BUNGA TERAKHIR ( bungadari taman terindah didunia..)
Bunga Pertama..
Kusebut dia pesolek..Wajahnya cantik..Sangat menarik..Setiap langkahnya membuat pria melirik..Setiap senyuman tersirat di parasnya yang ayu mempesona..Rambutnya bergelombang pirang..Ditelinga kiri dan kanannya tergantung untaian anting-anting berlian..Sangat cantik dan sesuai sekali dengan wajahnya yang wah...
Padamu yang pesolek..
Kami sangat menyukaimu yang tampil penuh keindahan dunia itu..
Kami bahkan rela berebutan untuk mendapatkanmu..Tidak peduli apakah kami jauh dari liga ataukah kami masuk kategori didepak..Yang pasti..kami pastikan kami berusaha..
Dan itulah bunga pertama dari taman terindah didunia..
Bunga Kedua
Kusebut dia pengairah..Tubuhnya terawat wah..Lekuknya mengalahkan gitar dunia..Kulitnya mulus seputih salju Himalaya.. Kakinya panjang mengundang rasa..Perutnya rata mengoda mata.. Bajumu pas dan ketat mengimpit bagian dada..Jalanmu supermodel dunia..Kami semua menelan ludah..
Padamu yang pengairah..
Kau membuat jantung kami melompat dari rongganya..
Yang sakit jadi sembuh seketika..Yang sehat jadi mimisan melihatnya... Segala macam cara kami pergunakan untuk menarik perhatianmu pengairah..
Apakah dengan cara yang biasa? Mungkin malah dengan cara yang sangat ekstrim yang pernah ada...
Ya.. itulah bunga kedua dari taman terindah didunia.
Bunga Ketiga
Kusebut dia pencerah...Tutur katanya mempesona..Kata-katanya dirangkai indah..Setiap kalimat disusun diakhiri senyuman indah. Matamu memandang lurus terarah..Sekali-kali kau mengusap bibirmu yang merah..
Apapun kata yang kau ucapkan bagaikan puisi yang meluluhkan hati pujangga..Hanya dengan mendergar saja muka kami merona merah..
Padamu yang pencerah..
Kau membuat mulut kami tergangga...Tutur katamu menyejukkan telinga dan dada..Ucap kata-katamu mengalahkan segala nasehat para tetua...
Bahkan satu kata “iya” membuat kami hendak menculikmu dari semua pria..Nada-nadamu bagaikan music yang menyelamatkan jiwa..
Ya..Kaulah bunga ketiga dari taman terindah didunia..
Bunga Keempat..
Kusebut dia penceria..Tanpa perlu kata-kata, kau telah mencuri permata yang kujaga sepanjang usia...
Kami yang pemurung...Kami yang pengeluh...Kami yang tidak pernah menampakkan gigi..Hanya dengan satu kata-katamu yang lucu..kami tidak segan tertawa sampai dimarahi tetangga..
Bukan karena hanya kata-katamu yang membuatku tertawa..tapi caramu menyampaikannya dengan rasa yang penuhi jiwa..
Padamu yang penceria..
Kaulah yang selalu kami puja...Setiap tingkah lakumu membuat kami selalu ingin dekat denganmu..Setiap hari hanya termenung tawamu.. Setiap jam hanya ingin mendengar candamu..Setiap menit selalu ingin bersamamu..Setiap detik bahkan kubisik namamu..
Ya..kaulah bunga keempat dari taman terindah didunia..
Bunga Kelima..
Kusebut kau pemanja...Tingkahmu membuatku tertawa...Sentuhanmu membuatku selalu terjaga..Kata-katamu membuatku ingin selalu disana..Bahkan setiap gayamu mengalahkan harga lukisan monalisa..
Padamu yang pemanja..
Setiap tingkahmu selalu menjadi pelepas dahaga..Caramu berkata.. selalu membuat hari kami yang keras menjadi lega...Kata-kata yang kau mainkan dengan nada-nada..membuat amarah menjadi cinta..
Ya..kaulah bunga kelima dari teman terindah didunia...
Kalian semua adalah bunga..
Bunga dengan warna paling indah didunia...Setiap mekar dirimu selalu diincar para pria..Tak peduli dia dari golongan apa..Tidak masalah raga seperti apa..
Kami selaku para pria selalu mencari bunga yang selalu dipuja..
Apakah kami pantas.? Apakah kami bisa..? Apakah kami telah berkeluarga..? Itu selalu menjadi nomor dua..
Nomor satunya..semua tentang dirimu wanita.
Bunga Terakhir
Kusebut dia permata..Dia tidak pandai bersolek diri..
Dia tidak mempunyai badan yang seksi..Dia tidak pandai berpuisi..
Dia tidak pandai mencanda tawa..Bahkan dia tidak pandai bermanja.. Semua dia bisa melakukannya.. hanya tidaklah sepandai bunga bunga terindah dunia..
Dia yang kusebut permata..
Dia hanya pandai memasak buat keluarga..
Dia hanya pandai melepaskan sepatu suaminya..
Dia hanya pandai bertanya tentang hari-hari pujaan hatinya..
Dia hanya pandai menghibur seadanya..
Dia hanya pandai merawat putra-putrinya..
Dia hanya pandai tersenyum saja..
Dia hanya pandai mengerti arti duka bersama..
Dan dia paling pandai berdoa dan bersyukur kepada Rabb nya..Tiap harinya..
--------------------------------------------------
Ingatlah ini wahai bunga...
Saat kami telah berkomitmen untuk mencintaimu..
kami tak peduli 10 tahun kemudian kau menjadi segemuk apa...
Kami tak peduli seberapa putih rambutmu 20 tahun kemudian...
Kami tak peduli seberapa banyak garis diwajahmu 30 tahun kemudian...
Bahkan kami tidak peduli seberapa menyusut aset cantikmu 40 tahun kemudian... Karena...
saat kami berkomitmen mencintaimu..kami selalu menomor satukan perasaan... Terdengar munafik..? mungkin iya...
Tapi sebelum kau menghakimi kami..Tanyakanlah semua ini pada ayahmu yang masih setia menemani Ibumu diusia senja..
Penulis Oleh: Maharani Perdini
| Bunga Terhakir |
Bunga Pertama..
Kusebut dia pesolek..Wajahnya cantik..Sangat menarik..Setiap langkahnya membuat pria melirik..Setiap senyuman tersirat di parasnya yang ayu mempesona..Rambutnya bergelombang pirang..Ditelinga kiri dan kanannya tergantung untaian anting-anting berlian..Sangat cantik dan sesuai sekali dengan wajahnya yang wah...
Padamu yang pesolek..
Kami sangat menyukaimu yang tampil penuh keindahan dunia itu..
Kami bahkan rela berebutan untuk mendapatkanmu..Tidak peduli apakah kami jauh dari liga ataukah kami masuk kategori didepak..Yang pasti..kami pastikan kami berusaha..
Dan itulah bunga pertama dari taman terindah didunia..
Bunga Kedua
Kusebut dia pengairah..Tubuhnya terawat wah..Lekuknya mengalahkan gitar dunia..Kulitnya mulus seputih salju Himalaya.. Kakinya panjang mengundang rasa..Perutnya rata mengoda mata.. Bajumu pas dan ketat mengimpit bagian dada..Jalanmu supermodel dunia..Kami semua menelan ludah..
Padamu yang pengairah..
Kau membuat jantung kami melompat dari rongganya..
Yang sakit jadi sembuh seketika..Yang sehat jadi mimisan melihatnya... Segala macam cara kami pergunakan untuk menarik perhatianmu pengairah..
Apakah dengan cara yang biasa? Mungkin malah dengan cara yang sangat ekstrim yang pernah ada...
Ya.. itulah bunga kedua dari taman terindah didunia.
Bunga Ketiga
Kusebut dia pencerah...Tutur katanya mempesona..Kata-katanya dirangkai indah..Setiap kalimat disusun diakhiri senyuman indah. Matamu memandang lurus terarah..Sekali-kali kau mengusap bibirmu yang merah..
Apapun kata yang kau ucapkan bagaikan puisi yang meluluhkan hati pujangga..Hanya dengan mendergar saja muka kami merona merah..
Padamu yang pencerah..
Kau membuat mulut kami tergangga...Tutur katamu menyejukkan telinga dan dada..Ucap kata-katamu mengalahkan segala nasehat para tetua...
Bahkan satu kata “iya” membuat kami hendak menculikmu dari semua pria..Nada-nadamu bagaikan music yang menyelamatkan jiwa..
Ya..Kaulah bunga ketiga dari taman terindah didunia..
Bunga Keempat..
Kusebut dia penceria..Tanpa perlu kata-kata, kau telah mencuri permata yang kujaga sepanjang usia...
Kami yang pemurung...Kami yang pengeluh...Kami yang tidak pernah menampakkan gigi..Hanya dengan satu kata-katamu yang lucu..kami tidak segan tertawa sampai dimarahi tetangga..
Bukan karena hanya kata-katamu yang membuatku tertawa..tapi caramu menyampaikannya dengan rasa yang penuhi jiwa..
Padamu yang penceria..
Kaulah yang selalu kami puja...Setiap tingkah lakumu membuat kami selalu ingin dekat denganmu..Setiap hari hanya termenung tawamu.. Setiap jam hanya ingin mendengar candamu..Setiap menit selalu ingin bersamamu..Setiap detik bahkan kubisik namamu..
Ya..kaulah bunga keempat dari taman terindah didunia..
Bunga Kelima..
Kusebut kau pemanja...Tingkahmu membuatku tertawa...Sentuhanmu membuatku selalu terjaga..Kata-katamu membuatku ingin selalu disana..Bahkan setiap gayamu mengalahkan harga lukisan monalisa..
Padamu yang pemanja..
Setiap tingkahmu selalu menjadi pelepas dahaga..Caramu berkata.. selalu membuat hari kami yang keras menjadi lega...Kata-kata yang kau mainkan dengan nada-nada..membuat amarah menjadi cinta..
Ya..kaulah bunga kelima dari teman terindah didunia...
Kalian semua adalah bunga..
Bunga dengan warna paling indah didunia...Setiap mekar dirimu selalu diincar para pria..Tak peduli dia dari golongan apa..Tidak masalah raga seperti apa..
Kami selaku para pria selalu mencari bunga yang selalu dipuja..
Apakah kami pantas.? Apakah kami bisa..? Apakah kami telah berkeluarga..? Itu selalu menjadi nomor dua..
Nomor satunya..semua tentang dirimu wanita.
Bunga Terakhir
Kusebut dia permata..Dia tidak pandai bersolek diri..
Dia tidak mempunyai badan yang seksi..Dia tidak pandai berpuisi..
Dia tidak pandai mencanda tawa..Bahkan dia tidak pandai bermanja.. Semua dia bisa melakukannya.. hanya tidaklah sepandai bunga bunga terindah dunia..
Dia yang kusebut permata..
Dia hanya pandai memasak buat keluarga..
Dia hanya pandai melepaskan sepatu suaminya..
Dia hanya pandai bertanya tentang hari-hari pujaan hatinya..
Dia hanya pandai menghibur seadanya..
Dia hanya pandai merawat putra-putrinya..
Dia hanya pandai tersenyum saja..
Dia hanya pandai mengerti arti duka bersama..
Dan dia paling pandai berdoa dan bersyukur kepada Rabb nya..Tiap harinya..
--------------------------------------------------
Ingatlah ini wahai bunga...
Saat kami telah berkomitmen untuk mencintaimu..
kami tak peduli 10 tahun kemudian kau menjadi segemuk apa...
Kami tak peduli seberapa putih rambutmu 20 tahun kemudian...
Kami tak peduli seberapa banyak garis diwajahmu 30 tahun kemudian...
Bahkan kami tidak peduli seberapa menyusut aset cantikmu 40 tahun kemudian... Karena...
saat kami berkomitmen mencintaimu..kami selalu menomor satukan perasaan... Terdengar munafik..? mungkin iya...
Tapi sebelum kau menghakimi kami..Tanyakanlah semua ini pada ayahmu yang masih setia menemani Ibumu diusia senja..
Penulis Oleh: Maharani Perdini
0 komentar:
Post a Comment