.
» » » Peringatan 1 Tahun Peresmian Gereja Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita

Peringatan 1 Tahun Peresmian Gereja Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita

Penulis By on Monday, 13 January 2014 | No comments

Nabire - Minggu kemarin (12/1), Gereja Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) memperingati satu tahun peresmian gereja dan perayaan ulang tahun paroki sekaligus ibadah misa. Ibadah ini dipimpin oleh Mgr. John Philip Gaiyabi Saklil, Pr Uskup Keuskupan Timika.

Rangkaian ibdah ini juga di ikuti dengan acara penerimaan sakramen krisma, pelantikan akolit dan pelantikan panitia pembangunan gereja tahap terakhir. Turut hadir dalam misa tersebut  Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos. beserta Ibu, Kapolres Nabire , Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nabire, Para Muspida Kabupaten Nabire, serta undangan, dan seluruh umat Paroki KSK yang berbahagia.

Dalam sambutannya Bupati Nabire menyampaikan bahwa peringatan yang di laksanakan pada hari ini, memiliki makna dan momentum yang sangat penting, sebab hanya berselang beberapa saat dengan perayaan hari Kelahiran Yesus Kristus, yakni 25 Desember dan Tahun Baru 2014. Oleh karena itu perlu di ketahui bahwa gereja adalah tempat bersekutu umat dengan Tuhan-Nya tempat untuk memuliakan nama Tuhan serta tempat menghimpun persatuaan dan kesatuan diantara sesame umat.

Hal ini lebih diperjelas melalui firman Tuhan dalam Yohanes 17 : 22 yang berbunyi “ SUPAYA MEREKA MENJADI SATU” Firman ini mengisyaratkan agar kita dapat mewujudkan suatu tatanan kehidupan baik secara pribadi setiap individu yang selalu mengutamakan rasa saling mengasihi, saling menghargai dan saling tolong menolong diantara sesame umat manusia.

Sehubungan dengan peringatan Hut Paroki tersebut, ada 3 (tiga) hal yang menjadi perhatian utama agar Paroki dalam pelayanannya kedepan menjadi semakin lebih baik dan mandiri, yakni :

Pertama : Perlu adanya kesadaran yang besar yang lahir dari setiap pribadi untuk sungguh-sungguh terlibat secara aktif dan memberi dukungan dalam berbagai bentuk untuk seluruh pelayanan, baik ibadah-ibadah, pekerjaan fisik maupun kegiatan lainnya.

Kedua : Perlu adanya kesadaran bahwa kita harus memberi untuk Tuhan dan bukan sebaliknya, sehingga kita akan terhindar dari sikap hidup yang hanya meminta dan mengharapkan pemberian orang lain, sebab kita memiliki Yesus yang kaya dan besar Kuasa-Nya.

Ketiga : Perlu adanya pemahaman sama, bahwa semakin aktifnya seseorang dalam berbagai pelayanan, tentunya akan terjadi perubahan sikap yang menunjukan bahwa Yesus semakin besar dan kita semakin kecil, shingga setiap orang dapat saling menerima sebagai satu keluarga ALLAH yang sungguh-sungguh hidup dalam kasih persaudaraan.

Dalam kesempatan ini juga di lanjutkan Ebamokai yang artinya Sumbangan Suka Rela, dimana Bupati Nabire menyarankan para pegawai esalon II, III dan IV Kab. Nabire menyumbangkan dana untuk pembangunan Gereja KSK tahap terakhir. Dan juga turut hadir dalam menyumbangkan dana tersebut dari Kabupaten lainnya dan diberikan batas waktu 3(tiga) bulan untuk membayarkan janji yang diucapakan didepan Mimbar.

(Sumber : Nabirekab.go.id)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya