.
» » Bupati Dogiyai, Ribuan Makanan Kadaluarsa di Musnaknan di Tengah Rakyat Dogiyai

Bupati Dogiyai, Ribuan Makanan Kadaluarsa di Musnaknan di Tengah Rakyat Dogiyai

Penulis By on Wednesday, 15 June 2016 | No comments

Dogiyai,rsdofm: Saya melakukan pemusnahan terhadap hasil sidak makanan tak layak konsumsi yang diperjual belikan oleh pedagang di kabupaten Dogiyai, di terminal Moanemani, ditengah Masyarakat supaya masyarakat memahami dan mengerti di toko atau kios itu banyak makan tak layak untuk dikonsumsi dan masyarakat terbiasa mengkonsumsi makanan alami, dibanding makanan tokoh/ kios, “ Jelas Herman Auwe, sebelum di lakukan pemusnahan makanan exspier,

Pemusnahan ribuan makanan kadaluarsa oleh Bupati Dogiyai, Herman Auwe, Selasa, 14/6, dihadiri, Kapolsek Kamu Mapia, Danramil Kamu Mapia, serta seluruh unsure muspida Kabupaten Dogiyai, disaksikan oleh ribuan masyarakat Kabupaten Dogiyai, pemusnahan ribuan kemasan makanan tersebut, dilakukan di terminal Moanemani, 

Sebelum di lakukan pemusnahan makanan tak layak dikonsumsi tersebut, Bupati Kabupaten Dogiyai mengajak kepada seluruh warga Masyarakat yang ikut menyaksikan pembakaran tersebut bahwa, “ Banyak warga masyarakat Kabupaten Dogiyai akibat mengkonsumsi makanan kadaluarga yang tidak diketahui tanggal lebel produk yang dicantumkan, “Ujar Bupati Herman Auwe, 

Karena itu, Kata Bupati bahwa, Warga masyarakat kabupaten Dogiyai lebih banyak mengkonsumsi makanan alami dibanding makanan kemasan di tokoh, 

“saya bakar makanan kadaluarsa ditengah tengah masyarakat, di terminal, supaya masyarakat kabupaten dogiyai melihat langsung bahwa di kios kabupaten dogiyai banyak makanan tak layak dikonsumsi,”Ujar Auwe.

Selain itu, Herman Auwe, menjelaskan bahwa Kabupaten Dogiyai kaya dengan makanan, dibandingkan kabupaten lain, maka masyarakat dogiyai dogiyai lebih banyak mengkonsumsi makanan alami darp pada makanan kemasanan yang di jual belikan di took atau kios,

“Kita masih mudah tetapi sakit tulang, kelihatan sehat tapi tidak ada darah dalam tubuh, atau batuk pilek, diare, atau cepat terserang penyakit karena kita lebih banyak mengkonsumsi makanan tokoh,” Jelas Herman Auwe.

Dari hasil pantauan pemusnahan makanan kadaluarsa hasil sidak pemerintaha Kabupaten dogiyai, diantaranya makanan bungkus berupa indo mie, kopi sacets, Maksako, sardines, susu kaleng bendera, kecap, veksin, saus, serta makanan ringan sesuka anak anak siap saji, 

Seusai dilakukan pemkaranan secara terpisah, Bupati Kabupaten Dogiyai, meminta instansi terkait agar punya program khusus, artinya setiap satu tahun, empat kali dilakukan inpeksi mendadak terhadap setiap kios yang  ada di kabupaten dogiyai,

Selain itu, ia juga meminta kepada pedagang los kios dikabupaten dogiyai agar tidak diperbolehkan memperjual belikan makanan label tanggal sudah ekspaier, karena itu menimbulkan penyaklit bagi masyarakat kabupaten Dogiyai, 

“Apabila kedapatan setiap kali sidak lebih banyak mendapatkan makanan tak layak di konsumsi, pemerintah daerah tak sengan sengan akan mencabut ijin berdagang di Kabupaten Dogiyai,” Tegas Auwe.
Selain itu, ia juga meminta kepada instansi terkait agar programkan sosialisasi terhadap para pedadang di kabupaten Kabupaten Dogiyai, agar mereka tidak menjual makanan tak layak, di wilayah Kabupaten Dogiyai,” Ujar Herman.

Ditempat yang sama, ketika disaksikan oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Dogiyai, Germanus Goo, meminta dengan uangkapan bahasa daerah bahwa, 

“Kita sudah lupah makanan asli kami, petatas, sayur, betee, sagu, dan lebih suka mengkonsumsi makananan kios sehingga cepat meniggal dunia, sedangkan nenek moyang kami dulu punya umurnyanya panjang, maka saya menghimbau agar masyarakat kabupaten Dogiyai kembali mengkonsumsi makanan asli,” teriak Germanuns.

Sementara itu, Kepala Dinas perindustrian dan perdagagan, Kabupaten Dogiyai, Andreas Gobay, menjelaskan bahwa menjelang bulan Ramadhan, Pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai telah melakukan pemeriksaan mendadak di sejumlah los kios tempat menjual bahan pokok.

Sidak tersebut dilakukan, untuk memeriksa  semua barang dagangan yang ada, apakah masih berlaku atau sudah kadaluarsa.

“Ketika ada yang sudah kadaluarsa tentu akan langsung kita sita dan juga kita cek harganya. Jangan sampai ada pedagang yang menjual dengan harga yang tidak sesuai,” ujarnya (Anou/Humas)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya