.
» » » » » Gereja Kemah Injil (kingmi ) di Tanah Papua akan meresmikan Tugu Berdirinya Gereja di Beoga

Gereja Kemah Injil (kingmi ) di Tanah Papua akan meresmikan Tugu Berdirinya Gereja di Beoga

Penulis By on Friday, 23 May 2014 | No comments

Jayapura (rasudofm) - Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua setelah berkarya dan mengabdi dan mengembalakan umat Tuhan selama 50 Tahun lebih di Tanah Papua maka dipandang perlu untuk mendirikan sebuah tugu tempat dimana lahirnya Gereja Kingmi di Tanah Papua di Beoga, di Kabupaten Puncak, Berdirinya tugu ini untuk memaknai damai dan kasih agar di Tanah Papua menjaldi Gereja yang kuat dalam segala bentuk kekerasan, sebab keberadaan gereja sudah dewasa dalam penginjilan di Tanah Papua dan mampu untuk melawan segala bentuk kekerasan di Tanah Damai, Kepada sejumlah wartawan ketika menggelar Jumpa Pers, Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Pdt.Dr.Benny Giyai, di Aula Kantor Sinode Jayapura, Kemarin

Menurut Benny, Pada tahun 1962 atau 52 tahun yang lalu, para hamba Tuhan orang pribumi di panggil oleh pimpinan C&MA (Cristian and Missionary Alliance) agar berkumpul  di sebuah kampung yang menjadi Pos Penginjilan  yaitu di Beoga, sekarang Kabupaten Puncak, setibanya di Beoga, dalam rapat di siang hari itu, para Misi C&MA memberitahukan bahwa, mereka akan pulang ke negara mereka yaitu di Eropa dan Amerika karena PBB telah memberitahukan kepada mereka,Tanah Papua akan di serahkan kepada pihak Indonesia. Mendengar kabar itu,dalam ketidak berdayaan, orang Pribumi Papua menerima untuk melanjutkan penginjilan yang telah di rintis C&MA sejak 1939 itu, hari itu juga para Misi penginjilan dari  C&MA pindahkan tangankan Gereja Kemah Injil (kingmi) kepada orang pribumi Papua, dan dengan diserahkannya Misi Penginjilan dari C&MA kepada orang pribumi Papua maka muncul embrio berdirinya Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Tanggal 6 April 1961 lalu, Jelas Ketua Sinode. 

Lanjut Benny, Untuk menyambut pendirian gereja Kingmi ini masyarakat di Tanah Papua yaitu Suku Damal yang ada di kampung Beoga saat itu, dengan iman merayakan kesiapan mereka untuk membangun gereja ini  ke depan, dengan membuat pesta buah merah, (bakar batu) sebagai tanda janji kepada Tuhan bahwa mereka akan membangun dan menjaga gereja ini, dan akan mejalankan amanat  agung Yesus Kristus untuk menjadikan seluruh umat di bumi sebagai muridnya,”Katanya.

Selain itu, Mengingat cerita dalam sejarah tersebut sejak Yubelium 50 Tahun yang jatuh pada 6 April  2012 lalu telah mencanangkan untuk membangun sebuah tugu atau situs di Beoga Kabupaten Puncak Papua untuk menghargai dan menghormati para perintis gereja yang telah mengorbankan diri mereka sepenuhnya buat pelayanan pengutusan injil Yesus Kristus itu, Jelasnya.

Tugu berdiri di Kabupaten Puncak  ini telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Puncak Papua tahun 2014 dan direncanakan akan di resmikan oleh Gubernur Propinsi Papua Bapak Lukas Enembe SIP.MH, pada hari rabu, tanggal 4 Juni 2014 mendatang di Beoga Kabupaten Puncak, Penghotbah Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Pdt.Dr.Benny Giyai, di bawah sorotan Tema Injil Itu Kekuatan Allah (Roma, 1:16-17), Jelasnya.

Menurut Giyai, dengan berdirinya Tugu Lahirnya Gereja Kemah Injil (kingmi) di Tanah Papua ini agar segala bentuk diskriminasi di tanah Papua, entah Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Bentuk Gereja Baru, Pelecehan terhadap agama, pelanggaran hak asasi manusia di Papua ini akan di hormati dan dihargai sehingga Tanah Papua umumnya dan jemaat gereja kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua menjadikan Papua menjadi Tanah Damai,” Jelas Benny. 

Sementara itu, Sekretaris Sinode, Pdt.Yosia Tebay.S.Th.MA di tempat yang sama juga menjelaskan bahwa dengan berdirinya Tugu dapat memaknai arti hidup sebagai umat Tuhan di Tanah Papua,” Ungkapnya. (rasdfm/Herman Anouw).



Baca Juga Artikel Terkait Lainnya