Showing posts with label Entertainment. Show all posts
Showing posts with label Entertainment. Show all posts

POLITIK PENDIDIKAN


Pete Seeger saat berusia 88 tahun, bersama temannya, Ed Renehan (foto wikipedia)
POLITIK PENDIDIKAN 

Apa yang kau pelajari di sekolah hari ini, anakku?
Apa yang kau pelajari di sekolah hari ini, anakku?

Aku diajari bahwa Washington tidak pernah berdusta,
Aku diajari bahwa tentara itu tidak gampang mati,
Aku diajari bahwa setiap orang punya kebebasan,
Begitulah yang diajarkan guruku.

Itulah yang aku pelajari di sekolah hari ini,
Itulah yang aku pelajari di sekolah.

Aku diajari bahwa polisi adalah sahabatku,
Aku diajari bahwa keadilan tidak pernah mati,
Aku diajari bahwa pembunuh itu mati karena kejahatannya sendiri,
Meski kadang kita juga membuat kesalahan.

Aku diajari bahwa pemerintah harus kuat,
Pemerintah selalu benar dan tidak pernah salah,
Pemimpin kita adalah orang yang paling bijak,
Dan lagi-lagi kita akan memilih mereka.

Aku diajari bahwa perang itu tidak begitu buruk,
Aku diajari bahwa ada sebuah perang besar yang pernah terjadi,
Kita dulu pernah berperang di Jerman dan Perancis,
Dan mungkin suatu saat aku akan berperang.

Itulah yang aku pelajari di sekolah hari ini,
Itulah yang aku pelajari di sekolah.

(Lagu Tom Paxton yang dinyanyikan oleh Peter Seeger Less)

Mengenag Arnold Clemens Ap

Arnold Clemens Ap (foto list dok)
Arnold Clemens Ap: Banyak dari Anda barangkali tidak mengenal nama ini. Dia adalah antropolog, kurator museum Universitas Cendrawasih, seorang penyiar radio yang mengasuh acara Pelangi Budaya Irian Jaya, yang disiarkan setiap pekan oleh RRI Jayapura.

Arnold Ap juga seorang musisi. Dia mendirikan sebuah group musik yang bernama "Mambesak." Dia mengumpulkan berbagai lagu-lagu tradisional Papua dari berbagai suku dan menyanyikannya sebagai lagu rakyat atau folk songs.

Papua adalah musik. Anda mulai bernyanyi, orang secara otomatis akan mengikuti dengan suara 1, 2, 3, dan seterusnya. Iramanya akan jalin menjalin dan bergulung-gulung dengan indah.

Arnold Ap mengarang beberapa lagu berbahasa Indonesia. Salah satunya adalah "Nyanyian Sunyi," yang menjadi favorit saya. Lagu ini penuh kenangan karena pernah menemani saya dalam kesunyian.

Dalam lagu ini, Arnold Ap memainkan semua ironi yang bisa dia ungkapkan tentang tanah dan nasib bangsanya Papua. Refrainnya berbunyi: Surga yang terlantar dan penuh senyuman// Laut mutiara yang hitam terpendam //Dan sungai yang deras mengalirkan emas

Surga terlantar tapi masih bisa tersenyum. Laut mutiara tapi hitam terpendam. Sungai deras, mengalirkan emas yang tak terjangkau. Tanah yang permai, kaya (namun) melarat.

Saya selalu mendengar lagu ini dengan kepedihan yang menyayat.

Ada satu lagi dari Arnold Ap yang berbahasa Indonesia yang juga saya suka. Lagu ini ditulis oleh Arnold Ap di dalam penjara, saat tahu bahwa dia akan meninggal.

Pada bulan November 1983, Arnold Ap dan kawannya Eddie Mofu ditangkap pasukan Kopassus. Dia dijebloskan ke dalam tahanan dan disiksa.

Dia dituduh bersimpati pada gerakan Organisasi Papua Merdeka. Hanya karena kegiatannya dalam memajukan kebudayaan Papua. Tentu saja, dia tidak pernah diadili.

Dalam penjara, Arnold Ap menciptakan lagu yang mengungkapkan kerinduannya akan kebebasan. Lagu ini direkam dalam pita kaset dan diselundupkan keluar, kepada istrinya yang sudah terlebih dahulu lari dan hidup di kamp pengungsian di Papua New Guinea.

Hidup ini suatu misteri
Tak terbayang, juga tak terduga
Beginilah kenyataan ini
Aku terkurung di dalam duniaku

Yang kudamba dan kunanti
Tiada lain, hanya kebebasan 2x

Andai saja aku burung elang
Terbang tinggi, mata menelusur
Tapi sayang nasib burung sial
Jadi buruan, akhirnya terkurung

Yang ku damba yang ku nanti
Tiada lain, hanya kebebasan 2x


Arnold Ap akhirnya ditemukan meninggal pada hari raya Paskah tanggal 26 April, 1984 di Pantai Pasir 6, Jayapura. Kepalanya ada luka tembak dari belakang. Keterangan aparat keamanan Indonesia adalah karena dia berusaha melarikan diri.

Apa yang tidak bisa dibunuh dari Arnold Ap adalah warisan imajinasinya. Dia membantu bangsa Papua menemukan dirinya sendiri. Generasi muda Papua menciptakan musiknya sendiri. Tidak sedikit yang berkiblat pada ide-ide yang sudah ditanamkan pondasinya oleh Arnold Ap.

Hari-hari ini saya mengenangkan Arnold Ap dan Eddie Mofu, yang keduanya dibunuh tiga puluh lima tahun yang lalu.

Lagu terakhir Arnold Ap bisa ditonton disini:

https://bit.ly/2ZsDfsw

Lagu "Nyanyian Sunyi" bisa didengarkan disini:

https://bit.ly/2VZyDIh

#Repost Fb: made Supriatma
#melawanlupa

Konser ‘Tribute To Rio Grime’ Bukti Papua Punya Segudang Musisi

Konser Papua Dalam Cinta Tribute to Rio Grime yang berlangsung Selasa, (31/10) malam di Graha Bhkati Budaya( GBB) TIM, Jakarta membuktikan bahwa Papua memiliki segudang musisi yang mumpuni. Lebih dari 100 orang musisi, termasuk penari, tampil memukau di hadapan ratusan penonton yang membludak hingga banyak yang berdiri tak kebagian kursi.
 
Cover CD Rio Grime

Dari deretan bangku VVIP nampak Menpora Imam Nahrawi, Mempupera Basuki Hadi Mulyono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, serta tokoh–tokoh masyarakat Papua seperti Yorris Raweyai. Hadir pula Judhi Kristianto dari JK record yang menjadi produser dua album kelompok Rio Grime.

 Selengkapnya Baca PACEBRO

Band Legendaris Papua Black Brother Hipnotis Warga Jayawijaya

Black Brother saat menghibur warga Jayawijaya/Foto: Istimewa
JAYAPURA,-Kerinduan warga Jayawijaya untuk mendengar dan melihat secara langsung band legendaris Papua Black Brother terobati. Pasalnya, Sabtu (11/03) ribuan warga Papua  yang datang menyaksikan pembukaan turnamen JWW Cup 2017 yang berlangsung di Stadion Pendidikan Wamena dihibur oleh lantunan lagu-lagu Papua ciptaan Black Brother.

Tak tanggung-tanggung warga yang terlarut dalam lantunan lagu-lagu legendaris tiu ikut bernyanyai bahkan hingga bergoyang bersama. Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo mengatakan dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada Black Brother yang setalah 37 tahun lamanya kembali menghibur warga Jayawijaya. “Setelah menunggu salam 37 tahun, group band tertanama asal Papua kembali lagi menghibur warga Lemba Baliem,”tutur Wempi Wetipo.

Black Brother adalah group Band yang pernah mengharumkan nama Papua dibelantara musik nasional dan internasional, dan kini mereka masih tetap ada di hati orang Papua. Sementara itu kordinator penyelanggara JWW CUP 2017 wilayah Jayawijaya Paul Mathoan mengaku kehadirian Black Brother di pembukaan turnamen JWW Cup di Stadion pendidik Wamenna menambah semarak acara pembukaan.

“Ribuan warga berbodong-bodong datang ke stadion pendidikan untuk menyaksikan pembukaan turnamen JWW Cup yang dihibur oleh Black Brother,”tutur Paul Mathoan. Menurut Paul Mathouan, warga yang datang menyaksikan pembukaan turnamen JWW Cup ini tak hanya terhibur oleh hasil pertandingan tetapi oleh alunan musik Black Brother dan Edo Kondologit.

Seperti diketahui bahwa pembukaan turnaman JWW Cup di Wamena di awali dengan laga perdana antara ABA Netaikem vs STIKIP Kristen yang dimenangkan oleh STIKIP Kristen Wamena dengan skor 2-1. [Roberth/WARTAPLUS].

Comeback, Black Brothers Kolaborasi Dengan Keluarga Ayu Azhari

Black Brothers ©KapanLagi.com®/Sahal Fadli
Band legendaris Black Brothers kembali menampakan diri di jagad musik Tanah Air. Band yang digawangi dengan formasi baru sembilan orang itu menggelar showcase bertajuk Konser Malam Kenangan The Legend Black Broters, di Motion Blue, Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat. 


Aktris senior dan juga penyanyi, Ayu Azhari ikut berkolaborasi dengan Yochie Pattipeiluhu (vokal, keyboard), David R (gitar), Amry MK (saxophone), Marthen Korwa (vokal), Pilatus Daisiu (gitar), Fret Wakum (bas), Michael R (keyboard), David Doom (drum) dan Rendra (terompet) dengan menyumbang beberapa lagu.

Ayu terlihat bisa menyatu dengan band yang aktif di era 70-an tersebut. Di atas panggung, Ayu melantunkan lagu Keroncong Kenangan. Yang menarik, perhelatan musik tersebut digagas oleh putra sulungnya, Axel Djody dan John Kamaru.
Black Brothers kolaborasi dengan keluarga Ayu Azhari ©KapanLagi.com®/Sahal Fadli

"Anak saya Axel sudah beberapa kali buat acara-acara musik seperti ini. Saya hanya mensupport saja. Dia mengingat almarhum papanya kan pemusik, saya ibunya juga penyanyi itu yang mendorong dia untuk terlibat di acara-acara musik," ucap Ayu saat naik ke atas panggung.

Tidak hanya itu, putri Ayu, Isabelle Tramp juga turut berkolaborasi dengan Black Brothers dalam lagu Hari Kiamat dan Sajojo. Ayu dan Black Brothers pun terkejut dengan animo penonton yang melebihi harapan.

"Kita ngundang 150 tapi yang datang 300 orang. Kita ada rencana buat turnya juga lima kota Surabaya, Solo, dan beberapa kota lain," kata Ayu.

Dalam penampilannya malam itu, band legendaris asal Papua itu membawakan lebih dari 20 lagu yang hits pada masanya dulu. Para tamu undangan yang hadir pun tak henti memberikan applause tatkala usai mendengar lagu-lagu kenangan seperti Derita Tiada Akhir, Gadis Lembah Sunyi, Irian Jaya/Papua, Persipura, Kenangan November, Lonceng Kematian, dan juga hits everlasting Kisah Seorang Pramuria.

  (kpl/aal/phi)

 Kapanlagi.com




Peringati 37 Tahun Mambesak, Panitia HUT Mambesak Nabire Akan Gelar “Semalam Mengenang Mambesak”

Grup Mambesak atau dalam bahasa Biak Numfor berarti burung Cenderawasih atau burung kuning. Tidak terlalu banyak yang tahu keberadaan grup ini, namun bagi warga Papua, grup ini merupakan simbol dan kebangkitan seni budaya Papua.

Berdiri 15 agustus 1978, Mambesak digawangi oleh Arnold Clemens AP, Eddy Mofu, Sam Kapisa, Yoel Kafiar, dan Martiny Sawaki. Ide dasar terbentuknya grup ini adalah untuk mengangkat kesenian rakyat Papua yang berakar pada lagu-lagu dan tarian rakyat, dan menampilkannya dalam bentuk nyanyian dengan peralatan ukulele (gitar kecil), tifa (kendang khas Papua), bass, dan gitar.

c

Pementasan mereka juga diselingi dengan mop (guyonan-goyonan khas Papua) yang dibawakan oleh Arnold Ap. Dalam setiap penampilannya, selain menyanyikan lagu dan menari, Mambesak juga menggunakan logat bahasa Indonesia logat Papua dan menguraikan beberapa unsur-unsur kebudayaan Papua.

Kehadiran Mambesak disambut antusias rakyat Papua yang membayangkan identitas budaya mereka. Kebangkitan budaya Papua yang lama terpendam sempat muncul pada tahun 1970−1980-an ketika Arnold Ap dan Grup Mambesak-nya begitu terkenal di seluruh Papua. Lima volume kaset Mambesak yang berisi reproduksi dan rearrangement lagu-lagu daerah Papua berulang kali habis terjual dan diproduksi kembali. Siaran radio Pelangi Budaya dan Pancaran Sastra yang diasuh oleh Arnold Ap dkk dari Mambesak di Studio RRI Nusantara V Jayapura setiap hari Minggu siang sangat populer.

Kebangkitan identitas budaya Papua melalui kesenian inilah yang dicurigai oleh Pemerintah Indonesia sebagai benih-benih separatisme Papua. Aparat keamanan saat itu, Koppasandha (kini Kopassus) mencurigai gerakan kebudayaan Arnold Ap dan Mambesak adalah benih laten “nasionalisme Papua” dalam “bungkus kultural”. Arnold Ap akhirnya ditembak di pantai Pasir Enam, sebelah timur kota Jayapura pada 26 April 1984, pada saat sedang menunggu perahu bermotor yang konon akan mengungsikannya ke Vanimo, Papua Nugini, ke mana isteri, anak-anak, dan sejumlah teman Arnold Ap telah mengungsi terlebih dahulu pada 7 Februari 1984.

Dalam rangka memperingati hari Mambesak inilah, Panitia lomba HUT Mambesak berinisiatif melaksanakan kegiatan perlombaan tarik suara dalam bentuk group musik dan seni tarik suara yang akan dilaksanakan 13 Agustus 2015 mendatang bertajuk ‘Semalam Mengenang Mambesak’.

Pihak panitia dan penanggung jawab kegiatan, yakni Dewan Adat Papua (DAP) dan dari Suku Besar Yerisiam Gua memberi kesempatan kepada semua calon peserta untuk mendaftarkan diri di Sekretariat Panitia Jalan Yos Sudarso Oyehe atau dikediaman Almarhum SP. Hanebora depan SPBU Oyehe.

Menurut Ketua panitia, John Gobai didamping sekretarisnya Robertino Hanebora, latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini pertama, arus perkembangan modern begitu cepat masuk di seantero Indonesia pada umumnya dan Papua pada khususnya, menyebabkan hilangnya nilai-nilai kearifan lokal budaya adat istiadat yang menjadi sebuah identitas suatu komunitas manusia.

Dan kedua, lanjutnya, musik tradisional Papua dengan lagu daerah merupakan sebuah ciri khas yang menunjukan integritas manusia Papua kini diambang kepunahan. Arnold Aap, seorang tokoh antropolog dan pemerhati musik dan budaya Papua yang dalam sejarahnya membuat sebuah group musik ‘Mambesak’ dengan melagukan lagu-lagu daerah asli Papua di era tahun tujuh puluhan dari berbagai bahasa daerah di Tanah Papua, menjadi sebuah sosok yang patut dicontohi oleh generasi muda Papua saat ini.

Tambah John, sehubungan dengan hal tersebut menjadi sebuah motivasi sehingga muncul sebuah ide guna melakukan sebuah perlombaan tarik suara dalam bentuk group musik dan seni tarik suara.

Ada beberapa hal, diantaranya mengangkat nilai-nilai budaya lewat musik daerah lebih khususnya daerah Nabire dari arus modern/globalisasi, mendidik generasi muda Papua/Nabire lewat alat musik tradisional dan budaya Papua yang sesungguhnya dan meningkatkan jati diri masyarakat  Papua/Nabire dari kepunahan budaya Papua dan arus global nasional dan internasional.

Diluar itu, kegiatan yang didukung oleh aliasi masyarakat pesisir dan kepulauan Kabupaten Nabire ini kiranya tercipta generasi penerus Papua/Nabire yang menjaga dan mengormati musik daerah tradisonal sebagai jati dirinya.

NABIRE.NET

 

Warga Papua Tetap Polisikan Cita Citata

Cita Citata diperiksa selama 8 jam © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
JAKARTA
– Kendati sudah meminta maaf, warga Papua ternyata tetap melaporkan Cita Citata ke polisi. Padahal, penyanyi berusia 22 tahun itu telah meminta maaf secara terbuka. Bahkan, janda muda itu sudah mendatangi anggota DPR asal Papua untuk menyampaikan penyesalannya. Namun, upaya Cita Citata itu ternyata dianggap belum cukup.

Cita Citata sendiri sudah beruangkali menyampaikan bahwa dia tidak sengaja membuat statemen yang terkesan menyinggung warga Papua. Namun dia tetap menyadari kekeliruannya dan bersedia bersujud di kaki warga Papua asalkan dimaafkan.

Komunitas Papua Mandiri yang merupakan pelapor Cita Citata ke kepolisian, bersikukuh untuk membawa pernyataan bernada negatif tersebut ke ranah hukum demi pembelajaran bagi setiap orang di masa depan.
“Bahwa Cita Citata datangi anggota DPR pewakilan Papua itu adalah itikad baik, kita apresiasi. Tetapi itu semua tidak menghilangkan proses pemanggilan yang sedang dijalankan di Polda Metro Jaya,” ucap Dedi Junaedi, selaku pengacara pelapor Cita Citata saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/4/2015).
“Saya yakinkan kepada klien saya bahwa mereka (masyarakat Papua) ingin memberikan efek jera kepada siapapun, dalam hal ini Cita Citata. Supaya ke depannya tidak diulangi lagi,” papar dia.

Masyarakat Papua, diakuinya, mengapresiasi Cita Citata yang mau mengenakan busana tradisional rakyat Papua. Namun sayangnya, hal itu tercoreng dengan kata-katanya yang tidak menunjukkan rasa hormat terhadap suku dan kebudayaan di Indonesia.

“Masyarakat Papua ini punya keleluhuran yang harus dihormati. Siapapun dia, siapapun orangnya. Mereka senang sekali Cita Citata gunakan busana etnis Papua, tapi endingnya itu nggak enak lho, soal ucapan itu,” tutup dia. (indopos/amd/one)

Fakta Payudara

1. Berat rata-rata payudara yakni 500 gram, dan mengandung sekitar 4-5 persen total lemak tubuh.

2. Sama seperti penis pada lelaki, payudara juga membengkak ketika terangsang.

3. Ketika ereksi, puting susu perempuan bisa mencapai panjang sekitar 1 cm.

4. Ukuran rata-rata payudara di Amerika Serikat (AS) saat ini adalah 36C. Sementara itu, 15 tahun yang lampau ukuran rata-ratanya adalah 34B.

5. Payudara berukuran besar tidak menarik bagi manusia abad pertengahan. Pada masa itu, payudara berukuran kecil dan berjarak lebar dianggap lebih sempurna.

6. Pada 2008, terdapat 307.230 operasi pembesaran payudara di AS. Prosedur tersebut menduduki peringkat pertama setelah operasi hidung (279.000) dan sedot lemak (245.000).

7. Biaya yang dibutuhkan untuk operasi tersebut rata-rata sekitar US$3.700, dan itu baru untuk implan awal. Perempuan biasanya perlu melakukan operasi tambahan untuk memperbaiki keretakan, gelombang, dan kerutan pada payudara.

8. Barangkali itu sebabnya sebanyak 20.967 perempuan memilih mengeluarkan implannya pada 2008. Lucunya, sebanyak 17.902 operasi pengangkatan jaringan payudara dilakukan oleh laki-laki.

9. Hingga saat ini, para dokter bedah telah mencoba berbagai jenis implan yang akhirnya membawa bencana, mulai dari gading, bola kaca, karet, tulang rawan lembu jantan, poliester, serta injeksi silikon. Metode terakhir merupakan metode operasi yang populer di tahun 1960-an, dan menjadi penyebab sejumlah komplikasi kesehatan seperti granuloma dan kerusakan rupa.

10. Sheyla Hershey dinobatkan sebagai pemilik impan payudara terbesar, dengan volume implan 10.000 cc.

11. Bra sebagai pakaian dalam perempuan telah diciptakan sejak abad ke-7 SM. Akan tetapi, produksi besar-besaran baru dimulai pada 1930-an. Saat ini, industri bra mengeruk pendapataan sebesar US$16 miliar per tahun.

12. Di beberapa tempat di dunia, perempuan yang enggan mengenakan bra dilegalkan tampil topless di Hawaii, Texas, Ohio, Maine, dan New York. Akan tetapi, mereka masih bisa terjerat hukum ketentraman publik. Sementara itu, perempuan yang tertangkap tampil topless di sepanjang pantai Dubai dijebloskan ke penjara selama enam bulan.

13. Dibandingkan dengan susu sapi, payudara perempuan menghasilkan susu yang terasa lebih manis, lebih banyak vitamin E, zat besi, asam lemak esensial, serta lebih sedikit sodium.

14. Sebanyak 5 persen bayi yang baru lahir mengeluarkan susu pada dua bulan pertama setelah dilahirkan. Fenomena ini disebut sebagai ''witch's milk'' dan dialami oleh kedua jender.

15. Hindari merokok jika tidak ingin payudara Anda kendur. Zat-zat kimia yang terkandung di dalam rokok merusak elastin kulit sehingga membuat payudara 'turun'. (FB)

Edo Kondologit Jabarkan Pentingnya Konservasi Bumi

Edo Kondologit @ Foto: KapanLagi.com®
Sebagai makhluk Tuhan yang mengisi bumi dan alam semesta, memang seharusnya manusia turut menjaga kelestarian bumi beserta isinya. Bagaimanapun, manusia dan alam adalah satu bagian. Tindakan konservasi atau upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan dan melindungi alam dirasa sangat penting guna menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Hal ini disetujui oleh salah satu Putra Papua yang memiliki suara emas, Edo Kondologit.

"Konservasi itu penting! Kita hidup di bumi yang sama, bumi ini enggak pernah bertambah besar. Yang bertambah itu adalah manusia, kita bertambah banyak setiap saat, setiap hari malah angka kelahiran bertambah terus. Dengan kesehatan yang baik, angka kematian sedikit dan angka kelahiran banyak. Artinya bagaimana kita menjaga bumi yang semakin sempit ini supaya nyaman buat kita semua. Jadi tidak mungkin tidak ada kata konservasi. Di sini ada alam, pohon, tumbuhan dan hewan. Kita menjadi satu di sini, di satu bumi yang semakin sempit. Jadi konservasi menurut saya itu penting banget," imbuhnya kepada media
"Saya selalu tanamkan di keluarga, terutama anak anak saya. Sisa atau sampah dari makanan kita, saya biasakan mereka taruh di sebuah tempat, lalu ini bisa dijadikan pupuk dan mengurangi penggunaan plastik aja dalam sehari. Hal ini akan memberikan sumbangsih yang besar banget," tambahnya.

Penyanyi yang sangat suka tanaman ini, mengakui bahwa dirinya tidak bisa berharap banyak kepada pemerintah dalam konteks memberikan sanksi tegas kepada oknum yang melakukan pelanggaran terhadap alam.
"Pemerintah kita masih selalu membela kepentingan orang-orang yang dekat dengan dia, misalkan si pemilik modal tersebut. Perusahaan tersebut melakukan pengrusakan tapi pemerintah seakan tutup mata! Jadi saya enggak berharap banyak sama Pemerintah untuk melakukan sanksi tegas terhadap orang orang yang melakukan pelanggaran terhadap alam," papar penyanyi yang sudah memiliki usaha karaoke di bilangan Cibubur ini secara lantang.

Putra Papua yang akan merilis album barunya di tahun 2013 ini berharap adanya pembangunan yang ideal di Papua. "Pembangunan di Papua adalah pembangunan yang seharusnya yang melindungi masyarakat adat. Masyarakat ini hubungannya juga ke lingkungan. Jika masyarakat adat dilindungi otomatis lingkungan juga dilindungi. Karena mereka sangat menghargai alam, mereka menganggap alam itu seperti Ibu." (kpl/win/dew/Kapanlagi.com - )


Februari nanti Edo luncurkan "Aku Papua"

Edo Kondologit (kapanlagi.com)
Jakarta  - Sebagai bentuk kecintaannya kepada tanah kelahirannya, Edo Kondologit akan segera meluncurkan album bertajuk "Aku Papua" Februari 2013 mendatang.
"Semua sudah siap tinggal launching saja, tapi karena saya banyak acara dan kegiatan makannya tertunda terus. Ya sekitar Februari tahun depan," ujar dia. 

Album berisi 8 lagu ini dia dedikasikan untuk cintanya pada Papua dan identitasnya sebagai orang Papua. 

"Ini khusus saya persembahkan untuk Papua lagu-lagunya semua asal Papua, saya nyanyikan. Kita harus bangga terhadap keberagaman budaya ini," ujar dia.

Salah satu lagunya berjudul "Pangkur Sagu" bercerita tentang proses pembuatan makanan pokok orang Papua dan disebutnya sebagai lagu yang bagus. 

"Karena ciri khas orang Papua adalah makan sagu," katanya sembari menyatakan sagu bisa mengatasi krisis makanan pokok.
 
Sumber: Antara
0

Benyamin Lagowan, Aktor Lokal Papua di 'Cinta dari Wamena'

Benyamin bersama seorang
pemain lokal lainnya (Gus Mun)
Jakarta - Film 'Cinta dari Wamena' menampilkan tiga aktor lokal Papua sebagai tokoh sentralnya. Salah satunya adalah Benyamin Lagowan. Yuk kenalan dengan cowok yang masih kuliah di jurusan kedokteran itu!

Benyamin berperan sebagai pemuda desa bernama Tembi. Untuk mewujudkan mimpinya mengenyam pendidikan, ia pun harus pindah ke Wamena dan mendapatkan pendidikan gratis.

Di lingkungan barunya itu, Tembi harus beradaptasi dengan gaya hidup penduduk sekitar. Apalagi tak sedikit pemuda yang terjangkit virus HIV/AIDS di situ.

Untuk mendapatkan peran tersebut, Benjamin mengikuti casting dan bersaing dengan pemuda Papua lainnya. Putra Pariwisata Jayawijaya 2009 itu bersyukur akhirnya terpilih dan menjadi bagian dari film yang menurutnya sangat mendidik itu.

"Sekitar 50 persen masalah yang terjadi di Wamena ini diungkapkan dalam film ini. Yang jelas kesan edukasi di sini besar sekali," ucapnya saat ditemui dalam jumpa pers di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/12).

Lebih jauh Benyamin melanjutkan, HIV/AIDS adalah permasalahan paling besar di Papua. "Kalau untuk perang antar suku masih di bawah," tambahnya.

Benyamin berharap film ini bisa lebih dari sekadar menghibur. Ia juga menyisipkan harapan untuk lebih banyak mendapatkan kesempatan berkiprah di dunia entertainment.

"Semoga melalui film ini banyak lahir orang-orang kulit hitam masuk ke dalam entertainment. Mereka yang dari Papua sudah banyak talenta-talenta, tapi kurang kesempatan dan kurang dilibatkan. Masa kita di Papua hanya bisa nonton aja," pungkasnya.

'Cinta dari Wamena' yang disutradarai Lasja Susatyo itu akan tayang di bioskop pada Maret 2013.

(ich/mmu/Mauludi Rismoyo/detik hot)


 

Jhon Mofu: “Kemana Milikku Dibawa dan Haruskah Terus Begini”


Jhon Mofu adalah salah satu penyanyi terbaik tanah Papua. Ia
penyanyi, sekaligus juga pencipta lagu. Ia telah memberi sebuah input
kepada bangsa Papua, terutama dalam bidang musik.
“Negeri Leluhurku Papua,” begitulah judul sebuah lagu yang dikarang
dan dinyanyikan sendiri oleh Jhon Mofu, di antara sekian banyak
lagunya itu. Inilah syair lagunya:

Negeri Leluhurku Papua
“Kapankah berakhir, semua tangis dan derita ini…
Di atas negeri leluhurku
Yang menjanjikan sejuta harapan.”
Tanah Papua sangat memesona. Indah, menawan, kaya, dan subur. Orang
sering menyebutnya, tanah sorga. Pemilik tenah sorga itu adalah bangsa
Papua. Mereka berambut keriting, berkulit hitam. Tanah yang dari
segala segi, lebih dari cukup untuk memberi harapan akan masa depan
yang cerah.
“Gunung yang membiru berakar emas dan uranium
Suratan alam yang abadi
Kini berlalu entah ke mana.”
Di atas tanah Papua yang kaya itu, bangsa Papua, pemilik tanah sorga
itu duduk termenung. Harapan akan hidup yang lebih baik di atas
tanahnya yang memberi sejuta harapan akan masa depan yang baik itu
tampaknya akan menjadi mimpi. Semua kekayaan alam yang dimilikinya
dalam sekejab mulai menghilang. Satu per satu diambil, dirampas, dan
dicuri oleh mereka yang datang.
Sementara bangsa Papua, dengan matanya mulai melihat hal itu terjadi.
Satu per satu, harta warisannya hilang. Kini, semuanya tandas sudah,
dibawa berlalu entah ke mana.
“Tanahku oh Papua…
Kau tersohor di mata dunia…
Namun di gubug ini, hatiku bertanya
Ke manakah Milikku dibawa,
Dan haruskah terus begini…”
Nama Papua telah dikenal dunia, sejak ditemukan. Ia terkenal karena
memberi sejuta harapan bagi siapa saja yang memilikinya. Oleh
karenanya, Papua dijuluki tanah sorga. Edo Konolongit menyebutnya,
‘surga kecil yang jatuh ke bumi.’ Jhon Mofu sendiri menyebutnya,
‘tanah leluhur yang memberi sejuta harapan.’
Sayangnya, pemilik tanah sorga itu hidup sangat memprihatinkan di atas
tanahnya yang oleh dunia disebut ‘tanah sorga.’  Dari dalam honai,
dari gubug reot di tengah rimba dan di bibir pantai, bangsa  Papua
hanya mampu melihat segala miliknya dikuras.
Tanah Papua memang menjanjikan bagi yang memilikinya. Bangsa Papua
yang mendiami tanah Papua adalah pewaris tanah leluhur, tanah Papua.
Namun, sepertinya tangan-tangan rakus itu telah menancapkan cakarnya,
menembus sendi-sendi yang paling dalam, dan menghisap seluruh
kendungan alamnya.
Tangisan dan ratapan pilu bangsa Papua masih saja
terdengar, di sela-sela tertawa gembira ‘mereka’ yang menikmati tanah
Papua.
Kapankah berakhir tangis dan derita ini bagi bangsa Papua di atas
negeri leluhur yang sesungguhnya  memberi sejuta harapan itu?
(Bastian Tebai/MS)


Penulis Bastian Tebai
Sumber: Majalahselangkah.com

Raja Ampat, Papua Barat, Lokasi Syuting James Bond Berikutnya

James Bond (Daniel Craig) dalam SKYFALL (Sumber: http://moviesblog.mtv.com/)
Raja Ampat, Papua Barat, lokasi syuting film James Bond berikutnya? Judul artikel ini merupakan pengandaian saja, tetapi bukan berarti hal itu tidak bisa menjadi kenyataan. Apabila kita mau dan serius menawarkan Raja Ampat kepada EON Productions  (rumah produksi film-film James Bond) dan Sony Pictures, sebagai lokasi syuting Bond ke-24, saya yakin mereka pasti sangat tertarik dan benar-benar akan membuat pengandaian ini menjadi kenyataan.
Berikut ulasan saya:

Salah satu ciri khas film-film James Bond adalah pada setiap filmnya tidak pernah hanya mengambil setting di satu negara saja. Setiap film James Bond selalu ber-setting-kan di beberapa negara. Hal ini berdasarkan kisah agen MI-6 dengan kode 007 yang selalu memerangi kejahatan lintas negara. Di film terakhirnya, sequel ke-23-nya,  Skyfall, setting (syuting) meliputi empat negara, yakni Turki (Istanbul), Inggris (London), Tiongkok (Shanghai dan Makau), dan Skotlandia.
135239229988967717
Turki, merupakan langgan film-film Hollywood. Skyfall pun syuting di sana. Indonesia juga harus bisa (sumber.imdb,com)
Pertanyaannya: Sampai film James Bond yang ke-23 ini (Skyfall), setelah berpindah-pindah syutingnya di entah berapa banyak negara, kenapa Indonesia belum pernah dipilih sebagai salah satu negara tempat James Bond beraksi? Padahal Indonesia adalah negara kepulauan dengan pemandangan-pemandangan alamnya yang sangat eksotis dengan beraneka ragam budaya yang unik.
Thailand saja pernah, yakni di dalam film James Bond yang berjudul The Man with the Golden Gun (1974), dengan Roger Moore sebagai James Bond. Pentolan penjahatnya adalah Scaramanga (Christopher Lee) yang diceritakan mempunyai markas rahasia di sebuah pantai dan kepulauan terpencil. Bond menemukan lokasi tersebut di akhir cerita.  Lokasi itulah yang sekarang sangat terkenal dengan nama “James Bond Island” (aslinya Ko Tapu atau Nail Island / Pulau Paku) dan Pantai Phuket. Film James Bond inilah yang membuat Pantai Phuket dan “Bond Island” menjadi sangat terkenal dan dikunjungi jutaan turis setiap tahunnya sampai sekarang.

Berikut adalah gambar-gambar dan cuplikan film The Man with the Golden Gun berkaitan dengan lokasi syutingnya di Thailand itu:
1352387459961522210
Bond Island di Thailand, lokasi syuting James Bond: The Man with the Golden Gun (Sumber: James_Bond_Island tropicalisland.de)
1352391116171468634
Duel di penghujung film The Man and the Golden Gun, antara James Bond (Roger Moore) dengan Scramanga (Christopher Lee). Lokasinya di Pantai Phuket, Thailand (sumber: imdb.com)

Kenapa Indonesia tidak kunjung dipilih rumah produksi James Bond, EON Production sebagai lokasi syutingnya?
Ternyata, tidak benar Indonesia tidak pernah dilirik untuk dijadikan salah satu lokasi negara atau setting tempat James Bond beraksi. Ternyata, sampai saat ini, sudah dua kali Indonesia direncanakan untuk dijadikan salah satu lokasi syuting film James Bond oleh EON Productions dan Sony Pictures. Sayang sekali kedua-duanya gagal direalisasikan.

Lebih terasa sayang sekali, bahwa ternyata salah satu film Bond yang batal syuting di Indonesia justru adalah Skyfall ! Seri James Bond yang dipredeksi akan menjadi film Bond terbaik sejak Dr. No(1962), dan juga akan menjadi film Bond yang paling laris sepanjang masa.

Bayangkan saja apabila Skyfall jadi syuting di Indonesia. Tentu Indonesia akan semakin dikenal oleh dunia internasional melalui film spionase paling popluer sedunia ini. Tapi, tolong jangan di Bali lagi, masih banyak daerah lain di Indonesia yang tidak kalah bagusnya, atau bahkan lebih bagus, tetapi tidak dengan serius diperkenalkan oleh pihak berkompeten di Indonesia.

Menurut Hindustan Times, awalnya Skyfall direncanskan akan syuting juga di India, Afrika Selatan, dan Indonesia (Bali). Tetapi karena anggaran pembuatan film tersebut terbatas. Dengan alasan penghematan, ketiga negara tersebut dicoret dari daftar lokasi syuting. Diganti dengan Turki, Tiongkok, dan Skotlandia. Sedangkan London, Inggris, memang adalah lokasi syuting yang sudah pasti ada di setiap film Bond, karena markas MI-6 ada di London.
Apa mau dikatakan kalau memang alasannya soal anggaran? Bukankah film Bond ke-23 memang sempat tertunda pembuatannya karena soal dana? Seharusnya, Bond 23 sudah dibuat dan dirilis pada 2010. Setelah masalah dana teratasi barulah Bond 23 ini bisa dibuat dan akhirnya dirilis pada 2012 dengan judul Skyfall itu.

Yang tragis adalah kisah ketika pada 1996, pihak EON Productions dari London, Inggris, sebagai rumah produksi film-film James Bond sudah memastikan untuk melakukan syuting di Indonesia untuk film Bond ke-18, yakni Tomorrow Never Dies, yang dibintangi oleh Pierce Brosnan sebagai James Bond, aktris laga asal Malaysia, Michelle Yeoh sebagai Bond;s Girl bernama Wai Lin, dan Jonathan Pryce sebagai Elliot Carver, si jahat lawan utama James Bond. Terpilihnya Indonesia sebagai lokasi syuting Tomorrow Never Dies itu bukan sekadar tambalan, tetapi merupakan setting utamanya.

Akan ada adegan kejar-kejaran James Bond dengan para penjahat di kota Jakarta, ada adegan James Bond bersama Wai Lin meloncat melorot turun melalui banner raksasa dari sebuah gedung pencakar langit milik Elliot Carver, yang sebenarnya adalah Menara Kota BNI, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, dan kawasan Krakatau atau Tana Toraja sebagai markas si pentolan penjahat (Elliot Carver). Tetapi, kesempatan itu hilang begitu saja, dikarenakan persoalan birokrasi dan bebalnya pejabat Indonesia di Departemen Pariwisata di kala itu.

13523917271937447824
Gagalnya Indonesia sebagai lokasi syuting utama Tomorrow Never Dies diungkapkan oleh Iman Brotoseno, seorang sutradara dan fotografer bawah laut di blog-nya. Tulisan tersebut sebetulnya tulisan lama, yakni ditulis pada 2007. Tetapi saya sendiri baru tahu ketika membacanya di Kompas.com. 

Berikut ini, saya salin sebagian artikel di Kompas.com tersebut. Bacalah dan lihatlah betapa kampungan dan sempitnya wawasan para birokrat kita di kala itu, sehingga kesempatan emas untuk membuat Indonesia semakin dikenal dan kesempatan memperoleh devisa yang jumlahnya sangat besar hilang begitu saja. Tomorrow Never Dies gagal syuting di Indonesia dikarenakan antara lain, si birokrat pemberi izin  tidak suka dengan film James Bond yang dikatakan sebagai film tidak masuk akal itu!

Tidak heran, sekarang saja pendapatan devisa Indonesia kalah dari negara-negara tetangganya yang tidak mempunyai keindahan alam yang sedemikian banyak dan luar biasa indahnya seperti di Indonesia. Bahkan Indonesia kalah dari negara mini Singapura yang tidak mempunyai keindahan alam yang bisa dijual kepada wisatawan asing. Tetapi, faktanya, pendapatan devisa Indonesia dari sektor pariwisata kalah dari Singapura.
Berikut artikelyang saya maksudkan itu:

Iman yang juga dikenal sebagai fotografer bawah laut ini menceritakan, pada medio 1996, dia dihubungi Nigel Goldsack, seorang teman lama yang bekerja di EON Productions, rumah produksi yang terkenal sebagai produser resmi film-film James Bond. Di blognya, Iman menulis, “Mereka tertarik untuk membuat film James Bond yang berjudul Tomorrow Never Dies di Indonesia dengan bintang Kanjeng cah bagus Pierce Brosnan yang jatmika. Mak jedug saya terhenyak tersandar di kursi. James Bond? Shooting di Indonesia? Ini bisa menjadi berita hebat. Maka berhubung waktu itu saya masih bekerja pada orang, maka berita ini saya laporkan kepada boss pemilik perusahaan.”

Masih dalam tulisan di blognya tersebut, Iman melanjutkan, “Serangkaian meeting digelar bersama Executive Producer, Michael G Wilson yang terbang khusus dari London. Hunting lokasi di seluruh pelosok Indonesia. Direncanakan Kapal Perang Indonesia akan dicat menjadi Her Majesty Ship -british Navy- yang ngapung di selat sunda dengan latar belakang Gunung Krakatau. Markas si penjahat bisa di gunung gunung Tana Toraja, atau sekitar candi-candi Jawa Tengah. Ingat adegan James Bond meluncur melorot melalui banner dari puncak gedung imperium bisnis si penjahat? Tadinya direncanakan akan memakai Gedung Kota BNI di Jalan Sudirman. Tak ketinggalan James Bond mengendarai BMW canggih ciptaan Mr.Q akan kejar kejaran di seputaran kota tua Jakarta.“
Menurut Iman, jika memang terlaksana, dalam bayangannya, stasiun televisi swasta Indonesia akan bersaing mendapatkan hak eksklusif penyiaran The Making of Tomorrow Never Dies selama di Indonesia. “Mata dunia akan serta-merta mengunjungi Indonesia, tentu saja sektor pariwisata akan berbunga-bunga. Promosi pariwisata bisa berjalan pararel dengan media film. Thailand menjadi bertambah ramai setelah syuting James Bond Man with golden gun. Menara Petronas menjadi populer ketika The Entrapment—Sean Connery dan Chaterine Zeta Jones—shooting di sana.

“Kita tak akan pernah tahu eksotisnya Kepulauan Karibia tanpa melalui film-film yang mengambil setting di sana,” tulis Iman.

“Sayangnya, pemerintah, tepatnya birokrasi di pemerintahan kita, tak melihat peluang bagus di depan mata mereka. Iman menulis, “Namun, Indonesia tetap ngindonesiana yang selalu ragu dan nggak mutu dalam melihat sebuah peluang emas. Gubernur Jakarta tidak pernah mengeluarkan perizinan untuk memakai ruang publik. Panglima Armada Barat lebih suka kapal perangnya yang tua karatan bersandar di pelabuhan Tanjung Priok–karena tidak ada dana operasional–daripada disewakan. Tentu saja puncaknya, top of the top, sambutan Dirjen Pariwisata waktu itu Bapak Andi Mapasameng yang menerima audiensi kita. Dengan wajah yang kurang ramah, yang mungkin kurang tidur karena sibuk bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Ekspresi wajahnya tetap datar, walau pihak London telah memaparkan akan menghabiskan biaya sekitar 70 juta dollar untuk budget produksi di sini. Dari biaya perizinan, lokasi, setting, peralatan, art department, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal, katering, hotel, crew, figuran sampai tukang angkut.“

Iman dalam blog—nya mengingat betul ucapan sang dirjen saat audiensi. “Ujung ujungnya bapak dirjen nyeletuk setelah diterjemahkan— “Saya nggak suka tuh Film James Bond, tidak masuk akal ceritanya!“

“Kita adalah bangsa yang rasional dan selalu mengangkat cerita film berdasarkan aspek kehidupan nyata. ‘Gombalmukiyo bangsa yang rasional! Mendadak saya mengkeret. Lemas, dan malu terhadap tamu-tamu. Bukankah sebagai pengambil keputusan tertinggi di bawah Menteri, seharusnya beliau lebih ramah, dan kalau perlu kempus dan ndobos. Sebagai satrio pinilih bidang pariwisata, semestinya beliau sadar bahwa ini potensi luar biasa corong pariwisata Indonesia,” tulis Iman.
Teman lama Iman, Nigel, hanya berkomentar singkat saat makan malam perpisahan di Regent Hotel yang sekarang menjadi Four Season. “Your country never change,” ujar Nigel seperti yang ditulis Iman.
Di akhir tulisanya, Iman seperti juga banyak di antara kita yang sering kali menyesalkan tindakan tak produktif pejabat, menyesali sembari mengajak merenung pembaca blognya. “Akhirnya mereka kembali shooting di Thailand dan Kamboja. Sampai sekarang setiap saya menonton James Bond, saya selalu trenyuh dan teringat kasus ini. Hilang sudah kesempatan melihat Michelle Yeoh—yang sekarang menjadi duta wisata Malaysia—secara langsung di sini. Siapa tahu kita bisa lebih dulu mencuri Michelle Yeoh menjadi duta wisata kita dengan slogannya yang dahsyat ‘Truly Indonesia’,” tulis Iman kala itu.
*
Sebenarnya, di Indonesia terlalu banyak pemandangan alam yang eksotis, dengan ragam budaya yang sangat banyak dan unik pula. Lebih dari layak untuk dipakai sebagai lokasi syuting film-film kelas dunia, terutama Hollywood.

Saya sedikit heran dengan berita bahwa sempat ada rencana film James Bond, Sky Fall syuting di Bali. Kenapa mereka memilih Bali lagi? Eat, Pray, Love (2010) dengan bintang utamanya Julia Roberts dan Javier Bardem (si jahat Raoul Silva di Sky Fall) juga syuting di Bali. Kok, Bali melulu, sih? Itu karena Indonesia terlalu fokus hanya pada Bali dalam mempromosikan tempat-tempat wisatanya. Sehingga di luar negeri pun (terutama di Amerika dan Eropa) banyak yang hanya tahu Bali daripada nama negaranya, Indonesia. 

Padahal masih ada lokasi-lokasi layak syuting film-film Hollywood yang tidak kalah bagusnya dengan di Bali, bahkan lebih bagus. Sebut saja, kawasan di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Lebih dari layak untuk syuting film-film Hollywood itu, termasuk film James Bond. Raja Ampat jauh lebih bagus daripada Pantai Phuket dengan James Bond Island-nya itu.

Lihat Raja Ampat di bawah ini. Bandingkan dengan Bond Island di Phuket, Thailand tersebut di atas:
1352392027978036269
13523920661830182758
Raja Ampat, Papua Barat (National Geographic)
13523933431352648524
Raja Ampat, Papua Barat (sumber: indonesiarevive.com)
Atau, film James Bond layak juga kok syuting di daerah asal saya, Fakfak, Papua Barat, yang juga memiliki pemandangan-pemandangan alam yang eksotis seperti di bawah ini (Hehehe…):
13523921511945253478
Fakfak, Papua Barat (sumber: Fakfakinfo.com)
13523921961185319677
(Fakfakinfo.com)
Ironisme dan kekonyolan yang terjadi pada gagalnya syuting Tomorrow Never Dies di Indonesia, semoga tidak terjadi lagi. Seiring dengan semakin demokratis dan terbukanya wawasan bangsa ini, termasuk para birokratnya.

Di dunia perfilman internasional, Indonesia sudah mulai dikenal lewat film aksi Serbuan Maut (The Raid, Redemption / 2011) yang dibintangi oleh Iko Uwais dan Joe Taslim. Iko Uwais saat ini sedang syuting film Hollywood yang berjudul Man of Tai Chi bersama dengan aktor Keanu Reeves (Speed, Trilogy Matrix). Sedangkan Joe Taslim sedang syuting Fast and Furious 6, bersama dengan Dwayne Johnson (The Rock), Vin Diesel, dan Paul Walker.

Sekarang ini ada beberapa film Hollywood yang syuting di Indonesia. Sayangnya, sampai saat ini rupanya mental birokrat kita belum juga benar-benar pulih. Akibatnya, kru film-film Hollywood itu, para aktor, produser, dan sutradara mendapat pengalaman yang tidak mengenakkan selama syuting di sini. Mulai dari aparat koruptif, tukang palak sampai dengan berbelit-belitnya birokrasi perizinan, dan tidak adanya insentif sama sekali buat mereka dari pemerintah RI.
Bintang film Taylor Kisch (John Carter - 2012) pernah dipalak (diminta iPhone-nya) oleh petugas imigrasi di Lombok, NTT, supaya bisa diizinkan masuk. Taylor Kisch datang ke NTT, salam rangka melakukan syuting film Savages (2012 / sutradara: Oliver Stone) yang beberapa bagian filmnya mengambil lokasi syuting di Pulau Mayo, NTT (bbc.com).

Lain lagi pengalaman Seth Baron, Co-Producer film aksi Java Heat (2013), sebuah film aksi pertama Hollywood yang seluruh lokasi syutingnya di Indonesia (Yogyakarta). Bintang utamanya: Kellan Lutz (Twilight Saga: Breaking Dawn 1 & 2), Mickey Rourke (Iron Man 2, The Expendables), disertai bintang-bintang lokal, Ario Bayu, Agung Udijana, dan Verdi Solaiman.

Ketika diwawancarai Majalah Cinemags, menjawab pertanyaan: “Adakah kesulitan syuting di Indonesia?
Seth baron menjawab, “The permit. Itu yang paling berat. Pemerintahnya terkadang menyulitkan karena tahu kami adalah filmmaker asing meskipun para pemain dan kru orang Indonesia. Kami harus meminta banyak tanda tangan di departemen ini atau itu. Di sini juga tidak ada tax break untuk para filmmaker. Padahal apa yang kami lakukan adalah bagus karena mengenalkan budaya Indonesia ke luar negeri. We’d like to introduce Indonesia to the world through film.” (Cinemags, November 2012).

Semoga hal-hal demikian, yang bakal menjadi promosi buruk Indonesia di mata Hollywood, tidak akan terjadi lagi. Supaya siapa tahu, film James Bond yang ke-24 akan memilih syuting di Indonesia. Di Raja Ampat, misalnya? ***

Sumber: Kompasiana

Putri Nere: Hati untuk Papua

Putri Nere
JAKARTA, (Rasudofm)  -- Meski lahir dan besar di Pulau Jawa, hati Putri Nere (26) rupanya tidak pernah bisa jauh dari Papua, tanah kelahiran ayahnya, Rully Nere, pesepak bola era 1980-an.

Keindahan alam tanah Papua menyita hatinya. Saat membintangi film Di Timur Matahari garapan sutradara Ari Sihasale, Puteri Papua 2005 itu mengatakan, betapa ia menikmati surga kecil tersebut.
Di sisi lain, ia juga prihatin karena terbatasnya pelayanan pendidikan dan kesehatan di Papua. Tak hanya itu, menurut Putri, persepsi orang tentang Papua sebagai wilayah yang sarat konflik juga membuat dia sedih.

”Papua tidak demikian. Orang Papua itu suka hidup damai,” kata gadis bernama lengkap Augusthine Ariella Nere itu.
Dalam tradisi Papua, para ketua adat, ondoafi atau kepala suku, ujar Putri, tak hanya menempati posisi penting, tetapi juga mempunyai peran utama dalam relasi sosial mereka.

Kuatnya posisi adat dalam kehidupan masyarakat Papua memberi pelajaran berharga bagi Putri yang juga Duta Transmigrasi itu.
”Di Papua, kita tra (tak) bisa pakai cara keras atau datang sembarang saja. Kitong (kita) harus duduk bicara dengan dorang pu (pemimpin mereka), ondoafi atau tua-tua adat tho,” kata Putri dalam logat Papua.

Bagaimana Putri bisa berbicara dengan logat Papua yang kental? ”Iya, tho... (iya, bisalah),” kata Putri tersenyum. (JOS)
Sumber :
Kompas Cetak

Michael Jakarimilena Ingin Buat Lagu Tentang Papua

Jakarta - Kecintaan terhadap daerah ditunjukkan penyanyi jebolan ajang pencarian bakat, Michael Jakarimilena. Penyanyi asal Papua ini berencana membuat lagu untuk pemersatu daerahnya yang sering terjadi konflik antar suku.

Namun, Michael mengaku, banyaknya suku di Papua membuat dirinya bingung harus memulai dari mana untuk membuat lagu. Dirinya tidak ingin dianggap membela satu suku atau satu daerah saja saat membuat lagu.

"Mau banget bikin lagu pemersatu buat Papua. Tapi, di Papua ada 256 suku, itu membuat saya bingung harus mulai dari mana. Jangan sampai nanti begitu lagunya keluar, saya dianggap membela satu daerah saja," ujar penyanyi berambut gimbal ini saat ditemui usai menyanyi di Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara 2012 di Studia ANTV kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (30/10).

Sebelumnya, Michael bersama grupnya, Soa-Soa yang dikomandani oleh Pay telah membuat single Papua Dalam Cinta. Sebuah lagu yang menceritakan tentang mempersatukan nusantara tapi lewat Papua.

Lagu itu membuat Michael bangga. Pasalnya, ketika Papua bergejolak beberapa waktu lalu, lagu itu menjadi lagu yang sering diputar di radio sebagai lagu perdamaian.

"Soa-Soa kan punya satu single yang Papua Dalam Cinta. Lagu itu jadi lagu perdamaian di Papua. Lagu itu diputar terus di radio. Saya bangga akan hak itu," pungkasnya. (kpl/pur/abs/dew)

 Sumber: kapanlagi.com

 

Simpanan Pejabat Papua, Angel Lelga Minta Bukti

Jakarta - Kamis, 20 September 2012
 Saling bantah dan perang komentar mewarnai perseteruan Angel Lelga dan Machica Mochtar. Uang Rp 400 Juta pemberian Bupati Tolikara Papua, menjadi pemicu retaknya persahabatan Angel Lelga dan Machica Mochtar. Hotman pun mempertanyakan peruntukan uang yang nilainya ratusan juta itu. Mau tahu berita selengkapnya? Simak videonya
 Kapan lagi.com

Dituding memiliki hubungan gelap dengan pejabat tinggi di daerah Papua, Angel Lelga menantang Machica Mochtar untuk menunjukkan bukti.

Malahan, Angel berani mengajak Machica untuk mendatangi pejabat daerah tersebut untuk membuktikan bahwa ucapan Machica salah.

"Ayo kita ke Papua biar kita ketemu Bupati itu. Katanya saya pernah dilabrak istrinya, pernah nyanyi dalam rangka Pilkada, ayo kita ke sana ketemuan," kata Angel kesal, usai membuat laporan di SPK Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/9).

Menurut Hotman Paris Hutapea, kuasa hukum Angel Lelga, Machica telah melanggar pasal 310 dan 311 KUHP atas perbuatan pencemaran dan penghinaan.

"Itu wacana, bukan fakta hukum yang harus dibuktikan apakah ini benar-benar disimpan sama Bupati, apakah selingkuhan, apakah pernah dilabrak. Kalau tidak terbukti, dia kena pasal 310 dan 311 (Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik," jelas Hotman.

Atas perkataan Machica kepada media, penyanyi dangdut itu pun dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan 'LP/3214/IX/2012/PMJ/Dit. Reskrim Um' oleh Angel Lelga. [fei]

 Sumber: Inilah.com

Lagu: "Mama Aletha Baun"

AAdeanes

Draft lagu: "Mama Aletha Baun"
Vokal & Lirik: Ade Tanesia
Lagu: Pramono
Guitar: Pram
Bass: Joko
Editing: Pram
Foto: Aleta Baun di Tobelo 

Di Tiang Rumah Bulat, kami bersimpuh
Tepekur di dalam pekatnya malam
Di Tiang rumah bulat, kami berdoa
pada leluhur untuk jaga bumi ini
Di Tiang rumah bulat,
Sebulat hati, sebulat darah kami
Di Tiang rumah bulat,
Sebulat tekad kami
untuk mempertahankan tanah ini
REff:
Ohhhh tanah kami,,,,,,gunung dan air mengalir
milik kami satu-satunya
Ntuk setiap kehidupan yang lahir dari rahim kami



* Lagu ini saya persembahkan untuk Mama Aletha Baun dari Molo, Timor Tengah Selatan, yang telah berjuang untuk mempertahankan tanah adat, gunungnya yang mengandung batu marmer dari caplokan korporasi. Kisah Rumah Bulat yang telah disampaikan oleh Mama Aletha Baun di Tobelo, Maluku Utara telah menjadi inspirasi lagu ini. Rumah bulat adalah rumah tradisional daerah Molo yang menjadi tempat pertemuan adat, lumbung padi, dll. Tiang di dalam rumah bulat dipercaya sebagai simbol penghubung antara bumi dan surga. Pada arsitektur rumah bulat hanya ada satu pintu tanpa jendela. Hal ini menyimbolkan, keputusan apapun yang keluar dari rumah bulat hanya keluar dari satu pintu, dan menjadi komitmen bersama masyarakat adat yang tidak boleh dilanggar. Kearifan tradisional yang luar biasa. Terimakasih Mama Aletha Baun "Air adalah darah, hutan adalah rambut, tanah adalah daging, batu adalah tulang," Mama Aletha Baun (adetanesia2140934 / soundcloud.com)




MAMBESAK dan BLACK BROTHERS : Group Band Inspirator

MAMBESAK
Sewaktu pergerakan perlawanan dibawah tanah (dalam kota) yang diprakasai oleh budayawan Alm. Arnold Ap, para seniman sering berbicara sekitar pembangunan jiwa nasionalisme Papua atas generasi muda Papua. Dari sana lahirlah kedua icon perjuangan Papua, yaitu MAMBESAK dan BLACK BROTHERS.
Setelah kegiatan-kegiatan kedua group music mulai tercium oleh intelejen penjajah, maka Black Brothers ditugaskan oleh Markas Victoria dibawah pimpinan Jendral Seth J. Rumkorem untuk menyelundupkan kedua pelaku sejarah, yaitu Alm Bpk Eliezer Yan Bonay, dan Alm. Dirk Samuel Ayamiseba, masing-masing selaku Gubernur pertama dan Ketua DPRD-GR pertama.Mereka bersama group band itu menyelamatkan diri ke luar negeri, dan lebih banyak mengambil bagian dalam Gerakan Papua Merdeka. Dalam pengasingan di Belanda, OPM menugaskan Black Brothers utuk membangun basisnya di Vanuatu bersama Rex Rumakiek. Mereka telah berhasil membangun basis dan telah didirikan sejak tahun 1983 sampai dengan hari ini. Black Brothers juga punya asumbansi dalam memberikan dukungan lewat music untuk mendirikan negara Vanuatu.
BLACK BROTHERS : Group Band Inspirator.
Lirik lagu-lagu itu terus mengalir dan terkenang di hati rakyat Papua sampai kini. Melodinya yang manis, filosofis, dan harmonis, adalah ciri khas dan gaya tersendiri. Black Brothers juga mengunakan instrumen tiup (brass-wind instrument) sehingga lebih berwarna selain itu dari sisi suara Ada vokalis utama, pemusik lain ikut membentuk suara latar. Itulah keunikan sehingga banyak orang Indonesia bahkan manca negara mengagumi. BB sangat unik dan senang didengarkan karena mereka memainkan banyak aliran music yakni; beraliran pop, rock, funky blues, Jaz, Reggae dan juga keroncong. Black Brothers layak dicatat di buku sejarah musik pop Indonesia. Sewaktu mereka berada di luar, mereka juga menyanyikan banyak lagu lirik dan nada dapat ditiru oleh artis lainya.
Penyanyi-penyanyi yang dihuni oleh orang-orang dari timur (manado, Ambon dan Papua) yang melandaskan gaya perjuangan baru dan mengharumkan nama Papua itu telah hilang satu persatu. Ada yang termakan usia, sakit dan juga karena dibunuh secara halus. Mereka adalah Hengky Sumanti Miratoneng, salah satu yang mendirikan Black Brothers pada tahun 1975 bersama Yochi Patipeiluhu (keyboard), Stevy Mambor (drummer), Amrey Kaha (saxophone), Agus Rumaropen (guitaris), Benny Betay (bassis).
Black Brothers adalah salah satu Group inspirator yang hidup dan menunjukan jati diri Bangsa Papua namun saat ini mejadi angan-angan bagi setiap musisi di Papua yang tidak mampu menciptakan dan melanjutkan perjuangan yang dilakukan Black Brothers. Banyak musisi saat ini yang terjebak dengan Programer Keyboard yang sangat miskin kreatifitas yang menciptakan individualismes dan sangat jauh dari kwalitas group music. Padahal musik adalah napas dalam jiwa yang terekam melalui panca indra yang kemudian di latunkan dalam sebuah syair dan instrument (makna filosofis). BB Mampu menerjemahkan jiwa dan napas bangsa Papua yang di masa tahun 1970-an di jajah melalui praktek kekuasaan Negara yang kejam melalui kebijakan-kebijakan yang beraroma Militerisme. Banyak makna dari setiap lirik BB yang menceritakan kebebasan, keadilan, dan kemanusian.
Perkembangan peradaban Musik merupakan ukuran suatu bangsa dalam melihat perkembangan masyarakat. Papua saat ini mengalami degradasi ( kemunduran ) kreativitas seni musik yang bisa di katakan parah, karena minimnya regenerasi. BB Cuma dijadikan sejarah dan cerita dari masa ke masa, namun tidak menjadi inspirasi bagi generasi Papua saat ini untuk membuat banyak group musik yang lebih hebat dari masa BB dulu. Inilah titik kemunduran generasi saat ini, banyak group musik yang muncul tetapi tidak mampu menciptakan performa musik sesuai dengan perkembangan budaya dan Zaman. Munculnya komunitas-komunitas musik baik tradisional maupun yang modern saat ini cenderung lebih meniru budaya bangsa lain( pemahaman sempit dalam meniru jenis/ aliran musik tertentu sperti;reggae, jazz, pop, blues, dll)
Minimnya ruang-ruang yang diciptakan oleh pencinta seni musik merupakan salah satu faktor terhambatnya kebangkitan peradaban musik di tanah Papua saat ini. Strategi membangun seni musik dalam sebuah Group band adalah kesadaran membangun suatu organisasi yang mempunyai program dan menghargai setiap individu yang ada didalamnya. Program tersebut lahir dari peradaban budaya dan perilaku perkembangan masyarakat Papua saat ini, sehingga akan muncul ide-ide kreatif dalam membuat syair/lirik dan menentukan jenis musik sehingga musik tersebut memiliki jiwa yang memberikan pesan-pesan kepada generasi berikut. BB dimasanya mampu menemukan bentuknya, Bagaimana dengan generasi saat ini?

(@rastamaniapapua)
 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger