Showing posts with label Sports. Show all posts
Showing posts with label Sports. Show all posts

Persipura Balik ke Jayapura, Stadion Mandala Siap Disulap Jadi Tempat Angker

Stadion Mandala Jayapura (Galery_Persipura)
Fans militan Persipura Jayapura, Ultras Blackpearl Curva Nord (BCN) 1963, mengaku gembira mendengar kabar kembalinya Boaz Solossa dkk. ke rumah mereka sendiri, Stadion Mandala, untuk mengarungi kompetisi Shopee Liga 1 2019.

 Setelah dipastikan kembali melakoni berkandang di Stadion Mandala, Ultras BCN 1963 pun meminta kepada masyarakat Kota Jayapura untuk memenuhi seluruh penjuru tribun agar bisa mengembalikan keangkeran stadion yang menjadi markas sakral Persipura itu.

"Yang pasti kami sangat senang mendengar kabar ini. Kami berharap masyarakat antusias untuk hadir ke Mandala dan memberikan dukungan langsung untuk Persipura," ungkap koordinator Ultras BCN 1963, Chapo Angky, saat dihubungi INDOSPORT, Sabtu (25/5/19).

 Angky juga meminta kepada seluruh masyarakat Jayapura agar tidak setengah hati dalam memberikan dukungan penuh kepada Persipura, baik yang di tribun Liverpool, tribun utara, dan selatan.

 "Kami ingin semua mendukung Persipura saat menjamu PSS Sleman nanti sehingga para pemain bisa tampil dengan semangat juang tinggi untuk meraih kemenangan perdana. Kami Ultras BCN 1963 sendiri tak pernah setengah hati," tegasnya. Angky mengajak seluruh masyarakat Jayapura yang hadir di Stadion Mandala tak hanya sekadar nonton dan diam di bangku tribun, tapi juga bisa ikut bernyanyi bersama dan membakar semangat para pemain yang sedang berlaga.




"Kami harus datang dan meramaikan lagi Stadion Mandala. Jadikan stadion ini sebagai tempat yang angker bagi tim lawan dan surga bagi Persipura," ujarnya. "Caranya tidak lain dengan nyanyian dan koreografi yang membakar semangat pemain, apalagi Persipura akan bermain di Mandala hanya sampai bulan Juli sambil menunggu hasil keputusan pengelola dan Pemprov soal Stadion Papua Bangkit," tandasnya.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20190525/persipura-balik-ke-jayapura-stadion-mandala-disulap-jadi-tempat-angker

Stadion Papua Bangkit Mirip dengan Venue Terbesar Kedua di Dunia

Stadion Papua Bangkit mirip dengan stadion terbesar kedua di dunia, Salt Lake di India. © Internet
Stadion Papua Bangkit yang akan menjadi Stadion utama perhelatan PON XX di Papua pada 2020 mendatang, disebut-sebut memiliki kemiripan dengan stadion sepak bola terbesar kedua di dunia, Salt Lake di India.

Stadion Salt Lake yang berkapasitas 120.000 penonton itu adalah markas dua klub sepak bola elite India asal Kota Kolkata, East Bengal FC dan Mohun Bagan AC.

Jika dilihat dari tampak atasnya, atap Stadion Salt Lake nyaris mirip dengan atap lingkar yang terpasang di Stadion Papua Bangkit, begitupun dengan desain tribunnya.

Stadion Salt Lake di India. © Internet
Dua stadion ini juga sangat mirip jika dilihat dari pola desain tiang penyangganya tanpa menggunakan cangkang. Kemiripan itu bahkan diiyakan oleh salah seorang sumber dalam pengerjaan proyek Stadion Papua Bangkit.

 "Kalau dilihat dari sudut luar tanpa menggunakan cangkang, stadion Papua Bangkit ini mirip dengan Stadion Olympia Berlin. Namun lebih mirip sekali dengan Stadion Salt Lake di India," ujarnya saat dihubungi INDOSPORT, Kamis (15/11/18).


Stadion Papua Bangkit dalam proses pembangunan. © Internet

Stadion Papua Bangkit sendiri sudah memasuki tahap 85 persen pembangunannya. Meski memiliki daya tampung yang tidak sebesar Gelora Bung Karno, namun stadion yang berkapasitas 40.000-45.000 penonton ini adalah stadion terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Stadion yang akan menjadi ikon Papua ini juga sudah bertaraf internasional dengan standar FIFA dan dilengkapi dengan lapangan pendamping untuk menggelar latihan yang juga menggunakan rumput berjenis Zoysia Matrella.

"Iya, untuk rumput lapangan latihannya juga menggunakan jenis Zoysia Matrella. Lokasinya tepat berada disamping Stadion," jelasnya.

Stadion yang terletak di bawah kaki pegunungan Cycloop ini direncanakan bakal rampung pada Maret 2019 mendatang.







Penulis: Sudjarwo | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo INDOSPORT.COM

Sambut Musim Depan, Persipura Bingung Masalah Dana

 .*Manajemen Persipura masih menunggu kejelasan sponsor yang akan mendanai skuat Mutiara Hitam dimusim depan.
*Saat ini manajemen Persipura tengah mengupayakan Bank Papua dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai sponsor utama.
Benhur Tommy Mano (Ketua Umum Persipura Jayapura)
© Istimewa
Di tahun 2018, Persipura akan melakoni  tiga agenda yang akan dimainkan. Skuat Mutiara Hitam dijadwalkan akan turut berpartisipasi dalam ajang pramusim Piala Presiden, Liga 1 2018, dan Piala Presiden yang kemungkinan akan kembali digelar.

Manajemen Persipura tengah bimbang menunggu kepastian sponsor untuk mendanai skuat Mutiara Hitam berlaga di kompetisi musim depan. Manajemen Persipura berharap cepat mendapatkan kejelasan agar bisa membangun tim Persipura dalam menyongsong kompetisi musim depan.

Saat ini manajemen Persipura tengah mengupayakan Bank Papua dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai sponsor utama. Namun, keduanya masih terus dikomunikasikan dan keputusan untuk sponsor belum final.

Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano, mengungkapkan bahwa saat ini dirinyaoptimis bisa menjadikan Bank Papua dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai sponsor skuat Mutiara Hitam.
"Lewat dukungan finansial yang mapan, manajemen Persipura berharap bisa segera memulai persiapan. Termasuk sebagai awal adalah mengontrak pelatih Peter Butler," beber Benhur seperti dilansir laman resmi Liga Indonesia.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank Papua, F. Zendarto mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menghitung kisaran biaya yang akan digelontorkan untuk Persipura di musim depan. Dalam waktu dekat, keduanya akan segera bertemu untuk memastikan kejelasan sponsor untuk Persipura di musim depan.

