih perlu bekerja keras untuk mencapai target. Menurut dia dengan sistem kompetisi dua wilayah ini yang dibutuhkan hanya bertengger pada 4 besar klasemen. "Target kami bukan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya, tapi di zona 4 besar. Pada musim sekarang banyak poin belum tentu juara," kata dia.

Pelatih Mitra Kukar Stefan Hansson merasa puas dengan permainan pemain Mitra Kukar. Bermain menekan sudah dilakukan terutama 20 menit jelang laga usai. Menurut dia Persipura pada musim ini tak seperti musim sebelumnya. Persipura dinilainya bermain banyak mengulur waktu bukan menyerang. "Persipura musim ini berubah, mereka banyak mengulur waktu. Dengan hasil ini saya puas bisa menahan imbang, karena pada kompetisi sebelumnya kami kalah dalam laga kandang maupun tandang," kata dia.

FIRMAN HIDAYAT / TEMPO.CO


Persipura Kantongi Tiga Poin Perdana

JAYAPURA - Persipura Jayapura mengawali kiprahnya di ajang Indonesia Super League (ISL) 2014 dengan kemenangan usai melibas Persela Lamongan 3-0. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (1/2/2014), gol-gol kemenangan tim Mutiara Hitam dihasilkan lewat kaki Lukas Mandowen, Ian Lubis Kabes, dan gol bunuh diri dari bek Persela, Dodok Anang.

Pada laga tersebut, Persipura sempat kesulitan membobol gawang Laskar Joko Tingkir di awal-awal pertandingan. Gol pertama Persipura baru tercipta pada menit ke-31. Berawal dari sepakan Yohannes Pahabol, bola liar di depan kotak penalti Persela jatuh di kaki Yustinus Pae yang langsung menyodorkannya ke Lukas Mandowen. Tanpa adanya kawalan, Mandowen langsung menceploskan bola ke dalam gawang Persela yang gagal diantisipasi Khoirul Huda.
Skor 1-0 sendiri bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Persipura hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-54. Namun, tendangan Immanuel Wanggai dari dalam kotak penalti masih dapat dipatahkan oleh Khoirul.
Setelah beberapa kali usaha anak asuh Jacksen F Tiago tak membuahkan hasil, akhirnya pada menit
65' Persipuran mendapat hadiah penalti setelah Ian Kabes dilanggar di kotak penalti
67' GOL! Eksekusi penalti Ian Kabes memperbesar keunggulan Persipura menjadi 2-0
Tendangan penalti yang dieksekusi sendiri oleh Kabes gagal dihalau Huda.

Persipura kembali mengancam gawang Persela. Melewati dua pemain belakang Persela, Pahabol melepaskan tendangan keras ke arah gawang Persela. Beruntung, Khoirul masih sigap menepis datangnya bola.

Gol ketiga Persipura datang pada menit ke-80. Berawal dari umpan silang Pahabol di sayap kiri, Dodok Anang mencoba memotong arah bola yang mengarah ke Kabes. Namun, bola justru masuk ke dalam gawang timnya sendiri.
 Pada menit ke 83' Ricky Kayame masuk menggantikan Wanggai begitu pula Persela Lamogan Pada menit ke 85' Pergantian pemain persela,masuk Dhanu Rosadhe menggantikan Catur Pamungkas

Secara berturut-turut, Khoirul menyelamatkan timnya dari kebobolan yang lebih banyak pada menit ke-87. Setelah mematahkan tendangan keras Ricky Kayame, ia kembali menggagalkan sundulan Kabes dari jarak dekat.
Skor 3-0 untuk kemenangan Persipura sendiri bertahan hingga laga usai. (Nick)


Susunan pemain
--------------------
Persipura: Yoo Jae-Hun; Lukas Mandowen (Titus Bonai 60),Andri Ibo, Bio Pauline, Ruben Sanadi; Immanuel Wanggai (Ricky Kayame 83), Gerard Pangkali (Nelson Alom 78), Lim Jun Sik, Ian Luis Kabes; Yohannes Pahabol, Yustinus Pae

Pelatih: Jacksen F Tiago

Persela: Khoiril Huda; Zaenal Arifin, Suroso, Taufik Kasrun, Dodok Anang; Jusmandi (Radikal Idealis 46), Catur Pamungkas (Danu Rosade 84), Arif Arianto, Roman Golian; Adison Alves, Srdjan Lopicic

Pelatih: Eduard Tjong

Wasit: Muslimin


Gomes De Oliviera : Papua Bukan Hanya Persipura

Gomes de Oliviera (pelatih Persiram Raja Ampat)

Selama ini, Persipura Jayapura dikenal sebagai klub terkuat di Papua, bahkan salah satu klub paling hebat di Indonesia. Namun, pelatih Persiram Raja Ampat, Gomes de Oliviera, menegaskan bahwa Persiram siap bersaing dengan tim Mutiara Hitam. Gomes de Oliviera ingin menunjukkan bahwa Papua tak hanya milik Persipura.

“Kami ingin menunjukkan Papua tidak hanya Persipura. Pemain sudah bertekad ingin menjadi yang terbaik, tidak hanya di Papua tapi di Indonesia. Mereka siap membuktikannya,” tandas Gomes de Oliviera belum lama ini.

“Apalagi Persipura kembali ditangani Jacksen F. Tiago. Dia sudah bawa tim juara beberapa kali. Kualitas dan pengalaman sudah tak diragukan. Saya belum apa-apa dibandingkan dia. Tapi saya percaya pada kemampuan tim Persiram,” lanjutnya.

Persiram Raja Ampat sendiri tidak akan berkandang di Papua pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 nanti, melainkan bermarkas di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun begitu, Gomes de Oliviera yakin bahwa Stevan Imbiri dan kawan-kawan siap berlaga di manapun.

”Tim ini perpaduan pemain senior dan muda. Mereka mau bekerja keras. Tak masalah kami bermain di Yogyakarta karena anak-anak Papua selalu ingin menang bermain di mana saja,” papar Gomes de Oliviera.

Di ISL musim lalu, dua wakil Papua dipastikan turun kasta ke Divisi Utama, yaitu Persidafon Dafonsoro dan Persiwa Wamena. Namun, selain Persiram Raja Ampat, kini muncul satu tim Papua lagi yang siap membuat kejutan, yakni Perseru Serui. Persipura, Persiram, dan Perseru akan bersaing memperebutkan gengsi sebagai tim terbaik Papua di ISL 2014 nanti. (sindonews))

Ricky Kayame The Next Boaz Solossa

Ricky  Kayame (Kiri)
Papua - Pualau Papua yang terletak diujung Timur Indonesia seakan tidak pernah hilang kilaunya mengorbitkan pemain-pemain muda yang berbakat di kancah sepak bola Indonesia, sebut saja salah satu pemain muda Persipura Jayapura Ricky Kayame yang pada penampilan perdananya memperkuat tim Persipura Jayapura, Ricky Kayame turun kelapangan sebagai status pemain pengganti menggantikan rekannya Ian Kabes, Ricky Kayame tidak tanggung-tanggung berhasil menyumbangkan 2 gol ke gawang Maulanan Haris Horison, saat itu tim tuan rumah Persipura sukses pesta gol menghadapi Persidafon Dafonsoro dengan skor 8-1 dalam ajang Liga ISL 2012-2013 musim lalu.
Ricky Kayame juga menjadi salah satu pemain muda yang berhasil mencetak gol di ajang Inter Island Cup (IIC) 2014 saat Persipura sukses mengalahkan PSM Makassar 3-0 dan turun menjadi sebagai pemain pengganti pula di babak kedua
 
Tepatlah apa yang dikatakan oleh Ketua Umum Persipura Jayapura Bapak Benhur Tommy Mano disela dalam acara syukuran Pemerintah Kota dan syukuran Persipura, Selasa (7/1) beberapa waktu lalu, bahwa saat mengumumkan 27 nama skuat Persipura yang akan bermain dalam kompetisi 2014, salah satunya ada nama Ricky Kayame Pak Benhur Tommy mano mengucapkan sebuah kalimat bahwa inilah The Next Boaz Solossa ucap Bapak “Benhur Tommy Mano” kepada Ricky kayame, dan para hadirin yang hadir dalam acara tersebut memberikan aplaus dan mengaminkan ucapan bapak Ketua Umum Persipura tersebut.
Bukan rahasia lagi bagi publik sepakbola di Papua khususnya pencinta Persipura, bahwa sosok pemain Ricky Kayame walaupun dirinya masih terbilang muda namun mampu membuat decak kagum buat para penggemarnya saat melihat aksinya diatas lapangan.
Bahkan atas beberapa aksinya tersebut, Kayame juga sempat mendapat komentar dari beberapa rekan seniornya di Persipura sebut saja seperti Zah Rahan Kranggar yang saat ini telah bermain di Liga Malasya, beliau mengungkapkan bahwa Ricky Kayame pada suatu waktu akan menjadi pemain yang hebat bersama Persipura Jayapura.
“Dia akan menjadi pemain hebat, yang penting dia banyak belajar dari senior-seniornya dan selalu menjalankan intruksi yang diberikan oleh para pelatih”
“Saya yakin dia akan hebat melebihi para pemain Persipura. Tetapi intinya rendah hati itu yang paling terpenting dari seorang pesepakbola” ungkap Zah Rahan.
Pemain yang awal karirnya bermain untuk Koteka Putra ini , juga mendapat komentar dari seniornya Boaz Solossa, Menurut Boaz, ia sudah menemukan pengganti dirinya di dalam tim dia adalah Ricky Kayame, sosok itu sangat pas menjadi penerusnya sebagai juru gedor di lini depan Persipura.
"Ricky Kayame pewaris saya, dia punya tipe bermain yang sama dengan saya, cara berlari, mengolah bola, serta mencetak golnya sangat mirip dengan saya. Jadi, saya bisa dengan bangga mengatakan bahwa Ricky adalah sosok pengganti saya yang pas," kata Boaz.
Ricky Kayame terbilang salah satu dari banyak pemain yang sangat pandai sekali mencari ruang kosong, bahkan pemain muda ini bisa disebut sebagai salah satu aktor penentu kemenangan Persipura di kompetisi ISL 2013 musim kemarin, banyak assist yang diciptakan untuk senior-seniornya di lini depan seperti Boaz Solossa, Ian Kabes, dll, sehingga tim Persipura mampu menciptakan gol kedalam gawang lawan dan sekaligus merebut kemenangan dalam tiap pertandingan, selain banyak memberikan assist untuk rekan-rekannya sesama pemain Persipura, Ricky Kayame juga mempunyai insting yang sangat bagus ia mampu mencetak gol dan tidak mustahil akan menjadi pemain besar dikemudian hari layaknya seperti abang-abangnya di Persipura salah satunya adalah Boaz Solossa.
Sumber: http://www.persipuramania.com
 
 
 
 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger