.
» » » » PERCAKAPAN GUS DUR DAN WIRANTO TERKAIT BENDERA BINTANG KEJORA

PERCAKAPAN GUS DUR DAN WIRANTO TERKAIT BENDERA BINTANG KEJORA

Penulis By on Saturday, 22 February 2014 | No comments

YOGYA - Bendera Bintang Kejora lahir sebagai bendera bangsa Papua yang mana akan mengentitikan orang Papua sebagai orang yang berbudaya dan berbangsa yang pada selanjutnya akan disebut sebagai lambang Negara Papua Barat. Itu pasti akan terwujud.

Yang perluh diketahui oleh semua orang adalah, BENDERA BINTANG KEJORA” itu bukan ada ketika Indonesia merdeka tetapi sebelum Indonesia Merdeka sudah ada Bintang Kejora. 

Hal ini bisa dilihat dari perjuangan Papua Merdeka. Perjuangan Papua Merdeka dimulai sejak tahhun 1932-an dan pada tahun 1961 diakui Bintang Kejora Sebagai lambang Negara bukan lambang Budaya.

Tahun 1961 di New York Belanda, Papua diakui sebagai sebuah Negara dengan lambang bintang kejora dan lagu hai tanahku Papua. Berkibarlah di alam angkasa, bendera Bintang Kejora dalam nyanyian lapu kemerdekaan “hai tanah ku Papua”. Itulah harga diri manusia Papua sebagai ciptaan Allah yang berkodrat kebebasan.

Berdasarkan sejarah perjuangan kemerdekaan Papua sebagai salah satu Negara yang sudah diakui pada tahun 1961 maka, sebagia Negara sudah mendukung dan sedang menyoroti Indonesia untuk harus mengakui Papua sebagai Negara yang sudah merdeka.

Hal ini kembali terjadi perdebatan juga dalam Negara Indonesia. Banyak orang dalam NKRI ini mengakui bahwa Papua adalah sebuah Negara tersendiri bukan sebuah wilayah dalam NKRI maka Negara harus mengakui kemerdekaan Papua.

Bagaimana perdebatan antara Dus Dur dan Wiranto tentang “Bintang Kejora” di Papua?

Gus Dur mengakui dan mempersilahkan untuk kibarkan “BENDERA BINTANG KEJORA”. Sementara itu, pada tahun 2001, Gus Dur merubahkan nama Irian Jaya menjadi Papua. Itulah Gus Dus disebut sebagai guru bagi bangsa Papua.

Gus Dur menyebut bahwa bendera Bintang Kejora hanya sebuah umbul-umbul seperti yang ada ketika pertandingan sepak bola. Gus Dur pun meminta TNI tidak terlalu risau dengan pengibaran bendera tersebut. Itukan bendera Papua, sama dengan bendera Indonesia. Kata gus dus.

Hal ini seperti yang disampaikan Mubarok saat menghadiri acara 1000 hari meninggalnya Gus Dur. Mubarok mendapatkan cerita ini dari mantan Menteri Kelautan Freedy Numberi yang menyaksikan sendiri bagaimana Gus Dur mendamprat Wiranto gara-gara bendera OPM tersebut.

Saat itu Wiranto masih menjabat Menko Polkam dan melapor ke Pak Presiden Gus Dur terkait pengibaran bendera OPM, Bintang Kejora.

"Bapak Presiden, kami laporkan di Papua ada pengibaran bendera Bintang Kejora," ujar Mubarok menirukan Wiranto saat melapor.

Mendengar laporan tersebut, kemudian Gus Dur bertanya, "Apa masih ada bendera Merah Putihnya?" tanya Gus Dur. "Ada hanya satu, tinggi," ujar Wiranto sigap.

Mendengar jawaban itu, Gus Dur kemudian menjawab, "Ya sudah, anggap saja Bintang Kejora itu umbul-umbul, itu kan Bendera mereka, sama dengan merah putih. ujar Gus Dur santai.

"Tapi Bapak Presiden, ini sangat berbahaya," sergah Wiranto.

Gus Dur pun marah dan segera mendamprat Wiranto, "Pikiran Bapak yang harus berubah, apa susahnya menganggap Bintang Kejora sebagai umbul-umbul! Sepakbola saja banyak benderanya!" ucap Gus Dur.

Dalam sebuah diskusi di Kantor PBNU pada Jumat (06/07/2007) Gus Dur yang sudah tidak lagi jadi presiden, kembali menyebut alasannya memperbolehkan bendera Bintang Kejora berkibar. Gus Dur menganggap bendera Bintang Kejora hanya bendera kultural warga Papua.

"Bintang kejora bendera kultural. Kalau kita anggap sebagai bendera politik, salah kita sendiri," kata Gus Dur kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (6/7).

Gus Dur, yang saat menjabat presiden mengabulkan permintaan masyarakat Irian Jaya (waktu itu) untuk menggunakan sebutan Papua, justru menuding polisi dan TNI tidak berpikir mendalam ketika melarang pengibaran bendera Bintang Kejora.

"Ketika polisi melarang, tidak dipikir mendalam, (tim) sepak bola saja punya bendera sendiri. Kita tak perlu ngotot sesuatu yang tak benar," katanya.

Menurut Franz Magnis Suseno, pemberian nama Papua pada Irian Jaya dan pemberian izin pengibaran bendera Bintang Kejora bukan tanda Gus Dur meremehkan terhadap Indonesia. 

Gus Dur percaya pada Orang Papua. Gus Dur tahu bahwa itulah cara untuk merebut hati suatu masyarakat yang puluhan tahun merasa tersinggung, tidak dihormati, dan bahkan dihina. Karena itu orang-orang Papua mencintai Gus Dur," ujar Franz Magnis dalam kata pengantar buku karangan Muhammad AS Hikam, berjudul 'Gus Dur Ku, Gus Dur Anda dan Gus Dur Kita'.

Memang benar, orang Papua tetap menyebut Gus Dur sebagai guru Papua sebab dialah pemimpin Indonesia yang memiliki rasa kemanusiaan terutama kepada masyarakat yand sedang dijajah oleh penguasa Negara. Satu kalimat Gus Dus yang akan dikenang oleh orang Papua adalah, Papua mau merdeka dan tidak itu tergantung kesiapan orang Papua sendiri, itu sama hal dengan kita Indonesia. (Bidaipouga Mote)

Sumber: http://timipotu.blogspot.com/2014/02/percakapan-gus-dur-dan-wiranto-terkait.html
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya