.
» » » Wabup Mesak Tak Pernah Usir Suku Dani

Wabup Mesak Tak Pernah Usir Suku Dani

Penulis By on Wednesday, 4 July 2012 | No comments

NABIRE – Santernya isu pengusiran terhadap Suku Dani dari Kabupaten Nabire, dibantah langsung oleh Wakil Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si. Kepada media ini, Wabup Mesak membantah bahwa dirinya tidak pernah melakukan upaya pengusiran terhadap warga dari Suku Dani ini.
“Menanggapi aksi demo dari sekelompok warga dari 5 distrik yang digelar beberapa waktu lalu, dikabarkan bahkan ada undangan yang beredar akan digelar aksi demo dari warga Suku Dani. Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak pernah mengusir Suku Dani dari Kabupaten Nabire seperti yang diisukan. Menurut saya, lebih mudah untuk menghancurkan Kota Nabire daripada mengusir Suku Dani,” ujar Mesak kepada media ini, tadi malam.
Di lihat dari perkembangan sejarah daerah ini, pusat pemerintahan Kabupaten Paniai dulu berada di Nabire. Sejak dahulu, tak hanya Suku Dani namun suku-suku lain bahkan suku yang berasal dari luar Papua, sudah ada di Nabire. Warga dari berbagai suku ini sejak dahulu telah beraktivitas di Nabire dan berstatus sebagai warga Nabire.
Menyinggung soal lokasi pendulangan (biasa disebut daerah Kilo, red), kini tak lagi berstatus sebagai tempat mencari makan. Namun wilayah Kilo saat kini sudah menjadi sebuah kampung. Karena di daerah itu sudah ada berbagai sarana prasarana, seperti misalnya sudah ada sekolah dan fasilitas lainnya. Dengan status seperti sekarang ini, kini tinggal bagaimana pemerintah membangun kampung ini lebih baik lagi, bukan kita usir warga yang telah bermukim di sana.
Sementara itu, terhadap hak-hak adat orang asli di 5 distrik yang beberapa waktu lalu sempat menggelar aksi demo damai, kita sebagai pemerintah perlu memfasilitasi. Solusinya, kita buat batas hak masyarakat adat antara suku-suku yang ada di daerah itu. Sehingga tidak ada kesan suku yang satu menguasai hak masyarakat adat suku lain, khususnya suku asli daerah itu.
Disinggung rencana aksi demo dari pihak Suku Dani, kata Wabup Mesak, aksi itu boleh-boleh saja jika didasari dari dalam hati warga sendiri. Hanya saja, kata Wabup, dirinya menduga ada oknum pejabat turut bermain dengan rencana aksi demo tersebut.
“Lebih baik kita ciptakan suasana yang aman di daerah ini. Akan lebih tepat lagi jika aksi dilakukan terhadap oknum pejabat yang melakukan tindakan korupsi di daerah ini,” ujarnya.
Wabup Mesak mengaku salut terhadap warga Suku Dani yang selama ini tidak pernah membiasakan diri ketemu saya (pejabat, red). Namun meraka justeru tetap melakukan aktivitas seperti biasa, seperti berkebun.
“Dalam kondisi mereka yang sudah tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa, siapa yang mempengaruhi untuk melakukan aksi demo. Padahal dengan berdemo itu akan membuang waktu, tenaga bahkan biaya,” tambahnya.
Aksi demo yang isunya akan digelar ini berangkat dari aksi demo sekelompok warga dari 5 distrik beberapa waktu lalu. Mensikapi aksi demo yang lalu, dirinya tidak tinggal diam untuk meyakinkan masyarakat dari 5 distrik agar tidak terjadi perselisihan dengan pihak Suku Dani. Dirinya sudah meyakinkan masyarakat dari 5 distrik bahwa di daerah Kilo sekarang sudah menjadi perkampungan.  Sehingga tidak pernah dirinya mengusir suku tertentu yang kini tengah bermukin di daerah itu.
“Saya tidak pernah usir Suku Dani. Namun lebih tepat untuk bagaimana pemerintah memberikan perhatian agar mereka bisa tinggal dengan aman dan hidup rukun saling berdampingan,” tuturnya. (ros)

 Sumber:
 http://www.papuaposnabire.com/index.php/kabardarinabire/2724-wabup-mesak-tak-pernah-usir-suku-dani

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya