.
» » » MAHASISWA PAPUA SURABAYA : MENDESAK PEMERINTAH HENTIKAN PELANGGARAN HAM PAPUA

MAHASISWA PAPUA SURABAYA : MENDESAK PEMERINTAH HENTIKAN PELANGGARAN HAM PAPUA

Penulis By on Tuesday, 26 June 2012 | No comments

 NEGARA HARUS BERTANGGUNGJAWAB/DETIK.
SURABAYA --  Ratusan mahasiswa Papua di Surabaya melakukan aksi damai Protes Keras mendesak terhadap  pemerintahan Sby-Budiono  segera mengusut tuntas kasus demi kasus penembakan, teror dan aksi kekerasan Pelanggaran Ham semakin meningkat di Pulau Cendrawasih (Papua). Pelaku utama  Orang Terlati Khusus (OTK) buatan Indonesia  dan  Militer (Tni-Polri).  aksi damai dilakukan pada  Kamis (21/6/2012).

Dalam aksinya, pengunjukrasa memakai pita hitam yang diikat di kepala. tanda bukti "lawan" Mereka juga membawa foto korban kekerasan yang terjadi di Papua selama 2 bulan terakhir (Mei-Juni2012). Kami mengutuk tegas pernyataan pemerintah yang justru membuka ruang dalam pemeliharaan konflik di Papua," kata Weya saat berorasi, di depan patung Gubernur Suryo.

Tambah lagi, banyak lagi saudara kita yang meninggal sia-sia. Segera hentikan aksi kekerasan dan negara harus bertanggungjawab atas semua bentuk kekerasan dan kekejaman militer yang terjadi di Tanah Papua.  Selain itu, mereka juga membawa berbagai poster berisi tuntutan. Diantaranya, "Segera Tarik Kembali Militer Dari Papua, "Hentikan Rekayasa Pembunuhan Dengan Dalil Orang Tidak Dikenal" serta "Papua Zona Darurat".

Pembacaan situasi Mahasiswa Papua Surabaya, Sejak dua bulan terakhir (Mei-Juni 2012) ini saja tercatat berbagai kasus kekerasan berupa penembakan oleh Aparat Militer Indonesia terhadap orang asli Papua yang menelan puluhan korban meninggal dan luka-luka, beberapa kasus penembakan yang di lakukan oleh Aparat Militer Indonesia dalam dua bulan terakhir ini diantaranya : 
 
1). Penembakan yang dilakukan oleh TNI terhadap 1 Orang massa KNPB pada tanggal 1 Mei 2012, ia ditembak setelah ia bersama rekan-rekannya pulang seusai mengikuti aksi demo Hari Anegsasi di Jayapura.

2). Penembakan yang dilakukan oleh Polisi terhadap 5 Warga Papua di Degeuwo Paniai, 4 orang kritis dan 1 meninggal dunia, penembakan terhadap 5 warga Degeuwo ini dilakukan oleh aparat Kepolisiaan untuk melindungi Penambangan ilegal yang ada di sana.


3). Penembakan yang dilakukan oleh TNI dan Polisi terhadap massa Aksi KNPB ketika hendak melakukan Aksi Demo di Jayapura ( Sentani ) pada tanggal 4 juni 2012, dalam kasus ini terdapat 2 orang korban meninggal dunia, belasan lainnya luka – lukan dan puluhan orang lainnya di tahan oleh Polisi.

 
4) Penyerbuan dan penembakan yang dilakukan oleh TNI Batalion 756 Wamena terhadap masyarakat di kampung Honelama, Wamena, Kab, Jayawijaya, Papua pada tanggal 6 juni 2012, dalam kasus penyerbuan dan penembakan yang dilakukan TNI ini terdapa 4 korban orang Dewasa dan 1 orang anak kecil. Selain menembaki warga setempat, TNI pun melakukan pembakaran dan pengerusakan rumah – rumah warga setempat. Selain itu TNI pun melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Puluhan warga setempat.

 
5). Penembakan yang dilakukan oleh oknum Polisi terhadap seorang pemuda asli Papua ( Teju Tabuni 17 

 tahun ) di Jayapura pada tanggal 7 Juni 2012. 6). Penembakan yang dilakukan oleh Polisi terhadap warga Papua di Serui, dalam kasus ini terdapat 1 orang meninggal dunia ditembak Polisi, selain itu polisi juga melakukan pembakaran rumah – rumah warga setempat

6). Penembakan oleh Aparat Gabungan Polisi dan Desus 88 terhadap Wakil  Ketua I Komite Nasional Papua Barat  (KNPB) pada tanggal 14 juni 2012.

Selain beberapa kasus diatas, beberapa kasus teror yang sering terjadi diPapua belakangan ini, didalangi oleh Aparat Militer Indonesia yang sengaja ingin Mengkambing Hitamkan Gerakan perlawanan yang dilakukan oleh Rakyat Papua. dari bukti-bukti proyektil peluruh yang diambil dari tubuh korban penembakan sangat jelas menunjukan  pelaku teror di Papua selama ini adalah Militer Indonesia Sendiri,"realita kondisi Papua.

Aksi yang membuat kepadatan lalu lintas di kawasan Basuki Rahmat dan Jalan Tunjungan ini mendapat penjagaan ketat puluhan petugas. Kepadatan ini disebabkan banyaknya massa berjumlah 500-san orang  yang melakukan aksinya dan memakan sebagian lajur jalan. Bahkan polisi sempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan membuka tutup Jalan Gubernur Suryo dari Basuki Rahmat.  (Andy'Go) 
 
 (IPMADO-MALANG)
 
 
 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya