Showing posts with label Primary. Show all posts
Showing posts with label Primary. Show all posts

Gubernur Nilai Potensi Wisata Hiu di Nabire Bisa Mendunia

Gubernur Papua Lukas Enembe
Gubernur Papua Lukas Enembe menilai potensi wisata hiu di Kabupaten Nabire bakal mendunia bila dikelola dan dipromosikan secara maksimal kepada dunia luar. Apalagi hewan laut hiu itu, tak pernah berpindah dan hanya berkembang biak di perairan laut Nabire.

Berkenaan dengan hal itu, pihak mengimbau pemerintah kabupaten setempat agar dapat memikirkan satu formula yang tepat untuk mempromosikan potensi wisata hiu Nabire.

“Sebab saya rasa pengembangan wisata hiu Nabire ini akan sangat menarik minat para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri”.

"Apalagi wilayah Nabire ini berdekatan dengan Biak, Serui, Waropen serta sejumlah kabupaten di Provinsi Papua Barat, seperti Teluk Wondama kemudian Kaimana,” terang Gubernur Lukas dalam satu kesempatan di Jayapura, kemarin.

Dia katakan, baru-baru ini Presiden Joko Widodo berkunjung ke Nabire dalam rangka peresmian PLTMG Kalibobo, Nabire, RSUD Regional Mee Pago serta peninjauan Bandara Douw Atarure dan Pelabuhan Samabusa.

Perhatian Presiden terhadap Nabire dan Papua secara kseluruhan, diapresiasi karena merupakan bentuk komitmen yang ingin berkunjung serta membangun bumi cenderawasih, agar dapat mengejar ketertinggalan dari provinsi lainnya di Indonesia.

Sehingga melalui momentum kunjungan Presiden Joko Widodo itu, diharapkan dapat memacu peningkatan angka kunjungan wisatawan dalam negeri maupun manca negara di Kabupaten Nabire.
“Apalagi sudah dibangun bandara Internasional Douw Aturure. Lalu sudah ada pula Pelabuhan Samabusa, sehingga dapat menunjang program tol laut dari Presiden Joko Widodo. Ini berarti akses ke Nabire terhubungkan baik melalui darat maupun laut secara maksimal”.

“Namun diharapkan pula pemerintah kabupaten setempat untuk mendukung program Presiden serta meningkatkan potensi kekayaan alam dan wisata, agar bisa dijual keluar daerah,” harap dia.

 papua.go.id

Rasakan Keunikan Kopi Dogiyai Papua

Foto Ilustrasi |Metrotvnews.com
Rasudo FM - Hasil produksi kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia. Letak geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah daerah di Indonesia memiliki kekhasan cita rasa kopi yang berbeda satu sama lain. Salah satu daerah penghasil kopi yang telah dikenal adalah Papua.

Selain kopi Wamena yang telah populer. Kini muncul primadona baru kopi dari Papua. Adalah kopi Dogiyai. Kopi ini ditanam diketinggian 1.000 - 2.000 meter di atas permukaan air laut. Tepatnya di desa Mapia, kabupaten Dogiyai, Papua.

Biji kopi Dogiyai diproses dengan metode Honey Process. Proses pengeringan kopi dengan teknik ini sedikit lebih sulit dibandingkan dengan Naturral Process namun rasa kopi yang dihasilkan pastinya sepadan dengan effort yang dikeluarkan. Selanjutnya biji kopi dogiyai dipanggang dengan tingkat medium roast.

Kopi Dogiyai memiliki cita rasa yang khas. Perpaduan antara karamel yang legit dengann rasa akhir rempah-rempah dan cokelat. Kopi ini juga memiliki aroma kacang panggang yang gurih. Kopi unik itu dibandrol dengan harga Rp. 425.000 per kilogram. Dalam 5 hari kopi berkualitas premium dari Papua ini ludes terjual.

 goodnewsfromindonesia.id 

Bupati Isaias apresiasi pelaksanaan UN SD berjalan lancar

Bupati Nabire Isaias Douw mengapresiasi pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Nabire yang sudah berlangsung lacar, baik dan aman beberapa waktu lalu.
Bupati Nabire, Isaias Douw di ruang kerjanya, Jumat (19/5/2017) – Jubi/Titus Ruban. Jumat 19/5/17
Nabire, Jubi - Bupati Nabire Isaias Douw mengapresiasi pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Nabire yang sudah berlangsung lacar, baik dan aman beberapa waktu lalu.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada kepada para guru SD, para kepala sekolah, panitia sampai kepala dinas pendidikan,” katanya akhir pekan lalu.

Isaias mengaku sudah mendapat laporan dari Kepala Dinas Pendidikan, bahwa proses ujian sudah berjalan lancer, tinggal di laporkan ke provinsi.

“Pendidikan adalah kunci utama untuk kemajuan sebuah daerah, bangsa dan Negara. Karena itu, orang tua, pemerintah dan masyarakat umum diharapkan tetap mendukung dan memastikan kelancaran proses pendidikan di semua tingkat di Kabupaten Nabire,” harapnya.

Isaias mengingatkan pendidikan tidak hanya tanggung jawab  sekolah atau pemerintah, tetapi semua pihak. Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat terutama orang tua untuk mendukung agar ke depan proses pendidikan di Nabire tetap aman dan ditingkatkan.

“Orang tua harus memastikan anaknya sekolah dengan baik. Pendidikan harus dimulai dari rumah. Anak-anaknya harus diantar. Saya lihat, banyak orang Papua punya kendaraan tetapi jarang antar anaknya ke sekolah,” katanya.

Bupati mengingatkan mengantar anak ke sedkolah itu merupakan salah satu dukungan orang tua kepada anak. “Anak akan belajar dengan baik kalau orang tua tunjukkan perhatiannya, jadi, jangan hanya kasih uang dan biarkan anak jalan sendiri ke sekolah,” katanya

Isaias menekankan anak muda memiliki tantangan yang lebih besar ke depannya. Untuk itu anak-anak Nabire harus bersekolah dengan baik agar dapat mengatasi persaingan dan tantangan zaman. (*)  JUBI



KM Tidar buka rute Kaimana-Nabire

Pelabuhan Kaimana - Wikipedia.
Kaimana – Kapal Motor (KM) Tidar membuka rute pelayaran pelabuhan Kaimana, Papua Barat menuju Nabire, Papua.

Kepala Pelni Kaimana, Sugiyanto mengatakan, sejak Februari kemarin ada satu lagi kapal milik PT. Pelni yang menyinggahi pelabuhan Kaimana, yakni KM Tidar.

Dengan adanya KM Tidar berarti sudah ada tiga kapal yang menyinggahi pelabuhan Kaimana. Tiga kapal tersebut adalah KM Tatamailau yang selama ini melayani penumpang dari Ternate hingga Merauke, KM Ngapulu yang melayani penumpang dari Tanjung Periuk (Jakarta) hingga Fakfak, Papua Barat dan KM Tidar yang melayani penumpang dari Makasar hingga Nabire.

“Untuk KM Ngapulu ini dia menggantikan rutenya KM Tidar dengan homebase-nya di Tanjung Periuk (Jakarta). Sementara KM Tidar homebase-nya di Makassar (Sulawesi Selatan) sampai Nabire (Papua) dengan menyinggahi Kaimana. Sehingga untuk kemudahan akses, khususnya transportasi laut bagi masyarakat Kaimana sudah terjawab,” katanya di Kaimana, Rabu (8/3/2017).

Dikatakannya, KM Tidar sudah melayani penumpang rute Makassar – Nabire sudah dua trip berjalan.

“Kemudahan sudah ada, sehingga kami berharap keluhan masyarakat Kaimana terkait dengan transportasi laut ini sudah bisa terjawabi,” katanya.

Ketika disinggung soal jumlah penumpang yang turun-naik di Pelabuhan Kaimana, menurutnya hal ini memang belum maksimal. “Memang untuk jumlah penumpangnya boleh dikatakan masih sangat sedikit, berkisar seratus lebih. Tetapi ini kan rute barunya KM Tidar. Sehingga kami berharap kedepannya kalau sudah tiga empat kali trip, masyarakat pasti sudah terbantu dan banyak yang menggunakan jasa KM Tidar,” katanya.

Dengan adanya tiga kapal milik Pelni yang menyinggahi Pelabuhan Kaimana, masyarakat terbantu.

“Kami harap agar kedepannya masyarakat sudah tidak lagi kesulitan terkait dengan jasa transportasi laut ini,” katanya. (Jacob Owen/Jubi)

Bupati Isaias: Pejabat baru harus dukung 12 program prioritas

Bupati Nabire, Isaias Douw dalam sebuah acara – dok/ist
Nabire - Bupati Nabire, Isaias Douw meminta kepada 15 Kepala Distrik dan 84 pejabat eselon II dan eselon III yang dilantik pada 3 Maret 2017 lalu di Aula Quest House Jalan Merdeka Nabire, mendukung 12 program prioritas yang sudah berjalan selama kurang lebih satu tahun ini.

Program prioritas yang sedang dilakukan antara lain adalah pembangunan lapangan terbang untuk didarati pesawat berbadan besar yang sedang dikerjakan di Karadiri; pengembangan rumah sakit rujukan di RSUD Nabire sedang dikerjakan; pembangunan stadion sepak bola standar sedang dikerjakan di Kalibobo; relokasi warga Waroki ke arah 2/3 KM ke darat agar terhindar dari banjir; pelebaran jalan dalam kota dan luar kota di Nabire (Yaro-Topo, Lagari-Napan, Topo-Lagari, Nabire-Waropen, jalan trans Dipa serta jalan 2 jalur ke Bandara Baru Karadiri sudah mulai dikerjakan.

“Presiden kita Jokowi sudah tegaskan, Aparatur Sipil Negara adalah pelayan rakyat, saatnya kerja, kerja dan kerja membangun negeri, membangun bangsa,” kata Isaias sebagaimana dikutip Kepala Bagian Humas Setda Nabire, Yermias Degei, Selasa (7/2/2017) di Nabire.

Program berikutnya, pengembangan pelabuhan penumpang dan pelabuhan kontainer sudah diprogramkan; penambahan kuota BBM sedang diperjuangkan; pemekaran provinsi Papua Tengah dan ibu kota provinsi di Nabire sedang diperjuangkan; jaminan stabilitas Keamanan sebagaimana telah tercipta selama 5 tahun lalu agar semua orang berkarya dalam keadaan aman dan damai.

"Program prioritas tambahan lain adalah peningkatan kualitas pendidikan; kualitas pelayanan kesehatan; pemberdayaan ekonomi masyarakat; pelestarian lingkungan hidup; pembinaan perempuan melalui berbagai organisasi perempuan; sentuhan kasih kepada semua suku dan agama; dan pembinaan kepada RT/RW serta Kepala Suku dari semua kerukunan yang ada di Kabupaten Nabire, “ kata Isaias seperti dikutip Kabag Humas.

Kepada mereka yang belum mendapatkan kesempatan untuk melayani masyarakat, Isias meminta agar tetap mendukung program pemerintah, karena penyegaran jabatan dapat dilakukan kapan saja dan siapa saja bisa diganti apabila kinerjanya buruk. (Jubi)

40% Panelnya Dicuri, PLTS di Pelosok Papua Tak Bisa Beroperasi Maksimal

Dogiyai - PT PLN (Persero) menargetkan bisa menerangi semua kabupaten di pegunungan Papua di akhir tahun 2017. Total ada 14 kabupaten yang harus dilistriki. Pada 17 Agustus 2016 lalu, PLN sudah masuk ke Kabupaten Teluk Wondama, Raja Ampat, dan Pegunungan Arfak.

Kemudian di Hari Listrik Nasional tanggal ke-71 pada 27 Oktober 2016 kemarin, giliran 2 kabupaten di pedalaman Papua yang terang benderang berkat PLN, yaitu Kabupaten Deiyai dan Yahukimo.

Berbagai cara dilakukan PLN untuk membuat Papua terang benderang seperti wilayah Indonesia lainnya. Misalnya dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kabupaten Dogiyai.

Tetapi memang banyak masalah tak terduga yang muncul di lapangan. Panel-panel surya PLTS di Dogiyai ini banyak yang dicuri. Para pelaku biasanya bergerombol sekitar 5 orang, membawa senjata seperti panah dan golok, mengambil panel surya di malam hari.

"Ini salah satu kendala kita dalam melistriki Kabupaten Dogiyai, masalah pencurian," kata General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Yohanes Sukrislismono, kepada detikFinance saat berkunjung ke PLTS di Dogiyai, Jumat (28/10/2016).

40% Panelnya Dicuri, PLTS di Pelosok Papua Tak Bisa Beroperasi MaksimalFoto: Michael Agustinus

Sejak PLTS dioperasikan pada 2013, sudah hampir separuh panel surya yang dicuri. PLTS dengan kapasitas 300 Kilowatt peak (KWp) ini pun tak bisa beroperasi maksimal karena panelnya banyak yang hilang.

"Sekitar 40 persen panel listrik kita dicuri. Akibatnya PLTS yang kapasitas sebenarnya 300 KWp tidak bisa beroperasi penuh," ucapnya.

Yohanes sangat menyayangkan hal ini. Sebab, penduduk Kabupaten Dogiyai sebenarnya sangat membutuhkan listrik, masih banyak desa di kabupaten ini yang belum terlistriki, yang sudah terlistriki pun baru mendapat listrik sekitar 6 jam per hari. Pencurian panel surya ini membuat pasokan listrik makin sedikit.

Pencurian panel surya memang berkurang belakangan ini setelah adanya pencuri yang meninggal karena tersetrum saat berusaha melepas panel. Yohanes juga meminta pemerintah daerah setempat untuk membantu pengamanan PLTS. Ini demi masyarakat juga, supaya pasokan listrik tidak terganggu.

40% Panelnya Dicuri, PLTS di Pelosok Papua Tak Bisa Beroperasi MaksimalFoto: Michael Agustinus

"Pencurian agak sedikit berkurang karena baru-baru ini ada yang meninggal tersetrum saat mencuri panel. Kami meminta kerja sama dari pemda untuk pengamanan aset kami," pungkasnya. (ang/ang) 


 Sumber: detik.com

Kadinkes Papua letakkan batu pertama pembangunan RS Dogiyai

Peletakan batu pertama pembangunan RS tipe D pratama di Dogiyai. (Foto: Antara Papua/Musa Abubar)
Dogiyai - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai meletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit tipe D pratama di Kampung Ekimani,Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai.

Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai di Dogiyai, Rabu mengemukakan acara pelatakan batu pertama pembangunan RS itu dilakukan pada Senin (22/8).

Dikatakan, ketika itu Kepala Dinas Kesehatan Papua tiba disekitar areal lokasi peletakan batu pertama sekitar 10 meter dari lokasi warga langsung mencegat mobil yang ditumpangi Kepala Dinas.

Aloysius langsung turun dan disambut masyarakat dengan tarian "waita" tarian adat setempat. Beberapa perempuan dewasa mengenakan pakaian adat berupa cawat dan baju dari kulit kayu, sementara laki-laki memakai koteka dan bertelanjang badan.

Mengawali peletakan batu pertama kali itu dengan penyampaian sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, Cristianus Tebay, sambutan kedua disampaikan oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai, Anthon Iyawav mewakili Bupati Dogiyai Herman Auwe.

Selanjutnya, sambutan terakhir disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai.

Momentum peletakan batu pertama itu dihadiri oleh para pimpinan TNI-Polri, Asisten I Sekretaris Daerah Deiyai, sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, para pimpinan SKPD dilingkup Pemerintahan Dogiyai, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh perempuan beserta masyarakat umum.

Dalam sambutan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai Cristianus Tebay menyatakan bahwa guna kesiapan peletakan batu pertama rumah sakit itu pihaknya tengah membentuk panitia untuk menyiapkan jalannya acara peletakan batu pertama rumah sakit tersebut.

Menurut dia, kegiatan tersebut dapat terlaksana atas dukungan dari direktur rumah sakit, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, dan kontraktor yang akan membangun rumah sakit ini.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai yang telah serius memberikan dukungan dengan menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah sakit," ujarnya.

Lanjut dia, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dinas Papua yang hingga kini memberikan motivasi dan dorongan secara serius untuk mewujudkan dan menghadirkan rumah sakit di wilayah adat Meepago terutama di Dogiyai.

"Lokasi pembangunan rumah sakit yang kami siapkan lahan seluas enam hektar untuk pembangunan rumah sakit tipe D Pratama di Dogiyai, peletakan batu pertama hari ini pertanda pembangunan dimulai," ujarnya.

Dia berharap Kepala Dinas Papua terus diberikan kekuatan dan kesehatan serta tetap memegang jabatan Kepala Dinas agar dua tahun kedepan dapat kembali lagi untuk meresmikan rumah sakit ini.

Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Anthon Iyowav mewakili Bupati dalam sambutannya mengajak pemerintah dan masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai dapat menghadirkan sebuah rumah sakit di daerah Dogiyai.

"Hal ini menunjukan bahwa pemerintah tidak pernah tinggal diam khususnya dalam hal pelayanan kesehatan," ujarnya.
Rumah sakit ini, kata dia dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. "Kami beriterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Papua karena menaruh perhatian kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Papua, drg Aloysius Giyai berharap pembangunan rumah sakit itu dilakukan dalam dua tahun.

"Saya harap dalam dua tahun pembangunan rumah sakit ini sudah selesai dan diresmikan," ujarnya.

Dia menambahkan, alokasi anggaran untuk pembangunan rumah sakit ini sebesar Rp23 miliar. Dari dana itu Rp2 miliar digunakan untuk pengadaan peralatan kesehatan rumah sakit dan Rp21 miliar untuk pembangunan fisik rumah sakit. (*)

  (Antara Papua)
Editor: Anwar Maga

Investor Perusak Tanah Adat Yerisiam Harus Segera Angkat Kaki!

Pamflet yang dipajang massa aksi Koalisi Peduli Sawit Nabire, Selasa di halaman PTUN Waena. (Foto: Ist).
JAYAPURA --- “Hak ulayat tanah adat Yerisiam adalah milik masyarakat adat Yerisiam, sehingga pemerintah harus segera cabut kembali Surat Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor 142 tahun 2008 tentang Pemberian Ijin Usaha Perkebunan Kepada PT. Nabire Baru.”


Demikian salah satu pernyataan sikap dari Koalisi Peduli Sawit Nabire, yang diterima suarapapua.com, Rabu (20/1/2016).

Penegasan itu juga disampaikan di sela-sela aksi demonstrasi damai yang dilakukan Koalisi Peduli Sawit Nabire, Selasa kemarin di halaman Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Waena, Jayapura, Papua.

Aksi tersebut mewarnai jalannya sidang lanjutan gugatan Masyarakat Suku Besar Yerisiam Gua Kabupaten Nabire di PTUN.

Gugatan dilayangkan Masyarakat Suku Besar Yerisiam Gua terhadap investasi kelapa sawit oleh PT Nabire Baru di wilayah tanah adat milik masyarakat Yerisiam Gua yang di dalamnya terdapat tiga sub suku, yakni Waoha, Akaba, Sarakwari, dan Koroba.

Sidang kemarin beragendakan mendengarkan saksi pihak penggugat Masyarakat Adat Yerisiam Gua mengenai persoalan kerusakan lingkungan di tanah adat seluas 14.000 hektar di kampung Sima, Distrik Yaur, Nabire, akibat beroperasinya PT. Nabire Baru.

Koalisi menyatakan, PT Nabire Baru sedang beroperasi secara ilegal. Ini karena ijin yang dikantonginya sarat kepentingan dan diduga melibatkan beberapa oknum pejabat dan staf baik di lingkungan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua.

Ditegaskan, perusahaan tersebut sudah beroperasi sebelum ada dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal). Kemudian, Gubernur Provinsi Papua kala itu Barnabas Suebu, SH mengeluarkan SK Gubernur Provinsi Papua Nomor 142 Tahun 2008 tentang Pemberian Ijin Usaha Perkebunan Kepada PT. Nabire Baru.

Masyarakat Suku Besar Yerisiam bersama Koalisi Peduli Sawit Nabire yang terdiri dari DAD Paniai, Garda-Papua, Forum Independen Mahasiswa (FIM), Yayasan Pusaka, KPKC GKI, KPKC Fransiskan Papua, Bersatu Untuk Kebenaran (BUK) dan SKP HAM-Papua, bersolidaritas untuk menuntut segera mencabut SK Gubernur Papua.

Selain perusahaan perkebunan sawit tidak mengurus Amdal selama empat tahun beroperasi di atas tanah adat milik Suku Besar Yerisiam Gua, yang jelas-jelas melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, juga melanggar UU Nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan (Undang-Undang Perkebunan yang ada saat IUP ini diterbitkan).

Diketahui, berkas gugatan yang dilayangkan Masyarakat Adat Yerisiam Gua diterima hakim PTUN Jayapura pada 20 September 2015 lalu.

Sidang perdana digelar pada tanggal 29 Oktober 2015. Agenda sidang, perbaikan berkas perkara. Sidang kedua, 3 November 2015, dengan agenda penyerahan perubahan berkas perkara.

Selanjutnya, sidang ketiga 17 November 2015. Sidang terbuka dengan agenda pembacaan berkas perkara gugatan Masyarakat Adat Yerisiam Gua.

Pada persidangan di PTUN Jayapura, Selasa (12/1/2016), Masyarakat Suku Besar Yerisiam Gua meminta agar surat izin usaha perkebunan PT Nabire Baru dicabut.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Alan Basyier, kuasa hukum penggugat, yakni Eliezer Murafer, menyerahkan sejumlah bukti dokumen yang memperkuat gugatan untuk mencabut IUP tersebut.

MARY
SUARAPAPUA.com

Kapolres Nabire: Kami Tidak Inginkan Terjadi Konflik Horizontal di dogiyai

Nabire, rsdofm : Agar tidak terjadi konflik horizontal di kabupaten Dogiyai terkait penunjukkan Plt Bupati Kabupaten Dogiyai, bertempat di ruang kerja Kapolres Nabire, belum lama ini, Kapolres Nabire, AKBP.H.R.Situmeang,S,Ik, MH, Dandim 1705/Paniai, Letkol. ARH. Yulian Iskandar,S.Ip, Perwakilan Yonif 753/ AVTDanden Zipur,12/OHH,Mayor Czi.Yoga Permana  menjadi mediator untuk mempertemukan, Drs.Thomas Tigi dan Plt.Bupati Dogiyai, Herma Auwe,S.Sos guna memberikan pemahaman soal proses hukum yang sedang dijalani, Thomas Tigi dan soal terbitnya Surat Kepetusan (SK) Plt.Bupati Dogiyai.

Dari pertemuan yang dipimpin Kapolres Nabire itu, bapak Thomas Tigi dan bapak Herman Auwe diminta untuk menjaga situasi kantibmas di Dogiyai, terkait penunjukkan Plt.Bupati oleh Gubernur Papua dan Menteri Dalam Negeri di Jakarta, Karena itu sesuai prosedur hukum,”
“mereka telah sepakat agar kedepan di Kabupaten Dogiyai tidak terjadi konflik Horizontal. Sebab, jika terjadi konflik sudah jelas proses pembangunan yang diinginkan tidak terlaksana sesuai harapan semua pihak,” Kata Kapolres .

Lanjut Situmeang, Agar proses pembangunan dan roda pemerintahan dapat berjalan di Kabupaten Dogiyai, saya telah mempertemukan pak Thomas Tigi dan Plt.Bupati Herman Auwe, untuk berdamai soal penunjukkan Pelaksana Tugas Harian Bupati Dogiyai,
“itu sudah tugas pihak keamanan dalam hal ini Kapolres dan Dandim untuk mendamaikan kedua belah pihak, agar tidak saling menggangu akan tetapi saling memahami tugas dan beban kerja,”Kata Kapolres Nabire.

Kata Kapolres, Dijelaskannya, dari pertemuan  itu, Thomas Tigi dan Plt.Bupati Herman Auwe sudah berjabat tangan sebagai suatu tanda baik sehingga tetap mewujudkan visi dan misi pembangunan kabupaten Dogiyai telah ditetapkan,” Ujar Kapolres.

Selain itu, Plt.Bupati Dogiyai, Herman Auwe, juga menyampaikan ucapan terimah kasih kepada Kapolres Nabire, Dandim 1705/Paniai, Perwakilan Yonif 753 Nabire yang telah menjadi mediator sehingga saya dan Thomas bisa bertemu dan sepakat untuk menjaga situasi keamanan di Dogiyai sesuai saran dan petunjuk pihak keamanan,” Ujar Herman Auwe.(rsdofm/Anou).



KPU Gelar Test Wawancara Calon Anggota PPD

NABIRE - Setelah rampung dalam test administrasi dan tertulis, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire menggelar test wawancara bagi para peserta calon anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) se-Kabupaten Nabire, Rabu (14/5) di Kantor KPU Nabire Jalan Ahmad Yani.

Test wawancara itu merupakan test terakhir untuk menghasilkan anggota PPD masing-masing distrik berjumlah 5 (lima) orang. Satu persatu peserta test langsung berhadapan dengan Ketua KPU, Petrus Rumere dan 3 anggota yakni Oktovianus Takimai, Oktovina Karubui dan Agus Salim. Mereka mendapat pertanyaan dari ketua dan ketiga anggota KPU Nabire.

Diwaktu jeda, Ketua KPU Nabire, Petrus Rumere,S.Sos kepada media cetak dan elektronik menerangkan, dalam seleksi pembentukkan PPD ada tiga tahapan yang dilaksanakan.

Pertama, tahapan pemberkasan administrasi, kedua, tahapan test tertulis. “Dua tahapan ini yakni pemberkasan administrasi dan test tertulis sudah selesai dan ada beberpa calon yang gugur. Kemudian untuk tahapan tertulis, diambil 10 orang atau 10 besar. Seperti Nabire dan Nabire Barat yang pesertanya cukup banyak, namun tetap yang diambil 10 orang sedangkan lainnya kami gugurkan,” ungkapnya.
Ketiga, tahapan test wawancara. Dari test ini akan diambil masing-masing distrik (PPD) lima orang atau 5 besar. Dan selanjutnya hasil 5 besar ini akan ditetapkan dan dilantik sebagai anggota PPD masing-masing distrik.

Terkait peserta yang gugur, menurut Ketua KPU, gugur  dalam administrasi, karena ada administrasi yang kurang atau tidak lengkap. Gugur dalam administrasi tertulis, karena jawaban-jawaban yang salah sementara KPU menggunakan sistem rangking atau tingkatan, sehingga yang nilainya tertinggi itu yang diambil sampai 10 besar untuk kemudian diseleksi kembali dalam test wawancara menjadi 5 besar.

“Dalam test tertulis kita menggunakan sistem rangking, sehingga siapapun yang nilainya tertinggi itu yang lolos dan begitu seterusnya sampai 10 besar dan masuk dalam test wawancara, dan dalam test wawancara diseleksi kembali sehingga hanya menghasilkan 5 besar,” terangnya.

*Petrus Rumere : KPU Ingin Pastikan PPD Netral Independen dan Steril
Pantauan Papuapos Nabire, test wawancara dilaksanakan secara marathon, mulai dari pagi hingga malam hari. Dilihat dari daftar atau data yang ada sekitar 241 peserta mengikuti test itu. “Test wawancara ini dilaksanakan sehari dan hari ini harus sudah selesai karena tanggal 18 Mei mendatang anggota PPD akan dilantik,” ungkapnya.

Dengan adanya seleksi dengan 3 (tiga) tahapan, Ketua KPU Nabire berharap PPD yang terbentuk nantinya merupakan orang-orang yang mengerti tentang kepemiluan, orang-orang yang memahami aturan-aturan perundang-undangan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) serta aturan-aturan lain tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah.

“Undang-undang dan aturan Pemilukada memang baru dan tentunya harus dipelajari, namun minimal orang-orang yang masuk sebagai anggota PPD adalah orang-orang yang tahu, orang-orang yang memiliki pengalaman, minimal pernah terlibat di tingkat bawah dalam penyelenggaraan Pemilu, karena kita perlu orang-orang yang memahami tentang Pemilu,” tuturnya.

Disamping itu menurut Ketua KPU, PPD memerlukan orang-orang yang netral independen, tidak ada keberpihakan. Bila nantinya orang-orang di PPD tidak netral independen dikuatirkan akan menimbulkan konflik dikemudian hari. Oleh karena itu, dalam test wawancara ini, kita ingin pastikan bahwa orang-orang yang duduk sebagai anggota PPD adalah orang-orang yang memahami aturan, mekanisme kepemiliuan, mereka juga adalah orang-orang yang netral independen dan steril dari kepentingan-kepentingan.

“Silahkan bila sebelumnya ada titipan-titipan dari siapapun, namun saat menjadi anggota PPD mereka harus netral independen dan steril dari kepentingan-kepentingan,” tegasnya. (iing elsa/ros)

 Papuaposnabire

Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) Melaksanakan Resturuksasi Pengurus Cabang Tomohon

Restrukturisasi/ Penataan Kembali Pengurus AMPTPI Cab. Tomohon, Sulawesi Utara (Foto Suara Pasema/SP. West Papua)
Tomohon -  Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tegah Papua Indonesia (AMPTPI), Di Daerah Sulawesi Utara Cabang Tomohon Telah melaksanakan Restrukturisasi atau Penataan Kembali Kepengurusan Di Aulah Asrama Papua, Kamasan XIII Tomohon, Pada 14 April 2015, dari jam 17-19.00 Wita Selesai.

Dalam Kegiatan tersebut Jumlah 61 Orang Peserta dengan Tujuan untuk Restrukturisasi Atau Penataan Kembali. Restrukturisasi ini dilakukan karena akibat Pulangnya Beberapa pengurus Inti Setelah Menyelesasikan Studinya Di Kota Studi Tomohon, diantaranya dari Dewan Pengawas Organisasi Cabang, Dewan Pimpinan Cabang dari Ketua Umum, Sekertaris dan Bendahara.
 Dan Pada Akhirnya kembali melakukan Pergantian dengan sistim pemilihan Mengusulkan Bakal calon dari Beberapa kabupaten yang hadir di Rapat dengan satu Kabupaten Cukup mengusulkan 1 Nama Bakal Calon. 

Puji Tuhan, hasil dari pada itu sudah terpilihlah untuk melengkapi posisi pada mereka yang sudah pulang dengan nama-nama Pengurus Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tegah Papua Indonesia (AMPTPI), Di Daerah Sulawesi Utara Cabang Tomohon  Inti Sebagai Berikut: 
I. Dewan Pengawas Organisasi Cabang (DPOC) 
              1. Panus Hesegem, SH,
              2. Nila Kobak
II. Dewan Pemimpin Cabang : 
     A.  Ketua Umum        : Dausten Lohon
        Wakil Ketua           : Yotam Balingga
     B. Sekertaris Umum  : Daud Kossay
         Wakil Sekertaris   : Chris Tabo 
III. C. Bendahara Umum : Martinus Kossay
         Wakil Bendahara  : Ance Kossay

Mereka yang terpilih diatas inilah yang akan melanjutkan dan menjalankan Program Kerja Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) Cabang Kota Tomohon 2015-2016. Pengurus diatas ini semua berasal dari Beberapa Kabupaten yang ada di pegunungan tengah Papua.
  
Dalam Kesempatan itu Juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Tengah (DPW), Yanuarius Lagowan. Yan Juga Memberikan Penjelasan dan Arahan, dan juga Perjalanan AMPTPI, Sekaligus Kongres Nasional Ke-III, yang akan dilaksanakan Di Jakarta Pada Bulan Mei 2015 Mendatang.

Yanoarius Sebagai Ketua DPW Indonesia Tengah Juga Menambahkan, Organisasi AMPTPI ini dia Lebih Bergerak Kepada Pengkaderan, Perlindungan Orang Papua, Dan Hak Lindung, dan Kesatuan Persatuan Mahasiswa Pegunungan Tengah Yang ada di Kota studi Tomohon. Tuturnya.
Pada Kongres Nasional Pertama dilaksana di Timika Papua dan saat itu hanya di Ikuti Oleh 9 Kabupaten dan Kongres Kedua di Manado Sulawesi Utara Lalu Diikuti Lebih dari 9 Kabupaten karena sudah banyak Pemekaran baru, dan Kongres ketiga akan dilaksanakan di Jakarta Bulan Besok Di Jakarta Pada Bulan Mei 2015 Mendatang tutur Yanoarius Lagowan. Jelasnya.

AMPTPI Wilayah Indonesia tengah Sendiri Terdiri Dari Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Makassar, dan Ambon. Khusus Daerah Sulawesi Utara sendiri terdiri dari tiga Cabang Yaitu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Cabang, "Manado, Tomohon, Tondano".

suarapasema.blogspot.com



Ribuan Umat Kristen Di Nabire Papua Memperingati Jumat Agung

Umat Kristiani di kota Nabire, Papua memperingati perayaan Jumat Agung (03/04/2015). Berbagai kegiatan diadakan oleh umat Kristiani di kota Nabire salah satunya yaitu prosesi penyaliban.


Prosesi jalan salib yang dilakukan oleh umat Kristiani di Nabire oleh jemaat Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire, dilakukan dengan penuh khidmat dan mendapat antusias oleh warga Nabire secara umum.

Ribuan umat kristen melakukan pawai penyaliban di Taman Gizi Nabire menuju tempat penyaliban di Bukit Meriam.

i
c

Di Taman Gizi, ribuan umat Kristiani dengan tertib menuju Bukit Meriam sembari merenungi napak tilas kehidupan Yesus hingga harus berakhir di tiang salib.

de
b

Salah seorang panitia seksi Jalan Salib yang enggan disebutkan namanya mengatakan, panitia telah mempersiapkan peringatan Jumat Agung sejak lama.

Pasca diadakannya jalan salib dilanjutkan dengan ibadah juat agung, begitupun dengan umat Kristiani yang berasal dari jemaat GKI yang ada di Nabire juga mengadakan Ibadah Jumat Agung dan perjamuan kudus.

Pemkab Paniai Kuliahkan 408 Orang Guru

Kebijakan pensiun dini bagi guru yang hingga tahun 2015 belum sertifikasi atau belum memiliki sertifikat pendidik profesional (Strata Satu), telah disikapi Pemerintah Kabupaten Paniai dengan program kuliah kerjasama dengan Universitas Negeri Manado (Unima).

Kepala Bidang Menengah Atas Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Paniai, Adrianus Tekege, mengatakan, upaya yang telah ditempuh sejak beberapa tahun lalu sudah tentu untuk menghindari kemungkinan pensiun dini bagi guru-guru yang belum memenuhi ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

“Sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, seluruh guru yang belum strata satu diminta untuk harus menyelesaikan pendidikannya dengan batas akhir Desember 2015. Kalau tidak, mereka dilarang mengajar. Jadi, hal ini sudah kami antisipasi supaya guru-guru tidak pensiun dini,” tutur Tekege kepada , Rabu (01/04/15).

Menurutnya, sesuai ketentuan dari Kemendikbud, batas akhir bagi guru harus bersertifikasi dan mengantongi ijazah sarjana (S1) tinggal beberapa bulan saja.

“Kami telah mengantisipasi program pusat tersebut dengan berupaya mendaftarkan ke Unima. Kami kerjasama dengan pihak Unima mulai tahun 2010,” kata Tekege.

Dari kerjasama yang dilakukan, kata dia, para guru mengikuti proses perkuliahan dan kini angkatan ketiga.

Dijelaskan, peserta kuliah program kependidikan (S-1) telah mengikuti wisuda dua kali, yaitu angkatan pertama pada tahun 2012 sebanyak 108 orang guru, dan angkatan kedua pada pertengahan April 2014 sebanyak 99 guru yang selama ini mengajar di sejumlah sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Paniai.

“Untuk angkatan ketiga akan wisuda pada bulan Desember 2015, sebanyak 201 orang guru di kampus Unima. Mereka semua ini berasal dari 79 Sekolah Dasar (SD) dan 14 Sekolah Menengah Pertama (SMP),” bebernya.

Sesuai ketentuan UU dan diberlakukan di seluruh Indonesia sejak tahun 2005, guru-guru yang tidak bersertifikasi dan tidak bertitel S1 sampai Desember 2015, dilarang mengajar. “Khusus kami di Kabupaten Paniai aman, karena sudah ikuti program nasional,” ujar fasilitator para guru dan Unima ini.

Untuk itu, kata Adrianus Tekege, secara otomatis para guru di Kabupaten Paniai telah memenuhi syarat dan terhindar dari program pensiun dini.

(MS)

Prosesi Minggu Palma, di Dogiyai Berlangsung Dengan Hikmat

Berikut Prosesi Minggu Palma,

Paroki Santa Maria Imacullata Moanemkani, Distrik Kamuu – Kabupaten Dogiyai, diantara beberapa stase, diantaranya, Stase Mauwa, Stase Muniopa, Stase Idadagi, mengikuti ibadah prosesi bersama Minggu Palma, Minggu 29 Maret 2015.

Dogiyai (rasudofm) : Makna Minggu Palma : Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini.”

Minggu Palma adalah hari raya Kristen yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah. Perayaan ini merupakan perayaan masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum ia disalibkan. Masuknya Yesus ke kota suci atau Yerusalem adalah hal yang istimewa, sebab terjadinya sebelum Yesus mati dan bangkit dari kematian. Itulah sebabnya Minggu Palma disebut pembuka pekan suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem.

Yesus yang naik keledai dengan daun palma di tangan dilambai-lambaikan merupakan pemenuhan nubuat Nabi Zakharia kutipan dari Zechariah (9:9) yang diambil oleh Matius (21:5) dan Yohanes (12:15) menjadi acuannya.

“Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”

Pada zaman itu sudah menjadi tradisi bahwa raja atau bangsawan datang beriringan dalam sebuah prosesi dengan menunggang keledai. Keledai adalah simbol perdamaian. Maka, mereka yang hadir dengan membawa keledai tiada lain juga membawa pesan perdamaian. Sementara daun palma yang dilambaikan menandai kemenangan dan kemuliaan. Yesus yang naik keledai ini diceriterakan  pada empat Injil, yaitu : Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44, Yohanes 12:12-19.


Berikut Prosesi Minggu Palma, Paroki Santa Maria Imacullata Moanemani, Keuskupan Timika, di Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai.


Ribuan Umat Katolik Paroki Santa Maria Imacullata Moanemani Keuskupan Timika- Papua, Minggu, 29 Maret 2015, Sekitar jam 7.30 Wit, memadati lapangan Upacara Dogiyai Dou Enaa – Moanemani, untuk dilakukan pemberkatan Daun Palma oleh Pastor Lucky, (akrap disapa), selanjutnya para misdinar, diikuti oleh ribuan umat dengan melambai-lambaikan daun palem sambil bernyanyi, mengintari Kota Moanemani (Distrik Kamuu) Kabupaten Dogiyai dengan rute, Keluar lapangan sepak bola, keluar di pertigaan Taman Kanak-Kanak Santa Theresia Moanemani, menuju depan SMP YPPK Santo Fransiskus Epouto Moanemani, hingga diterminal Moanemani, selanjutnya mengintari kearah Posek Kamuu – Moanemani atau arah Gereja Santa Maria Imacullata Moanemani, Hal ini ribuan Umat Paroki Santa Maria Imacullata Moanemani menyatakan keikutsertaan umat bersama Yesus dalam arak-arakan menuju Yerusalem dengan tujuan yang akan dicapai yakni Simbol Kota Allah, yakni, di mana ada kedamaian.

Menurut Pastor Paroki Lucky, bahwa Daun palma yang dipergunakan umat katolik seluruh dunia sebagai simbol dari kemenangan Kristen atas kemenangan martir kematian Yesus di salib, sedangkan Martir sering digambarkan dengan daun pelem di antara tempat atau tambahan untuk instrumen dari kesyahidan. Kristus kerap kali menunjukkan hubungan daun palem sebagai simbol kemenangan atas dosa dan kematian. Lebih jelas lagi, hal itu diasosiasikan dengan kejayaan-Nya memasuki Yerusalem, ( Baca, Yohanes 12:12-13).

Lanjut Lucky, Daun palem memiliki warna hijau, hijau adalah warna dari tumbuh-tumbuhan dan musim semi. Oleh karena itu simbol kemenangan dari musim semi diatas musim salju atau kehidupan di atas kematian, menjadi sebuah campuran dari kuning dan biru itu juga melambangkan amal dan registrasi dari pekerjaan jiwa yang baik, Ujar Pastor.

Sementara Minggu Palma sebagai permenungan pekan terakhir hidup Yesus. Sepanjang hari-hari itu, dua hal bisa dipersiapkan,

“penderitaan dan kebangkitan Yesus, Apa dan bagaimana 'kisah penderitaan’ Yesus itu bermakna signifikan untuk kita.” Jelasnya.

Selanjutnya, Menurut Pastor Luycky bahwa Penderitaan Yesus dan kisah wafatnya Yesus menyampaikan makna penebusan, Sedangkan Pesan Yesus ini paling nyaring dan tampak jelas dalam Perjamuan Terakhir Kristus dengan para murid-Nya, Sementara Matius mengisahkan lahirnya Perayaan Ekaristi dengan menekankan nilai penebusan tersebut:

“Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (26:28). Kristus adalah Domba Paskah baru yang dikurbankan dan menjadi tebusan banyak orang,” Ujarnya.

Sedangkan, Kedatangan Yesus menandai pendamaian dosa seluruh bangsa. Yesus memperbaiki hubungan manusia dengan Allah dengan mengenyahkan dosa-dosa mereka. Tindakan Yesus yang paling menyentak dalam contoh ini adalah kunjungan Yesus ke rumah Zakeus,

“Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lk 19: 9-10),” Jelas Pastor.

Sedangkan, Kata Lucky bahwa solidaritas manusia merupakan kata kunci untuk menerangkan bagaimana penderitaan dan wafat Kristus memberikan efek pada kita semua para pendosa, karena Kristus telah menjadi manusia dan bersedia menanggung beban dosa-dosa dunia dan menjadi ‘domba tebusan salah yang membiarkan dirinya disembelih’ (Bdk Im 14:25).

“Oleh karena itu, Dalam liturgi Jumat Agung nanti, kita akan mendengarkan dan merenungkan Kitab Yesaya (53:4-6). Bacaan ini membawa kita untuk merenungkan Kristus yang mempraktikan solidaritas sebagai satu tubuh. Gereja umat Allah adalah satu tubuh dengan Kristus sebagai kepalanya,” Terang Lucky.

Jadi, Lanjut Pastor bahwa bagaimana pun Minggu Palma itu penting untuk dirayakan oleh umat katolik seluruh Dunia, Sebab Santo Paulus yang kita meyakini akan memberikan pemahaman tentang Yesus sebagai penebus,

“maka kita diajak ikut berpartipasi dalam dalam penderitaan-Nya dalam kebangkitan dan kemuliaan-Nya,” Ujar Pastor. (rsdfm/Herman Anouw).




Musrembangda 2016: Bupati janji akhir kepemimpinannya akan terwujud Dogiyai Dou Enaa.

Dogiyai (rasudofm) : Pada acara Penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah  (Musrenbangda )  Kabupaten Dogiyai Tahun 2015 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ) Tahun 2016, Belum lama ini, di Dogiyai, Ketika Bupati Kabupaten Dogiyai, Drs Thomas Tigi, menutup secara resmi (Musrenbangda )  Kabupaten Dogiyai Tahun 2015, menjelaskan bahwa tantangan pembangunan di Kabupaten Dogiyai sangatlah komplek maka seluruh program pembangunan yang telah ditetapkan tersebut tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat,

“kita menyusun program tidak terlepas dari pemaparan Kepala Bappeda Provinsi Papua, terutama dengan tingginya angka melek huruf yang tinggi, rendahnya angka rata-rata umur sekolah, tingkat gizi yang buruk, maka dibutuhkan program strategi yang dapat menyelesaikan permasalahan kita diatas,” Kata bupati.

Lanjut Bupati bahwa dengan menyusun program prioritas pembangunan masyarakat Dogiyai maka pada akhir kepemimpinannya akan terwujud motto dogiyai dou ena,

“hingga pada akhir periode saya dan Wakil Bupati, ”Dogiyai Dou Enaa”segera terwujud” ujarnya`
Ia juga mengajak kepada seluruh peserta Musrenbangda bahwa semua usulan program/kegiatan yang telah dibahas bersama dengan tim pembahas merupakan implementasi dari visi dan misi serta merupakan prioritas program/kegiatan kita di tahun 2016  terutama yang telah tertuang didalam RPJMD Kabupaten Dogiyai, maka seluruh program yang telah dibahas tersebut agar dapat diakomodir oleh Pemerintah Provinsi Papua maupun oleh Pemerintah Pusat di pada tahun 2016, mendatang

“Saya mengingatkan kembali kepada Pimpinan SKPD, apabila usulan program/kegiatan yang diusulkan telah diakomodir oleh Pemerintah Provinsi Papua ataupun Pemerintah Pusat agar dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu” harap Thomas.

Selain itu, ia juga minta kepada seluruh jajaran PNS baik yang berada di Ibukota Kabupaten maupun yang berada di Distrik untuk lebih meningkatkan disiplin kerja dan etos kerja.

Selain itu, Kepala Bappeda Kabupaten Dogiyai Solemen Tomassoyan, menjelaskan bahwa, dari keseluruhan program yang telah diusulkan akan menelan biaya 805.851.249.000, Rupiah, dan akan dibiayai dari Dana APBD Provinsi Papua, Otsus, DAU, DAK, dan DEKON Pada tahun 2016,” Ujarnya.(Rsdfm/Herman Anouw)

PELANTIKAN BUPATI DEIYAI DIPASTIKAN 20 AGUSTUS

Anggota DPRD Deiyai Saat Melayangkan Protes Keras Soal Penundaan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Deiyai (Jubi-Alex)
Jayapura, 17/8 (Jubi)Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe memastikan pelantikan Bupati Deiyai yang tertunda akan dilakukan Selasa, 20 Agustus 2013 mendatang di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura.

“Memang kita akan melantik Selasa, 20 Agustus 2013 mendatang di Sasana Krida. Kemarin saya ikut hadiri sidang pidato kenegaraan, sidang penganggaran keuangan dengan Presiden,” kata Gubernur Papua kepada wartawan di halaman Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (17/8).

Menurutnya, ini kesalahan informasi saja sehingga terjadi penundaan karena koordinasi yang tidak berjalan dengan baik. “Terkait syukuran, kalau sudah buat syukuran ya sudah, tinggal kita lantik saja. Pelantikan kan seremonial biasa saja,” kata Lukas ketika ditanya tabloidjubi.com terkait syukuran pelantikan yang sudah dilakukan dan masyarakat Deiyai yang kecewa atas penundaan ini. (Jubi/Aprila Wayar)

Penulis : Aprila Wayar | 21:45
MUSA ABUBAR

BELUM ADA UPAYA PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI DOGIYAI

Moanemani, 17/8 (Jubi) – Geliat penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten/Kota, Provinsi Papua, terus digalakkan. Namun, di Kabupaten Dogiyai, masyarakat setempat mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah yang dinilai belum serius terhadap virus mematikan itu.

Tokoh Pemuda Dogiyai, Laurensius Tebay, Kamis (15/8) pagi, mengatakan, “HIV/AIDS harus dijadikan program prioritas agar masyarakat Dogiyai mendapat pengetahuan yang cukup, bahwa ini virus mematikan dan belum ada obatnya, sehingga bisa mawas diri sedini mungkin. Jadi, kami harap, penyakit ini segera diseriusi dari sekarang.”

Kata dia, selama ini belum ada kegiatan sosialisasi atau penyuluhan mengenai HIV dan AIDS untuk dapat diketahui oleh masyarakat di 10 distrik. “Kami sangat kecewa, pihak dinas terkait belum melihat HIV dan AIDS sebagai masalah urgen,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan HIV yang telah dilakukan di Kabupaten Paniai awal bulan ini Kamis (1/8),menurut Laurens, patut ditiru oleh daerah lain. Termasuk Kabupaten Dogiyai,sebagai tetangga Kabupaten Paniai. “Harus itu, kami mendukung kalau ada kegiatan seperti ini, karena akan memastikan status kesehatan. Memang bukan pemaksaan, tetapi harus dari kesadaran setiap orang untuk mau periksa diri,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sub Dinas Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, Kristianus Tebai, S.Km, mengatakan, belumtersentuhnya masalah HIV merupakan satu pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah,dalam hal ini dinas teknis.“Sejak saya dilantik baru-baru ini, ada banyak hal yangmasih jauh ketinggalan. Saat ini kami sedang benahi program,” ujarnya ketabloidjubi.com, Kamis (15/8) pagi.

Selama ini, kata Kris, program penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Dogiyai belum diprioritaskan. “Beberapa kabupaten di Meeuwodide sudah siap perangi penularan HIV, tetapi Dogiyai masihbelum. Saya sangat prihatin dengan hal ini,” tandasnya. (Jubi/Markus
You)

Penulis : Markus You | 01:31
  • Editor : MUSA ABUBAR


Tampa Sebab, Aparat Polisi Menyiksa Seorang Warga Sipil Di Kabupaten Deiyai Papua

Ilustrasi@
Deiyai - Jumat (28/06), Oknum Aparat Brimob mengeluarkan rentetan penembakan terhadap warga sipil di daerah Deiyai, Papua. Sejak pagi tadi (28/06), Kabupaten Deiyai sangat bersahabat dengan bunyi peluru. Situasi kota deiyai semakin mencekam dengan bunyi tembakan yang di keluarakan oleh Aparat Polisi dari satuan Brigadir mobil (Brimob) itu.

Masyarakat yang ada di sekitar kabupaten deiyai, tidak menjauhi dari bunyi rentetan itu,  Namun mereka semakin mendekati ke arah bunyi senjata tersebut. Semakin perlahan, masyarakat semakin banyak. 
Ternyata tampa rencana dan di undang, Markas penginapan Brimob didatangi dan dikelilingi oleh warga setempat. Orang berbondong-bondong terus mamadatinya. Tapi, tembakan tersebut menjadi “receptionis” bagi warga Deiyai.

Warga terus, mendatangi kantor Brigadir mobil (brimob) yang bertugas di daerah kabupaten deiyai, Ternyata Polisi dari satuan Brigadir mobil (Brimob) itu sedang melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang warga sipil. nama korbannya. Pontianus madai yang tinggal di DesaYabadimi, tidak jauh dari kota wakeitei Ibukota Kabupaten Deiyai, Papua. 
Berdasarkan informasi yang Kami terima dari salah satu pemuda deiyai, fery, brimob memukul korban tersebut tanpa alasan yang mendasar. Tidak mabuk atau pun melakukan tindakan lainya. Bahkan, korban tersebut tidak biasa komsumsi Munuman keras. Fery menceritakan; malam jumat (27/06), ketika lelaki tersebut pulang dari kios seusai belanja gula, kopi dan susu, dirinya di hadang oleh sekelompok orang yang terdiri dari 4 orang. 
Orang-orang tersebut adalah; 2 diantaranya pemuda setempat (masih dalam proses identifikasi identitas) dan 2 orang lainya aparat brimob. Para pelaku tidak segang-segang dan tampa bertanya langsung keluarkan tendangan ke arah korban. Sehingga, pontianus mengalami luka berat di kepala bahkan di anggota badan lainnya. Korban tidak keluarkan pukulan atau perlawanan ke arah lawan. Setelah itu, dia melarikan diri ke rumah, di desa yabadimi. Setelah tiba di rumah ia sampaikan kepada rekan-rekannya yang ada di rumah. 
Dan informasi tersebut menyebar ke seluruh masyarakat deiyai. Tanpa dikomando, secara serentak masyarakat padati jantung kota wakeitei ini. Semakin banyak masyarakat dan mereka menuntut ke kepala suku adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan untuk mengusir brimob dari kabupaten deiyai. Secara serentak, hitam diatas putih, segenap masyarakat deiyai, menolak dan tidak izinkan untuk selamanya, mendirikan kantor brimob di kabupaten deiyai. Hal yang sama juga, masyarakat lakukan terhadap Tim Khusus (Timsus), Yonif 753, Arga Vira tama (Arvita) waghete, beberapa tahun yang silam. Jadi, masyarakat tutup kantor brimob adalah yang kedua kali. 
Hari semakin sore, cuaca kota waghetepun tidak bersahabat. Alam deiyai, terus menangis. Hujan dan badai menutupi lembah tigi ini. Seakan-akan alam ini, ikut marah terhadap tindakan represif yang di lakukan oleh brimob ini.
Sore tadi, jumat 27/06, Kapolres Paniai, sekaligus sebagai pimpinan kepolisian di daerah itu, menjemput seluruh personil Brigadir Mobil (Brimob) untuk kembali ke kabupaten Paniai. Sebelumnya, Brimob nginap  dan menjadian kantor mereka di salah satu rumah dinas milik pemerintah daerah, distrik tigi, kabupaten deiyai papua. 
Demikian informasi yang di terima dari fery melalui telepon selulernya, jumat (28-06-13).
(Ones Madai)

 

KOMVOI ARAK-ARAKAN PIALA TINJU MERAMEKAN SUASANA KABUPATEN DOGIYAI

komvoi saat berhenti di depan Polsek Monemani (foto moleb)
Dogiyai, rasudofm -  Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu telah menjuarai  pertandingan kejurda tinju yang di selenggarakan di Kabupaten Biak  dengan demikian pada hari senin (6/5) Rombongan pertina dogiyai melakukan komvoi arak-arakan bersama piala, komvoi arak-arakkan itu mulai di star dari Kabupaten Nabire menujuke Kabupaten Dogiyai  menempu 200 Kilo meter hingga tiba di mapia lalu menuju monemani kemudian dilanjutkan menuju idakebo dan kembali lagi ke monemani hingga berahkir di depan Polsek Monemani kabupaten dogiyai.

Ketua rombongan komvoi Mettu M Tebai Mengatakan dengan dijuarainya pertandingan tinju pada tahun ini mereka akan berupaya menggali bakat-bakat anak mudah kedepanya nantinya.

“kami selaku wakil rakrat dan generasi mudah di kabupaten dogiyai akan berupaya menggali potensi anak mudah di bidang olahraga dan khususnya dalam bakat tinju di kabupaten dogiyai ini, jadi kami meminta dukungan dan partisipasi dari masyerakat mau pun generasi muda di kabupatenn ini”

Dengan melihat komvoi tersebut langsung saja menjadi bahan pembicaraan oleh beberapa warga hingga ke kampung-kampung setempat hinga membuat mereka bangga.

Komvoi yang berahkir di depan Polsek monemani itu kemudian rombongan komvoi  menuju ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dogiyai di jalan Poros Nabire-Mulia  gunung komakago kemudian mereka (rombongan komvoi red) Membubarkan diri. (nikolas/rsdfm)
 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger