TRIBUNNEWS.COM, MEDAN
- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah memberikan berbagai
pertimbangan dan opsi terkait harga bahan bakar minyak (BBM) kepada
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai mitra koalisi yang baik. Akan
tetapi apabila PKS harus memilih satu diantara dua, tidak mungkin PKS
akan meninggalkan rakyat miskin yang telah membesarkan PKS.
Jika opsi yang dipilih pada akhirnya akan menyengsarakan rakyat, maka PKS akan berdiri bersama rakyat.
Jika opsi yang dipilih pada akhirnya akan menyengsarakan rakyat, maka PKS akan berdiri bersama rakyat.
“Kami
sudah memberikan lebih dari lima opsi untuk menghindari kenaikkan harga
BBM tanpa mengancam keselamatan APBN kita. Dan itu semua sudah
disampaikan sejak 1,5 tahun yang lalu,” ujar Presiden PKS, Luthfi Hasan
Ishaaq dalam siaran persnya kepada Tribunnews.com, di sela-sela acara
Musyawarah Kerja Nasional(Mukernas) PKS di Medan, Selasa(27/3/2012).
PKS
kata Luthfi berusaha bersikap konsisten dalam mengawal seluruh
kebijakan yang sudah disepakati bersama mitra koalisi sejak lebih dari
15 bulan yang lalu untuk tidak menaikkan harga BBM. Disepakati untuk
mengembangkan energi alternatif, mengembangkan infrastruktur bahan bakar
gas, dan mencari beragam alternatif solusi tanpa menaikkan harga BBM.
Menurut
Luthfi, PKS sudah melakukan berbagai simulasi (exercise) terhadap
skenario APBN untuk menghindari kenaikkan harga BBM. Dan semua itu kami
sajikan untuk bangsa ini dimana persoalan kenaikkan harga BBM akan
menyangkut nasib sepertiga penduduk negeri ini.
“Kami yakin
Presiden SBY yang berhati lembut dan santun tidak akan membiarkan
rakyatnya menderita akibat kenaikkan harga BBM,” ujar Lutfhi.
Lebih
lanjut Lutfhi mengatakan, jika pada akhirnya pemerintah, para menteri
yang pro kenaikan harga BBM itu bersikukuh menaikan harga BBM, maka kami
terpaksa akan berseberangan.
"Kami lebih memilih berdiri bersama
penderitaan rakyat, merasakan jeritan hati rakyat yang makin menderita
oleh berbagai himpitan kehidupan yang kian menyulitkan," tegas Luthfi.
PKS
lanjut Luthfi lagi, menyampaikan usulan alternatif yaitu pertama,
besaran subsidi energi sebesar Rp 225 triliun pada APBN-Perubahan 2012.
Adapun rincian subsidi tersebut untuk subsidi BBM, LPG, BBN (Rp 137,4
triliun) , listrik (Rp 65 triliun) dan alokasi cadangan risiko energi
(Rp 23 triliun). Kedua, memberi ruang gerak pemerintah untuk membuat
kebijakan terkait harga BBM dengan mencabut pasal 7 ayat 6 UU No. 22
tahun 2011 serta upaya penanggulangan dampaknya.
“Jika hal ini terealisasi, angka defisit APBN-P sebesar 2,23% tercapai seperti dalam usulan pemerintah,” ujar Luthfi.
Akan
halnya demonstrasi yang marak belakangan ini, Luthfi meminta agar semua
pihak menahan diri untuk tidak terjebak dalam aksi-aksi yang kehilangan
substansi. Luthfi meminta kader-kader PKS untuk tertib dan tidak turun
ke jalan karena saat ini pembahasan intensif terus dilakukan.
| Sumber |
0 komentar:
Post a Comment