"Prinsipnya kami mendukung selama kondisi memungkinkan. Kami segera bertemu dengan manajemen Persipura di awal 2018," ucap F. Zendarto.

Di tahun 2018, Persipura akan melakoni  tiga agenda yang akan dimainkan. Skuat Mutiara Hitam dijadwalkan akan turut berpartisipasi dalam ajang pramusim Piala Presiden, Liga 1 2018, dan Piala Presiden yang kemungkinan akan kembali digelar.

 indosport.com
Minggu, 31 Desember 2017 10:48 WIB
Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Lanjar Wiratri

Ikuti Jejak Persebaya, Perseru Juga Boyong 4 Pemain Baru asal Papua

Perseru Serui saat hadapi Persipura Jayapura di Stadion Marora, Serui.
Perseru Serui menampakkan keseriusan mereka menuju musim 2018 demi mampu bersaing di kompetisi level atas Liga Indonesia, Liga 1. Langkah mereka pun tak jauh beda dengan tim promosi, Persebaya.

Tim beralias Cendrawasih Jingga tersebut perlahan tapi pasti telah mendatangkan sederet muka baru.
Dari beberapa pemain anyar mereka, Perseru tampak menggaet empat pilar asal Papua sekaligus.
Meski nama-nama yang didatangkan tak terlalu familiar, namun kiprah mereka cukup apik.

Bahkan, beberapa pemain Papua yang didatangkan Perseru sempat memperkuat panji timnas Indonesia.
Hal yang dilakukan Perseru sebelumnya dilakukan Persebaya Surabaya menuju musim 2018.

Tim berjulukan Bajul Ijo tersebut sebelumnya juga mendatangkan empat pemain asal Papua.
Uniknya, keempat pemain tersebut semuanya berasal dari klub besar, Persipura Jayapura.

Berikut keempat pemain Papua yang didatangkan Perseru untuk musim 2018:

1. Nelson Alom
2. Jaelani Arey
3. Yohanis Nabar
4. Dominggus Fakdawer

Editor: Estu Santoso
Sumber: BolaSport.com

Banten Akhirnya Menyerah di Tangan Papua

Putri Softball Papua-Jubi/Ist
Jubi– Tim softball putri Banten akhirnya menyerah di tangan Papua dalam lanjutan gelaran Pekan Olahraga Nasional XIX/Jawa Barat yang dilangsungkan di Arena softball FPOK UPI, Bandung, Rabu (21/9/2016).

Di pertandingan yang hanya berjalan selama tiga inning tersebut, Banten harus mengakui kemenangan tim dari bumi Cenderawasih dengan skor 0-22 dengan rincian 0-7 (inning 1), 0-11 (inning 2) dan 0-4 (inning 3).

Salah satu pelatih tim putri dari provinsi di ujung barat Pulau Jawa itu, Ali Nursanto mengungkapkan kekecewaannya karena timnya harus mengalami kekalahan kedua di ajang ini.

“Kami tentu sangat kecewa dengan hasil dari dua pertandingan ke belakang dan saat ini kami sedang melihat apa masalahnya,” kata Ali selesai pertandingan.

Ali menilai kondisi pemain yang dalam kondisi tidak baik juga berpengaruh pada performa tim Banten yang harus menjalani laga berat di awal turnamen dengan menghadapi tim-tim papan atas seperti Papua Barat, Papua, DKI dan Jawa Barat.

“Kemarin mereka kondisi banyak yang drop karena perubahan cuaca drastis, ditambah dengan kondisi di lapangan permainan yang cuacanya juga dingin, ini sepertinya berpengaruh ke performa tim,” ujar dia.

Untuk ke depannya, Ali mengatakan tim Banten akan melakukan evaluasi mendalam atas performa selama dua pertandingan sebelumnya.

“Tentu kami akan melakukan evaluasi mendalam atas performa kami dua pertandingan ke belakang, dan pertandingan kedepannya kami akan punya performa yang baik,” tutur dia.

Dengan hasil tersebut, Papua berhasil menggeser DKI Jakarta di puncak klasemen meski sama-sama mendapatkan dua kemenangan, Papua memiliki agresifitas lebih baik disusul Jawa Barat di posisi tiga yang baru saja mencetak satu kemenangan. Sementara Papua Barat berada di peringkat keempat, sedangkan di papan bawah klasemen, ada Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Banten.(*)

Jubi/Dominggus Mampioper 


Persipura Sindir Indra Sjafri Usai Jadi Juara Liga 1 U-19

Pelatih Persipura U-19 Abdul Manaf (Amalia Dwi Septi/detikSport)
Bekasi - Persipura Jayapura sukses menjadi kampiun Liga 1 U-19. Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa pemain Papua layak masuk timnas Indonesia U-19.

Persipura menjadi juara Liga 1 U-19 setelah mengalahkan Persib Bandung di babak final yang dihelat di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/11/2017). Persipura menang 1-0 berkat gol tunggal Todd Rivaldo.

Pelatih Persipura U-19, Abdul Manaf, menegaskan bahwa kesuksesan timnya menjadi bukti bahwa pemain Papua tak kalah kualitas dari pemain-pemain dari daerah lain. Namun, Abdul heran tak ada satu pun pemain Papua yang masuk ke dalam skuat timnas U-19 besutan Indra Sjafri.

"Pemain-pemain ini adalah mantan pemain timnas dari banyak kelompok umur. Kendala apa sampai mereka tidak diambil oleh timnas. Kami di Jayapura sangat kecewa dengan itu," ujarnya.

Abdul Manaf pun menceritakan bahwa Indra Sjafri belum pernah datang ke Papua untuk melakukan seleksi pemain. Dia hanya diwakili oleh stafnya saja.

"Waktu seleksi di Jayapura, bukan Indra yang datang. Tapi, perwakilan saja. Dia bukan turun sendiri. Ini kelemahan PSSI. Kami sangat kecewa, talenta-talenta di Papua sangat banyak cuma karena dia tidak datang hanya perwakilan. Kelemahan PSSI ada di situ," tambahnya.

Menurut Abdul, timnas adalah kesatuan pemain dari seluruh daerah di tanah air, tanpa terkecuali. Dia merasa julukan 'Skuat Garuda Nusantara' yang disematkan ke timnas U-19 tak sesuai dengan artinya.

"Saya sendiri sudah sampaikan ke Indra Sjafri di Jakarta, timnas itu bukan timnas, tapi timnas Jawa. Karena tidak ada pemain Papua. Karena dari timnas ke timnas, pasti ada pemain Papua. Mereka anggap kami bukan bagian NKRI. Makanya pemain Papua tidak terlibat ke timnas. Apa hasilnya," katanya.

"Luis Milla sendiri katakan bahwa dia akan seleksi pemain dari Papua dulu, makanya dia datang. Makanya Indra Sjafri harus seperti itu. Harusnya 25:25, 25 pemain asal Jawa dan 25 pemain Papua," ujar Abdul.

Oleh karena itu, Abdul berharap Indra bisa memberikan kesempatan kepada seluruh pemain, tanpa memandang asal daerah. Dia juga menyoroti hasil pertandingan timnas U-19 di babak Kualifikasi Piala Asia U-19 2018.

"Coach Indra harus tahu itu karena ini timnas beda dengan klub. Kenapa persiapan hampir setahun tapi hasilnya begitu. Secara logika lihat saja, mereka di awal-awal menang tapi lawan Korea Selatan, Malaysia mana hasilnya," tegasnya.

Sejak menangani timnas U-19 di era Evan Dimas, pelatih asal Padang itu memang tidak pernah memasukkan pemain asal Papua dalam skuatnya. Hanya Yanto Basna dan Terens Puhiri yang sempat diseleksi, namun keduanya dicoret.

(ads/mfi)
Amalia Dwi Septi - detikSport

Musim ini Persipura selalu kebobolan

 “Ini partai penentu untuk bersaing juara, juga tidak bisa diamankan. Tidak ada strategi tim yang kompak, masa lengah terus dan kebobolan lagi,” ucapnya lewat pesan WhatsApp yang dikirim kepada Jubi, Sabtu (4/11/2017).

Pemain Persipura saat latihan di Mandala – Jubi/Jean Bisay
Jayapura, Jubi – Kesempatan serta peluang Persipura bersaing menuju juara Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 sudah tertutup, setelah dihentikan PS TNI pada pekan ke-33 dengan skor 2-1, Sabtu (4/11/2017) sore.

Sempat unggul 1-0 lewat gol Osvaldo Haay menit 61. Mutiara Hitam akhirnya takluk lewat dua gol balasan yang dicetak Ahmad Nufiandani menit 72 dan Manahati Lestusen menit ke-83.

Richard Safkaur, penggemar berat Persipura di  perantauan mengomentari penampilan Persipura saat kalah dari PS TNI. Menurutnya Persipura tidak pernah amankan kemenangan sampai pluit akhir berbunyi. Selalu saja mudah kebobolan.

Persipura hingga pekan ke-33 menempati rangking 5 dengan perolehan 59 poin terpaut empat angka dari pimpinan klasemen Bhayangkara FC poin 63. Mutiara Hitam sudah mencetak 62 gol dan kebobolan 35 kali.

“Ini partai penentu untuk bersaing juara, juga tidak bisa diamankan. Tidak ada strategi tim yang kompak, masa lengah terus dan kebobolan lagi,” ucapnya lewat pesan WhatsApp yang dikirim kepada Jubi, Sabtu (4/11/2017).

Richard Safkaur yang kini menjabat General Manajer PT PLN (Persero) Kaliman Barat, mutasi dari PLN Nusa Tenggara Timur, juga bilang sama sekali tidak ada man to man marking atau penjagaan pemain satu lawan satu.

Pemain depan banyak membuang peluang gol yang dimiliki. Ia mensoroti penampilan kapten tim Boaz Solossa, meski senior di tim, tapi kematangan dan emosi sangat buruk.

Ramses Rumbekwan, mantan pemain Persipura menambahkan peluang juara sudah tidak ada lagi sejak kalah dari Serui dan Madura United serta draw dengan Bandung.

“Racikan pelatih untuk setiap pemain yang diturunkan  juga nampaknya tidak mantap,” ujarnya.
Dulu jaman Jackson Tiago, harus ada lini yang diandalkan. Contoh lini depan dulu terkenal dengan trisula maut Boaz, Beto  dan Jeremiah.

Lini tengah ada Wanggai, Pangkali, Kabes dan Zah Rahan. Lini belakang ada Bhio Paulin, Ricardo dan Victor Igbonefo.

“Tim musim ini  sangat lemah. Setiap kali tanding masa kebobolan terus, walaupun berakhir dengan kemenangan Persipura,” katanya.

Bertanding di kandang saja, bisa kebobolan. Liga kali ini terburuk bagi Persipura. Perlahan sudah bukan lagi tim yang disegani, tapi sudah setara dengan tim-tim seperti Persela,  PSS Semarang  dll. (jubi)

Perkesa 78, Kisah Klub Sepakbola Orang Papua

Klub asal Kebayoran Baru Jakarta ini berbasis di Bogor. Semua pemainnya dari Papua. Hancur gara-gara suap.
Acub Zainal (kedua dari kanan) bersama para pemain klub Perkesa 78.
Foto
 Mayjen TNI (Purn.) Acub Zainal gila bola. Mantan Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cendrawasih yang juga mantan Gubernur Irian Jaya (1973-1975) itu mencari bibit-bibit pesepakbola dari Papua dan menampungnya dalam klub Perkesa 78. Klub ini menjadi peserta dalam Kompetisi Galatama (Liga Sepakbola Utama), kompetisi semiprofesional pertama di Indonesia yang dibentuk pada 17 Maret 1978.

Berbeda dengan Kompetisi Perserikatan yang levelnya masih amatir, Galatama jadi kompetisi yang bisa dibilang cikal bakal kompetisi profesional Liga Indonesia sekarang. Sayangnya, Galatama tinggal kenangan karena berakhir pada 1994.

Peserta-peserta Galatama musim pertama 1979-1980 belum mencakup seluruh daerah Indonesia. Dari Indonesia timur, pesertanya datang dari Bali, Makassar dan Palu. Belum ada Persipura Jayapura yang mewakili provinsi paling timur. Kendati begitu, bukan berarti Galatama tanpa para pemain Papua.

Para pemain dari Papua bergabung dengan klub Perkesa 78 yang didirikan Acub Zainal. Namanya melejit di dunia olahraga dan sepakbola berkat kesuksesannya sebagai ketua pelaksana Pekan Olahraga Nasional VII tahun 1969 di Surabaya.

Awalnya, Perkesa 78 hanya tim amatir di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nama klubnya juga merupakan kependekan dari asal daerah itu: Persatuan Sepakbola Kebayoran dan Sekitarnya.

