.
» » » » Freeport Indonesia Kaji Masuk Pasar Modal

Freeport Indonesia Kaji Masuk Pasar Modal

Penulis By on Wednesday, 4 July 2012 | No comments

JAKARTA - Perusahaan tam bang asal Amerika Serikat, Freeport McMoRan Copper & Gold Inc, tengah mempertimbangkan rencana melepas saham unit bisnisnya di Indonesia, PT Freeport Indonesia, ke pasar modal. Divestasi lewat penawaran umum saham perdana atau (initial public offering/IPO) ini diharapkan bisa meningkatkan akuntabilitas dan transparansi perusahaan pemilik tambang emas di Papua itu. "Kami sedang mempertimbangkan kemungkinan melakukan IPO," kata Ramdani Sirait, Juru Bicara Freeport Indonesia, seperti dikutip Reuters, kemarin (4/7).

Dia mengaku pilihan melepas saham ke pasar modal di Indonesia sangat menarik, karena selain akan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, juga akan membawa keuntungan dan manfaat bagi publik di Indonesia, terutama calon investornya. Namun, Ramdani belum mau memberi perincian rencana go public tersebut.

Freeport Indonesia menguasai tambang Grasberg di Papua yang memiliki cadangan emas terbesar di dunia dan cadangan tembaga terbesar kedua di dunia. Freeport memulai operasi di Indonesia sejak 1967 dan memenangi kontrak di Grasberg pada 1991. Saat ini, Freeport McMoRan Copper & Gold Inc menguasai 90 persen saham di Freeport Indonesia, pemilik tambang terbuka (open pit) yang sangat murah dari sisi biaya.

Kewajiban Divestasi
Analis menilai rencana IPO Freeport Indonesia ini merupakan bagian dari upaya perseroan itu untuk mengurangi dampak dari kewajiban divestasi saham perusahaan tambang asing yang beroperasi di Indonesia. Sebelumnya, Indonesia yang memiliki tambang timah terbesar di dunia dan eksportir batu bara terbesar telah mengumumkan serangkaian aturan yang membatasi kepemilikan asing di perusahaan tambang tidak lebih dari 49 persen setelah beroperasi 10 tahun.

Meski perincian dari aturan ini belum jelas, tujuan pembatasan kepemilikan asing itu diharapkan bisa meningkatkan pendapatan dan investasi dari industri tambang. Pemerintah Indonesia telah mengatakan bahwa kewajiban divestasi akan berlaku bagi semua pihak asing, bukan terbatas pada Freeport Indonesia.

"Ada sebuah kecenderungan untuk melepas saham lewat IPO karena adanya kewajiban divestasi. Jika mereka pilih lewat pasar keuangan, mungkin prosesnya akan berjalan mulus," jelas Arief Budiman, Kepala Riset Sucorinvest, secara terpisah.

Namun, rencana IPO Freeport Indonesia akan butuh dukungan dari pemerintah Indonesia yang saat ini merupakan pemegang saham 9 persen di perusahaan itu. Saat ini, Freeport Indonesia juga tengah dalam pembahasan untuk memperpanjang kontrak karyanya di Grasberg yang akan berakhir pada 2021 mendatang. nse/Rtr/E-11

 http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/94943


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya