.
» » » » » Hapus Diskriminasi Terhadap Orang Papua

Hapus Diskriminasi Terhadap Orang Papua

Penulis By on Thursday, 21 July 2016 | No comments

TOLAK INTIMIDASI: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Salatiga Peduli Papua (JSPP) menggelar aksi solidaritas di depan kampus UKSW Salatiga, kemarin.(DhinarSasongko/RadarSemarang/JawaPos.co)
SALATIGA - Sejumlah mahasiswa yang bergabung dalam Jaringan Salatiga Peduli Papua (JSPP) menggelar aksi solidaritas terhadap kasus kekerasan yang dialami mahasiswa Papua di Jogjakarta. Mimbar bebas digelar di depan kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
 
"Kami hanya menyuarakan persamaan hak sebagai warga negara. Kami bukan mahasiswa Papua dan kami sangat peduli terhadap kasus kekerasan yang mereka alami. Namun mereka tidak banyak yang ikut aksi ini," tutur Evan Adiananta, penanggung jawab aksi saat ditemui wartawan di sela aksi, kemarin pagi. 

Dijelaskan Evan, setelah pihaknya menyampaikan pemberitahuan aksi, dirinya telah mendapatkan imbauan untuk membatalkan aksi. "Namun karena sebatas imbauan, maka aksi terus dilakukan dan banyak mahasiswa Papua yang tidak ikut karena berbagai alasan," tuturnya. 

Aksi yang diikuti sejumlah mahasiswa ini mendapatkan kawalan ketat aparat kepolisian karena khawatir akan muncul gesekan. Terlebih selama aksi beberapa organisasi masyarakat lain dengan menggunakan seragam tampak bersliweran di depan kampus namun tidak berhenti. 

Dalam rilis yang dibagikan kepada wartawan, mereka menyerukan beberapa poin yakni negara harus melindungi kebebasan berpendapat warga negaranya sebagai bagian dari nilai-nilai demokrasi. Mereka juga meminta penghapusan segala bentuk diskriminasi, intimidasi dan kekerasan terhadap orang Papua. 

Sementara itu terpisah, Rektor UKSW John Titaley kepada wartawan sehari sebelum aksi menandaskan jika aksi JSPP tidak ada kaitannya dengan kampus ataupun organisasi mahasiswa Papua di Salatiga. Disebutkan, itu merupakan aksi pribadi yang dimotori Evan dengan membawa nama JSPP. "Kami sudah mendapatkan surat resmi dari ketua himpunan mahasiswa Papua di Salatiga bahwa mereka tidak terlibat dalam aksi yang dilakukan JSPP tersebut," terang John Titaley di depan mahasiswa sambil menunjukkan surat yang dikirimkan kepadanya. (sas/ton)

 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya