Showing posts with label Dogiyai. Show all posts
Showing posts with label Dogiyai. Show all posts

Rasakan Keunikan Kopi Dogiyai Papua

Foto Ilustrasi |Metrotvnews.com
Rasudo FM - Hasil produksi kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia. Letak geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah daerah di Indonesia memiliki kekhasan cita rasa kopi yang berbeda satu sama lain. Salah satu daerah penghasil kopi yang telah dikenal adalah Papua.

Selain kopi Wamena yang telah populer. Kini muncul primadona baru kopi dari Papua. Adalah kopi Dogiyai. Kopi ini ditanam diketinggian 1.000 - 2.000 meter di atas permukaan air laut. Tepatnya di desa Mapia, kabupaten Dogiyai, Papua.

Biji kopi Dogiyai diproses dengan metode Honey Process. Proses pengeringan kopi dengan teknik ini sedikit lebih sulit dibandingkan dengan Naturral Process namun rasa kopi yang dihasilkan pastinya sepadan dengan effort yang dikeluarkan. Selanjutnya biji kopi dogiyai dipanggang dengan tingkat medium roast.

Kopi Dogiyai memiliki cita rasa yang khas. Perpaduan antara karamel yang legit dengann rasa akhir rempah-rempah dan cokelat. Kopi ini juga memiliki aroma kacang panggang yang gurih. Kopi unik itu dibandrol dengan harga Rp. 425.000 per kilogram. Dalam 5 hari kopi berkualitas premium dari Papua ini ludes terjual.

 goodnewsfromindonesia.id 

Pemda Dogiyai dan Unhas menggelar Bimtek Pengelolaan dan Penyusunan Keuangan Daerah

Dogiyai (rasudofm)-Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai bekerja dengan Pusat Pengembangan Keuangan dan Ekonomi Daerah ( PPED) Universitas Hasanuddin Makasar, Menggelar kegiatan Bimbingan teknis penyusunan standar biaya umum dalam rangka penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2018 berbasis at cost, senin, 30/10, bertempat di Aula DPPKAD Kabupaten Dogiyai Pemerintah, 

Kegiatan ini pula dapat menghadirkan seluruh bendarawan yang ada di lingkungan pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai, 

Ketika Bupati Dogiyai yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai, Natalis Degei, S.sos dalam sambutannya menjelaskan bawa Bimbingan teknis penyusunan standar biaya umum dalam rangka penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2018 berbasis at cost, ini sangat penting dilaksanakan, karena sejumlah bendaharawan, Dinas, Badan, Bagian, belum memahami bagaimana cara menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, sehingga seluruh program yang diajukan tidak pada sasaran, sehingga penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten Dogiyai tidak sesuai anggaran belanja daerah yang tersedia,” Jelas Degei.

Selain itu, Kegiatan Bimbingan  Teknis Penyusunan Rencana Kerja Anggaran dan Penatausahaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018, sudah di depan mata, maka setiap peserta bimbingan teknis agar dapat memahami betul cara penyusunan anggaran pendapatan belanda daerah di Kabupaten Dogiyai pada Tahun 2018 mendatang.

Dan juga, Kita akan segera lalui Tahun Anggaran 2017, maka dengan segala kelebihan dan kekurangannya dalam pengelolaan Anggaran tahun 2017  ini. Agar dapat di perbaiki segala kekurangan ini, kita terus berupaya memperbaiki yang salah, salah satunya berupa peningkatan sumberdaya manusia dalam bentuk bimbingan teknis ini, yang akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari mulai tanggal 30 Oktober dan berakhir pada tanggal 3 November 2017 ini, Jelas Sekda.

Oleh karena itu, Tujuan dari Bimbingan teknis ini sangat penting untuk dilaksanakan  guna pengelolaan keuangan daerah,

“saya berharap agar para peserta memahami bagaimana  tata cara penyusunan Rencana Kerja Anggaran dan dapat memahami tata cara menata anggaran pendapatan dan belanja daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku” Harap Degei.

Selain itu, menurut degei, agar para bendaharawan dan para pengguna anggaran, Pejabat Penatausahaan Satuan Kerja Perangkat Daerah dapat penyusun program pada Satuan Kerja Perangkat Daerah serta bendahara Penerimaan dan pengeluaran yang secara langsung terlibat dalam penyusunan dan penatausahaan anggaran pendapatan belanja daerah dapat memahami prosedur penggunaan dan pengusunan program kerja di satuan kerja perangkat daerah masing masing,”harapnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada para peserta bimbingan teknis dapat menyusun APBD Tahun Anggaran 2018 sesuai waktu yang telah ditetapkan dan pengelolaan keuangan di Kabupaten Dogiyai, agar  ini dapat memberikan hasil yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Secara terpisah, ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para Narasumber  yang telah berupaya datang ke Kabupaten Dogiyai untuk membagi ilmu kepada pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai, terutama kepada para pengguna anggaran dan bendaharawan di kabupaten Dogiyai, semoga ilmu ini dapat bermanfaat  bagi pengelolaan keuangan di Kabupaten Dogiyai,

“kami sangat berterimah kasih kepada para narasumber dan juga Kami memohon maaf jika dalam pelayanan kami ada yang kurang berkenan di hati Bapak/Ibu para narasumber,”Kata degei.

Sementara itu, Ketua Pusat Pengembangan Keuangan dan Ekonomi Daerah ( PPED) Universitas Hasanuddin Makasar, Dr Alimuddin SE, MM, Ak di Aula DPPKAD Kabupaten Dogiyai, menjelaskan bahwa, Bimbingan teknis penyusunan standar biaya umum dalam rangka penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2018 berbasis at cost, sangat penting untuk dilaksanakan, karena masalah keuangan daerah dalam penggunaannya, kadang kadang tidak sesuai dengan prosedur dan mekanis yang ada, 

“bimbingan teknis ini, sangat bermanfaat bagi pengguna anggaran dan pengelola keuangan, karena banyak yang belum memahami cara mengelola keungan daerah,”

Kenapa kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan, Kata Alimudin, karena banyak pengelola dan pengguna anggaran keuangan daerah dapat menyusun anggaran pendapatan belanja daerah yang lalai dengan sejumlah kebutuhan masyarakat,”

“tentunya ada sejumlah program pembangunan yang datang dari masyarakat, sehingga dalam penyusunan APBD tentunya kebutuhan masyarakat yang akan menjadi prioritas, hal ini membuat pemerintah membuka teliga untuk mendengarkan program yang diusulkan oleh masyarakat, dan juga tidak semuanya maunya masyarakat harus di penuhui, namun dilihat dari prioritas penyusunan anggaran yang telah diusulkan oleh masyarakat, Katanya.

Selain itu, semua program yang telah diusulkan oleh masyarakat, bisa juga di pending pada tahun mendatang. apabila tidak mencukupi anggaran belajan daerah yang tersedia, pada tahun berjalan,” Ujar Harap Alimuddin.(ris).


Uskup di Papua Canangkan Gerakan Stop Jual Tanah

Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr didampingi pastor paroki Santa Maria Rosario Modio, P. Biru Kira, Pr bersama umat (Foto: Yamoye'AB)

DOGIYAI - Dalam rangka melindungi dan mengelolah sumber hak hidup masyarakat Mee di wilayah Keuskupan Timika, Uskup Keuskupan Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr mendeklarasikan gerakan tungku api "Stop Jual Tanah" di Paroki Santa Maria Bunda Rosario Modio, Dekenat Kamuu-Mapiha, Dogiyai, Senin, (26/06).

"Deklarasi tersebut dibuat  untuk melindungi dan mengelolah sumber hak hidup masyarakat Mapia atau suku Mee. Dengan ada jalan dan perkembangan di mana-mana bahwa tanah masyarakat terjual, para tokoh adat dan gereja mencanangkannya," jelas Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr kepada satuharapan.com, Jumat, (30/6/2017).

Uskup John mengatakan, umat Katolik di keuskupan yang dipimpinnya berharap agar generasi muda dan selanjutnya masih punya dusun.

Oleh karenanya, ia mengharapkan tahap selenjutnya perlu dukungan dari pemerintah daerah diantaranya Nabire, Dogiyai, Paniai dan Deiyai untuk melegalkan supaya menjadi kebijakan bersama.

Menurut uskup pertama Keuskupan Timika ini, gerakan tidak boleh menjual tanah ibarat menyelamatkan hidup masyarakat dan generasi penerus. "Karena Orang Asli Papua (OAP) tak bisa hidup tanpa tanah, walaupun banyak uang. Jangan menjual tanah agar tidak kehilangan harta benda berharga para pendahulu yang akan menyulitkan anak cucu di kemudian hari," jelasnya.

"Tanah itu mama, mama yang memberi hidup. Maka, jaga baik-baik dari ancaman jual beli tanah yang semakin meningkat ini," papar dia.

Ia menambahkan, program gerakan tungku api yang dijalankan bukan hanya sekadar melindungi, lebih dari itu ialah cara mengelolanya guna menghidupi kebutuhan keluarga demi menyiapkan jalan bagi Tuhan sesuai moto keuskupan yakni Parate Viam Domini.

Editor : Eben E. Siadari  SATUHARAPAN.COM

Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai Papua Dipertanyakan

Leonardus O. Magai | Foto: Kabar Indonesia
Bandung - Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat (Sekjen IMASEPA JABAR) Leonardus O. Magai mengatakan bahwa kinerja Dinas Pendidikan kabupaten Dogiyai patut dipertanyakan. “Tahun ini tidak ada perwakilan dari kabupaten Dogiyai yang lulus pada program Afirmasi Pendidikan Tinggi, padahal dari 27 kabupaten dan 1 kota di provinsi Papua hanya dari kabupaten Dogiyai tidak ada.” ucapnya.

Hal tersebut diungkapkan Leonardus terkait tidak adanya perwakilan program ADik dari Dogiyai sehingga Dinas Pendidikan dianggap tidak bertanggung jawab dan tidak ada prestasi kerja yang dimiliki oleh pegawai Dinas Pendidikan kabupaten Dogiyai.

“Saya berharap ke depan Dinas Pendidikan harus prioritaskan mutu dan akses pendidikan di kabupaten Dogiyai,” katanya kepada Pewarta KabarIndonesia, Sabtu, (3/6).

Menurutnya, program Afirmasi Pendidikan Tinggi merupakan satu akses yang dibuat oleh pemerintah pusat atas kerjasama Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Papua dan Papua Barat demi mengejar mutu pendidikan. Pemerintah pusat telah menyediakan kebijakan pendidikan khusus bagi Papua dan Papua Barat.
Leonardus O. Magai mengaku kecewa atas kinerja Dinas Pendidikan Dogiyai yang tidak memanfaatkan program pusat ini sehingga mutu pendidikan 10 tahun ke atas tertinggal dan tidak ada perwakilan dari Dogiyai untuk melanjutkan pendidikan ke 48 PTN dan 22 Politeknik seluruh Indonesia.

“Seharusnya, pemerintah daerah kabupaten Dogiyai dapat membuka akses informasi dengan berbagai lembaga terutama Kemenristek Dikti sebagai lembaga penyelenggara pendidikan.

Kalau tidak ada akses tentang informasi pendidikan maka mutu pendidikanpun akan lambat berkembang. Ke depan pelayanan pemerintah dalam bidang pendidikan di kabupaten Dogiyai harus diperbaharui,” tutupnya. (***/Barnabas Subagio)

Sumber: Kabar Indonesia
Metromerauke


Kecelakaan Transportasi di DOGIYAI, PAPUA

 
Keluarga Korban Saat memeluk korbanya Foto : YG/KM
Dogiyai - Informasi Awal Pusat Krisis Kesehatan terhadap bencana Kecelakaan Transportasi yang terjadi di 1 kecamatan, yaitu Dogiyai, DOGIYAI, PAPUA pada tanggal 02-05-2017.

Sebanyak 9 orang meninggal akibat truk pengangkut pasir terbalik di Kabupaten Dogiai, Papua, Selasa 2 Mei 2017. Seorang sopir M. Anshori (31) dan sembilan pelajar itu tewas setelah bus bermuatan pasir dalam perjalanan dari Kampung Kimupugi menuju Egubutu tak kuat menanjak dan terbalik. Korban yang meninggal yaitu Selvina Edowai (10), Laurence Auwe (8), Simon Pigome (10), Elevina Dimi (10), Yohanes Dimi (10), Nando Anouw (12), Alfrida Pekei (8), Rita Auwe (11), Paulina Dimi (11). Korban luka berat/rawat inap 3 orang di RSUD Madi : Agustina Dimi, Yohanes Pekei, Oktovina Dimi

Dalam data awal yang diperoleh dari dinas kesehatan setempat berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait maka jumlah korban yang dapat diinformasikan adalah sebanyak 0 Orang, terdiri dari 0 orang meninggal, 0 orang hilang, 0 Luka Berat/Rawat Inap , 0 Luka Ringan/Rawat Jalan dan 0 Orang pengungsi.
  
Selasa Siang (02/5/2017), pukul 13.00 WIT Terjadi kecelakaan maut di Jalan baru Tetode samping kantor Polsek Moanemani. Peristiwa kecelakaan maut itu menelan korban 9 orang dan tiga orang mengalami luka berat.

Kecelakaan tunggal tersebut, berawal ketika truk yang dikemudikan Ansori warga Jawa, meluncur dari arah ekemanida menuju kampung Egebutu,Distrik Dogiyai dengan kecepatan sedang dengan membawa muatan pasir dan ditumpangi belasan anak sekolah dasar (SD) Egebutu.

Berdasarkan kronologis yang dihimpun media ini,truk yang mengendarai dengan sopir bernama Ansori bermuatan pasir pembangunan Gereja Khatolik St. Petrus Egebutu,Distrik Dogiyai hendak mengikuti  Jalan Baru disamping Polsek Kamu dan diduga muatanya lebih hingga truk mengundur kebelakang.

Berikut Nama-nama korban Kecelakaan Maut. 

1. Nando Anouw (12)
 2. Selpina Edowai (8)
 3. Simon Pigome (9)
4. Yohanes Dimi (10)
5. Novela Dimi (8)
6. Laurens Auwe (10)
 7. Rita Auwe (8)
8. Paulina Dimi (9)
9. Alfrida Pekei (10)

Sementara itu, tiga orang yang mengalami luka berat dibawah ke RSUD Madi,Pania.tiga orang yang mengalami luka berat diantaranya: 

10. Agustina Dimi
11. Yohanes Pekei
12. Oktovina Dimi

http://beritahangat157.blogspot.com
Pewarta : MP

Setitik Nila Menjelang Sidang Penyelesaian Sengketa Pilkada

Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat (tengah) didampingi Wakil Ketua MK Anwar Usman (kanan) dan Sekjen MK Guntur Hamzah (kiri) menyampaikan keterangan kepada awak media tentang penanganan perselisihan hasil Pilkada di gedung MK, Jakarta, Senin (27/2). Arief Hidayat mengatakan Mahkamah Konstitusi telah menyiapkan mekanisme dan tahapan penanganan perkara dengan mengikuti jadwal pengumuman penetapan perolehan suara yang telah ditentukan dan akan menerima permohonan dalam jangka waktu tiga hari kerja sejak pengumuman penetapan perolehan suara oleh KPU setempat. (ANTARA)
JAKARTA — Menjelang sidang perkara Penyelesaian Hasil Pilkada (PHP) 2016, Mahkamah Konstitusi diterjang isu tak sedap. Salah satu berkas permohonan PHP yang diajukan ke MK, disinyalir hilang. Berkas yang hilang itu adalah berkas milik pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, Markus Waine-Angkian Goo.

Kuasa hukum Markus-Angkian, Rio Rama Bagaskara menerangkan, kabar berkasnya hilang di MK mula-mula beredar di Papua. "Awalnya ada rumor di masyarakat Papua bahwa berkas permohonan kami hilang di MK. Kami dapat informasinya tanggal 7 Maret," kata Rio kepada gresnews.com, Rabu (15/3).

Keesokan harinya, Rabu (8/3), Rio menyambangi MK untuk melengkapi dan memperbaiki berkas pendahuluan yang diajukan pada Jumat (24/2). Saat mengajukan berkas perbaikan itulah tim kuasa hukum mencoba mengklarifikasi rumor yang beredar di Papua tersebut. Diminta klarifikasi begitu, sambung Rio, pihak MK hanya menyebut bahwa soal kabar berkas hilang itu sedang diproses.

"Dengan kata lain, ada fakta merujuk ke arah (kehilangan berkas-red) itu. Namun untuk menindaklanjuti hal itu lebih jauh, kita tidak ada kewenangan. Itu domainnya MK," sambung Rio.

Lantaran klarifikasi yang dilakukan pada Rabu (8/3) itu disampaikan secara lisan, maka pada Jumat (10/3) tim kuasa hukum Markus-Angkian melayangkan surat pada MK. Inti surat itu tim pemohon meminta agar MK memberi klarifikasi resmi atas isu yang sudah menjadi bahan gunjingan di Papua itu. Empat hari kemudian, sambung Rio, pihaknya sudah mendapat jawaban bahwa kabar adanya dokumen yang hilang sudah ditangani sejak Senin (6/3) lalu.

"Artinya, MK membuat tim investigasi lebih dulu ketimbang surat yang kami kirim ke MK. MK sudah mendapatkan informasi lebih dulu. Kami kirim surat hanya ingin klarifikasi. Dan sebelum kami minta klarifikasi, ternyata MK sudah lebih dulu membentuk tim investigasi," papar Rio.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar di gedung MK pada Rabu (8/3), Sekjen MK Guntur Hamzah menerangkan, dalam kaitannya dengan gelar perkara PHP, pihak pemohon tidak mendapat kerugian apa pun lantaran berkas permohonannya hilang. Namun demikian, dengan adanya pemberitaan bahwa berkas permohonan milik pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Dogiyai hilang, pihak MK-lah yang sebetulnya dirugikan.

"MK dirugikan dengan pemberitaan di media," kata Guntur, Rabu (15/3).

Namun demikian, lepas dari pernyataan Guntur, Rio juga menekankan bahwa ada kerugian bersifat immaterial yang didapat pemohon terkait hilangnya berkas itu. Pun, yang hilang adalah berkas pendahuluan. Rio pun menyayangkan berkas itu bisa hilang di MK, pengadilan yang dinilai punya sistem keamanan luar biasa.

"Ini dokumen kami yang kami percayakan di MK kok bisa hilang? Kehilangan ini menimbulkan gonjang-ganjing di masyarakat Papua sana," kata Rio.

Rio pun menyebut bahwa dalam pertemuannya dengan Guntur dan sejumlah pimpinan MK lainnya pada Rabu (15/3), tim kuasa hukum Markus-Angkian sudah menyampaikan permohonan agar jangan sampai informasi dokumen hilang ini menimbulkan kericuhan di Papua.

"Bagaimanapun, informasi ini berawal dari sana. Kami dapat informasi dari Papua. Kalau infonya dapat dari kita yang sama-sama tinggal di Jakarta, masih bisa kita netralkan. Tapi di Papua sana, kita terkendala jarak dan klarifkasi (akses informasi--red)," kata Rio.

Menurut Rio, MK penting memberi klarifikasi sebagai upaya untuk meminimalisasi potensi konflik dan gejolak masyarakat di Papua. "Makanya tadi saya berkeras tidak akan pulang sebelum ketemu Sekjen. Kabar ini harus segera dinetralkan," sambung Rio. (GRESNEWS.COM)

Berkas Permohonan Sengketa Pilkada Dogiyai Hilang di Tangan Pimpinan MK

Dok./Suasana pembacaan putusan sidang sengketa pilkada di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (22/2/2016).
JAKARTA - Kuasa hukum pasangan calon Markus Waine-Angkian Goo, Andi Syamsul Bahri, meminta klarifikasi dan keadilan Mahkamah Konstitusi (MK) atas hilangnya berkas asli permohonan gugatan sengketa Pilkada Dogiyai 2017.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, Papua, itu mengajukan permohonan perkara perselisihan hasil Pilkada Dogiyai pada 24 Februari 2017 lalu. Namun dalam prosesnya, berkas yang diajukan justru hilang ditangan bagian pengaduan dan panitera.

"Alasannya, berkas asli yang telah kami ajukan dipinjam oleh pimpinan dan belum dikembalikan," tegas Andi di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).
Diungkapkan, setelah mengajukan permohonan sengketa Pilkada Dogiyai, pihaknya pada 8 Maret kembali ke MK untuk memperbaiki berkas permohonan.

Perbaikan ini merujuk PMK No 3/2017 tentang Perubahan Atas PMK No 3/2016 tentang Tahapan, Kegiatan dan Jadwal Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Oleh Panitera Muda II MK yang diketahui bernama Muhidin, pihaknya kemudian 'digiring' ke tempat terpisah dari para pemohon lain. Saat itu, lanjut Andi, Panitera Muhidin meminta untuk membuat surat kuasa baru dengan alasan berkas yang diajukan dipinjam pimpinan MK.

Muhidin juga menyampaikan perkara Dogiyai diberi kesempatan khusus hingga tanggal 13 Maret. Sebab perkara Dogiyai dijadikan sampel dan oleh MK diputuskan melalui kebijakan. Alasan yang menurut Andi sangat mengada-ada, tanpa dasar dan tanpa tujuan yang jelas.

"Tanggal 8 Maret itu hari terakhir perbaikan permohonan pemohon, apa alasan pimpinan meminjam berkas kami hingga hari terakhir perbaikan? Ini kan sama saja pencurian dokumen negara," kata Andi.

Dari informasi yang dihimpun tim kuasa hukum Markus Waine-Angkian Goo, beber Andi, hilangnya berkas permohonan pemohon karena terjadi pencurian oleh oknum-oknum di MK. Dari aparat keamanan atau satpam hingga oknum Kepala Sub Bagian atas pesanan pihak tertentu.

Andi menambahkan, jika benar informasi tersebut maka telah terjadi pelanggaran serius dan dapat mempengaruhi citra MK ke depan. Pihaknya berharap MK menegakkan aturan dan mengusut permasalahan tersebut sampai tuntas.

"Kami senang jika pimpinan MK berkenan menunjukkan berkas asli yang telah dipinjam," demikian Andi.(TRIBUNNEWS.COM)

Pemda Dogiyai : Masyarakat jangan lupah bekerja diladang, Bukan urus politik jelang pemilukada Dogiyai

Dogiyai, (rasudofm) : Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Dogiyai, Herman Anou.S.sos meminta kepada Masyarakat Dogiyai untuk tidak jangan melupakan pekerja sehari harinya sebagai petani, dan jangan hanya memikirkan masalah politik pemilihan kepala daerah (Pemilukada).

Selain karena pertimbangan waktunya masih lama, Herman Anou, juga menyayangkan masyarakat jika dalam sehari-harinya hanya memikirkan politik sehingga malas bekerja dan tidak kreatif mengolah lahan pekerjaannya.

Dia bahkan mengungkap bahwa jika saatnya telah tiba, Bupati sendiri akan menunjukkan calon yang baik untuk masyarakat dan pembangunan daerah, dan yang akan terpilih adalah pemimpin masyarakat Dogiyai selama 5 Tahun Kedepan

Karena itu, mnenurut Herman Anou, Setiap pasangan calon yang telah terdaftar di KPU Kabupaten Dogiyai adalah para yang berasal dari Kabupaten Dogiyai.

“Jangan terlalu dini memikirkan politik, waktunya masih lama. Tapi ingat, masyarakat jangan hanya memikirkan politik, tapi lupah dengan pekerjaan sehari harinya sebagai petani lading,

“coba kita bayangkan, satu hari kita tidak bekerja pasti satu hari kedepan kita lapar, karena kita tidak bekerja, itu filosofinya,” Kata Anou, diruang Kerjanya, Senin, 17/10

Yang tepat bagi masyarakat, sambung Anou, adalah bagaimana memikirkan agar pekerjaan dan pendapatannya bisa meningkat, khususnya masyarakat yang bekerja sebagai seorang petani.

 “Jika kita bekerja, maka yang akan menikmati adalah masyarakat sendiri, dan jika kita tidak bekerja pasti kita sendiri yang lapar, untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk saya mengajak kita semua untuk agar tetap bekerja,” Ujar Anou. (Nick/rsdofm)

Kadinkes Papua letakkan batu pertama pembangunan RS Dogiyai

Peletakan batu pertama pembangunan RS tipe D pratama di Dogiyai. (Foto: Antara Papua/Musa Abubar)
Dogiyai - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai meletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit tipe D pratama di Kampung Ekimani,Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai.

Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai di Dogiyai, Rabu mengemukakan acara pelatakan batu pertama pembangunan RS itu dilakukan pada Senin (22/8).

Dikatakan, ketika itu Kepala Dinas Kesehatan Papua tiba disekitar areal lokasi peletakan batu pertama sekitar 10 meter dari lokasi warga langsung mencegat mobil yang ditumpangi Kepala Dinas.

Aloysius langsung turun dan disambut masyarakat dengan tarian "waita" tarian adat setempat. Beberapa perempuan dewasa mengenakan pakaian adat berupa cawat dan baju dari kulit kayu, sementara laki-laki memakai koteka dan bertelanjang badan.

Mengawali peletakan batu pertama kali itu dengan penyampaian sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, Cristianus Tebay, sambutan kedua disampaikan oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai, Anthon Iyawav mewakili Bupati Dogiyai Herman Auwe.

Selanjutnya, sambutan terakhir disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai.

Momentum peletakan batu pertama itu dihadiri oleh para pimpinan TNI-Polri, Asisten I Sekretaris Daerah Deiyai, sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, para pimpinan SKPD dilingkup Pemerintahan Dogiyai, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh perempuan beserta masyarakat umum.

Dalam sambutan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai Cristianus Tebay menyatakan bahwa guna kesiapan peletakan batu pertama rumah sakit itu pihaknya tengah membentuk panitia untuk menyiapkan jalannya acara peletakan batu pertama rumah sakit tersebut.

Menurut dia, kegiatan tersebut dapat terlaksana atas dukungan dari direktur rumah sakit, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, dan kontraktor yang akan membangun rumah sakit ini.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai yang telah serius memberikan dukungan dengan menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah sakit," ujarnya.

Lanjut dia, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dinas Papua yang hingga kini memberikan motivasi dan dorongan secara serius untuk mewujudkan dan menghadirkan rumah sakit di wilayah adat Meepago terutama di Dogiyai.

"Lokasi pembangunan rumah sakit yang kami siapkan lahan seluas enam hektar untuk pembangunan rumah sakit tipe D Pratama di Dogiyai, peletakan batu pertama hari ini pertanda pembangunan dimulai," ujarnya.

Dia berharap Kepala Dinas Papua terus diberikan kekuatan dan kesehatan serta tetap memegang jabatan Kepala Dinas agar dua tahun kedepan dapat kembali lagi untuk meresmikan rumah sakit ini.

Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Anthon Iyowav mewakili Bupati dalam sambutannya mengajak pemerintah dan masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai dapat menghadirkan sebuah rumah sakit di daerah Dogiyai.

"Hal ini menunjukan bahwa pemerintah tidak pernah tinggal diam khususnya dalam hal pelayanan kesehatan," ujarnya.
Rumah sakit ini, kata dia dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. "Kami beriterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Papua karena menaruh perhatian kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Papua, drg Aloysius Giyai berharap pembangunan rumah sakit itu dilakukan dalam dua tahun.

"Saya harap dalam dua tahun pembangunan rumah sakit ini sudah selesai dan diresmikan," ujarnya.

Dia menambahkan, alokasi anggaran untuk pembangunan rumah sakit ini sebesar Rp23 miliar. Dari dana itu Rp2 miliar digunakan untuk pengadaan peralatan kesehatan rumah sakit dan Rp21 miliar untuk pembangunan fisik rumah sakit. (*)

  (Antara Papua)
Editor: Anwar Maga

Bupati Dogiyai : Pengedar Miras Segera Angkat Kaki Dari Dogiyai

Dogiyai,rasudofm - Bupati Herman Auwe, pada malam resepsi menyambut Hari Ulang Tahun Proklamasi 17 Agustus 2016, Kemarin, ( Sabtu 18/16) di Aula Dogiyai Dou Ena, menghimbau kepada mini market, supermarket, warung, warung jamu, kios-kios kecil, cafe hingga restaurant yang sekitar pemukiman, sekolah, rumah sakit, kaki lima, terminal, dan penginapan remaja tidak menjual miras, atau siapapun dia agar tidak menjual miras di Kabupaten Dogiyai dalam bentuk apapu, apapbila di ketahui adanya pengadaan, pengedaran, penjualan, dan pengendalian minuman beralkohol akan diusir dari Kabupaten Dogiyai,
 
“ saya minta kepada siapun dia yang berani untuk pengadaan, pengedaran, penjualan, dan pengendalian minuman beralkohol kami tidak segan – segan untuk mengusir kepada penjual miras tersebut,”

Selain itu, saya juga menghimbau kepada pihak-pihak tersebut untuk mematuhi larangan ini atau jika melanggar akan kami usir dari Kabupaten Dogiyai,” tegas Herman Auwe.

jika ada orang yang menjual miras di wilayah Kabupaten Dogiyai bersangkutan sudah melanggar peraturan, maka pengedar atau penjual miras tersebut segera angkat kaki dari Kabupaten Dogiyai” jelas

”Dampak miras sangat luar biasa. Dari data yang kami himpun tiap tahunnya, atau Bulang ada orang yang meninggal akibat mengkonsumsi minimal beralkohol, maka saya melindungi warganya dari miras, maka saya melarang 100 persen miras didaerahnya,” jelas Kata Herman.

Peredaran miras Dogiyai saat ini sudah cukup mengkhawatirkan, miras dijual bebas di toko dan minimarket di lingkungan tempat mereka tinggal. Ini artinya miras dijual bebas kepada anak-anak dan remaja maka Pengadaan, Pengedaran, Penjualan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol, dilarang, sementara itu banyak remaja sekarang yang mengonsumsi miras. 

Peredaran miras yang melanggar peraturan ini, Maka kepada pengadaan, pengedar miras secara bebas di mana saja dan kepada siapa saja akan kami usir, atau segera angkat kaki dari Dogiyai,”Tegas Bupati (rsdofm/Humas/Anou).



Unik, Banyak Pemain Nyeker di Liga Pelajar U16 Region Dogiyai

Salah satu tim peserta Liga Pelajar U16 Piala Menpora 2016 Region Dogiyai, Papua nampak beberapa pemainnya tidak mengenakan sepatu. (istimewa)
Dogiyai - Ada yang unik dalam penyelenggaraan Liga Pelajar U16 Piala Menpora 2016 Region Dogiyai, Papua. Sebagian besar pemain yang bertanding ternyata tidak memakai sepatu alias "nyeker". Iskandar Silas Ohee, Koordinator Provinsi Papua mengakui hal ini tidak sesuai dengan aturan.

"Ini memang tidak sesuai regulasi. Makanya kami sudah laporkan ini ke Panpel Nasional di Jakarta," kata Iskandar Silas Ohee, Koordinator Provinsi Papua.

"Syukurlah Panpel Nasional memberi dispensasi untuk Dogiyai dengan catatan jika lolos ke Seri Provinsi Papua sudah pakai sepatu bola. Spiritnya adalah memberi kesempatan mereka untuk menunjukkan bakat dan potensinya."

Dogiyai adalah salah satu dari enam kabupaten/kota yang menggelar Seri Region di Papua. Lainnya adalah Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Paniai-Nabire, Waropen, dan gabungan Mappi-Puncak Jaya-Jayawijaya.

Region Dogiyai sendiri diikuti delapan tim. Dari delapan tim itu hampir seluruhnya menurunkan pemain yang tidak bersepatu bola. Hanya 3-4 orang yang memakai sepatu. Itupun tidak semuanya sepatu untuk bermain bola.

"Yang pakai sepatu hanya tim dari sekitar kota Dogiyai," Silas melaporkan.
"Tim lain dari Kecamatan Kamu Selatan, Kamu Utara, dan Kamu Tengah sebagian besar nyeker. Dari Kecamatan Mapia Tengah, Mapia Timur juga demikian."

Meskipun pemain tampil tanpa alas kaki, toh tak mengurangi semarak Liga Pelajar U16 di Dogiyai. Ratusan penonton dari berbagai kecamatan datang memenuhi arena pertandingan di Lapangan Ekemaninda Monemani. Termasuk ibu-ibu dan para remaja putri.

Iman Rahman Cahyadi/CAH

BeritaSatu.com

Herman Auwe : Letakkan Batu Pertama Gedung Gereja Torsina Botumoma

Ketika Bupati Dogiyai, Herman Auwe, melakukan peletakan batu pertama gedung gereja, Torsina Botumom, Kemarin (HumasFoto)

Dogiyai, rasudofm - Bupati Dogiyai, Herman Auwe, meletakan Batu pertama pada pembangunan Gedung Gereja Torsina Botumoma, Kemarin, di Distrik Kamu Selatan,

Peletakan batu pertama ini pula dihadiri oleh sejumlah pejabat dilingkungan pemerintah Kabupaten Dogiyai,

Sebelum dilakukan peletakan batu pertama dirangkaikan dengan pelayanan ibadah singkat , yang dipimpin oleh. Pdt Jhon Adii, Sm.Th,  dengan Thema : Tuhan mengajak anak-nya untuk mendirikan anak-nya, (Hagai 1:1-14)

Dalam pesan singkatnya, Pdt.Jhon Adii, Sm.Th menjelaskan bahwa Sebagai mitra pemerintah, gereja juga berkewajiban mendorong umat untuk menjadi warga negara yang baik dengan berperan aktif mendukung pembangunan.

 

“Jemaat gereja juga adalah warga masyarakat. Karena itu warga gereja juga harus mendukung pembangunan dengan menerapkan sikap hidup yang baik, menjaga keamanan dan ketertiban, “ kata Pendeta.

Selain itu, Bupati Dogiyai, dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa pembangunan gedung gereja baru merupakan wujud pertumbuhan iman jemaat. Jemaat ingin memberi yang terbaik bagi Tuhan.

“Pembangunan gedung gereja juga sejalan dengan perkembangan Kabupaten Dogiyai, yang sedang dalam proses pembangunan , “ kata Herman (humas/Anou)




Bupati Dogiyai Ditandu Jemaat Torsina Botumoma

DOGIYAI, rasudofm – Bupati Dogiyai, Herman Auwe, merasa terharu dengan jemputan jemaat Torsina Botumoma Distrik Kamu Selatan, dimana sebagai pemimpin di Daerah Kabupaten Dogiyai ini dipandu oleh Jemaat Torsina Botumoma hingga di tempat peletakan Batu pertama Pembangunan Gedung Gereja Torsina Botumoma, Kemarin, Di Dogiyai.
Herman Auwe, mengaku, selama ini, di manapun ia melakuknan Kunjungan kerja ia selalu di tandu oleh masyarakat Kabupaten Dogiyai selama ini,
Ia ditandu diatas kursi oleh jemaat Torsinan Botumoma bersama sejumlah masyarakat, saat melaksanakan kunjungan kerja ke daerah sejak memangku jabatan sebagai Bupati Kabupaten Dogiyai.
Perasaan ini diungkapkan oleh Bupati Dogiyai, Herman Auwe, dihadapan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), pejabat eselon I, II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, Kepala Kampung, Sekretaris Kampung, Bamuskam dan tokoh masyarakat  di pada peletakan Batu Pertama Botumoma, Distrik Kamu Selatan.
Herman merasa terharu karena setelah tiba Di Halaman Kantor Distrik Kamu Selatan, Jemaat Torsina bersama masyarakat Distrik Kamu selatan dijemput oleh Kepala Distrik Kamu Selatan dan jajarannya, diiringan tarian adat, sekaligus Bupati Herman Auwe, ditandu oleh Jemaat dan masyarakat dengan mendudukannya diatas kursi dan dipikul oleh empat (4) orang menuju di halaman Gedung Gereja Torsina Botumoma, jalan kaki sekitar 800 meter dari lokasi penjemputan.
Sementara itu, sejumlah pejabat teras dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai dan masyarakat berjalan kaki ke halaman gedung gereja Torsina Botumoma.
Dalam Sambutannya, Herman Auwe  mengungkapkan, sekalipun dirinya juga berasal dari kampung, salah satu kampung di Distrik Kamu Selatan dan menjadi orang pertama dari daerahnya menjabat kursi pimpinan Daerah ini, ia merasa sangat terharu dengan penjemputan masyarakat di Dogiyai.
Akan tetapi, ia menjelaskan bahwa, pada masa reformasi tidak ada perbedaan antara orang kota, anak kaya dan anak orang miskin dan tinggal di daerah terpencil. Sekarang saatnya untuk mengambil peran yang sama baik di bidang pemerintah, politik dan ekonomi di mana saja. Oleh karena itu, saya meminta kepada masyarakat dan Jemaat Torsina Botumoma untuk berjuang mengerjar cita-cita dan ketertinggalan dari pembangunan Kabupaten Dogiyai kedepan, Kata Herman
Selama ini, saya melakukan kunjungan kerja ini meninjau pembangunan dan lebih focus pada pembinaan dan pemberdayaan ekonomi dan pembinaan keimanan bagi masyarakat Kabupaten Dogiyai, salah satunya dengan memberikan bantuan dana bagi gereja di daerah,
Selain melakukan peletakan batu pertama gedung gereja di Jemaat Torsina Botumoma, Bupati Dogiyai Herman Auwe juga memberikan batuan langsung tunai kepada pembangunan Gedung gereja Torsina Botumoma, dan sejumlah Gereja yang ada di Distrik Kamuu Selatan,
“saya mau bantu bagi gereja yang sedang dalam pembangunan gereja,” Kata Herman. (humas/Anou)

Di Mapia, Miras dan Togel Dilarang

DOGIYAI — Permainan Toto Gelap (Togel) dan Minuman Keras (Miras) sudah tembus hingga perkampungan di kawasan pedalaman Papua. Dampaknya sangat terasa, khusus di Distrik Mapia Timur, Kabupaten Dogiyai, sehingga sejak beberapa waktu lalu dilarang adanya dua aktivitas ini.
Bonavasius Dogomo bersama Kapolsek dan Danramil. (Foto: Agustinus Dogomo/SP)

Miras dan Togel dilarang karena dianggap sedang hancurkan tatanan hidup masyarakat setempat. Hal ini seperti diungkapkan Bonavasius Dogomo, Kepala Distrik Mapia Timur.

“Kami larang dua hal itu karena sedang menjadi pintu masuk kejahatan dalam kelangsungan hidup masyarakat di wilayah kami ini,” ujarnya saat diwawancarai suarapapua.com, Selasa (5/7/2016) di Bomomani.

Dogomo menyatakan, larangan tersebut sudah merupakan hasil keputusan final. “Pelarangan ini telah menjadi kesepakatan bersama Kapolsek, Danramil dan 7 Kepala Kampung yang ada dalam wilayah Distrik Mapia Timur, tertanggal 27 Juni 2016,” jelasnya.

“Kami buat larangan jual Miras dan Togel karena di empat distrik yang ada di Mapia sudah lama buat larangannya. Jadi, bukan Miras dan Togel saja, kami tegas untuk larang permainan judi lain juga,” ujar Dogomo.

“Soal Miras saya pikir sudah ada larangan yang dibuat oleh Gubernur Provinsi Papua, sehingga kami sebagai bawahan hanya melanjutkan aturan tersebut,” ujarnya.

Ngarifin, Kaposek Mapia Timur, mengatakan, berdasarkan kesepakatan masyarakat distrik Mapia Timur, penjualan Miras dan Togel harus ditutup.

“Kita tidak boleh tunggu atasan, kalau kita mau sadar harus mulai dari kita sendiri, jangan menunggu atasan. Selain itu, harus ada kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menjaga agar wilayah distrik ini aman dan terjaga,” tutur Kapolsek.

Alexander Pakage, tokoh intelektual Mapia, menyatakan, penyakit sosial yang berdampak pada tatanan hidup masyarakat harus dihancurkan. “Mulai sekarang tidak boleh ada Miras dan Togel,” ujarnya dengan tegas.

Pakage menyarankan, menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, harus buat surat pernyataan yang ditandatangani semua pihak. Dengan itu, jika nanti kedapatan oknum tertentu melanggar kesepakatan tertulis, harus diberikan sanksi.

Pewarta: Agustinus Dogomo
Sumber: suarapapua.com

Bantuan Pemkab Dogiyai Untuk Gereja Merata

Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Jemaat Eklesia Putapa, Dogiyai (Foto: Agustinus Dogomo/SP)
DOGIYAI — Pemerintah Kabupaten Dogiyai tidak membeda-bedakan dalam memberi bantuan dana keagamaan, terutama untuk pembangunan gedung gereja. Semua gereja yang ada di kabupaten itu dibantu sesuai kemampuan keuangan daerah.

Hal ini dikemukakan Herman Auwe, Plt. Bupati Dogiyai saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Jemaat Eklesia Putapa, Sabtu (25/6/2016) di Putapa.

“Untuk bantuan bagi pembangunan gereja, saya tidak memilih dia dari agama mana, tidak beda-bedakan denominasi. Sebab, selama ini pemerintah telah memberikan bantuan kepada beberapa gereja,” tuturnya.

Herman Auwe dalam sambutannya berjanji, “Kami siap membantu dalam memperlancar pembangunan gereja ini. Dana yang akan kami bantu bukan uang dari saya, tetapi uang pemerintah Kabupaten Dogiyai, dan ini hak masyarakat.”

Dana tersebut diharapkan dapat digunakan dengan baik untuk membangun rumah Tuhan. “Bukan lihat besar kecilnya uang, tetapi sedikit yang dikasih dapat berguna untuk bangun gereja ini,” imbuhnya.

Barnabas Anou, ketua Koordinator Dogiyai mengatakan, pemerintah juga ada dalam gereja, sehingga sangat layak untuk memberikan kontribusi dalam proses pembangunan gedung gereja.

“Bangunan gereja ini besar, sehingga kita harus bersatu saling bahu-membahu hingga selesai nanti. Dengan bantuan Tuhan pasti kami dapat membangun gereja ini,” ujarnya di hadapan semua jajaran pemerintah Dogiyai dan hadirin.

Selain itu, ia yakin bahwa gereja harus dibangun sendiri agar kemudian menjadi gereja mandiri. “Gereja ini kita bangun sekarang, akan ada besok, lusa sampai Yesus datang ke dua kalinya,” tutur Anou.

Perlunya dukungan dan kerja sama disampaikan Marten Iyai, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Jemaat Eklesia Putapa, saat ditemui suarapapua.com di sela-sela acara peletakan batu pertama.
“Kami harus kerja gotong-royong, sebab gereja yang akan kami bangun ini agak besar ukurannya. Jadi, kami mengharapkan bantuan dari semua pihak, dan kami siap menerima,” kata Iyai.

Pewarta: Agustinus Dogomo
Editor: Mary

Germanus Goo: Jangan Jual Tanah Adat di Dogiyai!

Germanus Goo, ketua Dewan Adat Mee KAMAPI
(Foto: Agustinus Dogomo/SP)
DOGIYAI, — Germanus Goo, ketua Dewan Adat Mee Kamuu, Mapia, Piyaiye (DAM KAMAPI) menegaskan, kepada semua masyarakat setempat untuk tidak suka jual tanah adat yang ada di wilayah Kabupaten Dogiyai.

“Himbauan kami bahwa jangan jual tanah adat. Kalau jual tanah adat itu sama saja kamu jual diri kamu. Harus diingat bahwa tanah dan kekayaan ini Tuhan berikan untuk kita kelola dan hidup di atas tanah ini,” tegasnya di Ekemanida, Moanemani, Kamis (24/6/2016).

Diakui, jual beli tanah adat di Dogiyai marak terjadi sejak tiga tahun terakhir. Ironisnya, tanah dijual murah kepada orang pendatang. Motor bekas pun bahkan bisa diterima oknum pemilik tanah.

“Yang mempunyai tanah dan kekayaan adalah kami dan diakui sebagai pemilik ahli waris negeri ini,” ujar Germanus.

“Kami ingin menyelamatkan diri kami dari pemusnahan secara sistematis yang dilakukan orang tak bertanggungjawab melalui berbagai cara dengan tujuan merebut tanah dan kekayaan kami di tempat surga ini,” tuturnya.

Germanus juga berkomitmen, organisasi yang dipimpinnya akan berjuang untuk mempertahankan tanah adat sebagai modal hidup, karena tanah adalah mama, Tuhan ciptakan dan sudah lengkapi dengan barang-barang yang dapat dilihat dan tak dilihat.

“Kami ingin mengembalikan tanah surga kecil yang sudah mulai hilang di Dogiyai, dari Dogiyai dengan cara menggali, melestarikan dan menjaga semua yang Tuhan sudah kasih dan titip melalui leluhur kami.”

Ia menyarankan agar ada kesadaran dari warga sebagai pemilik dusun, pemilik tanah, pemilik kekayaan alam, kekayaan adat dan budaya luhur pemberian Tuhan. “Ini perlu, dan kami ingin atur, kelola oleh kami sendiri dalam rangka menata hidup dan kehidupan kami yang lebih baik,” kata Germanus.

Kepada masyarakat Kamuu, Mapia dan Piyaiye, dihimbau agar tidak jual tanah sembarang. Cukup yang sudah terlanjur dijual, selanjutnya jangan terulang lagi. “Nanti dari lembaga ini akan mengontrol di wilayah adat ini agar tidak ada lagi aktivitas jual beli tanah,” tegasnya.

Pewarta: Agustinus Dogomo
Editor: Mary


Bupati Dogiyai, Ribuan Makanan Kadaluarsa di Musnaknan di Tengah Rakyat Dogiyai

Dogiyai,rsdofm: Saya melakukan pemusnahan terhadap hasil sidak makanan tak layak konsumsi yang diperjual belikan oleh pedagang di kabupaten Dogiyai, di terminal Moanemani, ditengah Masyarakat supaya masyarakat memahami dan mengerti di toko atau kios itu banyak makan tak layak untuk dikonsumsi dan masyarakat terbiasa mengkonsumsi makanan alami, dibanding makanan tokoh/ kios, “ Jelas Herman Auwe, sebelum di lakukan pemusnahan makanan exspier,

Pemusnahan ribuan makanan kadaluarsa oleh Bupati Dogiyai, Herman Auwe, Selasa, 14/6, dihadiri, Kapolsek Kamu Mapia, Danramil Kamu Mapia, serta seluruh unsure muspida Kabupaten Dogiyai, disaksikan oleh ribuan masyarakat Kabupaten Dogiyai, pemusnahan ribuan kemasan makanan tersebut, dilakukan di terminal Moanemani, 

Sebelum di lakukan pemusnahan makanan tak layak dikonsumsi tersebut, Bupati Kabupaten Dogiyai mengajak kepada seluruh warga Masyarakat yang ikut menyaksikan pembakaran tersebut bahwa, “ Banyak warga masyarakat Kabupaten Dogiyai akibat mengkonsumsi makanan kadaluarga yang tidak diketahui tanggal lebel produk yang dicantumkan, “Ujar Bupati Herman Auwe, 

Karena itu, Kata Bupati bahwa, Warga masyarakat kabupaten Dogiyai lebih banyak mengkonsumsi makanan alami dibanding makanan kemasan di tokoh, 

“saya bakar makanan kadaluarsa ditengah tengah masyarakat, di terminal, supaya masyarakat kabupaten dogiyai melihat langsung bahwa di kios kabupaten dogiyai banyak makanan tak layak dikonsumsi,”Ujar Auwe.

Selain itu, Herman Auwe, menjelaskan bahwa Kabupaten Dogiyai kaya dengan makanan, dibandingkan kabupaten lain, maka masyarakat dogiyai dogiyai lebih banyak mengkonsumsi makanan alami darp pada makanan kemasanan yang di jual belikan di took atau kios,

“Kita masih mudah tetapi sakit tulang, kelihatan sehat tapi tidak ada darah dalam tubuh, atau batuk pilek, diare, atau cepat terserang penyakit karena kita lebih banyak mengkonsumsi makanan tokoh,” Jelas Herman Auwe.

Dari hasil pantauan pemusnahan makanan kadaluarsa hasil sidak pemerintaha Kabupaten dogiyai, diantaranya makanan bungkus berupa indo mie, kopi sacets, Maksako, sardines, susu kaleng bendera, kecap, veksin, saus, serta makanan ringan sesuka anak anak siap saji, 

Seusai dilakukan pemkaranan secara terpisah, Bupati Kabupaten Dogiyai, meminta instansi terkait agar punya program khusus, artinya setiap satu tahun, empat kali dilakukan inpeksi mendadak terhadap setiap kios yang  ada di kabupaten dogiyai,

Selain itu, ia juga meminta kepada pedagang los kios dikabupaten dogiyai agar tidak diperbolehkan memperjual belikan makanan label tanggal sudah ekspaier, karena itu menimbulkan penyaklit bagi masyarakat kabupaten Dogiyai, 

“Apabila kedapatan setiap kali sidak lebih banyak mendapatkan makanan tak layak di konsumsi, pemerintah daerah tak sengan sengan akan mencabut ijin berdagang di Kabupaten Dogiyai,” Tegas Auwe.
Selain itu, ia juga meminta kepada instansi terkait agar programkan sosialisasi terhadap para pedadang di kabupaten Kabupaten Dogiyai, agar mereka tidak menjual makanan tak layak, di wilayah Kabupaten Dogiyai,” Ujar Herman.

Ditempat yang sama, ketika disaksikan oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Dogiyai, Germanus Goo, meminta dengan uangkapan bahasa daerah bahwa, 

“Kita sudah lupah makanan asli kami, petatas, sayur, betee, sagu, dan lebih suka mengkonsumsi makananan kios sehingga cepat meniggal dunia, sedangkan nenek moyang kami dulu punya umurnyanya panjang, maka saya menghimbau agar masyarakat kabupaten Dogiyai kembali mengkonsumsi makanan asli,” teriak Germanuns.

Sementara itu, Kepala Dinas perindustrian dan perdagagan, Kabupaten Dogiyai, Andreas Gobay, menjelaskan bahwa menjelang bulan Ramadhan, Pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai telah melakukan pemeriksaan mendadak di sejumlah los kios tempat menjual bahan pokok.

Sidak tersebut dilakukan, untuk memeriksa  semua barang dagangan yang ada, apakah masih berlaku atau sudah kadaluarsa.

“Ketika ada yang sudah kadaluarsa tentu akan langsung kita sita dan juga kita cek harganya. Jangan sampai ada pedagang yang menjual dengan harga yang tidak sesuai,” ujarnya (Anou/Humas)

FOTO AKTIVITAS KUNKER MENTERI PERDAGAGAN DI KABUPATEN DOGIYAI.

FOTO AKTIVITAS KUNKER MENTERI PERDAGAGAN DI KABUPATEN DOGIYAI.

Foto Ketika Bupati Dogiyai, Herman Auwe, Dan Rombongan Kementerian Perdagagan (Sebelum Menteri Perdagagan , Thomas Lembong Tiba Dogiyai  Tiba di Dogiyai) Mengunjungi Beberapa Pasar di Dogiyai,) Yakni Pasar Sentral Dogiyai, Dan Pasar Sentral Bomomani.


Berikut Salah Spanduk Yang di pancang Pemerintah Pusat, Menteri Perdagagan Republik Indonesia, di Tempat Acara Dialog Pelaku Kopi Dan Petani Kopi di Dogiyai. 


Berikut Sekda Kabupaten Dogiyai, Natalis Degei.S.sos Dan Pelaku Produk Kopi / Sebagai Pionir Pencecus Pendiri Perkebunan Kopi Dogiyai, Dari Yayasan P-5, Ir.Didimus Tebay, Ketika Berbincang tentang Kopi di Dogiyai

Berikut, Ketika Menteri Perdagagan Indonesia, Thomas Lembong, Ketika melambaikan tangan Kepada rakyat Kabupaten Dogiyai, sebelum meninggalkan Pelaku Kopi dan Petani Kopi yang usai mendengarkan arahan siangkat oleh Menteri Perdagagan, di Aula Pemda Dogiyai.



Berikut suasana acara sambutan Bupati dan Menteri Perdagagan yang si sambut meriah oleh masyarakat Kabupaten Dogiyai.







Berikut Ketika Para Rombongan dan Menteri Perdagagan Berkunjung di Pasar Sentaral Dogiyai.



Ketika Menteri Perdagagan Dan Rombongan, serta staf Khusus Tiba di Bandar Udara Moanemani/Dogiyai





Dogiyai : Mendag RI Berjanji Akan Memberikan Dana Hibah Kepada Pelaku Dan Petani Kopi

Dogiyai,rsdofm-- Robongan Menteri Perdagangan RI, Thomas Lembong ,dan Staff Khusus Presiden Republik Indonesia, Lennis Kogoya, dengan menggunakan Pesawat Susi Air, Tiba di Bandara Moanemani, Dogiyai, Pukul, 12,34, Wit, sementara Pemerintah Dan Masyarakat, serta Pelaku Kopi dan Petani Kopi Kabupaten Dogiyai, menunggu kunjungan kerja menteri dengan tarian busana adat, sejak  pukul 10,00 Wit, namun dengan kondisi cuaca dogiyai yang bersahabat, dengan pesawat Susi Air yang ditumpangi Bapak Menteri Perdagagan dan Staf Khusus Presiden, Lennis Kogoya, mendarat dengan mulus di Lapangan Terbang Moanemani, 

Selanjutnya, disambut dengan tarian dari masyarakat adat Kabupaten Dogiyai dengan busana tradisional dari Kabupaten Dogiyai, serta dirangkaikan dengan penggalungan Noken Anggrek sebagai pengganti penggalungan bunga, 

Semnetara itu, Seluruh Pegawai Negeri, dengan Pakaian Keki, diarak sepanjang jalan airport Moanemani, yang diselingi dengan tarian hingga terminal parkiran bandara Moanemani, Sabtu 11/06/2016 kemarin.

Rombongan Mendag Republik Indonesia yang disambut oleh Bupati Dogiyai Herman Auwe S.Sos, Plt. Sekda Natalis Degei.S.sos, Plt. Asisten I, II, III Setda Kabupaten Dogiyai, dan seluruh Kepala Dinas  Lingkungan Pemerintah Daerah Dogiyai, dengan pengawalan ketat dari pihak Keamanan TNI,Porli, yang bertugas di Kabupaten Dogiyai

Selanjutnya, Rombongan Menteri Perdangan Rebpulik Indonesia dan Plt. Bupati Dogiyai langsung mengunjungi  Pasar Sentral, Di kampung Ekemanida, Distrik Kamuu, setiba di pasar setral Dogiyai, Menteri berdialog dengan mama mama orang asli dogiyai yang sedang berjualan, 

Usai berdialog, Bapak Menteri belanja Kacang Tanah, beberapa Buah Buahan yang sedang berjualan di pasar baru,

Selanjutnya, Rombongan Menteri dan Bupati Kabupaten Dogiyai meninggalkan pasar baru, hingga dilanjutkan perjalanan ke Pabrik Kopi P.5, dan juga berdialog dengan pencetus Kopi Murni Moanemani, Ir.Didimus Tebay, saat itu sedang menunggu Kedatangan Rombongan Menteri Perdagagan Republik Indonesia, usai mengunjungi Pabrik Kopi P.5, Rombongan Menteri diarak di aula pemda dogiyai.

setelah tiba di aula Pemda Dogiyai melanjutkan acara dialog dan peluncuran program dengan bangga menyeduh Kopi Papua sebagai bagian dari “Gerakan Papua Bekerja dan Unggul. Ny Judith JN Dipoputra tentang bangga menyeduh Kopi Moanemani di Dogiyai Papua sebagai bagian dari gerakan Papua bekerja dan unggul yang disertai dengan penyerahan buku panduan bagi cara bertani kopi didogiyai serta bantuan studi banding bagi petani kopi dari GM Bank Mandiri Provinsi Papua, oleh R Erwan yang secara simbolis diterima Plt. Bupati Dogiyai, Herman Auwe,S.Sos, yang disaksikan Menteri Perdangan RI dan rombongan serta masyarakat Dogiyai, 

Sementara itu, sebelum menyampikan sambutan Menteri Perdagagan Indonesia, Bupati Kabupaten Dogiyai, Herman Auwe, dalam sambutanya menjelaskan Bahwa Para pelaku Produksi Kopi dan Petani Kopi merasa bangga karena Kehadiran Bapak Menteri membawa angin segar bagi pelaku kopi dalam pengembangan usaha kedepan,

 

“karena Kabupaten Dogiyai yang baru berumur delapan Tahun, sehingga Pemerintah belum menggali Potensi Kopi, tetapi pengembangan usaha Kopi sudah ada di dalam program kerja Pemerintah Kabupaten Dogiyai, seperti Tahun 2015 Lalu, Pemerintah Kabupaten Dogiyai telah membangikan 115 Kopi Kepada rakyat Kabupaten Dogiyai,” Ujar Herman
.
Akhir Sambutannya, Herman Auwe, meminta Kepada Menteri Perdagagan Republik Indonesia, bahwa setelah melihat potensi Kabupaten Dogiyai dengan pengembangan Usaha Kopi ini, banyak mengalami kemerosotan, sehingga kiranya kunjungan Kerja Bapak Menteri dapat memberikan dana stimulant kepada Pelaku Usaha dan Petani, yang di salurkan langsung Kepada Pelaku Usaha Kopi dan Petani Kopi yang bersangkutan, Karena melalui Pemerintah Pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat tertentu, dana hibah akan dihilangkan,” Ujar Auwe.

“bantuan jangan disalurkan lewat Pemerintah tetapi langsung petugas kementerian datang kepada Pelaku Kopi, dan diberikan bantuan kopi tersebut secara langsung kepada pelaku Usaha Kopi  dan Petani Kopi di Dogiyai, “  Kata Herman.

Akhir Sambutan, Herman Auwe, Meminta Kepada Menteri Perdagagan Republik Indonesia, Untuk menyampaikan Pesan Kepada Presiden Republik Indonesia, agar berkunjung ke Kabupaten Dogiyai, Bapak Presiden Telah dua Kali berkunjung di Papua, namun Bapak Presiden Datang di Kabupaten yang tidak pernah memberikan suara pada pemilu Presiden, lalu tidak seutuhnya diberikan, Namun Kami Kabupaten Dogiyai yang penduduknya 109 Ribu Penduduk telah memberikan suara kepada Pasangan Jokowi – Jk 100% namun tidak pernah dikunjungi dan tidak pernah diberikan penambahan dana bagi para petani Kopi di Kabupaten Dogiyai,

“Kedatangan Meteri ini momen yang tepat untuk menyampaikan kerinduan sentuhan pembangunan langsung Presiden Republik Indonesia Kepada Masyarakat Kabupaten Dogiyai,” Akhiri Herman.

Sementara itu, didepan ribuan masyarakat Kabupaten Dogiyai, Menterian Perdagagan Republik Indonesia, Thomas Lembong, Dalam sambutan singkat menyampiakan bahwa, Pemerintah Kabinet Kerja Presiden Jokowi berterimah kasih kepada Masyarakat Kabupaten Dogiyai atas penghormatan yang luar biasa kepada kami , maka saya mewakili Kerja Jokowi – Jusuf Kalla berkunjung di Dogiyai, oleh karena itu, saya di tugaskan oleh Bapak Presiden Jokowi sendiri untuk menyampaikan salam hangat buat masyarakat Kabupaten Dogiyai,” Kata Lembong.

Selain itu, Kata Menteri bahwa sangat setuju kekurangan yang dialami oleh para pelaku kopi dan petani kopi di kabupaten Dogiyai, tentang sarana prasana serta dana stimulant bagi pelaku produksi kopi dan petani kopi di Kabupaten Dogiyai, 

“Keluhan yang paling di garap adalah Kopi, karena pasokan permintaan Kopi dari Kabupaten Dogiyai di konsumsi baik di dalam negeri maupun luar negeri dari Kopi Kabupaten Dogiyai,” Jelas Menteri

Selain itu, Kata Menteri bahwa kopi dari Kabupaten Dogiyai keunggulan kopi sangat kwalitas mutunya, sehingga sangat di hargai di dalam negeri maupun Luar Negeri, karena Kopi dari Kabupaten Dogiyai punya mutu yang khusus dan aroma yang khusus, 

“Kami Kementerian Perdagagan sangat tertarik sekali untuk membantu mengembangkan Kopi dari Kabupaten Dogiyai, maka kopi yang di tanam oleh rakyat Kabupaten Dogiyai agar dikembangkan secara berkelanjutan, sudah ditanam tetapi tidak tidak rawat  itu mematikan ekonomi saudara saudara dari Kabupaten Dogiyai,” Ujar Menteri.

Semnetara itu, Menteri Perdagagan Republik Indonesia berjanji pada kedatangan kali berikut, akan mengunjungi langsung kepada Pelaku Kopi di Kabupaten Dogiyai, dan datang secara tim dari kementerian Perdagagan Republik Indonesia, 

“saya janji akan berkunjung secara tim dari kementerian perdagagan, karena saya bangga dan senang sekali dengan kwalitas kopi dari Kabupaten Dogiyai, karena itu, saya minta masukan masukan, kritikan, kejujuran, karena Kabinet kerja Presiden era keterbukaan dalam bekerja,” akhiri Menteri, 

Selanjutnya, Robongan Menteri Perdagagan, bersama Muspida Kabupaten Dogiyai, meninggalkan aula pemda Kabupaten Dogiyai menuju Ke Airport Moanemani, untuk dilajutkan perjalanan selanjutnya ke Bandara Udara Sentani di Jayapura – Papua. (rsdofm/Humas Dogiyai) 



 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger