.
» » » » » PERANG SUKU SEGERA HENTIKAN DI TIMIKA DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT ; SUARA ALAM PAPUA

PERANG SUKU SEGERA HENTIKAN DI TIMIKA DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT ; SUARA ALAM PAPUA

Penulis By on Wednesday, 7 May 2014 | No comments

GARIS KOMBINASI PASILITATOR PERANG SUKU DI TIMIKA LANTARAN SENGKETA BATAS TANAH

PAPUANISATIONS : Suara Alam Papua Menyampaikan Perang suku di timika papua segera hentikan sebagai rakyat papua yang ramah tama diantara alam papua yang begitu berlimpah. Perang suku bukan artinya memelihara suku bangsa Melanesia rakyat papua meelainkan mempunah genosida rakyat papua melalui lantarannya. Yang sedang mencari adu antara kulit hitam sendiri dengan dorongan-dorongan factorial pasilitator penjajahan negara colonial dan PTFI.
 
Perang suku adalah penghancuran tatanan bangsa Melanesia yang seutuhnya di pasang oleh jaringan PTFI dan Penjajahan Negara colonial Indonesia.
 
Garis kombinasi yang sedang terlihat pada perang suku di timika mempunyai garis kombinasi kontan mempasilitasi tim-tim gelap mendorong dan mendesak mengadakan perang suku lantaran-lantaran sengketa tanah.
 
Aktor utama pasilitator adalah PTFI pertambangan Sahamnya Amerika Serikat bekerja sama dengan Negera colonial Indonesia sedang mempasilitasi actor-aktornya suku antar suku papua sendiri mengadakan medan parang lantaran tanah adat. Perlunya tegakkan di ruang perdamaian mencapai kemerdekaan papua barat.
 
Rakyat papua melawan panah dengan Negara colonial Indonesia dan PTFI lebih bagus dari pada kita sendiri baku adu perang panah tajam belur pada tubuh manusia papua sendiri.
 
Seharusnya kita papua bersatu mengusir dan panah pendatang Militer Negara colonial yang sedang menjajah rakyat manusia papua bagian barat di mata kita sedang genosida. Manusia bagaikan berburu kus-kus hutan di anatar mata kita dimana berada, perlu di benahi.
 
Perang suku perlu di sadari hentikan dulu dengan kesadaran sebagai orang papua sebelum merdeka, kibarkan bendera bintang kejora di tanah papua bagian barat sebagai “tuan di negerinya sendiri”, artinya sebelum berdiri Negara sendiri di tanah papua bagian barat.
 
Perang suku di timika jelasnya bahwa adanya dorongan dari pihak penjajahan negara colonial Indonesia dan PTFI. Adalah Faktor utama pasilitator untuk melanjutkan perang atasnamakan perang sengketa tanah adat di sekitar areal PTFI pertambangan.
 
Rakyat papua kulit hitam kita semua sama-sama sadari desakan tutup PTFI dan usir penjajahan negara colonial Indonesia dari atas tanah papua bagian barat. Rakyat papua perlu tegakkan pada masa sekarang adalah :
  1. Perang desakan segera tutup PTFI perusahan pertambangan adalah Faktor pasilitator utama untuk perang suku, perlu harus tutup;
  2. Perang desakan segera usir penjajahan negara colonial Indonesia tinggalkan tanah papua karena factor pasilitator untuk perang suku atas petak tanah adat atas perang suku, bagian dari genosida.
Rakyat papua adalah rakyat papua ras Melanesia kulit hitam bukan kulit melayu dan kulit bule barat; kita seharusnya pahami memahami sebagai rakyat papua dalam perjuangan Kemerdekaan kita kedepan.
 
Rakyat papua sedang berjuang Kemerdekaan papua barat, berjuang kibarkan bendera bintang kejora,  mau mendirikan Negara Republic Papua Barat; perlu kita bersatukan barisan mengusir penjajahan negara colonial  saja. Melupakan dan hentikan perang suku lantaran sengketa tanah adat di dorong dan di pasilitator oleh PTFI dan negara colonial Indonesia.
 
Kami Pejuang kemerdekaan papua barat Himbau kepada Rakyat papua barat dengan tegas bahwa; “Tanah papua adalah tanah milik rakyat papua kulit hitam tidak akan hilang selamanya, maka hentikanlah perang suku di timika papua; sedang dalam perjuangan kemerdekaan papua barat”, dengan tegas harap maklumkan)*
 
“Sebagai Manusia Penciptaan Allah Tuhan Kita; Mari kita damai dan sejahtra dalam nama Alam papua, Dalam nama Kulit hitam dan keriting rambut, dalam nama ras Melanesia, dalam nama Pulau papua bagian barat, dan dalam nama Raja Pencipta Semesta Alam Papua Allah Yahwe Tuhan Bapakku, Anak Tunggal Yesus Kristus, Melaikat, Santo-Santa, Nabi-Nabi dan Penunggu Suci Papua. Amen)*
 
“Mari kita bersatu Papua Melanesia Menuju Kemerdekaan Abadi Bersama, Lupakan Perang”
Oleh : Agus Mote) Peduli “Bangsa yang Aman dan damai dengan bebas merdeka”
—————————————————————————————————————————-
IMMEDIATELY STOP THE WAR IN TIMIKA RATE IN WEST PAPUA INDEPENDENCE STRUGGLE ; SOUND PAPUA
 
PAPUANISATIONS : Delivering Natural Sound Papuan tribal war in Papua Timika immediately stop as all the friendly people of Papua between Papua nature is so abundant . War is not rate it has maintained tribal people of Papua Melanesian people of Papua meelainkan mempunah genocide through lantarannya . Who are looking for fights between blacks themselves with impulses factorial pasilitator colonial and colonial countries PTFI .
 
Tribal warfare is the destruction of the whole order of Melanesians in pairs by a network of Freeport and Indonesian colonial occupation state .
 
The line combinations were seen in tribal warfare in Timika have a combination of cash mempasilitasi line teams pushed and shoved dark hold because tribal wars – because of a land dispute .
 
The main actor is the Freeport mining shares pasilitator the United States is working with the State of colonial Indonesia was mempasilitasi actor – actor tribal tribe papua himself holding a machete field because customary land . Enforce the need for peace in the West Papua independence .
 
Arrows against the people of Papua with Indonesian colonial state and PTFI better than our own raw shoot sharp arrows of war on the human body battered Papua own .
We should unite Papua repel and arrows State Military colonial settlers who were colonizing western people Papua human in our eyes was genocide . Humans like to hunt kus – kus forest in advance of our eyes which are , need to fix .
 
Need to be aware of tribal warfare in the first stop of consciousness as people of Papua before independence , hoist the Morning Star flag in Papua, the western part of the land as a ” master in his own country ” , meaning before the State stands alone in the western part of the land of Papua .
 
Tribal wars in Timika he explained that the encouragement of the colonial state and colonial Indonesia Freeport . The main factor is to continue the war atasnamakan pasilitator war indigenous land disputes around the Freeport mining area .
 
Black people of Papua we are all equally aware insistence PTFI cap and expel Indonesian colonial occupation of the country over the western part of the land of Papua . Papuan People need to be enforced at the present time are :
  1. – Urging war soon closed Freeport mining company, is a major factor for tribal wars pasilitator , need to be closed ;
  2. – Urging war immediately expel Indonesian colonial occupation left the country because of factors pasilitator Papua land for tribal wars over land plots customary tribal war , part of the genocide .
People of Papua is a Melanesian people of Papua race blacks not wither leather and leather western Caucasians ; we should understand to understand the people of Papua in our Independence struggle ahead .
 
People of Papua West Papua Independence was fought , fought hoist the Morning Star flag , would establish the State Republic of West Papua ; we need to expel the occupation ranks bersatukan colonial state alone . Forgetting and stop tribal wars because customary land disputes and in pasilitator driven by Freeport and Indonesian colonial state .
 
Our freedom fighters of West Papua West Papua People’s Urges to unequivocally that ; ” Land of Papua is a land of black people of Papua will not disappear forever , then cut it in Timika Papua tribal wars ; was in West Papua ‘s struggle for independence “ , with firm hope proclaim ) *
” As a man of God Creation of Our Lord ; Let us in the name of peace and sejahtra Nature Papua , in the name of black skin and curly hair , in the Melanesian race name , the name of the western part of the island of Papua , and the name of the Creator of the Universe King Papua God Yahweh God my Father , Jesus Christ the only begotten Son , Melaikat , saint – Santa , the Prophets and the Holy Watcher Papua . Amen ) * 
 
” Let us unite Papua’s Melanesian Together Towards Independence Eternal , Forget War “
By : Agus Mote ) Care ” Safe and peaceful nation with free independent “
 
 
 http://lintas.indopos.co.id/2014/05/perang-suku-segera-hentikan-di-timika-dalam-perjuangan-kemerdekaan-papua-barat-suara-alam-papua/
 
 
 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya