Showing posts with label Seminar. Show all posts
Showing posts with label Seminar. Show all posts

Lagi, Polda Papua Tangkap dan Bubarkan Seminar

 POLDA PAPUA BUBARKAN SEMINAR ULMWP DAN 3 ORANG DITANGKAP
 
Kepolisian Republik Indonesia Kapolresta Jayapura dan Polda PAPUA pada hari ini senin 02 Maret 2015 pada pukul 09.00 WPB telah melakukan pembubaran Terhadap Seminar sehari dan Sosialisasi ULMWP di Aula Asrama Timika perumnas I Waena.
 
Dalam pembubaran Seminar se hari yang direncanakan oleh ke 3 faksi perjuangan yaitu,NRFPB, WPNCL dan PNWP tersebut dibubarkan paksa tanpa alasan yang jelas. 
Dalam pembubaran paksa tersebut polisi melakukan pemukulan terhadap sejumlah panitia seminar dan membuka sepanduk yang dipasang oleh panitia. 
Kemudian 3 Orang panitia ditangkap salah satu adalah SIMION ALUA anggota KNPB Pusat. 
Seminar hari ini direncanakan hari ini sekaligus mendeklarasikan hasil simposium Vanuatu. Kepolisian menurunkan kekuatan penuh teng_teng mobil dalmas mobil tahanan ribuan personil anggota kepolisian brimob.
Sumber : Nesta

Sumber foto : Steven. I


 Sumber : http://phaul-heger.blogspot.com/2015/03/lagi-polda-papua-tangkap-dan-bubarkan.html

Sejumlah Kekerasan Bersenjata Diminta Diungkap

BEM Uncen: Tertembaknya Mako Tabuni Disayangkan
Para pengurus BEM UNcen saat
menggelar jumpa pers, Rabu (11/7).
JAYAPURA – Sejumlah kasus kekerasan yang menggunakan senjata api maupun senjata tajam yang menimbulkan korban jiwa di Papua, terutama yang oleh pihak aparat keamanan masih dinyatakan dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK), diminta segera diungkap dan dijelaskan secara jelas ke masyarakat.

Hal itu diungkapkan sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen), saat menggelar Jumpa Pers di secretariat BEM Uncen, Padang Bulan, Rabu (11/7). “Kami meminta kepada aparat keamanan untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan yang terjdi di tanah Papua ini, sehingga tidak mengakibatkan saling curiga mencurigai antar warga dan jangan ada proses pembiaraan hingga berlarut-larut,” ungkap Yason Ngelia (Kabid Humas & Protoler BEM Uncen) didampingi Alfa Rohrohmana (Kabid Kesejahteraan mahasiswa BEM Uncen), Yoan Wambitman (Ketua BEM Teknik Uncen) dan dua anggota BEM Uncen lainnya.

Apabila tidak segera diungkap, pihaknya khawatir dapat menimbulkan konflik horizontal antara warga masyarakat Papua dan non Papua.

Dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan penyesalannya atas ditembaknnya Mako Tabuni (Ketua I KNPB), sehingga kasus yang sebenarnya tidak terungkap dengan jelas. “Pihak kepolisian (Polda Papua) belum dapat menunjukkan bukti yang akurat kepada publik bahwa Mako Tabuni adalah pelaku penembakan di wilayah Kota Jayapura,” ungkapnya. Kalaupun terbukti, seharusnya pihak kepolisian dapat lebih mengedepankan asas praduga tidak bersalah, sebagai bentuk penghormatan terhadap konstitusi Negara ini yaitu Negara Hukum.

Untuk penanganan konflik yang terjadi di Papua, BEM Uncen meminta kepada pemerintah, baik itu eksekutif dan legislative di Papua dalam hal ini Gubernur, DPRP dan MRP agar turut terlibat dalam menyelesaikan persoalan teror penembakan yang dilakukan OTK, agar secepatnya ada kenyamanan & kedamaian di seluruh tanah Papua.

BEM Uncen juga meminta kepada Pemerintah Papua dan TNI Polri dapat memberikan jaminan keamanan kepada seluruh warga di tanah Papua, terlebih khusus di beberapa daerah dimana terjadi kasus-kasus penembakan.(aj/don/l03)

http://bintangpapua.com/headline/24759-sejumlah-kekerasan-bersenjata-diminta-diungkap

 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger