Showing posts with label Satwa. Show all posts
Showing posts with label Satwa. Show all posts

WWF Masih Fokus Teliti Habitat Cenderawasih di Jayapura

logo wwf.foto/shutterstock
World Wildlife Fund (WWF) Program Indonesia Region Papua hingga kini masih melakukan penelitian pelestarian habitat Burung Cenderawasih di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. Tahapannya saat ini masih dalam proses pemetaan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan masyarakat adat. Hal itu disampaikan oleh Direktur WWF Program Indonesia Region Papua Benja Victor Mambai di Jayapura, Minggu (13/11/2016) sebagaimana dilaporkan oleh Antara.

"Lokasi pelestarian habitat Burung Cenderawasih ini sangat strategis karena terletak di pinggir jalan utama sehingga tidak sulit untuk dikunjungi," katanya.

Benja menjelaskan pihaknya berharap semakin banyak jenis Burung Cenderawasih yang dapat ditemui dan dilindungi populasinya sehingga keanekaragaman hewan di Papua tetap ada.

Sebelumnya, WWF Program Indonesia Region Papua mendorong kawasan hutan pada wilayah 10 suku di Distrik Nimbokrang khususnya Kampung Repong Muaf, Kabupaten Jayapura menjadi taman nasional.

Piter Roki Aloysius, Koordinator Pengelolaan Hutan Berkelanjutan WWF Program Indonesia Region Papua, mengatakan pihaknya telah melakukan studi keanekaragaman hayati, ekologi, pemanfaatan ekonomi dan sosial budaya.

"Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan WWF terhadap warga kampung Distrik Nimbokrang yang menginginkan daerahnya menjadi kawasan taman nasional," katanya.

Sekadar diketahui, 10 wilayah suku di Distrik Nimbokrang yang didorong menjadi kawasan taman nasional yakni suku Baay, Wouw, Waisimon, Waipon, Demogreng, Kekri, Kasmando, Bano, Tecuari dan Bernifu.

(mut/mut/tirto.id )

Hiu Paus Langka Mati Tertabrak KM Labobar di Papua

JAYAPURA - Seekor hiu paus langka dan dilindungi, mati akibat tertabrak Kapal Motor Labobar. Diduga hiu paus tersebut tertabrak di sekitar perairan Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen saat kapal dalam perjalanan ke Jayapura.

Keberadaan hiu paus itu baru terungkap setelah KM Labobar berlabuh di perairan Jayapura. Para penumpang terkejut melihat hiu paus tersangkut di haluan depan kapal.

Hewan bernama latin rhincodon typus itu memiliki panjang kurang lebih empat meter dan kondisinya sudah mati. Ikan tersebut diperkirakan mati kurang lebih 24 jam karena badannya sudah bengkak dan membusuk.

Penanggung jawab karantina ikan pelabuhan laut Jayapura, Izaak Andrie, mengatakan, ini merupakan hiu paus yang dilindungi dan tergolong anakan.

"Kami telah berkoordinasi dengan Kapten Kapal Motor Labobar untuk membawa bangkai satwa tersebut ke laut lepas sehingga proses penguraiannya tak menimbulkan masalah," kata Izaak, Kamis (25/8/2016).

Di Papua, warga biasa menyebut hiu paus dengan sebutan gurano bintang. Satwa ini merupakan salah satu ikan terbesar di dunia, dengan ukuran terbesar mencapai 20 meter, sedangkan ukuran terkecil 55 sentimeter. Biasanya hiu paus ini ditemui di perairan Kwatisore, Papua Barat dan sekitarnya.
(ris) newsokezone
 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger