PB-
Para mahasiswa/i yang mengenyam pendidikan dikota buah-buahan Manokwari
Provinsi Papua Barat merasa legahnya. Pasalnya asrama yang dinantikan
sekian lama, kini dalam tahap penyelesaian (80%) pembangunan asrama itu.
Usai
acara syukuran Wisuda sarjana mengelar pertemuan bersama orang tua di
pusatkan di gedung asrama baru. Dalam pembicaraan yang mengetengahkan
nasihat kepada para mahasiswa itu sempat membicarakan masa depan
Kabupaten Deiyai. Salah satunya adalah pembangunan asrama di Manokwari
Provinsi Papua Barat itu.
Ketua
Ikatan Mahasiswa Deiyai di Papua Barat dalam kesan Pesannya
menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan kekurangan dalam
membangunan tersebut, diantaranya fasilitas, pagar dan lain-lain.
Yang
sangat urgen menurut ketua Ikatan bahwa, dirinya bersama mahasiswa asal
Deiyai di Papua Barat merasa bersyukur soalnya, perhatian perdana dalam
membangun SDM Deiyai dibidang pendidikan di Manokwari. Padahal masih
ada kota study lain juga seindonesia. “mungkin kami duluan dapat dapat
asrama dibanding kota study lain,”paparnya.
Sementara
itu, para mahasiswa yang berkampus di sekitar kota Manokwari,
mengharapkan harus memiliki kontrakan. Soalnya kata Marthen Edoway, di
Manokwari banyak perguruan Tinggi tidak hanya di Unipa. Ada sebagian
besar kampusnya ada di seputaran kota Manokwari.
Penasehat
Korwil Mahasiswa Deiyai, Obeth Dogopia dalam arahan umum yang
disampaikan di hadapan para wisudan/wati Unipa asal Kabupaten Deiyai
lebih inspiratif, sebab dalam uraian cukup bermakna. “dalam menghidupkan
organisasi obatnya adalah persatuan dan kesatuan.,”ungkapnya mengharap.
![]() |
| Mahasiswa di Manokwari Papua |
Dirinya
lebih lanjut mengutarakan, para orang tua asal kabupaten Deiyai yang
berdomisili di Manokwari Papua Barat merasa bersyukur kepada Pemerintah
Kabupaten Deiyai yang dengan serius memperhatikan pembangunan asrama
mahasiswa/i Deiyai di Papua Barat.
Panitia Peresmian Terbentuk
Bukti
kebanggaan terhadap bangunan megah asrama Mahasiswa Deiyai di Provinsi
Papua barat itu, para mahasiswa telah membentuk Panitia peresmian
tersebut. Terkesan rencana peresmian itu dihebohkan di beberapa kota
study. Bahkan berbagai kesiapan oleh panitia telah digalang.
Petrus
Mote Yang di hubungi Kamis (29/2) kemarin mengakui, berbagai kesiapan
ini merupakan bukti kerinduan atas kehadiran gedung asrama yang sudah
dinantikan sejak lama. “selama ini kami titip di keluarga yang ada di
sini, dan terkesan membebankan kehidupannya,”ucapnya. (ones)
Sumber : Tigi barat blongspot

0 komentar:
Post a Comment