KBR68H, Jayapura -
Pemerintah Papua mengklaim jumlah anak yang mengalami gizi buruk di
daerah itu telah berkurang.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Joseph Rinta mengatakan jumlah anak dengan
gizi buruk saat ini telah turun di bawah 15 persen. Kata dia, anak
dengan gizi buruk tersebar di hampir semua daerah di Papua.
“Kemudian nanti ada program pemberian makanan tambahan dari biaya provinsi juga kita memberi susu, bahan-bahan makanan. Secara presentase sudah dibawah 15%. Target nasional dibawah 15%, kita sudah berkurang. Ya itu tadi karena kita hanya memantau kalau dia sakit baru kita tangani, tetapi kalau dia sembuh kembali lagi kepada orang tua kan. Nah bagaimana orang tua mencukupi kebutuhan pangannya, jadi tetap kesehatan tidak bisa selesaikan sendiri oleh orang kesehatan”
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Papua menyebutkan angka gizi buruk paling banyak ditemukan di Kabupaten Pegunungan Tengah. Salah satu penyebabnya adalah asupan gizi yang tak seimbang.
“Kemudian nanti ada program pemberian makanan tambahan dari biaya provinsi juga kita memberi susu, bahan-bahan makanan. Secara presentase sudah dibawah 15%. Target nasional dibawah 15%, kita sudah berkurang. Ya itu tadi karena kita hanya memantau kalau dia sakit baru kita tangani, tetapi kalau dia sembuh kembali lagi kepada orang tua kan. Nah bagaimana orang tua mencukupi kebutuhan pangannya, jadi tetap kesehatan tidak bisa selesaikan sendiri oleh orang kesehatan”
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Papua menyebutkan angka gizi buruk paling banyak ditemukan di Kabupaten Pegunungan Tengah. Salah satu penyebabnya adalah asupan gizi yang tak seimbang.
| Sumber |
0 komentar:
Post a Comment