.
» » » Permohonan Pengalihan Pidana Numbungga dan Jafrai Belum Dijawab

Permohonan Pengalihan Pidana Numbungga dan Jafrai Belum Dijawab

Penulis By on Sunday, 24 June 2012 | No comments

Biak-Numbungga dan Apot (Enos) Lokobal terpidana kasus pembobolan gudang senjata Kodim Wamena tahun 2003 nampak serius mendengarkan penjelasan dari penasehat hukum mereka, Anum Siregar SH mengenai perkembangan pengobatan Jafrai Murib teman mereka yang sudah dipindahkan ke LP Abepura.(20/06/2012).

“Kami senang karena akhirnya Jafrai bisa berobat ke Jayapura,” Ujar Numbungga terpidana seumur hidup. Numbungga hanya khawatir dengan kondisi Jafrai yang terkena stroke. Di LP Biak, Numbungga yang membantu Jafrai untuk mencuci pakaian,  mengambil makanan atau keperluan lainnya.
Sedangkan Apot(Enos) Lokobal, narapidana yang paling tua mengatakan dirinya juga sudah mulai sakit-sakitan dan badannya terasa berat. Meskipun begitu tidak mengurangi semangatnya untuk bekerja membuat bingkai foto sebagai ketrampilan yang dimiliki.

“Saya kesini selain memberikan infiormasi mengenai kondisi Jafrai di Jayapura tapi juga mau memastikan rencana PB buat pak Enos(Apot) Lokobal,” Ujar Anum. “Selain itu untuk mengecek perkembangan permohonan pengalihan hukuman dari seumur hidup ke hukuman penjara sementara 20 tahun buat Numbungga dan Jafrai”.

Kepala bagian resgistrasi LP Biak S. Purba.S.Sos kemudian menjelaskan bahwa proses PB untuk Apot akan dilakukan bulan depan sedangkan permohonan buat Numbungga dan Jafrai suratnya sudah dikirimkan sejak 1 tahun yang lalu ke Dirjen Pas Kementrian Hukum dan HAM namun belum ada jawaban.

Pada pertemuan tersebut, Anum Siregar dan pihak LP Biak merumuskan langkah-langkah bersama guna memantau surat menyurat terkait hak Apot, Numbungga dan Jafrai. Kata Anum, pihaknya juga akan mempertanyakan kemacetan proses tersebut.(Tim/AlDP).



 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya