.
» » » » » » Pendropan Anggota TNI, Polri, Brimob dan Densus 88 Ke Puncak Jaya

Pendropan Anggota TNI, Polri, Brimob dan Densus 88 Ke Puncak Jaya

Penulis By on Saturday, 1 February 2014 | No comments

Drop Anggota Brimob Ke Puncak Jaya
Tolikara, KNPBNews -   selama beberapa tahun terakhir ini, terjadi penembakan di Kabupaten Puncak Jaya terus menerus, dan juga terus penambahan TNI, POLRI, Brimob Densus 88, dan pasukan organik maupun non organik ke Puncak Jaya, namun saat terjadi insiden penembakan di disana, wartawan langsung tanya  kepada Kapolda Papua dan Pangdam Cendrawasih, begini pertanyaannya; apakah ada penambahan pasukan untuk pengamanan? Namun Kapolda Papua dan Pangdam selalu menjawab; tidak ada penambahan pasukan tetapi anggota polisi setempat dan di back up oleh TNI untuk mengejar pelaku penembakan, namun jawaban tersebut pembohongan publikJawaban di atas hanya menutupi perbuatan mereka yang tidak manusiawi, terhadap rakyat Papua Barat yang ada di Kabupaten Puncak Jaya, jawaban yang sebenarnya adalah ada penambahan pasukan TNI, POLRI, Brimob dan lain-lain. Melalui Crew Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Toli bahwa selama ini wartawan juga di tipu oleh petinggi TNI dan POLRI.
  Setiap kali penembakan pasti ada penambahan pasukan, terbukti setelah terjadi penembakan di post Kulirik distrik Mulia kota, Kabupaten Puncak Jaya, pada tanggal 18/01/2014. Penambahan pasukan dalam jumlah yang sangat besar ke Kabupaten Puncak Jaya, pantauan dari Komite Nasional Papua Bar at (KNPB) wilayah Toli.
Hari sabtu 25/01/2014, brimob dari wamena menuju ke Mulia, pukul 5:00 wpb, tiba di distrik Kuari, Kabupaten Tolikara 9:00, sebanyak 12 strada, dan ada 3 strada khusus untuk Bama, namun hari sabtu itu tidak sampai ke Puncak Jaya karena jalan rusak para sepanjang jalan distrik Kuari, Kabupaten Tolikara. Brimob juga telah memaksa masyarakat setempat untuk membantu dorong mobil.
Pantauan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Toli, hampir semua Brimob yang pergi ke Puncak Jaya adalah anak Papua, berkulit hitam, berambut keriting, tetapi pergi membunuh saudaranya, oleh karena makan minum dan kepentingan kolonial Republik Indonesia.
Mobil Brimob mogok, masyarakat sedang membantu kasih keluar mobil
   
                                            
Semua Mobil ini drop Anggota Brimob Ke Puncak Jaya



 Sumber : http://knpbnews.com/?p=3506
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya