Gencarnya propaganda Papua merdeka di luar negeri yang dilakukan para
petualangan politik dari dalam dan luar negeri, kini Australia kena
getahnya. Terjadi saling sindir bahkan saling kecam di kalangan politisi
negara Kangguru itu, yaitu antara Senator Richard Di Natale dari Partai Hijau dengan Menlu Australia Bob Carr, lantaran adanya perbedaan sikap politik terkait masalah separatisme di wilayah Papua.
Kita ingat akhir bulan lalu (28 Februari 2012) di Canberra telah diluncurkan Kaukus Parlemen Internasional untuk Papua merdeka (International Parliamentarians for West Papua) atau dikenal dengan IPWP. Acara yang disponsori Senator Partai Hijau Australia Richard Di Natale
itu khabarnya berlangsung sukses karena berhasil mengumpulkan sejumlah
politisi dari negara-negara kawasan Asia Pasifik untuk mendukung
penenetuan nasib sendiri bagi orang Papua.
Kendati kegiatan itu mendapat kecaman dari sejumlah Anggota DPR RI sebagai bentuk intervensi Australia terhadap kedaulatan Indonesia, namun tampaknya Australia tak peduli. Minggu (11/3/2012), di lapangan Botanical Garden Adelaide, Australia, kembali digelar Festival
Womadelaide. Dalam konser yang juga menghadirkan grup musik terkenal
Blue King Brown itu, kampanye Papua merdeka tampak sengaja diberi
‘panggung. Bendera bintang kejora dibentangkan di atas panggung dan
yel-yel ‘Papua Merdeka’ dipekikan dengan meriah hampir sepanjang konser
berlangsung. Selain
konser musik dan tarian daerah dari mancanegara, juga digelar pameran
Free West Papua di stand khusus yang dikoordinir oleh Austrlia West
Papua Asocciation (AWPA).
http://suarabaptis.blogspot.com/2012/03/kompanye-papua-merdeka-di-festival.html#.T12I8shhvcw.facebook
Menyikapi dua momentum itu, medio Maret lalu, Menlu Indonesia Marty Natalegawa dan Menhan Purnomo Yusgiantoro meluncur ke Australia dan bertemu mitranya Menlu
Bob Carr. Tujuan pertemuan itu tentu saja untuk menjaga hubungan
harmonis kedua negara sahabat yang bertetangga dekat itu. Patut diduga,
forum itu juga digunakan oleh Menlu RI untuk “menggugat” rasa hormat
Australia terhadap kedaulatan wilayah NKRI, khususnya kedaulatan
Indonesia atas Papua.
Apa
yang dibahas dalam pertemauan itu membuat senator Richard Di Natale
berang. Ia menuding Bob Carr telah gagal dan sengaja ‘menghindari’
topik-topik sulit untuk dibahas dengan Indonesia, seperti kekerasan politik yang terus berlangsung dan akses (ke Papua) bagi jurnalis dan pemantau HAM.
“Dan
saya pikir, yang menandakan hubungan yang matang dengan Indonesia
adalah kalau kita dapat mengemukakan keprihatinan seperti itu sejak
awal, mengakui bahwa terdapat hal-hal yang sangat penting menyangkut
hubungan kedua negara, serta juga mampu mengemukakan hal-hal yang
mengganjal itu,“ sindir Di Natale.
Sindiran jubir Partai Hijau itu dibalas Bob Carr dengan kata-kata yang santun tapi ‘nyelekit’.
“It
would be a reckless Australian indeed who wanted to associate himself
with a small separatist group which threatens the territorial integrity
of Indonesia and would produce a reaction among Indonesians toward this
country,” tangkis Pak Menteri.
Untuk mengetahi lebih detil perdebatan kedua politisi tersebut, rekan-rekan Kompasianer dapat langsung mengklik URL ini :
http://www.youtube.com/watch?v=v-MD9ak3ORg&feature=youtu.besumber kompas.com
0 komentar:
Post a Comment