.
» » Pelajar Dan Mahasiswa di Nabire Dimanjakan Dengan Alat Elektronik, Minat Untuk Membaca Koran Berkurang

Pelajar Dan Mahasiswa di Nabire Dimanjakan Dengan Alat Elektronik, Minat Untuk Membaca Koran Berkurang

Penulis By on Thursday, 24 April 2014 | No comments

Gambar Ilustrasi (lst)

Nabire (rasudofm)sebagai pelajaran tambahan diluar dari ekrakulikuler di sekolah para pejalar dan mahasiswa di Nabire menimba ilmunya dengan membaca koran, majalah, atau artikel yang ada, namun para pelajar mahasiswa yang sedang menimba ilmu di kota study nabire tidak memiliki minat untuk membaca koran, karena telah dimanjakan oleh alat elekronik,

“saya tidak pernah melihat para pelajar mahasiswa yang ada di nabire membaca Koran namun hanya mendegarkan music, atau Hanphone ditangan,”kepada rasudofm, seorang pemuda kota Nabire, Alberthus Pigai,S.sos, Belum lama ini, di pelataran penjualan koran Papuapos, Pasar Oyehe.Nabire.

Kebutuhan untuk membaca koran, majalah, maupun artikel ini bisa dapat dibuktikan ketika melihat kunjungan pembeli koran papuapos nabire, di agen penjualan Koran, di pelataran pasar oyehe ini,

“setiap hari saya datang beli Koran di agen koran ini, tetapi saya tidak pernah melihat para pelajar sedang membeli atau membaca Koran, namun hanya mendengarkan MP3 atau handphone selalu ditangan,” jelas Alberthus Pigay.

Memang minat pembaca berkurang mereka lebih senang menghabiskan waktu bermain game online dan permainan lainnya. dirinya berharap, dengan adanya kampung ilmu, akan mempermudah atau menarik minat pembaca. “Karena selain membantu mencerdaskan bangsa juga bisa menertipkan para pedagang buku yang ada di pinggir jalan,” ujarnya.

Selain itu, Salah seorang pelajar SMU di Nabire, Simon, mengakui bahwa, pada zaman modernitas ini, kita dimanjakan dengan bebagai macam kemajuan teknologi, apalagi dengan adanya akses internet saat ini, karena akses internet sangat mudah dan tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan,

“kami pelajar dan mahasiswa, hampir 90% tidak membaca koran karena telah dimanjakan dengan kecanggihan teknologi seperti; laptop, hand phone, iphone, dan banyak lagi kecerdasan teknologi lainnya,”akui Simon.

Akibat dari pelajar mahasiswa lebih cenderung menggunakan fasilitas modern seperti  teknologi saat ini, contohnya mudahnya akses internet, televisi, game, dan lainnya, sehingga selalu terpegaruh dengan penggunaan disiplin waktu untuk belajar, memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang sebenarnya menjadi kewajiban pelajar mahasiswa seperti membaca dan menulis perlahan tapi pasti terabaikan.

“karena kurang membaca Koran, majalah, mapun artikel, maka mengakibatkan rendahnya Sumber Daya Manusia di Daerah pengunungan tengah Papua,”Terangnya.(Rsdfm/Herman Anouw)

 

 

 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya