Home » » KNPB Minta Pengamanan Internasional soal Konflik Timika

KNPB Minta Pengamanan Internasional soal Konflik Timika

Laporan Konflik Timika: KNPB Minta Pengamanan Internasional
TIMIKA - Sejak perang saudara bergulir pada 2 Juni 2012 lalu di Timika, Papua Barat, korban
rakyat pribumi Papua Barat terus bertambah. Pihak PT. Freeport Indonesia, TNI/Polri dan Pemerintah Indonesia tidak mampu menyelesaikan pertikaian sepeleh itu.

Mereka justru membiarkan dan ikut memelihara perang saudara ini. Akibatnya, sampai laporan ini dibuat (5/10), puluhan nyawa jadi korban dan banyak yang luka-luka. Menurut pantauan, korban kebanyakan kena anak panah, namun ada pula yang mati ditembak Polisi Indonesia, dan ada juga yang hilang jejak akibat pembunuhan kilat oknum tertentu. Pemerintah RI dan PT. Freeport tidak mampu menyelesaikan konflik, oleh karena itu rakyat menuntut pengamanan Internasional. KNPB Mimika telah mengikuti dan memantau situasi ini dan menyimpulkan perang saudara antara kelompok ini dibiarkan oleh Pemerintah Indonesia dan PT. Freeport. Situasi ini sedang mengarah pada genosida, dan Penguasa Indonesia maupun korporasi milik AS yang ada diatas tanah Amungsa sengaja membiarkan genosida di Timika, Papua Barat.

Kronologis Perang Saudara:

Perang saudara ini bermula dari kesalah pahaman yang terjadi sejak 20 Mei 2012 di Timika, Papua Barat. Awal permulaan kejadian, terjadi antara Ronny Ongomang dengan Aroki Komangal. Ronny Onggomang adalah anak dari Hosea Onggomang, dan Aroki Komangal adalah anak dari Atimus Komangal. Jam 04.00 sore, Aroki pangil Ronny di rumahnya dan mengajak jalan-jalan sore. Mereka dua menggunakan sepeda motornya sendiri-sendiri menuju ke area Jln. PT. Freeport Lama, disebelah Bandara Airport Timika. Mereka dua duduk dan meminum minuman keras.

Tidak lama kemudian ada seorang anak laki-laki bernama Oni Kerembo yang baru selesai mandi dipinggir jalan Freeport lama, yang hendak menghidupkan motornya tiba-tiba ditabrat oleh Ronny Ongomang yang sedang melintas bersama temannya Micke yang diboncengi dengan kecepatan tinggi karena dipengaruhi minuman keras.

Setelah bertabrakan dengan Oni, Ronny masih bisa berdiri lalu mengendarai motornya dan lari kira-kira jarak 1 km lebih dan berhenti dipingir selokan jalan. Menurut keterangan polisi, Rony kemudian terjatuh disana dan meninggal. Sedangkan Oni kerembo mengalami Patah Tulang sehingga dilarikan ke Rumah sakit Mitara Masyarakat RSMM Karitas untuk Pengobatan.

Keesokan harinya, pada Tanggal 21 Mei 2012, sekitar jam 8.00 pagi , ada warga yang menemukan mayat Ronny Onggomang, di selokan di pinggir jalan dimana tempat dia merebahkan diri. Warga langsung menghubunggi pihak Kepolisian bagian Polantas, lalau mayatnya di evakuasi ke Rumah Sakit ( RSUD Mimika )di SP IV. Orang tuanya mendengar berita dan terima mayat, Ronny Onggomang di RSUD.

Pada Tanggal 22 Mei 2012, mayatnya di bawa dan di makamkan di rumah orang tuanya Hosea Ongomang di Kwamki Narama Kab.Mimika.

Pada Tanggal 24-26 Mei 2012 di Mimika Papua Barat, Keluarga korban bersama pihak kepolisian dari Polantas melakukan penyelidikan kasus kematian Ronny. Kepolisian dari polantas mengatakan murni kecelakaan, tetapi keluarga korban tidak terima karena tidak ada tanda-tanda lecet atau sobek bagian tubuh korban.

Pada Tanggal 29 mey 2012, keluarga korban menuduh kesana-kesini dan mengundang semua Tokoh dan orang tua Aroki Komangal untuk pergi langsung menghadap Pihak Kepolisian bagian Polantas dan minta keterangan sejelas-jelasnya. Maka dari Pihak Polantas mengatakan kecelakaan murni tidak ada pelaku, namun pihak keluarga korban tidak puas dengan keterangan Polisi. Akibat ketidak puasan itu, pihak keluarga menuduh Aroki Komangal sebagai pembunuh tanpa bukti yang jelas.

Atimus Komangal dan Benyamin Kiwak Kepala suku besar Damal meminta maaf kepada keluarga korban, namun, keluarga korban menolak kata maaf dari pihak yang dituduh , dan keluarga korban menyatakan mau cari bukti di lapangan dengan adu fisik dan atau perang suku.

Dalam perkara kecil ini, pihak Kepolisian membiarkan, dan tidak langsung ditangani sampai tuntas agar tidak terjadi perang saudara. Tetapi pihak kepolisian sepertinya memberikan kesempatan untuk perang itu terjadi di Timika.

Pada Tanggal 2 Juni 2012 di Mimika Papua, perang saudara pecah , Kelompok Hosea Ongomang melawan kelompok Atimus komangal. Akhirnya terjadi korban dari pihak Hosea Ongomang yaitu Deminus Ongomang.

Pada Tanggal 5 Oktober 2012, sekitar jam 08.24 pagi, Tokoh Masyarakat , Tokoh-Tokoh Gereja ,dan Tokoh-Tokoh Perempuan mengusir secara paksa Kepolisian Indonesia karena pihak kepolisian hanya nonton dan sengaja memelihara konflik di Kwamki Narama, padahal korban sedang berjatuhan.

Kata seorang Tokoh Masyarakat Amungme, Pemerintah Indonesia, dan TNI/POLRI hanya datng jual muka di tempat konflik seperti ini dengan tujuan karena kepentingan Jabatan, Politik dan Ekonomi. Tidak pernah amankan masalah dengan sungguh-sungguh di Papua Khususnya didaerah Tambang Emas Timika.

Pada jam 09.00 WPB, semua Polisi yang ditugaskan di lokasi perang, meninggalkan lokasi perang dengan malu. Semua unsur organisasi masyarakat, Gereja, LSM dan Seluruh tokoh-tokoh menganggap Pemerintah Indonesia, TNI/POLRI sudah tidak sanggup dan gagal TOTAL mengamankan Konflik perang saudara di Timika.

Sampai saat ini perang masih terus berlangsung. Keolisian Indonesia berlum berhasil mengamankan perang saudara itu. Kepolisian justru sibuk mengamankan Freeport Indonesia. Mereka justru melakuan penangkapan terhadap aktivis KNPB di jalan-jalan. Perang yang dipelihara ini membuat rakyat tidak dapat beraktivitas, warga taku terhadap tindakan sewenang-wenang dari Polisi.

Daftar Nama-Nama Korban dari tanggal 20 Mei s/d 5 Oktober 2012

A. Korban Di Pihak Hosea Onggomang
1. Roni Onggomang 16 Thn. Mati di Parit di pinggir jalan.
2. Deminus Onggomang 30 Tahun Mati di Tembak panah oleh teman-temannya sendiri akibat salah tembak.
3. Dominus Ongomang 32 Thn. ditembak Mati Oleh Kapolres Mimika, AKBP. Denny Siregar S.IK.Suku Batak.
4. Doni Onggomang 28 Thn Mati di Tembak Polisi. Doni melihat bahwa kakaknya Dominus di tembak oleh Kapolres. Doni Marah dan mau serang Kapolres tapi dia juga ditembak Oleh Ajudan Kapolres Abram Orang Jayapura.
5. Antelius Ongomang 24 Thn, mati kena anak Panah.
6. Aroki Tabuni 29 Thn, Mati Kena Anak panah,
7. Pak Enos Murib, 35 Thn, mati di Tembak anak panah.
8. Ibu medina Wenda 24 Thn. Mati di tembak panah di Kebun di luar medan perang.
9. Seki Tabuni 36 Thn.Mati di tembak panah.
10. Kamoro Tabuni 30 Thn. Mati di tembak panah.
11. Herry Tabuni 25 Thn, di kejar dibunuh di jalan.

B. KORBAN DI PIHAK Atimus Komanggal

1. Parael Alom
2. Yanuarius Misimbo,mati di bunuh di kebun
3. Nike Misimbo, 10 Thn, mati di bunuh di kebun.
4. Ince Komangal 15 thn, mati di bunuh dalam mobil.
5. Eterikus Beanal , Mati di bunuh dalam mobil.
6. Jhon Beanal 29 thn Hilang oleh orang tak di kenal
7. Frans Beanal, 30 thn. Hilang oleh orang tak di kenal
8. Pdt. Barnabas Komangal.57 Thn. Mati dalam perang keluarga
9. Jumlah Korban Luka serius 12 Orang Pria dan 2 wanita belum ketahui Nama-nama
10. Filemon Hagabal, 35 Thn.Korban Luka serius Kena Panah.
11. Kepala suku Damal, korban Pemukulan DAN Pembantaiaan dilakukan oleh anggota Kepolisian, Sekarang mengalami lumpuh bagian kiri kakinya dan tulang rusuknya patah dan sekarang masih di tahanan di Polres mimika Mill 32 sampai saat ini.
12. Korban Lain di luar dari perang suku, Bapak Tom Yarangga (45 Thn), Yarangga,dibakar dengan Mobil dilakukan oleh Kelompok yang di lati Kusus,sampai detik ini pelaku pembunuhan belum di ketahui oleh Pihak Kepolisian. Bapak Nasyum Simopiaref karyawan PT. KPI, Bpk. Mansawan Security Freeport di bunuh oleh orang yang di latih kusus sampai saat ini belum mengetahui pelaku pembunuhan


Share this video :

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger