.
» » » » » Keragaman Bahasa Daerah Papua Harus Diselamatkan

Keragaman Bahasa Daerah Papua Harus Diselamatkan

Penulis By on Thursday, 4 May 2017 | No comments

Abdul Haris M. Ali
Waisai  –  Keragaman bahasa merupakan jati diri bangsa Indonesia yang dibangun atas berbagai etnis dan budaya. Keragaman bahasa milik suku-suku asli Papua harus diselamatkan.

Hal ini ditegaskan Kepala Subdirektorat Daerah 1A, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) Arsip Nasional Republik Indonesia, Abdul Haris M. Ali, belum lama ini.

“Bahasa merupakan jati diri bangsa, makanya diatur dalam Pasal 3 huruf g, Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan. Disitu tercantum bahasa merupakan aset yang harus diselamatkan. Salah satunya adalah bahasa suku-suku Papua, yang saya cukup yakin jumlahnya sangat banyak.

Terlebih yang di pedalaman-pedalaman atau di pelosok-pelosok Papua,” ujarnya saat berada di Raja Ampat.

Menurutnya, salah satu yang dapat dilakukan adalah menemukan dan menyimpan bukti tertulis keberadaan bahasa yang dimaksud. Dicontohkan, seperti dari tokoh adat, kepala suku, ataupun masyarakat asli yang masih menggunakannya.

“Kami masukkan dalam kategori arsip sejarah lisan. Dengan porgram kerja, Penyelamatan aset arsip nasional. Dan saat diturunkan dalam program kerja di daerah, menjadi penelusuran arsip-arsip tentang bahasa,” terangnya.

Ditambahkan, setelah disimpan dan didata dalam arsip nasional, bahasa asli suku-suku di Papua pun dapat dipublikasikan. “Keberadaan keragaman bahasa ini, dapat dijadikan aset bidang sosial budaya Papua. Bukan hanya disimpan, tapi juga harus dijadikan informasi. Ini kekayaan intelektual masyarakat Papua dalam bidang sosial budaya,” paparnya. (mp-22)

 Mediapapua.com
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya