.
» » » » » IMAPA Tuntut Perhatian Pemprov Papua

IMAPA Tuntut Perhatian Pemprov Papua

Penulis By on Monday, 9 July 2012 | No comments

Bogor  - Minimnya perhatian pemerintah Provinsi Papua untuk para mahasiswa dan aset aset milik Pemprov menjadi perhatian dari ketua Imapa Bogor Vincent Karwa.
Hal itu di ungkapkan saat wawancara di Sekretariat Imapa ( Ikatan Mahasiswa Papua Bogor ) Di Kp. Babakan Desa Babakan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Rabu 4 Juli 2012.

Berbagai Usaha sudah kami lakukan, pengajuan Provosal untuk melakukan Renovasi Asrama mahasiswa papua sudah kami lakukan berkali kali, tapi sampai saat ini semua itu hanya janji janji saja.

Kunjungan beberapa Anggota DPRP pada Akhir tahun 2011 ternyata hanya tidak membuah kan hasil apapun dan tidak membawa sedikit pun perbaikan bagi kami para mahasiswa, selain itu Mahasiswa Universitas Djuanda Jurusan Agribisnis dan tekhnologi pangan ini mengatakan, Program Beasiswa yang di berikan Pemprov hanya setengah hati, pasal nya program tersebut hanya sampai dengan semester 5 saja, selebih nya Kami harus meminta kepada orang tua.

Sementara itu, salah satu mahasiswa pasca sarjana yang tinggal di asrama mengomentari terkait kunjungan Kenius Kogoya dan Vace Levaan Anggota DPRP yang datang ke Asrama sekitar bulan Oktober 2011.beliau menilai, kunjungan tersebut tidak lebih hanya sebatas seremonial saja, karena sampai saat ini tidak ada sedikit pun perhatian baik dari Pemprov Papua maupun anggota DPRP.

Aliran dana Triliunan rupiah yang di gelontorkan oleh Pemerintah pusat untuk pemprov Papua tidak jelas kemana, dan kami menilai saat ini Asrama Mahasiswa Papua tidak layak untuk di tempati bagi kami para mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan belajar. Sejujur nya sudah tidak nyaman tinggal di sini, tapi mau apa lagi Ucap nya.
Dari 200 anggota Imapa Bogor, Saat ini kurang lebih ada sekitar 15 Orang Mahasiswa asal daerah papua yang tinggal di asrama, selebih nya ada yang kost dan tinggal bersama saudara nya.semua itua karena kondisi dan keadaan asrama yang seperti ini, Tidak layak untuk di jadikan tempat tinggalUcap nya.

Sementara, Menurut Sekretaris Imapa Bogor, Wempe Waken Menilai otonomi Khusus yang di berikan oleh pemerintah pusat terhadap Papua tidak cukup memberikan obat bagi rakyat papua. Mengalir nya dana ratusan triliun untuk papua hanya melahirkan koruptor koruptor saja.
Dana yang seharus nya di gunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat papua hanya  di nikmati oleh para pejabat-pejabat yang ada di tanah papua.hal itu terjadi karena minim nya control dari pemerintah pusat dan KPK sendiri lemah untuk menindak para pejabat pejabat korup yang berasal dari tanah papua.

Vincen Berharap Pemprov maupun anggota DPRP Papua memberikan sedikit perhatian nya kepada seluruh mahasiswa papua yang sedang melakukan studi di berbagai wilayah, dan beliau meminta perhatian itu bukan hanya untuk para mahasiswa yang berada di bogor saja, tapi seluruh mahasiswa papua yang sedang belajar, karena walau bagaimanapun kami ini adalah asset dan generasi penerus yang akan membangun Tanah Papua Kelak. Tegas nya. (iwan/pakuan.suarajabar.com)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya