Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

5 Danau Ini Ga Kalah Keren Sama Pantai Dalam Urusan Main Air

Biasanya kalau mau jalan, ga jauh-jauh ujung-ujungnya yang terlintas dibenak adalah gunung atau pantai. Ga masalah si, tapi ga bosen tuh? Selain gunung, pantai, dan kota-kota besar, Indonesia juga punya yang ga kalah keren, danau misalnya.

Bila berbicara soal danau mungkin nama danau Toba akan muncul dibenak lu sekarang. Danau yang terletak di Sumatra Utara ini memiliki keindahan yang sudah terkenal disegala penjuru Indonesia. Ditengahnya juga ada pulau yang terkenal yaitu pulau Samosir. Lu juga bisa nginep disana, karena ada banyak penginapan dari harga ratusan sampai jutaan.

Tapi, perlu lu ketahui sekalipun ia dinobatkan sebagai danau paling besar di Indonesia, masih banyak danau-danau lainnya yang juga ga kalah keren dari danau ini.

1. Danau Kaco – Sumatra Tengah

  Danau Kaco, begitulah warga Jambi memanggilnya, Kaco sendiri memiliki arti kaca dalam bahasa Indonesia. Luas danau ini memang hanya sekitar 30x30 meter namun ia memiliki kedalaman yang masih menjadi misteri. Tapi tenang saja, pemandangan disana tidak akan mengecewakan, karena warna danau ini sangatlah terang, apa lagi bila lu datang saat malam bulan purnama, beuh naksir pisan. Tidak perlu pencahayaan tambahan, warna danau akan jadi sumber cahaya yang indah buat menemani malam lu.

2. Danau Paniai - Provinsi Papua

Tanah Papua, pulau paling timur Indonesia ini seakan tidak pernah kehabisan keindahan alamnya. Rumah bagi Jayawijaya,  gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl, serta tempat bernaung keindahan laut Raja Ampat. Namun selain kedua tempat itu, Papua juga memiliki Danau Paniai. Kecantikannya juga sudah di akui oleh 157 negara saat melakukan konferensi danau se-dunia, 2007 lalu.

3. Danau Poso - Provinsi Sulawesi Tengah

Merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia danau ini terlihat layaknya pantai. Bagaimana tidak? Pasir biasanya terdapat di pantai tapi danau ini mematahkan pola fikir tersebut. Danau yang terletak di Kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah danau ini memiliki pasir pantai berwarnakan kuning keemasan. Warna airnya pun tidak kalah menarik, dibagian pinggir danau air berwarna hijau sedangkan semkain ketengah warnanya terlihat biru.

Untuk mencapai danau ini, diperlukan waktu kurang – lebih 8 jam dari Palu dan 1.5 jam dari Poso. Merasa letih untuk melanjutkan perjalanan lu juga ga usah khhawatir karena sudah terdapat penginapan di pinggiran pantai. Jika sudah sampai danau Poso kalian harus coba ikan yang katanya cuma ada di Poso, ikan Sogili namanya.

4. Danau Labuan Cermin -  Kalimantan Timur

Pernah dengar danau yang satu ini? Danau ini merupakan danau yang berada di desa Labuan Kelambu di Kecamatan Biduk-biduk, Kalimantan Timur. Danau ini juga memiliki julukan danau dua rasa, dikarenakan air di danau ini merupakan perpaduan antara air danau dan air laut. Tidak benar-benar menyatu, air laut dengan air yang tampak jernih berada di permukaan, sedangkan air laut yang terlihat putih cenderung keruh berada di bawahnya. Pembatas antara air laut dan air tawar adalah sebuah (layer). Biarpun terdapat dua jenis air, biota air laut maupun air tawar tetap tinggal dihabitat masing-masing.

5. Danau Telaga Warna - Jawa Tengah


Terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah danau ini bertetanggaan dengan telaga Pengilon. Berada di ketinggian 2000 mdpl, pemandangan di telaga ini sangatlah asri dan sejuk. Lu bakal ngerasain nikmatnya melihat danau lengkap dengan gunung disekitarnya, serta pohon yang lebat.


 |   | 

Gubernur Nilai Potensi Wisata Hiu di Nabire Bisa Mendunia

Gubernur Papua Lukas Enembe
Gubernur Papua Lukas Enembe menilai potensi wisata hiu di Kabupaten Nabire bakal mendunia bila dikelola dan dipromosikan secara maksimal kepada dunia luar. Apalagi hewan laut hiu itu, tak pernah berpindah dan hanya berkembang biak di perairan laut Nabire.

Berkenaan dengan hal itu, pihak mengimbau pemerintah kabupaten setempat agar dapat memikirkan satu formula yang tepat untuk mempromosikan potensi wisata hiu Nabire.

“Sebab saya rasa pengembangan wisata hiu Nabire ini akan sangat menarik minat para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri”.

"Apalagi wilayah Nabire ini berdekatan dengan Biak, Serui, Waropen serta sejumlah kabupaten di Provinsi Papua Barat, seperti Teluk Wondama kemudian Kaimana,” terang Gubernur Lukas dalam satu kesempatan di Jayapura, kemarin.

Dia katakan, baru-baru ini Presiden Joko Widodo berkunjung ke Nabire dalam rangka peresmian PLTMG Kalibobo, Nabire, RSUD Regional Mee Pago serta peninjauan Bandara Douw Atarure dan Pelabuhan Samabusa.

Perhatian Presiden terhadap Nabire dan Papua secara kseluruhan, diapresiasi karena merupakan bentuk komitmen yang ingin berkunjung serta membangun bumi cenderawasih, agar dapat mengejar ketertinggalan dari provinsi lainnya di Indonesia.

Sehingga melalui momentum kunjungan Presiden Joko Widodo itu, diharapkan dapat memacu peningkatan angka kunjungan wisatawan dalam negeri maupun manca negara di Kabupaten Nabire.
“Apalagi sudah dibangun bandara Internasional Douw Aturure. Lalu sudah ada pula Pelabuhan Samabusa, sehingga dapat menunjang program tol laut dari Presiden Joko Widodo. Ini berarti akses ke Nabire terhubungkan baik melalui darat maupun laut secara maksimal”.

“Namun diharapkan pula pemerintah kabupaten setempat untuk mendukung program Presiden serta meningkatkan potensi kekayaan alam dan wisata, agar bisa dijual keluar daerah,” harap dia.

 papua.go.id

Genjot Pariwisata Biak, Kemenpar Dukung Lokakarya Pengembangan Pariwisata

BIAK – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendukung perkembangan Pariwisata di setiap daerah. Tidak terkecuali Kabupaten Biak, Papua. Buktinya, Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu memberikan pembekalan dan paparan dalam acara Lokakarya Pengembangan Pariwisata dan Perikanan Berkelanjutan di Gedung Wanita Biak, Papua, pada 30 Juni.
Hadir sebagai pembicara utama adalah Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti. Selain kedua pembicara dari Kemenpar tersebut, hadir juga Kementrian Kelautan dan Perikanan (Ditjen PRL dan Direktur Investasi Ditjen PRL), Asdep Jasa Kemaritiman Menkomar, Akademisi dan Praktisi dari IPB, UNIPA, LMMA, Usaid dan Ausaid, Pelaku Usaha dari Kab Raja Ampat, Dinas Pariwisata Papua dan para industri serta pelaku usaha di Biak.

Bupati Biak Thomas Alfa Edison mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan dukungan dan dorongan dari pusat terutama Kemenpar agar daerahnya bisa mengembangkan pariwisata dan menjadi sektor unggulan. “Lokakarya ini memaparkan konsep, model dan praktek terbaik untuk meningkatkan Pariwisata di Kabupaten Biak Numfor, maka dari itu kami usung acara ini dengan tema menjahit sektor unggulan untuk masa depan, termasuk Pariwisata di Biak,” kata Bupati saat membuka acara tersebut.

Dalam paparannya di depan peserta Lokakarya, Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman mengatakan, Biak harus siap dengan semua faktor terutama akses, amenitas, dan atraksi. “Pariwisata itu harus dilakukan secara pararel, bersamaan, selain wisatawan harus ada, destinasi juga harus siap. Maka dari itu, di Biak harus semakin banyak pelaku pariwisata, destinasi itu akan hidup kalau pelaku pariwisata juga ada dan siap,” kata Dadang.

Kata Dadang, pengembangan destinasi pariwisata itu harus dilakukan secara sistematika yakni dengan analisis situasi strategi, formulasi strategi dan strategi implementasi. “Seperti yang sering diutarakan bapak Menteri kami bahwa untuk Indonesia, Pariwisata sebagai penyumbang PDB, Devisa dan Lapangan Kerja yang paling mudah dan murah. Kami juga yakin ini akan berkembang di Biak,” ujar pria asli Jawa Barat itu.
Dadang juga menghimbau, kepada masyarakat dan seluruh elemen terkait Pariwisata di Biak harus sadar wisata. Terutama kewajiban masyarakat dan para pelaku wisata di daerah untuk menjaga kenyaman para wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. “Yang pertama dilihat adalah keamanan, baru dia akan datang. Selain itu tentunya, kita harus menjaga berbagai fasilitas,” katanya.

Karena wisatawan itu 60 persen ke Indonesia karena culture atau ingin merasakan atmosfer budaya lokal. Sisanya, 35 persen faktor alam atau nature, dan 5 persen man made, atau wisata yang di-create orang atau wisata buatan, seperti sport event, MICE, show music dan lainnya. “Dan Biak sudah punya dan bisa terus digenjot, ayo, Pariwisata itu bukan kerja sendirian, namun kerja untuk bersama. Jika kita kompak, semua target dan sasaran pasti terealisasi. Biak juga sudah harus bisa membuka dan mensasar target, karena target sangat penting untuk mengukur kesuksesan,” ujar Dadang.

Hal senada diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti. Dalam paparannya, wanita berhijab itu menyampaikan arah dan kebijakan pemasaran pariwisata nusantara. Kata Esthy, Pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yang pertama adalah pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar. “Dan dampak pariwisata adalah devisa yang masuk langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Esthy.

Selain itu, pariwisata juga terbaik di regional, country branding Wonderful Indonesia yang promosinya semakin mendunia, Indonesia Incoporated, Indonesia Sebagai Tourism Hub Country, alokasi Sumber Daya. ”Dan kita semua harus bersatu untuk target 20 juta Wisman di tahun 2019, dan pergerakan wisatawan nusantara 275 juta,” ujar Esthy.

Esthy membeberkan poin-poin penting seputar aktivitas marketing dan optimisme melalui serentetan program yang telah, sedang dan akan dilakukan selama 2017. “Kemenpar untuk mencapai target stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Untuk marketing strategy menggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time) , promotion strategy dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), media strategy dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama,” kata dia.

Wanita yang murah senyum itu menjelaskan, strategi pemasaran dengan pendekatan DOT itu akan difokuskan  pada 10 Bali Baru yang 3A-nya sudah siap, Akses, Amenitas, Akses. Diantaranya Great Jakarta; Great Bali; Great Kepri; Joglosemar  (Yogyakarta,Solo, dan Semarang);  Bunaken– Wakatobi RajaAmpat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi. (kmb/balipost)

BALIPOST.com

 

Lima Objek Wisata Utama di Provinsi Papua Barat

Berencana liburan ke Papua Barat tapi bingung memilih objek wisata yang cocok? Berikut kami rangkumkan 5 destinasi utamanya.

Banyak hal menarik yang bisa Anda lihat di Papua Barat. Mulai dari wisata bahari di Kabupaten Raja Ampat yang sudah sangat mendunia, situs purbakala Tapurarang di Kabupaten Fakfak, Taman Nasional Teluk Cenderawasih di Kabupaten Teluk Wondama dan lain-lain.

1. Situs Purbakala Tapurarang, Fakfak

Situs yang terletak di Disrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, ini merupakan peninggalan zaman prasejarah. Situs ini berupa sebuah lukisan telapak tangan manusia dan binatang di sebuah tebing bebatuan yang sangat terjal. Lukisan prasejarah yang terdapat di tebing ini bisa Anda jumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang dan Goras. Yang membuat situs ini jadi sangat menarik adalah fakta bahwa meski sudah berumur ratusan tahun, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini menyerupai warna darah manusia sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai lukisan cap tangan darah.

2. Wisata Bahari di Kabupaten Raja Ampat

Keindahan alam bawah laut di wilayah Kabupaten Raja Ampat sudah sangat mendunia. Dari sekitar 610 pulau kecil yang bberada di areanya, hanya sekitar 35 pulau saja yang dihuni oleh penduduk. Terumbu karang di perairan Raja Ampat dinilai sebagai yang terlengkap di dunia karena dari 537 jenis karang yang ada di dunia ini, 75 persennya berada di perairan ini. Selain itu, setidaknya ada 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska dan 537 jenis hewan karang yang terdapat di seluruh wilayah perairannya.

Jika Anda berniat ke Raja Ampat pada bulan Agustus ini, datanglah pada minggu ketiga karena mulai tanggal 22 Agustus perhelatan akbar “Sail Raja Ampat 2014” akan dibuka.
Wayag, Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia

3. TWA Gunung Meja, Manokwari

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja terletak di pusat kota Manokwari. Tempat ini memiliki fungsi utama untuk pariwisata dan rekreasi alam, perlindungan sistem penyangga kehidupan dan pengawetan keragaman jenis tumbuhan, satwa dan keunikan alam. Di tempat ini Anda bisa melakukan aktivitas trekking, _hiking _dan lain-lain. Mata Anda akan dimanjakan oleh flora hutan tropis yang sangat beragam dan memiliki bentuk unik. Tempat ini dipercaya memiliki ratusan jenis pohon, puluhan jenis perdu, semak, liana dan paku serta tanaman herbal. Selain itu, belasan jenis anggrek dan beberapa jenis palem dan rotan juga hidup di sini.

Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa naik ojeg dari pusat kota Manokwari dengan ongkos Rp10.000,00-Rp15.000,00. Perjalanan menuju tempat ini pun cukup memanjakan mata karena Anda bisa melihat Kota Manokwari dan Teluk Doreri yang menyembul di sela-sela pepohonan.

4. Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Teluk Wondama

Selain Raja Ampat, tempat ini juga sudah sangat mendunia di kalangan pecinta alam bawah laut, khususnya pecinta kegiatan diving. Tempat ini adalah taman nasional laut yang terluas di Indonesia yang 89,8% wilayahnya merupakan wilayah perairan lautan. Tercatat ada sekitar 209 jenis ikan yang menghuni kawasan ini. Diantaranya adalah butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish. Selain itu, terdapat empat jenis penyu yang sering mendarat di taman nasional ini yaitu penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang dan penyu belimbing. Bahkan duyung (dugong), paus biru, ketam kelapa, lumba-lumba dan hiu pun sering sekali terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Selain wisata bahari, di tempat ini juga terdapat goa alam yang merupakan peninggalan zaman purba, sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam di Pulau Misowaar, goa dalam air di Tanjung Mangguar. Sejumlah peninggalan dari abad 18 masih bisa dijumpai pada beberapa tempat seperti di Wendesi, Wasior dan Yomber. Umat Kristiani banyak yang berkunjung ke gereja di desa Yende (Pulau Roon), hanya untuk melihat kitab suci terbitan tahun 1898.

Ada 2 akses untuk mencapai tempat ini, yaitu dari Manokwari atau Nabire. Dari Manokwari ke lokasi taman nasional (Pulau Rumberpon), Anda bisa menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 5,5 jam. Atau dari Manokwari ke kota kecamatan Ransiki dengan mobil sekitar tiga jam dan dilanjutkan dengan motorboat sekitar 2,5 jam.

Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Papua Barat, Indonesia

5. Wisata Kuliner di Tembok Berlin, Sorong

Sorong bukan sekdar tempat transit sebelum menuju ke Raja Ampat karena banyak hal menarik yang bisa Anda lihat dan cicipi di sini, wisata kuliner di “Tembok Berlin” adalah salah satunya. Nama “Tembok Berlin” memang diambil dari nama tembok yang dulu memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur, meski yang ada di sini sama sekali tidak terlihat seperti itu. Tembok Berlin di Sorong adalah tembok pembatas antara pantai dengan jalan raya tepi pantai yang bentuknya memanjang. Di sore hari, kawasan ini sering dijadikan lokasi berkumpulnya turis dan penduduk untuk melihat matahari terbenam dan pada malam hari tempat ini akan beralih menjadi tempat makan, khususnya seafood.

Berbagai jenis ikan dengan beragam ukuran dipajang di depan warung. Tepat sebelah ikan, ada alat pemanggang lengkap dengan orang yang siap membakar ikan yang dipilih. Selain area wisata kuliner, di sekitar tempat ini juga terdapat beberapa penjual suvenir khas Papua.

 

Akses Transportasi

Di wilayah Provinsi Papua Barat, bandara yang paling besar adalah Bandar Udara Dominique Edward Osok yang terletak di Sorong (SOQ). Selain itu, ada juga Bandar Udara Fakfak (FKQ), Bandar Udara Rendani di Manokwari (MKW) dan Bandar Udara Utarom di Kaimana (KNG). Penerbangan utama ke area Papua Barat dari Jakarta, Surabaya dan Makassar biasanya melalui bandara di Sorong atau pun Biak, baru dilanjutkan lagi dengan pesawat yang lebih kecil.



 Sumber Photo : travel.detik.com
 Editor Niko
 www.skyscanner.co.id



WISATA PANTAI: Pakreki, Pulau Hantu di Tenggara Biak

WISATA PANTAI: Pakreki, Pulau Hantu di Tenggara Biak
Pulau Pakreki, Kepulauan Padaido, Biak, Papua. Maps.Google.com
TEMPO.CO, Jakarta - Dari kejauhan, Pulau Pakreki sudah tampak menyeramkan: tinggi, besar, berdinding tebing karang hitam, dan sesak pepohonan hutan tropis yang kehijauan. Sabtu kedua bulan lalu, kami--saya dan fotografer Tony Hartawan--melewatinya. Tujuan kami sebenarnya adalah Meosmangguandi, sebuah pulau tepat di sisi selatan Pakreki di pojok tenggara Kepulauan Padaido, Biak, Papua.

Laut di sekeliling Pakreki siang itu benar-benar membuat nyali kami ciut. Perairan yang tadi tenang tiba-tiba bergejolak. Seketika perahu “johnson”--begitu nelayan setempat menyebut kapal mesin tempel--kami diterpa ayunan ombak yang datang tak tentu arah. Tony yang duduk di haluan beberapa kali menengok sambil tersenyum kecut. Saya yang duduk di belakangnya membalas dengan mimik tak kalah khawatir. 

Setiba di Meosmangguandi, sekitar 5 mil laut sebelah selatan Pakreki, kami baru tahu laut yang baru saja diseberangi dianggap keramat. "Pakreki paling menyeramkan. Di sana juga dibilang ada faknik," kata Markus Rumkorem, 24 tahun, anak "ibu kos" kami selama di Meosmangguandi.

Faknik ialah sebutan masyarakat Biak untuk hantu penjaga lautan. Selama ratusan tahun, kepercayaan ini menjadi kearifan lokal untuk melindungi samudra. Ada keyakinan faknik akan menculik siapa pun yang berbuat onar di atas lautan. Tak ada yang dapat memastikan wujudnya. Sejumlah warga mengatakan faknik semacam gurita raksasa yang berdiam di dasar laut. Ada juga yang meyakininya semacam naga laut.



Omongan Markus mungkin benar. Setidaknya dalam lampiran draf Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang rencana pengelolaan dan zonasi taman wisata perairan Kepulauan Padaido memang disebutkan Lembaga Masyarakat Adat Padaido telah menetapkan Pulau Pakreki sebagai kawasan faknik. 

Ai mama... Sejak mengetahui informasi itu, kami diam seribu bahasa ketika harus kembali melintasi Pakreki dalam perjalanan kembali ke Pulau Biak. Ada perasaan plong begitu perahu kami melewatinya.



Meski saya tak akan ragu untuk kembali melewatinya suatu saat kelak. Sebab, Kepulauan Padaido benar-benar menjadikan Biak, seperti dibilang banyak orang, adalah singkatan dari bila ingat akan kembali.

Di Meosmangguandi, misalnya. Terletak sekitar 32 mil laut dari pusat Kota Biak, pulau ini hanya seluas 14 kilometer persegi dan dihuni sekitar 84 kepala keluarga. Mereka tinggal di rumah panggung yang masing-masing berjarak, dipisahkan tanah cukup luas. Hunian warga sangat nyaman ditinggali, dengan fasilitas MCK yang cukup memadai. Air tanah juga tak sulit ditimba dari sumur yang hanya berjarak beberapa meter dari pinggir pantai.

Dari sana, cobalah pergi ke Rasi, sebuah pulau kecil tak berpenghuni di wilayah selatan perairan Meosmangguandi. Di sini, butiran pasir putih sehalus tepung membentang di pantai yang lebar dan meninggi. Di depan sana, warna laut biru bergradasi.



Atau cobalah ke Kebori. Terletak di antara Meosmangguandi dan Rasi, laut di pulau yang juga tak berpenghuni ini dangkal dan tenang. Dari atas perahu, Anda pasti tergoda untuk segera melompat. Ikan kecil beraneka warna berkerumun, berlalu-lalang di atas koral beraneka warna yang membentang tak jauh di depan pantai pasir putih sebelah timur.

Kami sempat menginap di Kebori. Malam itu seolah tak ada lagi yang dibutuhkan dalam hidup ini. Api unggun telah berkobar di atas pasir yang menimbun singkong. Empat ikan gemuk, tiga di antaranya baronang, siap dibakar setelah terperangkap jala yang belum lama tadi dijulurkan Nikson, warga setempat, menjelang laut surut. Ditambah sepuluh bungkus mi instan siap dimasak.




Dari Meosmangguandi, kami mampir ke gugusan pulau seberang di utara. Dalam perjalanan, sekelompok lumba-lumba berlompatan, seolah ingin berkejaran dengan perahu kami yang melintas di tengah laut perbatasan Pulau Pasi, Mbromsi, dan Dauwi. Di pulau terakhir ini, kami sengaja menunggu petang lalu pergi ke Pulau Samakur.

Warga sekitar menjuluki Samakur sebagai pulau burung. Bukan karena bentuk pulaunya yang mirip burung, tapi lantaran ratusan ribu--jika tak ingin menyebut jutaan--burung laut berduyun-duyun terbang mendekati pulau tersebut ketika lembayung di langit barat Padaido semakin merah.

Selama beberapa saat mereka berputar-putar di atasnya. Tidak untuk berburu mangsa, tapi menunggu kelelawar pergi dari tebing-tebing padas di tengah pulau itu untuk kemudian menjadikannya tempat peristirahatan. Esok pagi, giliran bangau yang pergi digantikan kelelawar. Begitu seterusnya....

AGOENG WIJAYA
Rabu, 18 November 2015 | 15:25 WIB  
https://m.tempo.co



Wow ! Berwisata Di Papua Dijamin Aman

Teluk Cendrawasih, Wondama-Nabire, Papua (Ist)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua mengakui bahwa promosi potensi pariwisata di Papua, terkendala kondisi keamanan Papua. Padahal, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua, David Pagawak, S.Sos, ketika ditemui Bergelora.com, di Kantor Gubernur Papua, Kamis (11/3), mengatakan harus diakui potensi pariwisata Papua ini, cukup luar biasa.

“Tetapi untuk mempromosikan pariwisata Papua ini sangat bergantung dengan kondisi keamanan dan keadaan di Papua. Orang di luar Papua sering menganggap bahwa Papua tidak aman, padahal kita lihat sendiri bahwa Papua aman-aman saja,” keluhnya.

Sebab menurutnya, berbicara tentang Papua tidak hanya berbicara tentang satu daerah mengingat secara geografis, Papua sangat luas sehingga ketika tidak terjadi gangguan keamanan di suatu daerah. Maka hal tersebut bisa ditangani dengan baik, sehingga tidak mempengaruhi kondisi Papua, secara keseluruhan.

“Kami merasa Papua, aman-aman saja. Orang yang menjelaskan bahwa Papua ini, tidak aman kita pertanyakan hal tersebut, sebab kami lihat kunjungan wisatawan ke Papua tidak aman bahkan dipending oleh berbagai alasan dan isu oleh orang-orang yang tidak bertangungjawab,” tegasnya.

Pagawak menegaskan saat ini pihaknya tengah gencar-gencar mempromosikan potensi wisata yang ada di berbagai kawasan di Papua.

Menurut Pagawak, pihaknya bahkan sudah merancang Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang mana menjadi regulasi bagi pengembangan pariwisata di Papua.

”Dengan adanya regulasi yang telah kami buat diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi pengembangan pariwisata di Papua,” tandas Pagawak. (Yohana)


Libur Natal, Wisatawan Kerubuti Pantai-Pantai di Papua

Seorang bocah tersenyum saat bermain dipantai Kaimana, Papua, Selasa (9/1). Pesona keindahan alam serta objek wisata pantai merupakan salah satu sumber daya kabupaten Kaimana yang berada di kepala burung Papua.(foto ANTARA)
BIAK -- Warga dari berbagai kampung di Kabupaten Biak Numfor, Papua, memadati sejumlah pantai untuk mengisi waktu liburan Natal hari kedua, Sabtu (26/12). Berbagai tempat pantai dijadikan tempat favorit liburan hari Natal, di antaranya Pantai Bosnik, distrik Biak Timur, pantai Anggaduber distrik Oridek, pantai Paray, pantai Wafnor dan pantai Water Basis komplek Lanal distrik Biak Kota.

"Tempat paling favorit untuk keluarga adalah pantai, ya waktu liburan hari kedua Natal menjadi sarana paling tepat untuk mengisi liburan," ungkap Meiti, salah satu warga Biak.

Lokasi pantai yang bersih di pantai Bosnik, menjadi ajang bermain anak-anak dan orang dewasa dalam memanfaatkan waktu liburan Natal. Karcis masuk yang dipungut pengelola pantai bervariasi, untuk kendaraan bermotor Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu.

Sedangkan lokasi lain di antaranya kolam pemandian, arena bermain anak-anak, dan monumen perang dunia II dan Goa Jepang. Hingga Sabtu pukul 17.00 berbagai aktivitas warga Biak masih berjalan normal, di antaranya angkutan umum, pelabuhan, bandara, pasar serta pertokoan tetap beroperasi lancar melayani kebutuhan masyarakat.
Sumber : Antara

Perkenalkan Surga Wisata Pulau Papua Ke 328 Negara Dunia di WTM

Promosi Carstensz di London
JAKARTA-Simon Press, Senior Exhibition Director World Travel Market (WTM) di London mengatakan, sangat senang menyambut PT Adventure Carstensz dari Papua, Indonesia ambil bagian di World Travel Market (WTM) 2014. Adalah langkah yang bijak, kalau pariwisata Papua, khususnya puncak Carstensz memiliki kualitas dan dipamerkan pada ajang berkualitas di dunia seperti WTM. Ajang tersebut sudah 35 tahun berlangsung dan mempertemukan 328 negara dalam setiap evennya. 
 
"‎Partisipasi Adventure Carstensz dalam ajang ini merupakan keputusan yang bijak. Dalam WTM, kami menjaga konsistensi dan pertumbuhan kuat dalam deal-deal bisnis antar pelaku industri pariwisata dunia dan dengan inovasi tahun ini, kami yakin even tahun 2014 ini akan bergulir sesuai nadi perkembangannya," Puji Simon dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi Indopos. 
 
 
Senada dengan Simon, Direktur Adventure Carstensz yang mewakili Yayasan Somatua, PT Adventure Carstensz, Maximus Tipagau mengaku mendapatkan kebanggaan tersendiri bisa ambil bagian di WTM. Travel Mart yang sudah menduia tersebut menjadi tempat yang luar biasa untuk memperkenalkan potensi objek-objek wisata pulau Papua kepada ribuan pelaku profesional industri wisata dari 328 negara. Maximus mengatakan bangganya luar biasa diperlakukan istimewa, meski berangkat ke WTM. Apa yang dilakukan pihaknya  merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen untuk pengembangan  pariwisata Papua yang berkelanjutan. 
 
"Bangganya setengah mati,  biaya kami sendiri tanpa dukungan dari pemerintah provinsi dan daerah ataupun dana otonomi khusus daerah. Saya yakin pariwisata merupakan salah satu sumber pemasukan daerah dan negara yang secara bersamaan meningkatkan taraf hidup ekonomi daerah yang tidak akan habis-habis," ungkap Maximus. 
 
 
Dia juga mengatakan, alangkah baiknya jika pemerintah provinsi dan daerah dapat benar-benar melihat insiatif dan upaya yang dilakukan pengusaha travel agen asli Papua tersebut. Dia juga menjabarkan potensi hutan tropis yang merupakan habitat bagi flora dan fauna endemik liar membentang bak karpet hijau pepohonan mengitari sebagian besar tanah Papua. Merupakan kepulauan yang menaungi jutaan kehidupan maritim yang kaya sementara di dataran tersimpan banyak misteri warisan leluhur lebih dari 256 etnis dan bahasa yang beragam dimana budaya tradisional masih gigih bertahan. 
 
"Ini semua merupakan surga bagi wisatawan yang dapat ditemukan dan diarungi hanya dalam satu pulau saja, pulau Papua," tutup Maximus.
 
Dalam WTM, lebih dari 50.000 profesional industri pariwisata, kementerian pemerintahan dan pers internasional berkumpul di gedung Excel – London tempat perhelatan WTM. Tahun lalu membuahkan kontrak-kontrak industri pariwisata senilai lebih dari 2.2 juta Poundsterling menurut lembaga riset independen Fusion Communications. WTM dimiliki oleh event organizer terkemuka dunia Reed Exhibitions (RE) yang mengatur portfolio dari event-event industri pariwisata termasuk diantaranya Arabian Travel Market dan International Luxury Travel Market. (nel)

10 Jenis Kelelawar Paling Unik dan Aneh di Dunia

Kelelawar telah lama melahirkan cerita-cerita horor (kelelawar vampir), mitos dan kesalah pahaman (seperti kebutaan).
Kelelawar dalam segala bentuk dan ukuran dan merupakan makhluk yang sangat menarik dan unik. Daftar ini adalah daftar sepuluh kelelawar paling tidak biasa di sekitar kita.

10. Kelelawar Pisang
Spesies eksklusif untuk Meksiko barat, kelelawar pisang yang terkenal karena moncongnya yang sangat panjang, terpanjang dari setiap kelelawar (relatif terhadap ukuran).
Hewan ini nectarivorous, yang berarti makan pada nektar yang merupakan penyerbuk penting dalam habitat hutan tropis. Ia mendapatkan namanya karena sering ditemukan di perkebunan pisang.

9. Kelelawar Hantu
Kelelawar berbulu putih ini ditemukan di hutan hujan tropis dari Meksiko ke Brasil, dan juga di Pulau Trinidad, di Karibia.
Ini adalah hewan soliter yang menghabiskan siang hari bersarang di bawah daun palem, dan kemudian terbang tinggi di malam hari, berburu ngengat dan serangga terbang lainnya.

8. Kelelawar Chapin’s
Kelelawar ini mempunyai “rambut” yang aneh, dan kelelawar jantan mengeluarkan bau aneh untuk menarik perhatian betina selama musim kawin. Mereka makan serangga dan hidup di hutan hujan Afrika Tengah.

7. Kelelawar Bermuka Kerutan
Spesies pemakan buah ini ditemukan di Meksiko dan Amerika Tengah, di mana ia dikenal sebagai “Murcielago viejito” (“kelelawar orang tua”) atau Murcielago zopilote (“Kelelawar kondor”), karena tubuhnya agak telanjang dan keriput.
Mereka memiliki lipatan besar kulit yang mereka gunakan sebagai masker untuk menutupi wajah mereka ketika mereka tidur.

6. Kelelawar Bertelinga Besar
Kelelawar terbang ini memakan serangga terbang, seperti kelelawar lainnya, menggunakan echolocation untuk menemukan mangsanya. Telinga besar mereka memberi mereka pendengaran jauh lebih baik daripada kelelawar bertelinga kecil. Mereka memiliki genera beragam dan ditemukan di banyak bagian dunia.

5. Kelelawar Pemancing
Kelelawar besar ini hidup di Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan dan kebanyakan memakan ikan. Menggunakan kaki panjang bercakar untuk mengambil ikan di permukaan air dan kemudian memakan melalui sayapnya.
Yang relatif lebih kecil dari jenis Fishing Bat adalah Lesser Fishing Bat yang makanannya adalah serangga air.

4. Kelelawar Bermuka Hantu
Kelelawar Bermuka Hantu banyak tersebar di Dunia, dari Amerika Serikat, Selatan sampai Peru. Mereka nyaris tidak berhidung, memiliki flap kulit aneh yang keras di wajah mereka dan dahi yang sangat menonjol yang memberi mereka penampilan sangat aneh. Mereka makan serangga nokturnal.

3. Sucker Footed Bat
Kelelawar ini, endemik Madagaskar, awalnya diperkirakan menggunakan penyedot pada sayapnya dan pergelangan kaki untuk bergelantungan di daun palem dan permukaan halus lainnya.
Namun saat ini diketahui bahwa mereka tidak menggunakan tenaga hisap, melainkan adhesi, dengan menghasilkan zat lengket yang bertindak sebagai semacam-lem sama seperti adhesi ditemukan di katak pohon dan salamander.

2. Kelelawar Berhidung Tabung
Ditemukan di hutan hujan Filipina, kelelawar ini memiliki salah satu wajah aneh di antara mamalia. Telinga gelap dengan bintik kuning, mata berwarna oranye dan, terutama, hidung yang mirip tabung, memberikan penampilan wajahnya mirip tokoh kartun.
Kebanyakan mereka makan buah ara dan buah-buahan lainnya, tetapi dalam keadaan tertentu mereka juga makan serangga .

1. Kelelawar Berkepala Palu
Ditemukan di hutan hujan Afrika, kelelawar besar ini mendapatkan namanya karena bentuk kepalanya yang besar juga aneh, tapi ini hanya pada yang jantan.

Sebagian besar thorax kelelawar jantan adalah ruang untuk beresonansi yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan suara yang sangat keras untuk menarik kelelawar betina. Mereka memakan buah-buahan dan kadang-kadang, juga memakan hewan lain.

Sumber :danish56.blogspot.com


Unik Pasir dengan 7 Warna yang berbeda

Kebanyakan kita melihat bahwa pasir putih atau hitam. hal itu pun dapat kita lihat ketika kitqa berada di pantai, Namun jika anda mengunujungi sebuah Republik Mauritiu anda akan menemukan tujuh warna pasir yang cantik dan berbeda. Desa Chamarel ini emiliki bukit pasir unik denagan 7 warna, karena Chamarel merupakan sebuah desa yang berada di Distrik Black River, di Pulau Mauritius, sebelah timur Afrika. Bukit pasir ini juga dikenal dengan nama 'Seven Colored Earth', seperti yang ditulis situs resmi Pulau Mauritius.


Selain itu keunikan dari bukit pasir yang ada di Desa Chamarel sudah cukup termahsyur di kalangan wisatawan. Dan Desa ini pun menjelma menjadi tempat wisata yang paling terkenal di Pulau Mauritius sejak tahun 1960-an.

Keberadaan 'Seven Colored Earth' ini memang cukup unik, mengingat letaknya yang jauh dari pantai. Bahkan cenderung berada di tengah lahan dipenuhi dengan pepohonan. Dan dari 7 warna pasir ini meliputi berwarna merah, cokelat, ungu, hijau, biru, kuning, dan oranye berpadu jadi satu, menciptakan sebuah pemandangan yang menakjubkan.

Dengan keindahan alam yang di tawarkan tak heran jika desa ini sering di datangi ooleh banyak wisatawan yang datang dari berbagai daerah, dengan keeksotikan yang mengagumkan maka banyak touris yang terpesona melihat kecantikan pasir dengan 7warna ini, jadi tidak ada salahnya jika anda menggunjugi desa ini. (vivaforum)

Makamo, Danau Berbentuk Pulau Papua yang Tersembunyi


Danau Makamo (foto Nikolas)
Dogiyai - Makamo di Kabupaten Dogiyai, Papua, merupakan danau yang sangat indah dengan pemandangan yang masih alami. Uniknya, danau ini berbentuk seperti Pulau Papua. Sayang, potensi Makamo tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah setempat.

Selain keindaan alam, di wilayah Kamu, Kabupaten Dogiyai terdapat satu telaga kecil yang disebut juga Danau Makamo. Danau ini memiliki luas 1.500 hektar dan berada pada ketinggian 1.700 mdpl. Tidak heran bila kawasan ini punya udara yang sejuk dan pemandangan alam yang sangat indah.

Perpaduan antara keindahan danau dengan dataran tinggi dan bukit-bukit yang mengelilinginya memberikan kesejukan tersendiri. Di sekitar danau ini juga menjadi tempat bermukim suku asli Papua, yaitu Suku Mee.

Selain berpotensi sebagai lokasi wisata, dahulu warga memanfaatkan lokasi Danau Makamo untuk mencari sumber potensi makanan bergizi. Di sekitar telaga ini terdapat serangga yang menjadi makanan bergizi untuk warga sekitar. Dalam bahasa Suku Mee disebut dengan tani, yukuga, ikan, dan berudu.

Sejak zaman nenek moyang sampai sekarang, binatang-binatang kecil ini menjadi sumber protein untuk anak kecil ataupun orang dewasa. Menurut mitos yang berkembang di warga setempat, air telaga ini terkadang dipergunakan untuk pengobatan luka, sakit malaria, dan jenis penyakit lainnya dengan cara diminum atau digunakan untuk mandi.

Bila kita memandang telaga ini dari posisi timur, bentuknya menyerupai burung kasuari atau Pulau Papua. Kurang lebih 3,4 km dari pusat Kabupaten Dogiyai, wistawan bisa menemukan danau indah ini. Telaga ini juga diapit oleh Bukit Odeedimi dan Dadiyai di Distrik Kamu Utara.

Kalau saja mau dimanfaatkan sebagai sumber wisata atau meningkatkan kapasitas ekosistem yang ada, pastinya telaga ini akan semakin indah. Ironisnya, akibat maraknya pengembangan dan minimnya perhatian pemerintah dan masyarakat setempat, telaga ini terancam rusak dan tak terawat.

Di sekitar lokasi Telaga Mekamo masih terdapat banyak rumput-rumput tinggi. Bahkan lokasinya berawa dan rumput hijaunya semakin menebal hingga menutupi telaga. Sebenarnya lokasi Telaga ini bisa dimanfaatkan sebagai areal wisata atau pemanfaatan pendapatan daerah oleh pemerintah setempat.

 detikTravel Community




DANAU MAKAMO PANTAS MENJADI TEMPAT WISATA

Danau Makamo (photo lst/doc rsdfm)
Selain lembah hijau, Wilayah Kamu Kabupaten Dogiyai memiliki satu telaga kecil yang sering disebut Danau Makamo. Ironisnya akibat perkembangan, Telaga inipun terancam rusak dan tak terawat akibat minimnya perhatian pemerintah setempat.

Sekitar lokasi Telaga Makamo masih terdapat banyak rumput tinggi. Bahkan lokasi rawa dan rerumputan hijau ini makin menebal hingga menutupi lokasi telaga. “Sebenarnya lokasi Telaga ini bisa dimanfaatkan sebagai areal wisata atau pemanfaatan pendapatan daerah oleh pemerintah. Tapi potensi ikan serta produksi ekosistem terbiarkan tanpa perawatan dan pemeliharaan baik. Kedepan kalau tidak ada perhatian, maka ini rugi bagi manusia dan pemerintah sendiri kita sendiri sebagai salah satu kekayaan alam yang terletak di dogiyai sebagai cocok untuk membuka wisata lokal alam hijau kamuu-Dogiyai.

Danau Telaga Makamo selain berpotensi sebagai lokasi wisata, juga warga jauh sebelumnya memanfaatkan lokasi telaga sebagai sumber potensi makanan bergizi. Di sekitar lokasi Telaga terdapat jenis serangga berpotensi sebagai makanan bergizi, dalam bahasa setempat (Suku Mee) disebut dengan istilah: Tani, Yukuga serta ikan-ikan, ikan lele dan berudu. “Binatang-binatang kecil ini, sejak nenek moyang sampai detik inipun memiliki sumber protein bagi anak kecil ataupun bagi orang dewasa. Selain itu, Tani dan Yukuga juga dipergunakan obat ketika jatuh sakit.  Secara mitos, air Telaga inipun terkadang dipergunakan warga untuk pengobatan luka, sakit malaria dan jenis penyakit lainnya dengan cara minum atau mandi di telaga tersebut. Namun selain dari makna tersebut diatas sudah pernah dipantau oleh beberapa orang ilmuwan barat dan mereka sangat terharu terhadap danau makamo.

Bila dipandang dari posisi Timur Telaga, danau ini menyerupai bentuk kasuari atau lebih bermirip dengan Pulau Papua saat dipandang dari gunung Togode, serta terletak kurang lebih 3,4 kilometer dari pusat Kota Kabupaten Dogiyai, persisinya diapit Bukit Odeedimi/ Togode dan Dadiyai Distrik Kamu Utara dan danau tersebut berwarna hitam yang bermuarah di bagian selatan melalui kampung Bukapa, Putapa dan Muniopa menuju titik pertemuan dengan kali/suagai mauwa. “Telaga  ini kalau mau dimanfaatkan  sebagai sumber wisata ataupun meningkatkan kapasitas potensi ekosistem yang ada, mestinya pemerintah kabupaten melalui dinas terkait mengalokasikan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Dogiyai. Sehingga pengelolahan dan pemanfaatkan bisa dimaksimalkan.

Dilihat dari perkembangan skarang, pemerintah distrik belum tentu mengerjakan sendiri, karena telaga berpotensi ini bermuara hingga puluhan kilometer melalui Kali Makamo di Distrik Kamu hingga ke Distrik Kamu Selatan. Sangat disayangkan, sebab ratusan pegawai pemerintah di Eksekutif maupun Legislatif Pemerintah Dogiyai semasa kecil hingga bisa bersekolah, Mereka sebenarnya dibesarkan serta bisa bersekolah dan menjadi orang pintar karena kekeyaan makanan bergizi di Lembah Hijau. (Dogomo Yan)



 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger