.
» » » » Mahasiswa Papua di Bandung Rayakan Natal Ipmanapandode

Mahasiswa Papua di Bandung Rayakan Natal Ipmanapandode

Penulis By on Friday, 23 December 2016 | No comments

Ketika Fr. Hubertus R. Magai Pr. Memimpin doa makan. (Foto: Mateus Tekege)
Bandung -- Mahasiswa Papua yang tergabung dalam wadah Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai "Ipmanapandode kota studi Bandung Jawa barat" merayakan perayaan Natal di lokantara Auditorium RRI, Jl diponegoro no. 61 di kota Bandung. (Kamis 22/10).

Momentum Natal adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Dimana Tuhan Yesus Kristus di lahirkan di kota Betlehem yang penuh dengan simak duri demi melahirkan diri kita agar memperbaruhi dalam sikap, perilaku, dan tindakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Perayaan Natal Ipmanapandode tersebut ini juga diundang dan mengikut serta dari berbagai paguyuban, komunitas, kombas serta lintas universitas di seluruh jawa barat terlihat sangat antusias.

Thema nasional yang mereka angkat adalah "Hari ini telah lahir bagimu Juru selamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud. dan sub thema adalah, Mari kita nyatakan kemurahan Allah dalam kebersamaan kami sebagai satu keluarga orang Papua di Bandung.

Dalam kotbah yang disampaikan oleh Fr.Hubertus R. Magai Pr. bahwa marilah kita menyambut raja damai Natal dalam hati kita masing-masing karena bayi Natal telah lahir dan hadir dalam diri pribadi soudara-soudari, keluarga dan dalam komunitas kita. ajak Fr. Magai.

Tuhan Yesus telah lahir di tengah-tengah kita dengan tujuan, maksud, dan Penghaarapan-Nya yang lain untuk menperbarui dalam kehidupan kita sehari-hari.

Penyampaian yang sangat terkesan disampaikan oleh Pr. Magai adalah "Mengajak kepada Pelajar dan Mahasiswa Papua untuk belajar dan menimbah ilmu sebanyak-banyaknya ditanah rantauan untuk kembali menyelamatkan umat Tuhan yang selalu saja menginjak-injak oleh para pengusaha karena kita adalah terpilih dan diutus oleh umat/masyarakat kita di seluruh tanah Papua, Kesan Pr. Magai.

Kemudian pantauan media ini, mereka melangsungkan evaluasi yang dimediasi oleh Badan Pengurus Harian "BPH" lalu kemudian ketua panitia dan jajarannya membuka ruang untuk memberi kritik dari senioritas yang ada.

Berbagai kritik dan masukan yang membangun sebagai rujukan oleh senioritas kepada para yunioritas terutama kepada para panitia Natal.

Posted by: Mateus Tekege
 Copyright ©Tabloid WANI 




Baca Juga Artikel Terkait Lainnya