Klub itu kemudian menjadi perseroan terbatas (PT) pada November 1978 untuk diikutkan dalam kompetisi Galatama pada musim pertama. Acub Zainal sebagai direktur utama, Martalegawa sebagai direktur pemasaran, R.A.S. Kartawidjaja sebagai direktur umum dan Wijatno Darman sebagai direktur keuangan.
Harian Kompas, 7 November 1978, melaporkan Perkesa 78 diisi para pemain berprospek cerah dari Papua seperti Salim Alkatiri, Salim Permana, Saul Sibi, Fredrik Sibi, Tonny B, Alo T, Onny Mayor, Yulius Wolff, Bertus, Erren SP, Baco Ivac Dallon dan Jafeth Sibi sebagai kapten tim.

Mereka dibawa dari Papua untuk kemudian ditempa di Cipaku, Bogor dengan suasana penuh optimisme. Meski dilatih keras dengan disiplin ala militer, bukan berarti Acub mengabaikan perasaan para pemainnya. Dilatih untuk menang, tapi pemain harus tetap senang.

“Boys, kamu semua main bukan buat Irian, bukan buat Bogor atau siapapun. Kamu main buat meningkatkan sepakbola Indonesia. Oke, everybody happy?” kata Acub.

Harapan Acub hancur karena para pemain Perkesa 78 menerima suap dari bandar judi. Terlebih perantara suap adalah sang kapten, Jafeth Sibi. Tempo, 14 Juli 1979, melaporkan para pilar Perkesa 78 melalui Jafeth Sibi disogok Rp1,5 juta dari JSG (Jeffry Suganda Gunawan) untuk mengalah dari tim Cahaya Kita dalam laga di Stadion Menteng, Jakarta pada 5 Juni 1979.

Selain Jafeth, para pemain yang rata-rata menerima Rp80 ribu antara lain Fredrik Sibi, Saul Sibi, Baco Ivac Dallom, dan Yulius Wolff. Acub yang mengetahui dari seorang “Mister X” lewat sepucuk surat, bak tersambar petir. Setelah mericek laporan dari sepucuk surat tersebut, Acub membawa skandal suap ini ke pengurus Galatama. Tidak lama setelah rapat Komisi Galatama, Acub memutuskan membubarkan Perkesa 78. Kapten Jafeth Sibi dipecat dan para pemain yang menerima suap diganjar sanksi.

“Bagaimana tidak sakit? Saya mencari pemain langsung ke Irian. Bukan mengambil orang yang sudah jadi, bukan! Tapi setengah jadi. Malah yang belum setengah jadi! Saya bawa ke sini. Saya didik di sini, sampai berkembang. Tetapi akhirnya kena suap juga. Bayangin gimana enggak sedih?” kata Acub dalam biografinya, Acub Zainal: I Love the Army.

Masyarakat Papua geger dan berharap Perkesa 78 tidak dibubarkan. Banyaknya desakan dan saran dari berbagai kalangan, membuat Acub batal membubarkan Perkesa 78. Namun, klub harus berpindah-pindah tempat. Dari Bogor, klub pindah ke Sidoarjo menjadi Perkesa Sidoarjo pada 1980, kemudian pindah lagi ke Yogyakarta menjadi Perkesa Mataram pada 1987 hingga tamatnya Galatama pada 1994.


Persipura Pertanyakan Perubahan Regulasi U-23 di Liga 1 2017

Para pemain Persipura tengah merayakan gol ke gawang lawan di Liga 1 2017. (Foto/zonbol)

JAYAPURA - Keputusan PSSI dan pengelola Liga 1 musim 2017 soal penangguhan regulasi pemain U-23 dalam skuat setiap tim kembali dapat kritik pedas. Kali ini datang dari ketua umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano (BTM).

"Apa yang dilakukan oleh Liga Indonesia Baru dengan menangguhkan regulasi pemain U-23 hingga 30 Agustus 2017 adalah janggal, tidak konsisten dan sewenang-wenang," beber Benhur Tommy Mano di Jayapura, Papua, seperti dilaporkan Antara.

Pria yang juga Walikota Jayapura itu kemudian menambahkan: "Hal ini juga merugikan tim karena persiapan yang kami lakukan berdasarkan regulasi awal, walaupun sejak awal regulasi itu dipertanyakan banyak pihak, termasuk kami dan klub peserta lainnya. Kenapa janggal dan tidak konsisten?"

Menurut pria 57 tahun itu, kondisi seperti ini sama sekali tidak dibahas saat penetapan regulasi sebelum kompetisi dimulai, namun tiba-tiba penangguhan ini muncul dengan alasan yang tidak jelas.

"Mereka bilang karena jumlah pemain dari klub yang dipanggil ke timnas tidak merata. Nah ini kan pernah dibahas dulu dan mereka bilang itu risiko, harus dilihat kepentingan nasionalnya, tapi sekarang berubah," kata BTM heran.

Disampaikan lagi oleh BTM, bahwa penerapan regulasi pemain U23 adalah untuk pembinaan pemain muda, dan hal ini diikuti oleh tim Persipura dengan menyiapkan tim memberikan porsi kepada pemain muda.

"Eh, mereka malah ubah. Kalau pembinaan berarti harus merata, kalau seperti ini berarti pemain yang tidak dipanggil ke timnas tidak mendapatkan menit bermain, dan pembinaan jadi terputus, pemain muda diabaikan, yang dipentingkan hanya pemain yang dipanggil timnas. Di mana unsur pembinaannya?" ulas BTM.

Pria kelahiran Port Numbay, Papua itu lantas mempertanyakan PSSI dan pengelola Liga 1, mengapa harus sewenang-wenang dengan aturan. Padahal saat penerapan regulasi pemian U-23 dan marquee player, hampir semua klub pertanyakan hal itu.

"Termasuk kami tidak setuju, tapi itu dipaksakan dan kami pasrah saja, kami ikuti. Sekarang, entah dengan maksud dan tujuan apa tiba-tiba mereka tangguhkan regulasi pemain U-23 itu, sama sekali tidak ada pembicaraan atau diskusi dengan klub atau tim, ini namanya sewenang-wenang," kata BTM keberatan.

Ia pun menambahkan, "Bagaimana kompetisi level tertinggi ini bisa berkualitas kalau seperti ini, harus diingat bahwa pemenang kompetisi akan mewakili Indonesia juga diajang Asia dan di AFC tidak ada regulasi yang diatur semaunya atau di tengah perjalanan dirubah-rubah."

"Sayang sekali kalau terus seperti ini, mau dibawa kemana sepak bola kita. Kami tidak tahu setelah ini apalagi yang akan diubah," tutup BTM.


(sbn) 

PSM Pesta Gol ke Gawang Persipura Jayapura

 Persipura bermain dengan 10 pemain sejak 45 detik
Pemain PSM Makassar merayakan gol (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

PSM Makassar berhasil mempertahankan puncak klasemen sementara Liga 1, setelah menjungkalkan Persipura Jayapura 5-1. Bermain di Stadion Andi Mattlatta, Sabtu 3 Juni 2017, PSM bermain penuh percaya diri.

PSM pun kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan 20 poin dari sembilan laga yang telah dimainkan. Sedangkan Persipura di peringkat tiga dengan 16 poin.

Bencana Persipura terjadi ketika pertandingan baru berjalan 45 detik. Tim Mutiara Hitam harus bermain dengan 10 pemain setelah Marinus Wanewar mendapatkan kartu merah karena menanduk Reva Adi.

Reinaldo Costa membuka keran gol Persipura ketika pertandingan baru berlangsung enam menit. Reinaldo berhasil memanfaatkan umpan terobosan dari Titus Bonai.

Marc Anthony Klok menambah keunggulan PSM menjadi 2-0. Klok berhasil membobol gawang Persipura Jayapura yang dijaga oleh Yoo Jae-Hoon melalui tendangan bebas.

Wiljam Pluim berhasil menambah gol bagi PSM ketika bertandingan berlangsung 55 menit. Plui memanfaatkan umpan dari Muhamamd Rahmat.

Dua menit berselang, Klok berhasil mencetak gol, sehingga kedudukan berubah menjadi 4-0. Ini merupakan gol kedua bagi Klok di laga tersebut.

Menit 64, Reninaldo kembali mencatatkan namanya di papan skor. Reinaldo pun merubah kedudukan menjadi 5-0.

Gol hiburan Persipura Jayapura dicetak oleh Addison pada menit 70. Skor 5-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Daftar susunan pemain:

PSM Makassar: Rivky Mokodompit; Steven Paulle, Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, Reva Adi; Wiljan Pluim, Marc Klok, Asnawi Bahar (Rizky Pellu 75'), Muhamamd Arfan (M Syafei 85'); Reninaldo Costa (Ferdinand Sinaga 68'), Titus Bonai (M Rahmat 40')

Persipura Jayapura: Yoo Jae-Hoon; Ricardo Salampessy, Yustinus Pae, Dominggus Fakdawer, Ian Luis Kabes; Imanuel Wanggai (Yohanes Pahabol 80'), Muhamamd Tahir, Osvaldo Haay (Y Nasadit 87'), Prisca Womsiwor (Addison 52'); Boaz Solossa (Nelson Alom 76'), Marinus Wanewar.

Vivabola

Anak Papua Perkuat Arema FC U-17

Malang – Putra Papua Asal Sorong, Papua Barat,  Ottow Geissler Sakamaka kabarnya akan memperkuat pasukan Arema FC U-17. Ottow dipastikan mengerahkan talentanya pada Arema FC pada piala Piala Suratin edisi 2017 ini.

“Senang bisa bergabung dengan Akademi Arema dan bisa memperkuat Arema U-17 di Piala Suratin. Saya akan memberikan yang terbaik untuk tim ini, tentu saja dengan dukungan semua teman-teman dalam bekerja sama di dalam tim,” ujar Ottow kepada PAPUANEWS.ID saat ditemui di Lapangan Dadaprejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada Kamis sore (18/5/2017).

Pelatih Arema U-17, Doni Suherman menjelaskan bahwa kali ini skuatnya lebih kompak. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi yang dibangun sejak pertama kali gabung dengan Akademi Arema, mantan pemain Arema ini yakin bahwa timnya mampu bicara banyak.

“Kekompakan dibangun mulai pada saat pertama kali mereka bergabung dengan Akademi Arema. Kami yakin mampu bersaing di grup E Regional Jawa Timur,” tuturnya.

Arema FC U-17 tergabung dalam Grup E Regional Jawa Timur dalam perhelatan Piala Suratin  2017 ini. Mereka akan menggunakan venue pertandingan di Stadion Gelora Soeprijadi, Kota Blitar mulai 20 Mei 2017. Dalam grup ini Arema FC U-17 akan bersaing dengan tuan rumah adalah PSBK Kota Blitar, Perseta Tulungagung, dan Naga Mas Asri.

“Untuk persaingan saya masih belum tahu. Tetapi kalau saya lihat dari uji coba melawan Perseta yang digelar beberapa waktu lalu, saya berharap anak-anak bisa menunjukkan penampilan terbaik  di Piala Suratin,” ujar Doni.

Doni selalu menekankan kepada pemainnya jangan sekali-kali meremehkan lawan. Menurutnya, kekuatan lawan pesaing Arema U-17 bisa dibilang merata. Apalagi, lawan tentu memiliki motivasi lebih untuk bisa mengalahkan Arema U-17.

“Setiap tim yang melawan Arema tentu memiliki motivasi besar. Hanya, kami juga tidak kalah semangat untuk memenangi pertandingan,” katanya.

Arema U-17 memiliki catatan manis dalam perhelatan Piala Suratin, pada 2016 lalu mereka pernah menorehkan gelar juara Piala Suratin saat di partai final berhasil mengalahkan Persimuba Musi, Banyuasin dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang diadakan di Stadion Bea Cukai, Jakarta.(YK)

 PAPUANEWS.ID

Pemain Asal Papua Kembali Warnai Skuad Semen Padang

Trio pemain senior Semen Padang yang asli Papua untuk musim 2017, Vendry Mofu (kiri), Boas Atururi, dan Fandry Imbiri (kanan) di lapangan Indarung, Padang | Foto: Yosrizal/Juara.net
Pemain dari Papua kembali menambah warna Semen Padang pada kompetisi Liga 1 yang akan bergulir pada 15 April 2017. Setelah tiga seniornya, Vendry Mofu, Boas Atururi, dan Fandry Imbiri, muncul pemain muda, Fridolin Kristof Youku.

Secara teknis, mantan gelandang bertahan Semen Padang U-21 itu memenuhi “selera” tim pelatih skuad Kabau Sirah, julukan Semen Padang. Pemain berusia 20 tahun ini tinggal mengurus legalitas formal administrasi dari manajemen Semen Padang.

Pelatih Nilmaizar pun akan segera merekomendasi kapten Persipura U-21 pada musim 2016 itu. Kehadiran Frido, panggil Fridolin Kristof Youku, menutup posisi yang selama ini dinilai masih kurang. Pemain kelahiran Sentani, 10 Februari 1997, itu membuat Nilmaizar menghentikan rencana mencari gelandang lokal berkualitas.

“Dalam beberapa hari ini, Frido sudah ikut latihan bersama tim senior,” kata asisten pelatih Semen Padang, Delvi Adri, kepada Juara.net. “Pelatih Semen Padang U-21, Weliansyah, juga merekomendasikannya untuk dicoba bersama tim senior. Sampai hari ini, ia mampu menunjukkan penampilan bagus, meski baru berusia 20 tahun,” tuturnya.

Pada uji coba melawan Payakumbuh Selection, pemain dengan tinggi 171 cm itu sudah dipasang Nilmaizar. Pemain yang sempat berlatih di Malaysia bersama Frenz United selama tiga tahun itu segera membubuhkan tanda tangan kontrak.

Jika hal itu terjadi, dia jadi pemain keempat asal Papua yang bermain untuk Semen Padang musim ini. Sebelumnya, Semen Padang sudah mempunyai Vendry Mofu, Boas Atururi, dan Fandry Imbiri.
“Ini merupakan generasi baru Papua yang merapat ke Semen Padang. Mudah-mudahan, dia mampu menjawab kebutuhan tim dan mampu menunjukkan kelasnya sebagai anak Papua yang bertalenta tinggi,” ucap Nilmaizar. (Yosrizal)

Sumber: kompas.com/Juara

Babel Juara Piala Putri Nusantara 2017 Usai Bekuk Papua

Selebrasi tim Bangka Belitung -- Foto : Dokumentasi Panitia
JEPARA – Perjalanan gemilang tim Bangka Belitung (Babel) di ajang Piala Putri Nusantara 2017 tak terbendung. Pada laga final di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Selasa (14/3), Babel mengalahkan Papua dengan skor 4-1.

Empat gol Babel amsing-masing dicetak oleh striker andalan, Vivi Oktavia (tiga gol) dan satu gol lainnya oleh Sheva Furyzcha. Papua memperkecil jarak lewat gol Regina Wonda.

 “Lawan Papua, kami unggul fisik dan kecepatan. Namun sebenarnya secara teknik kami cukup berimbang,” ungkap pelatih Babel, Dicky Markam usai pertandingan. Dia mengatakan jika salah satu kunci keberhasilan timnya adalah karena faktor pembinaan.

Di Bangka Belitung, sejak tiga tahun terakhir rutin digelar kompetisi sepak bola wanita untuk siswa SMP. Sementara pelatih Papua, Arumbung mengakui jika sejak dua laga sebelumnya, permainan anak asuhnya terus menurun.

“kami  sudah berusaha bermain maksimal. Lawan memang memliki kualitas diatas kami,’ jelas Arumbung. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi juga tampak hadir menyaksikan jalannya laga final Piala Putri Nusantara 2017. (topskor.id)

Michael Essien Gabung Persib Bandung

Michael Essien ketika masih membela Chelsea (foto: Sky Sport)
Bandung - Mantan gelandang Chelsea, Real Madrid dan juga AC Milan, Michael Essien akhirnya tiba di Indonesia dan siap bergabung bersama Persib Bandung untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2017 yang akan berlangsung mulai tanggal 15 April 2017.

Dari pantauan media ini, kedatangan Essien ke Indonesia langsung menjadi buah bibir bahkan hingga berita ini dimuat nama Essien masih menjadi trending topic Indonesia di jejaring twitter.

Bergabungnya Essien bersama skuat Maung Bandung disebut-sebut sebagai hadiah ulang tahun klub yang ke-84 oleh manajer Persib Umuh Muchtar.

Belum diketahui secara pasti berapa gaji Michael Essien yang harus dibayarkan oleh Persib Bandung namun dengan kedatangan nama besar di sepakbola Indonesia tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sepakbola Indonesia.

Sembilan musim dihabiskan Essien di Stamford Bridge sejak bergabung dengan tim yang bermarkas di Ibukota Inggris, London, tersebut pada musim 2005.

Pada ujung karier bersama Les Blues, Essien sempat dipinjamkan ke Real Madrid pada 2012-2013. Selepas dari Chelsea, sang pemain hengkang ke AC Milan pada 2014-2015 dan Panathinaikos musim 2015-2016. (HARPA)

Tim Putri Papua Melaju Ke Partai Final Piala Putri Nusantara 2017

Tim Putri Papua Melaju Ke Partai Final Piala Putri Nusantara 2017
Jepara – Tim sepakbola putri Papua berhasil melaju ke partai final Piala Putri Nusantara 2017. Sebelumnya, mereka berhasil menaklukkan Tim Putri Jawa Timur (Jatim) pada laga semi-final di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (12/3/2017).

Sebagai juara grup B, Papua harus bersusah payah untuk mengungguli Jatim. Pada waktu normal, kedua tim bermain imbang 1-1. Pertandingan pun dilanjutkan lewat babak adu penalti untuk menentukan pemenang. Akhirnya, Papua berhasil menang dengan skor 2-0 di babak adu penalti ini.

Pada partai final, Papua akan bertemu dengan Bangka Belitung (Babel). Babel berhasil lolos ke final setelah menaklukkan Jawa Barat (Jabar) dengan skor telak 6-2. Enam gol kemenangan Babel dilesakkan Vibi Oktavia pada menit keenam, 30′, dan 52′, serta Safira Eka (58′ dan 60′), dan Minarni (47′).

Laga final rencananya bakal digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Selasa (14/3/2017). Dijadwalkan, pada pertandingan laga Final tersebut akan dihadiri ketua umum PSSI Edy Rahmayadi. Sedangkan perebutan peringkat ketiga antara Jatim melawan Jabar digelar, hari ini.

Piala Putri Nusantara sebelumnya diharapkan bisa menjadi ajang untuk menemukan talenta untuk timnas sepakbola putri Indonesia. Mengingat, ada beberapa agenda internasional juga yang akan diikuti timnas putri, seperti Piala AFF Wanita U-15 2017 yang digelar di Laos, 8-20 Mei mendatang.
(Baharudin – satupedia.com)

8 pemain Papua ikut seleksi Timnas U-19 di Makassar

Delapan pemain Papua yang ikut seleksi timnas U-19 tahap 2 di Makassar – Jubi/IST
Jayapura – Delapan pesepakbola asal Papua mengikuti seleksi lanjutan tim nasional (U-19) tingkat nasional di Makassar.

Ketua Umum Asprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano kepada Jubi, Minggu (12/3/2017) menginformasikan ke-8 ini adalah mereka yang lolos seleksi zona Papua beberapa waktu lalu di stadion Mandala.

“Mereka (8 pemain) merupakan wakil Asprov PSSI Papua yang lolos seleksi beberapa waktu lalu,” kata BTM.

Mantan petahana wali kota Jayapura ini katakan PSSI Papua menaruh harapan ke-8 pemain ini bisa lolos dan terpilih masuk timnas U-19 asuhan Indra Sjafri.

“Kita mendukung dan berdoa semoga anak-anak kita bisa lolos mengisi skuat timnas U-19,” ucapnya.

Wakil ketua Asprov PSSI Papua, Rocky bebena menambahkan seleksi  tahap 2 skuat muda garuda U-19 dipimpin langsung asisten pelatih timnas U-19, Miftah.

“Seleksi ini sendiri merupakan lanjutan dari pelaksanaan seleksi beberapa waktu lalu di masing-masing Asprov PSSI,” jelas Rocky.

Asprov PSSI Sulawesi Selatan dipercayakan menjadi tuan rumah seleksi tahap 2 ini diikuti masing-masing Asprov Sulsel 3 pemain, Asprov Sulawesi Tenggara 2 pemain, Asprov PSSI Maluku 3 pemain, Asprov PSSI Kalimantan Timur 3 pemain, Asprov PSSI Sulut 3 pemain dan PSSI Papua 8 pemain.

“Perwakilan Asprov PSSI Papua terbanyak loloskan pemain untuk seleksi nasional ini,” kata Rocky merinci.

Seleksi tahap 2 dilaksanakan di lapangan Kodam VII/Wirabuana, Sulawesi Selatan selama 2 hari, 11 dan 12 Maret 2017.

Seleksi tahap 2, dilaksanakan di lapangan wirabuana kodam vii Sulsel selama 2 hari.

Rocky bilang lanjutan dari seleksi ini, para pemain dari masing-masing Asprov yang terpilih akan dipanggil mengikuti pemusatan latihan (TC)   timnas U-19 di Jakarta, di bawah asuhan pelatih Kepala Indra Sajfri. (*)

Delapan pemain Papua yang ikut tes nasional timnas U-19:

1. Jefri Bisay (Waropen)

2. Yesaya Kogoya (Jayapura)

3. Dennis Juan Tito Samaran (Jayapura)

4. Randy Hanson C. May (Sentani)

5. Boaz Isir (Cigombong Putra)

6. Benny Kogoya Wonda (Cigombong Putra)

7. Rivaldo Ivan Yarangga (Biak Numfor)

8. Mark Nerokouw (Cigombong Putra)

JUBI


Angel Alvredo Vera Ingin Datangkan Penyerang Baru di Persipura


JAYAPURA - Pelatih Persipura Jayapura Angel Alvredo Vera mengatakan ingin mendatangkan penyerang baru untuk mendampingi Boaz TE Solossa dan Ferdinando Pahabol di lini depan untuk mengarungi Liga 1 musim ini.

"Saya masih ingin menambah satu pemain di bagian depan," kata Angel Alvredo Vera di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

Menurut dia, pemain yang akan berposisi sebagai penyerang itu harus mempunyai kemampuan lebih baik dari pada pemain asing yang ada di skuad tim berjuluk Mutiara Hitam, sehingga bisa membawa kemenangan bagi Persipura Jayapura.

"Saya melihat ada sejumlah nama pemain depan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, nantinya itu akan dilihat lagi," katanya.

Pelatih berkebangsaan Argentina itu mengaku belum bisa menyebutkan nama-nama pemain depan yang tengah diincar olehnya, namun hal itu sudah disampaikan kepada manajemen tim yang bermarkas di Stadion Mandala Kota Jayapura, Papua.

"Harapannya manajemen Persipura bisa menyetujui apa yang saya sarankan terutama pada posisi pemain depan," katanya.

Alvredo menambahkan kini ia tengah menggenjot fisik pemain Persipura Jayapura untuk persiapan Liga 1 yang akan digulirkan dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, sejumlah pemain berkostum merah hitam itu ada yang tidak diperpanjang kontraknya lagi oleh manajemen Persipura Jayapura, seperti pemain belakang Andri Ibo dan Jaelani Arey Yekerek Sibi, Izac Wanggai dan juga pemain yang terlebih dahulu meninggalkan tim adalah Bio Paulin Pierre.

Sedangkan penyerang asing Eduard Wilson Junior sedang dipertimbangkan apakah tenaganya masih dibutuhkan oleh tim kebanggaan warga Kota Jayapura dan Papua itu.

Tim juara Torabika Soccer Championship 2016 ini masih dipusingkan dengan sponsor yang akan mendukung mereka menghadapi musim baru dengan nama Liga 1, yang digembor-gemborkan lebih menarik dan seru dari musim-musim sebelumnya. (antara)

Dua kiper Papua gabung latihan Persipura

Empat penjaga gawang Persipura berlatih di bawah arahan pelatih kiper Alan Haviludin – Jubi/Jean Bisay
Jayapura – Setelah istirahat ikut pertandingan eksebisi JWW cup, Selasa (7/3/2017), skuat Persipura kembali berlatih, Rabu (8/3/2017).

Pada sesi latihan kemarin seluruh pemain sudah berkumpul. Tampak Yoo Jae Hon (kiper asal Korsel), Imanuel Wanggai, Ian Louis Kabes dan Ruben Sanadi telah bergabung.

Sehingga total sudah 24 pemain Mutiara Hitam mengikuti latihan persiapan Liga 1. Tampak pula wajah baru di jajaran penjaga gawang dengan masuknya mantan kiper Persipura U-21, Piere Kahol.

Pelatih Persipura Angel Alfredo Vera mengatakan, seluruh pemain yang sudah berkumpul langsung mengikuti program latihan.

“Latihan pagi kita ada fitness dan sore kita di lapangan,” kata Alfredo pada sesi latihan, Rabu (8/3/2017) di stadion Mandala.

Pelatih asal Argentina itu menjelaskan program latihan masih fokus pada meningkatkan fisik tapi juga diselingi game-game ringan. Agar pemain tidak hilang sentuhan bolanya.

Sementara pelatih kiper Alan Haviludin menambahkan empat anak didiknya yang ikut berlatih, begitu antusias dalam mengikuti setiap sesi program yang diberikan.

Alan bilang mereka berempat selalu kompak. Program yang diberikan bisa diikuti dengan baik.

“Apalagi ada Yoo yang menjadi panutan buat dua kiper putra asli Papua yang ikut berlatih bersama Persipura,” kata coach Alan.

Kedua kiper asli Papua yang ikut latihan bersama Persipura adalah Piere Kahol dan Bernad Kase. Keduanya adalah eks kiper Persipura U-21. (Jubi)

Arema Minta Maaf ke Persipura dan Masyarakat Papua

Jakarta Manajemen Arema Cronus melalui surat resmi tertanggal 20 Desember 2016, menyampaikan permohonan maaf kepada Persipura Jayapura dan seluruh Masyarakat Papua atas beberapa komentar atau statemen yang dilontarkan mantan pelatih Arema, Milomir Seslija kepada media, bahwa Persipura adalah juara palsu.

Dalam surat bernomor 030/ARM/XII/2016 yang ditandatangani Manejer tim, Rudy Widodo tersebut, terdapat 2 (poin) penting, yang pertama adalah ucapan selamat dari Manajemen Arema Cronus kepada Persipura Jayapura atas pencapaian Persipura menjadi juara TSC 2016, serta poin kedua, yakni permohonan maaf atas penyampaian Milomir Seslija.

Niat baik Manajemen Arema menyampaikan penjelasan dan permohonan maaf tersebut ditanggapi dengan sangat baik oleh Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano.

"Dua orang kami sudah dihubungi langsung oleh CEO Arema Cronus Bapak Iwan Budianto, yaitu Sekretaris umum, Rocky Bebena, dan Media Officer, Bento Madubun. Persipura dan Arema pada dasarnya tidak ada masalah, kami mengapresiasi langkah manajemen Arema melalui surat resmi tersebut, kami menerima permintaan maaf tersebut, sejak awal media memblow up pernyataan pelatih itu kami yakin bahwa itu bukan suara manajemen Arema, dan ternyata betul, Persipura dan Arema tetap bersahabat dan bersaudara, untuk itu saya sampaikan kepada seluruh Persipuramania dan masyarakat Papua untuk tidak menanggapi pernyataan pelatih itu karena itu pernyataan dia pribadi yang mungkin frustrasi, kita abaikan saja, saya dengar juga kalau dia sudah tidak dikontrak lagi oleh Arema," ujar Benhur Tomi Mano (BTM), Rabu (21/12) kemarin.

Ditambahkan BTM, Sejauh yang dirinya kenal, baik Iwan Budianto maupun Rudy Widodo adalah sosok yang fair, sportif dan profesional.

"Saya kenal Pak Iwan dan Pak Rudy kan bukan baru, kita sudah lama berteman, dan mereka bukan orang yang seperti pelatih itu, saya tahu mereka itu baik, sportif dan profesional, makanya sejak awal saya yakin itu bukan pernyataan Arema secara institusi atau klub, tetapi pernyataan pribadi si pelatih itu. Saya juga sepakat dengan apa yang disampaikan Pak Iwan Budianto kepada Pak Rocky dan Pak Bento, bahwa suasana dan situasi sepakbola tanah air saat ini sedang bagus dan sangat kondusif, sehingga jangan sampai tergerus hanya karena komentar serta sikap unfair dari orang atau pribadi, mari kita bangun sepakbola Indonesia lebih baik lagi kedepannya," tutup BTM.

 Liputan6.com

Boaz Solossa, Mutiara dari Papua yang Harumkan Indonesia

Hingga kini tak ada satupun klub yang dibela Boaz Solossa, selain Persipura Jayapura.
Boaz Solossa (bola.net).
Siapa yang tidak kenal dengan bintang sepakbola yang satu ini. Dia adalah Boaz Theofilius Erwin Solossa atau kerap dipanggil Boaz Solossa, pemain paling senior di timnas Indonesia saat ini. Maka tak heran, ban kapten pun melekat erat di lengan kirinya.

Pemain yang lahir 16 maret 1986 ini merupakan ujung tombak andalan Tim Nasional Indonesia. Maka tak heran, harapan pun kini berada di tangannya.

Mengawali karier sebagai pemain amatir di PS Putra Yohan yang berlokasi di Sorong, Papua. Bakatnya mulai tercium dan pemain yang kala itu masih berusia 18 tahun hijrah ke klub yang lebih besar di Perseru Serui. Lahir dan besar di kota kelahirannya sendiri yakni, Sorong. Boaz mewariskan sikap pantang menyerah dan berlari cepat ciri khas "mutiara hitam".

Setelah bermain bagus namanya mulai dilirik oleh Tim PON Papua. Dan tak lama setelah itu kariernya terus menanjak hingga mendapat panggilan untuk memperkuat tim nasional di 2004. Pelatih Timnas saat itu, Peter White menemukan bakatnya kala ia bermain untuk tim PON Papua. Dan klub terbesar di Papua yakni Persipura Jayapura pun langsung merekrut Boaz Solossa.

Hingga kini tak ada satupun klub yang dibela Boaz Solossa (sempat dipinjamkan ke PBFC saat Piala Presiden 2015) selain Persipura Jayapura. Suatu wujud kecintaannya kepada Klub tempat ia dilahirkan, karena jarang sekali pemain Indonesia yang hanya stay dalam satu klub saja. Sepanjang membela tim Persipura Jayapura dia telah mempersembahkan Gelar Juara Indonesian Super League (ISL) Indonesia. Untuk gelar individu, ia pernah dinobatkan sebagai Top Skor liga Indonesia 2008-2009 dan Pemain terbaik ISL 2009-2010 dan 2010-2011

Berkarakter cepat, Boaz pun digadang-gadang akan menjadi pemain masa depan Tim nasional Indonesia. Dan terbukti saat ini ia didaulat sebagai kapten Tim Nasional Indonesia, Pada turnamen tahun ini ia bersaing dengan Bomber Thailand, Teerasil Dangda untuk meraih gelar topskor.

Boaz sendiri telah mencetak tiga gol di sepanjang turnamen ini. Semoga sang mutiara papua mampu bersinar terang kembali apalagi tahun ini kemungkinan besar adalah tahun terakhirnya di AFF karena sang Boaz telah berusia 30 tahun. Bawa Garuda terbang selalu, Boaz! (Rikko Ramadhana/dwq)
(berbagai sumber) 

Otonomi.co.id
 Editor : Dwifantya Aquina
(DA)
 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger