.
» » » Penetapan DPRD Paniai tidak sesuai perolehan suara, Distrik Paniai Barat mengklaim Boikot Pemilu Pilpres

Penetapan DPRD Paniai tidak sesuai perolehan suara, Distrik Paniai Barat mengklaim Boikot Pemilu Pilpres

Penulis By on Thursday, 5 June 2014 | No comments

Jayapura (rasudfm) -Penegasan tersebut dikatakan ketika seorang calon legislatif Kabupaten Paniai Barat yang diberikan suaranya secara bulat alias sistem Noken kepada salah seorang putra daerah Distrik Paniai Barat atas nama Roberthus Pigai, dengan meraut suara berjumlah 2.414 suara, namun ketika Pleno Pleno Penetapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Paniai tidak diakomodir namun yang diakomor hanya kepada calon legislatif yang memeproleh suara terendah berjumlah 400 suara, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 16.000 ribu suara di Distrik Paniai Barat, Ketika menemui wartawan media ini, Ketua Panitia Penyelenggara Pemilu di Tingkat Distrik (PPD) Distrik Paniai Barat, Moses Utii, didampingi Ketua Panwas Distrik Paniai Barat Teri Degei, ketika menantangani surat pernyataan klonologis kecurangan KPU yang dibuat oleh Roberthus Pigai, Kemarin di salah satu hotel, di Jayapura

Sementara itu Ketua Panwas Distrik Paniai Barat Teri Degei juga menjelaskan bahwa berdasarkan kesekapatan bersama masyarakat melakukan sistem noken secara langsung, bebas, dan rahasia di Distrik Paniai Barat, khususnya Kampung Epabutu dan telah disepakati bersama dengan cara sistem noken kepada Roberthus Pigay, Caleg DPRD Kabupaten Paniai Barat memperoleh suara murni di lapangan sebanya 494 suara, ditambah lagi koalisi inter partai 400 suara, maka sesuai penetapan di Distrik Paniai Barat Roberthus Pigay telah memperoleh suara sebanyak 2.414 suara namun saat pleno penetapan kursi DPRD Kabupaten Paniai tidak akomodir namun caleg yang memperoleh suara terendah diakomodir dalam penetapan kursi,
“saya tidak menerimana hal ini, karena secara jelas KPUD Paniai melakukan pengalihan suara kepada caleg lain, dan saya sudah memberikan rekomendasi kepada Roberthus Pigay untuk proses perolehan suara yang bersangkutan,” Ujar Degei. 

Lanjut Degei, Peroleh suara murni dari kampung kegauda atas nama Roberthus Pigay,Se caleg Partai Demokrat nomor urut lima dari kampung kegauda sebanyak suara yang telah dialihkan ke Caleg partai Golongan Karya An Marthinus Keiya  memperoleh suara sebanyak 400 suara saja, namun saat pleno Penetapan rekapitulasi suara KPUD Kabupaten Paniai membengkakkan suara menjadi 1000 suara, ini merupakan pengalihan suara secara diam-diam dengan demikian pihak penyelenggara PPD,KPUD dan Panwas untuk Dapat klarifikasi suara yang telah dialihkan tersebut,” Ujar Degei.

Sementara itu, ditempat yang sama, Calon legislatif DPRD Kabupaten Paniai juga menjelaskan bahwa khususnya di Distrik Paniai Barat memiliki Daftar Pemilih Tetap berjumlah 16 Ribu, namun seluruh suara terbagi kepada caleg lain, namun dirinya memperoleh suara tertinggi tingkat Distrik Paniai Barat, namun pembangian kursi DPRD Paniai tidak diakomodir,

“saya menyatakan bahwa penetapatapan DPRD Kabupaten Paniai tidak sesuai dengan hasil perolehan suara di tingkat TPS/KPPS karena Daerah Pemilihan Paniai Barat telah memperoleh suara tertinggi tidak dietapkan namun justru terbalik perolehan suara terendah ditetapkan menjadi DPRD Kabupaten Paniai,” Kata Roberthus. 

Ia Menjelaskan bahwa sesuai hasil rekapitulasi suara tigkat PPD tidak diakomodir dalam penetapan kursi oleh Komisi Pemilihan Daerah Kabupaten Dogiyai, Contonya saya atas nama Roberthus Pigay, caleg nomor urut 5 dari Partai Demokrat memperoleh suara dari tingkat TPS/KPPS di Distrik Paniai Barat berjumlah 2.414 suara kemudian saya diberikan dari Intern partai memperoleh sebanyak 700 suara, dari Markus Keiya namun tidak diakomodir oleh Panitia Penyelenggara Tingkat Distrik (PPD) dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Paniai,

Lanjut Pigay bahwa seperti yang dikatan Ketua PPD Paniai Barat dan Panwas Barat mau memboikot pemilu presiden di Distrik Paniai Barat adalah bagian dari masyarakat yang punya suara, maka masyarakat Paniai Barat pada umumnya dan khususnya masyarakat yang memberikan suara akan melakukan tindakan memboikot Pemilu presiden,”

“kami akan boikot pemilu di Distrik Paniai Barat apabila suara dari Roberthus Pigai tidak dakomodir,”Teriak Ketua Panwas saat memberikan keterangan pers.(rsdfm/Herro)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya