Showing posts with label Iptek. Show all posts
Showing posts with label Iptek. Show all posts

Cara Transfer Paket Data Telkomsel Ke Teman (Kartu AS, simPATI, dan Loop)

RasudoFM - Telkomsel memang selalu hadir dengan inovasi baru yang mempermudah pelanggannya, Apalagi warga di Papua menjadi pemakai prefom Telkomsel terbanyak. Sebelumnya ada Transfer Pulsa yang memungkinkan kita untuk mengirimkan atau mentransfer sebagian pulsa kita kepada orang lain. Bahkan layanan Transfer Pulsa ini bisa juga difungsikan sebagai pulsa darurat untuk meminjam pulsa kita kepada teman kita. Namun sekarang, ada lagi yang namanya Transfer Paket Data.

Dengan layanan transfer paket data dari Telkomsel, kita bisa mengirimkan sebagian kuota internet kita kepada orang lain. Namun kuota ini tidak bisa ditransfer ke operator lain, hanya bisa ke sesama Telkomsel saja. Jadi anda bisa saling transfer paket data dari Simpati ke Simpati, Kartu AS ke Kartu AS, dan Telkomsel ke Kartu AS tau sebaliknya.
Intinya, transfer paket data Telkomsel sama seperti transfer pulsa. Hanya saja yang di transfer bukan pulsa, tetapi kuota internet kita. Kuota ini bisa dikirimkan kepada orang lain. Namun masih sama seperti Transfer Pulsa, Transfer Kuota di Telkomsel juga dikenakan biaya.
Cara Transfer Kuota Data Internet Telkomsel Antar Simpati – Kartu AS – Loop
Ada dua besaran kuota yang bisa kita kirimkan ke nomor lain sesama Telkomsel, yaitu 100MB dan 1GB. Biaya dari masing-masing kuota ini berbeda. Semakin besar kuota data yang kita transfer, maka semakin besar pula biayanya. Bahkan menurut Gadgetail, besar biaya transfer kuota 1GB sangat tidak masuk akal. Lebih baik beli kuota atau pulsa dari pada harus mentransfer kuota data 1GB.
1. Transfer Kuota 100MB
Untuk melakukan transfer kuota 100MB, biayanya adalah sebesar Rp 1000 – Rp 2.000 per 100MB transfer. Biaya ini akan dibebankan kepada pengirim kuota (orang yang mentransfer kuota), bukan penerima kuota. Berikut cara melakukannya:
Kirimkan SMS ke 3636 dengan format:
TRF<spasi>100<spasi>No tujuan
– Kirim ke 3636
Contoh: jika saya ingin mengirim kuota 100Mb ke nomor 082123456789, maka saya harus mengirimkan SMS berisi:
TRF 100 082123456789
– Kirim ke 3636
Untuk transfer kuota 100Mb, anda akan dikenakan biaya:
  • Rp 1.000 untuk pengguna Simpati, kuota bisa digunakan selama 1 hari
  • Rp 2.000 untuk pengguna Kartu AS, kuota bisa digunakan selama 1 hari
  • Biaya dibebankan kepada pengirim pulsa

2. Transfer Kuota 1GB
Seperti yang sudah disebutkan diatas, bahwa transfer kuota 1GB benar-benar tidak masuk akal biayanya. Untuk sekali transfer kuota 1GB, Telkomsel membebankan biaya sebesar Rp 10.000 – Rp 15.000 per 1GB transfer. Jadi pikir dua kali sebelum mentransfer kuota. Kecuali anda adalah tipe orang yang bingung bagaimana cara menghabiskan uang (saking punya banyak uang). Berikut ini cara transfer paket data 1GB di Telkomsel ke sesama Telkomsel:
Kirimkan SMS ke 3636 dengan format:
TRF<spasi>1000<spasi>No tujuan
– Kirim ke 3636
Contoh: jika saya ingin mengirim kuota 1GB (1GB = 1000MB) ke nomor 082123456789, maka saya harus mengirimkan SMS berisi:
TRF 1000 082123456789
– Kirim ke 3636
Untuk transfer kuota 1GB, anda akan dikenakan biaya:
  • Rp 10.000 untuk pengguna Simpati, kuota bisa digunakan selama 30 hari
  • Rp 15.000 untuk pengguna Kartu AS, kuota bisa digunakan selama 30 hari
  • Biaya dibebankan kepada pengirim pulsa

Syarat & Ketentuan Transfer Paket Data Telkomsel

Transfer pulsa hanya bisa digunakan untuk mengirim kuota ke sesama nomor Telkomsel, yaitu Simpati – Kartu AS – Loop (untuk Loop & Kartu Facebook belum pernah di coba)..
Untuk pengguna Telkomsel Simpati jika ingin mentransfer kuota, minimal harus membeli / berlangganan Paket Flash Ultima Rp 60.000/3GB/30 hari.
Untuk pengguna Telkomsel Kartu AS untuk bisa mentransfer kuota, minimal harus membeli / berlangganan paket Flash Ultima Rp 50.000/800MB/30 hari.
Itulah cara transfer paket data Telkomsel yang sebenarnya sangat mudah terutama jika melalui aplikasi My Telkomsel, meski biayanya mahal. 
Semoga Bermamfaat  (Nikolas Anouw).

Telkom Gunakan Satelit untuk Layanan Internet di Pegunungan Papua

JAYAPURA - PT Telkom Witel Papua menggunakan satelit untuk menjangkau masyarakat dalam layanan internet di daerah pegunungan di Papua.

"Harus gunakan satelit untuk layanan internet di daerah pegunungan, tetapi memang biayanya cukup besar, berbeda di daerah kabupaten/kota atau daerah pesisir dilalui oleh kabel fiber optik, sehingga secara bandwidth lebih cepat dan lebih murah tarifnya, "kata General Manager PT Telkom Witel Papua, Agus Yudha Basuki.

Khusus di daerah pegunungan, kata dia, baru Kabupaten Jayawijaya dan Tolikara yang terlayani internet menggunakan satelit. Kendati membawahi 28 kabupaten satu kota di Papua, namun diakuinya, akses internet beberapa kabupaten di Papua dilayani oleh Telkom Witel Papua Barat. "Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Nabire dan Kabupaten Kepulauan Yapen dilayani oleh Witel Papua Barat.

Jadi kita hanya layani 26 kabupaten/kota, "terang Agus Yudha kepada Papua Pos, di kantor Telkom Witel Papua, baru-baru ini. 

Sebelumnya, Agus Yudha mengatakan, di kawasan pegunungan Papua, baru dua kabupaten yang terlayani internet. "Masih terbatasnya pelayanan Telkom di kawasan Pegunungan Papua karena mahalnya investasi sehingga pelanggannya juga lebih banyak instansi, "kata Agus Yudha dikutip dari antaranews.com. Kendati pelayanannya masih menggunakan satelit, namun saat ini kapasitasnya sudah mencapai 200 megabyte.

 "Jika ada daerah yang ingin bekerjasama, kita siap menginvestasikan dan memberikan pelayanan ke daerah tersebut, tetapi butuh biaya besar dan jaminan keamanan, khususnya investasi yang telah ditanamkan, "terangnya. [srb] 

Ditulis oleh  Sari/Papos 

Banyak Situs Papua Merdeka, Pemerintah Siapkan Tentara Cyber

logo Indonesian Cyber Army
Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan siap membentuk Cyber Army untuk menangkal serangan-serangan radikal yang diluncurkan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang merendahkan pemerintah di dunia maya.

Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosita Niken Widiastuti dalam forum konsultasi dan komunikasi (FKK) Bakohumas yang membahas tentang bagaimana Indonesia menghadapi tantangan Global di Mabes TNI Cilangkap (18/05/16) kemarin.

“Dirjen IKP tengah menyiapkan satu tim untuk membentuk cyber army atau tentara cyber karena musuh dari negara ini kan bukan sesuatu yang nyata, tetapi melalui peran paradigma, perang ideologi, untuk itu perlu ada tentara namun tentara cyber” kata Rosita dalam siaran pers Kemenko Polhukam.

Hadirnya tentara cyber sendiri akan sangat membantu pemerintah dalam berperang melawan derasnya gelombang serangan kelompok separatis Papua pimpinan Benny Wenda yang terus gencar ingin memisahkan Papua dari tubuh NKRI dengan terus mengekspos kelemahan pemerintah via jalur pelanggaran HAM masa lalu.

Sebut saja beberapa situs berita di Papua yang hingga saat ini terus membahas kasus pelanggaran HAM tanpa melihat keseriusan pemerintah Jokowi dalam membangun dan mendorong kemajuan di tanah Papua (HarianPapua.com)


Telkomsel Hadirkan Sinyal di Uwapa dan Napan

Jayapura, Jubi – Manager Branch Jayapura, Achdiyat Suryana mengemukakan kini masyarakat Desa Topo (Distrik Uwapa) dan Distrik Napan di Kabupaten Nabire, Jayapura bisa mendapatkan sinyal Telkomsel.


” Sudah On air mulai 5 Maret dan 7 Maret 2016 yang lalu, ini sekaligus menjawab keinginan masyarakat untuk telekomunikasi, kehadiran Telkomsel membuka isolasi komunikasi,” ujar Achdiyat
Kami sudah melakukannya sosialisasi seperti pulsa, Channel distribusi, dan penjualan HP kepada masyarakat.

Achdiyat juga mengaku Branch Jayapura telah memiliki 658 BTS yang beroperasi mulai dari Kota Jayapura, Sentani, Sarmi, Biak, Supiori, Yapen Waropen, Serui, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mamberamo, Mamberamo Raya.

Kedepan di tahun 2016, pihak Telkomsel kembali akan menambah 357 BTS di Seluruh Branch Jayapura hingga Desember tahun ini.

Mika, ICT Branch Jayapura menambahkan untuk penempatan BTS di kampung Desa Topo dan Distrik Napan melayani kurang lebih 3100 orang desa Topo dan 1100 orang distrik Napan.
” Kita pasang adalah 2G untuk pengembangan ekonomi daerah khususnya di Nabire,” tegasnya.

Telkomsel sebagai operator terbesar di Indonesia, tidak hanya fokus dalam menghadirkan layanan teknologi telekomunikasi namun berkomitmen terhadap pembangunan infrastruktur teknologi informasi di Tanah Air, hingga daerah pelosok dan pulau-pulau terdepan. ( Sindung Sukoco).

  tabloidjubi.com

Wah...47% Masyarakat Papua Belum Nikmati Listrik !

Aktivitas penduduk desa di Papua (dok. Gatra)
Jayapura - PT PLN wilayah Papua dan Papua Barat mengklaim masih sekitar 47% masyarakat di dua provinsi itu yang belum menikmati penerangan dari PLN. Salah satunya karena sulitnya kondisi geografis didaerah tersebut.

General Manager PLN wilayah Papua dan Papua Barat, Robert Sitorus mengatakan jika dipisahkan, untuk di Provinsi Papua baru sekitar 44% masyarakatnya mendapatkan penerangan dari PLN dan untuk di Papua Barat sudah sekitar 74% masyarakatnya teraliri listrik dari PLN.

“Wilayah Papua paling banyak di daerah pegunungan tengah yang belum teraliri listrik, sementara untuk Papua Barat, paling banyak daerah pemekaran kabupaten baru yang belum teraliri listrik. Walau begitu, pemda setempat juga giat membangun listrik untuk masyarakat setempat,” katanya, Rabu (18/11)

Lanjut Robert, pada dasarnya sejumlah energy terbarukan yang ada di Bumi Cenderawasih bisa digunakan, namun potensi sumber energy terbarukan itu letaknya jauh dari pusat beban atau pemukiman. Misalnya saja pembangunan PLTA di Genyem, untuk dapat dialiri listrik hingga ke pelanggan membutuhkan 222 tower.

PLN menyebutkan saat ini sejumlah energy terbarukan ada dibeberapa lokasi, diantaranya di Walesi-Kabupaten Jayawijaya, lalu di Werbeg di Kabupaten Fakfak, Prafi di Manokwari dan Genyem, kabupaten Jayapura.

“Semua sumber energy terbarukan ini masih menggunakan air, tetapi skalanya masih kecil, yang paling besar baru PLTA Genyem,” kata Robert menambahkan. GATRAnews

Mahalnya Internet di Papua

Proses pemasangan kabel listrik bawah laut
JAKARTA -- Pembukaan jaringan broadband di Papua masih menjadi impian masyarakat di sana. Jaringan internet yang murah di kawasan timur Indonesia tersebut saat ini masih belum terealisasi.

Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) Samuel Abriyani Pengerapan internet di timur Indonesia masih sangat mahal karena belum masuknya backbone untuk menyediakan internet murah.
"Internet di Papua dan Maluku masih tergolong mahal. Bila dibandingkan dengan kawasan barat di mana dengan Rp 300.000 sudah dapat internet yang sangat lancar, di Papua untuk mendapatkan layanan yang sama harus membayar Rp 6-7 juta," kata Samuel saat diskusi bertema Indonesia Timur Lebih Membutuhkan Broadband.

Beda dengan di wilayah barat Indonesia yang telah menggunakan sambungan backbone kabel laut sehingga internet bisa dilakukan dengan murah. di wilayah timur Indonesia masih menggunakan satelit yang notabene masih mahal.

Padahal, jelasnya, berdasarkan survei APJII yang dikelola oleh Puskakom UI, jumlah pengguna internet di INdonesia timur berkembang pesat. Meski jumlahnya lebih sedikit dibanding yang di bagian barat Indonesia, secara presentasi terhadap jumlah penduduk, penetrasi internet di timur Indonesia sangat besar.

Contohnya penetrasi internet di Sulawesi telah mencapai 39 persen dari warganya, sedangkan Maluku, Papua dan Nusa Tenggara mencapai 35 persen. Di Pulau Jawa sendiri mencapai 35 persen, sedangkan di Sumatera 34 persen dan Kalimantan 28 persen.

Samuel berharap pemerintah segera memperhatikan daerah tersebut yaitu dengan memberikan infrastruktur yang cukup sehingga internet bisa murah. "Kalau internet murah di sana, diharapkan pembangunan juga bisa terpacu karena komunikasi akan semakin mudah," ujarnya.

Menurut Samuel, pemerintah semestinya memberikan insentif bagi operator telekomunikasi memberikan layanan internet di sana sehingga harganya bisa turun.

TRIBUNNEWS.COM

Winamp Tetap Hidup

Sebelumnya Winamp di kabarkan bahwa kalah Besaing dan akan gulung tikar Meski sudah wira-wiri selama kurang lebih 15 tahun sejak tahun 1997 lalu, ternyata Winamp tidak mampu bersaing dan menyatakan kekalahan dengan mengakhiri semua layanan yang telah mereka berikan. Per tanggal 20 Desember 2013 nanti, tidak ada lagi versi terbaru Winamp begitu juga layanan berbasis web lainnya.


Hantaman dari rivalnya juga kehadiran teknologi streaming diduga menjadi penyebab aksi gulung tikar Winamp ini. Meski ada nama besar AOL dibelakangnya tetap saja tidak bisa mendukung kelangsungan Winamp.
 
Pengguna dan penggemar Winamp tampaknya dapat sedikit bernafas lega, pasalnya aplikasi pemutar musik yang dimiliki oleh AOL tersebut akan dibeli oleh sebuah perusahaan yang belum diketahui namanya. Perusahaan tersebut kabarnya saat ini sedang melakukan negosiasi dengan pihak AOL.
Perusahaan belum diketahui namanya tertarik untuk membeli dan melanjutkan layanan Winamp. Perusahaan tersebut saat ini telah memasuki tahap negosiasi dengan pihak AOL. Ini berarti Winamp Tetap Hidup.
 
Perusahaan yang tertarik membeli Winamp dan layanan Shoutcast tersebut sangat percaya diri bahwa kesepakatan pembelian Winamp dari AOL akan tercapai. 
Hal ini juga menunda penutupan website resmi Winamp yang sebelumnya telah diumumkan akan ditutup pada 20 Desember 2013. Meski demikian, peringatan penutupan tersebut masih tercantum di website resmi Winamp.
Seperti yang dilansir dari Toms Hardware (20/12/2013), setidaknya pengguna media player dan layanan Winamp dapat sedikit bernafas lega karena penutupan layanan ditunda hingga negosiasi AOL dengan perusahaan yang dirahasiakan identitasnya tersebut tercapai.
"Winamp.com dan layanan web terkait tidak lagi tersedia setelah 20 Desember 2013. Selain itu, Winamp Media Player tidak akan lagi tersedia untuk di-download. Silahkan download versi terbaru sebelum tanggal tersebut. Lihat catatan rilis untuk perbaikan terbaru untuk terakhir ini release. Terima kasih telah mendukung komunitas Winamp selama lebih dari 15 tahun" ( Nick )
 

Tiga Siswa SD Papua Ciptakan Perangkat Simulator Mobil

Di tengah ramainya kasus dugaan korupsi pengadaan simulator ujian SIM Korlantas Mabes Polri, tiga siswa SD asal Papua menciptakan alat simulasi mengemudi mobil yang "canggih". Karya itu menggegerkan Surya Research and Education Center, Tangerang, tempat mereka menimba ilmu.
 
Sekilas ruang laboratorium itu tampak berantakan. Perkakas elektronik, mulai seukuran biji jagung hingga yang besar, ada di mana-mana. Ada pula robot-robot sederhana hasil prakarya para siswa yang dipajang di meja.

"Silakan lihat-lihat dulu. Anak-anak yang menciptakan simulator mengemudi masih belajar di kelas," tutur guru pembimbing laboratorium Dr Riza Muhida saat Jawa Pos berkunjung ke kompleks Surya Institute, Tangerang, Selasa (2/10).

Dia lantas meminta petugas laboratorium untuk mengeluarkan perangkat simulator mengemudi karya Stepanus Defi Mahaze, siswa kelas VI SD YPPK Santo Yosep Wendi Marauke; Petrus Mbuan, siswa kelas V SD YPPK Santo Mikael Marauke; dan Selvester Jaktu, siswa kelas VI SD YPPK Salib Suci Kabupaten Asmat.

Beberapa saat kemudian, tiga siswa berkulit hitam manis itu selesai mengikuti pelajaran di kelas. Mereka langsung bergabung dan siap mengoperasikan perangkat simulatornya.

Stepanus Defi Mahaze lalu menceritakan dengan terperinci bagian-bagian alat itu. "Yang paling bawah ini pedal gas dan pedal rem," kata bocah kelahiran Merauke, 9 Mei 1999, tersebut.

Di samping dua pedal itu, ada komponen elektronik yang berfungsi sebagai "otak" perangkat simulator tersebut. Komponen itu menampung semua perintah gas, rem, belok kiri, dan belok kanan.

Di bagian atas, ada setir mobil untuk mengoperasikan alat tersebut. Di depannya ada sebuah laptop dan satu unit monitor berukuran 18 inci yang menampilkan rute jalan yang akan dilalui mobil. Sementara itu, di dekat setir, terdapat dua tombol untuk menjawab kuis tentang rambu-rambu lalu lintas yang juga akan muncul di layar monitor.

Stepanus menjelaskan, ide dasar pembuatan alat simulasi mengemudi itu muncul ketika dirinya berjalan-jalan ke sebuah mal di Jakarta, Juli lalu. "Ketika itu, saya melihat sangat banyak anak yang asyik bermain game balapan mobil," ungkapnya.

Dari rasa gumun itulah Stepanus lalu mengajak dua temannya, Petrus Mbuan dan Selvester Jaktu, membuat alat simulasi mengemudi mobil yang mirip mesin game mainan balapan tersebut. Ide Stepanus disetujui pihak sekolah yang didirikan pakar matematika Prof Dr Johanes Surya itu.

Stepanus bersama dua temannya lalu menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan di laboratorium sekolah. Awalnya, tidak mudah bagi tiga bocah itu menggarap perangkat simulator untuk mengemudi tersebut. Sebab, dibutuhkan kemampuan membuat hardware dan keahlian menciptakan software-nya.

Untuk menciptakan software pendukung, misalnya, mereka benar-benar menemui hambatan. Sebab, baru setahun mereka berada di Surya Research and Education Center dan belum mengenal perangkat lunak berupa program di komputer. Saat masih bersekolah di Papua, mereka sama sekali belum pernah bersinggungan dengan komputer. Apalagi sampai membuat software.

Berkat bimbingan intensif Dr Riza Muhida, mereka akhirnya mampu membuat perangkat lunak simulator mengemudi. Software karya mereka mengadopsi software Scratch keluaran Amerika Serikat. Tampilan software itu memang masih sederhana. Gambarnya masih dua dimensi, mirip film kartun. Yakni, berupa gambar sebuah mobil warna kuning yang melewati jalan berkelok-kelok. Total ada tujuh tikungan tajam yang harus dilalui mobil itu dengan kecepatan maksimal 40 MPH (mile per hour).

"Kami sempat kesulitan saat membuat desain lintasannya," ucap Stepanus yang bertindak sebagai ketua tim.
 Setelah komponen software beres, giliran mereka membuat perangkat kerasnya (hardware). Mulai kerangka besi, setir mobil berbahan kayu yang dipelitur mengkilap, hingga pedal gas dan rem. Semua berbahan barang-barang bekas.

 "Setir mobil ini dibelikan Pak Guru di pasar loak. Harganya sekitar Rp 50 ribu," katanya.

Dia memperkirakan, biaya yang dihabiskan untuk membuat alat tersebut tak lebih dari Rp 500 ribu. Tentu saja, jumlah itu belum termasuk satu unit monitor dan sebuah laptop untuk menyimpan software simulator mengemudi.

Perangkat simulator itu selesai menjelang Lebaran lalu dan sejauh ini bisa dioperasikan dengan baik. Sayangnya, alat tersebut belum dilengkapi suara deru mobil agar tambah seru. "Penambahan audio memang menjadi rencana pengembangan alat ini," jelas Petrus Mbuan.

Yang menarik, pemakai simulator ini akan diuji kemampuan mengemudi dengan menjawab tiga pertanyaan yang muncul menjelang garis finis. Semua tentang rambu-rambu lalu lintas. Yakni, rambu belok kanan dan batas kecepatan maksimal 5 km/jam.

"Jumlah pertanyaan bisa dimodifikasi ragamnya. Jumlahnya juga bisa lebih banyak," tambah Petrus.

Bila pengendara berhasil menjawab seluruh pertanyaan dan mengemudi dengan lancar, pada akhir permainan, ada ucapan selamat. Bunyinya: Selamat!!! Anda dinyatakan telah lulus dalam latihan mengemudi ini. Terima kasih telah bergabung.

Menurut Dr Riza, mengajari siswa yang belum pernah bersentuhan dengan perangkat komputer sama sekali memiliki tantangan yang cukup besar. Sebab, dirinya mesti mengajari tiga bocah itu mulai cara menghidupkan dan mematikan komputer hingga cara mengetik dengan keyboard.

Setelah dianggap bisa, baru kemudian mereka dikenalkan dengan pelajaran pemrograman. "Gurunya harus telaten, sedangkan siswa tidak boleh gampang menyerah," kata dia.

Riza mengakui, perangkat simulator mengemudi yang dibuat anak-anak didiknya itu masih sederhana. "Lebih tepatnya ini mirip game. Tetapi, fungsi atau manfaatnya bisa untuk alat simulasi mengemudi seperti alat simulator untuk ujian SIM di kepolisian," ujarnya.

Meski begitu, Riza bangga karena perangkat tersebut merupakan inovasi simulator mengemudi yang pertama dibuat anak-anak usia SD. "Itulah yang harus dihargai," tegasnya.

Menurut Riza, bujet pembuatan perangkat game simulator mengemudi menjadi poin penting. Dia menyatakan, sekolah-sekolah bisa menciptakan alat serupa untuk kepentingan pembelajaran tertib lalu lintas yang menyenangkan.

"Belajar rambu-rambu lalu lintas kalau hanya dari buku tentu membosankan. Alat ini akan membuat para siswa senang belajar berkendara yang tertib," katanya. (*/c5/ari)
 
 Sumber: JPNN / LAPORAN: M. HILMI SETIAWAN, Tangerang

Kominfo targetkan Papua tersambung palapa ring 2012

Tifatul Sembiring (FOTO ANTARA)
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menargetkan program Indonesia Connected menjangkau Papua akhir 2012.

"Sekarang jaringan Palapa Ring sudah menghubungkan Kupang," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, selepas membuka Indonesia Cellular Show dan International Communication Conference & Expo 2012 di Jakarta, Rabu.

Tifatul mengatakan Kemkominfo akan mengembangkan pembentukan Cyber Province di Bali.

"Tapi itu tergantung pada ABG+C yaitu academic, business man, government, dan community. Semakin banyak penggunanya (jaringan) maka bisnis juga akan semakin tumbuh," kata Tifatul.

Kemkominfo mencanangkan Indonesia Connected pada 2012, Indonesia Informative pada 2014, Indonesia Broadband pada 2015, dan Indonesia Digital pada 2018.
(I026)



Antara

Politeknik Kota Sorong Juara Satu Kontes Robot di Makassar

Kontes Robot--ANTARA/Dewi Fajriani/bb
SORONG--Politeknik Saint Paul, Kota Sorong, Papua Barat, berhasil meraih juara satu  kontes robot di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka mampu menyingkirkan dua puluh satu peserta yang berasal dari Sulawesi, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Bali.

"Kejuaraan kontes robot di Makassar, Polteknik Saint Paul, berhasil meraih juara satu," jelas Mika, salah seorang staf dosen Saint Paul Sorong, Selasa (23/5).

Ini merupakan pertama kali Politeknik Saint Paul meraih juara satu kontes robot itu. Mika menyebutkan, lewat robot yang dinamakan Karakanambi, pihaknya berhasil menyapu bersih dalam kejuaraan tersebut yang mempertandingkan dua kategori, Untuk meningkatkan keahlian mereka dalam merakit robot, pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Atma Jaya Jakarta.

Selanjutnya, mereka juga akan mengikuti kejuaraan yang berskala nasional, yakni kontes robot yang akan diadakan di Jakarta. Pihak Saint Paul pula mendapat kesempatan memamerkan keahlian mereka di dalam merakit robot di salah satu TV swasta di Jakarta. (MS/OL-10)

Sumber: MICOM

2014, Internet di Papua Secepat Pondok Indah

Telkom sedang dalam proses pemasangan fiber optic antara Makassar hingga Papua.

nternet digunakan untuk pendidikan.
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Rinaldi Firmansyah, mengatakan, Telkom sedang dalam proses pemasangan fiber optic antara Makassar hingga Papua. Pemasangan ini dilakukan sepanjang 5.300 kilometer.

Nantinya, pemasangan fiber optic itu membuat kecepatan internet di Papua akan meningkat. "Dampaknya kalau di Papua bisa menikmati internet sama dengan di Pondok Indah, lebih cepat," kata Rinaldi ketika ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa 8 Mei 2012.

Pemasangan fiber optic antara Manado-Papua, menurut Rinaldi, dilakukan pada 1 hingga 2 bulan mendatang, dan diperkirakan dapat selesai pada akhir 2013 hingga awal 2014.
Hingga saat ini sudah memasuki tahap tender sekitar 4-5 perusahaan yang telah mengikuti proses itu. "Sama dengan yang MKCS (Mataram-Kupang Cable System)," ungkapnya.

Seperti diketahui, Telkom sedang mempersiapkan tender pembangunan jaringan fiber optic dari Manado hingga Papua senilai Rp1,5 triliun.

Pembangunan Nusantara Super Highway dibagi dalam enam ring untuk menghubungkan berbagai gugusan kepulauan di Indonesia. Enam ring tersebut sejalan dengan penetapan 'Enam Koridor Ekonomi' oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Bentangan ini mencakup ring Sumatera sepanjang 6.891 kilometer, ring Jawa 8.178 kilometer, ring Kalimantan 4.293 kilometer, ring Sulawesi sepanjang 5.422 kilometer, serta ring Bali–Nusa Tenggara 1.490 kilometer. Bentangan jaringan infrastruktur tersebut dinamakan Nusantara Super Highway.

Proyek infrastruktur itu menelan dana Rp21,19 triliun. Proyek-proyek tersebut dibiayai dari dana internal Telkom.

Pembangunan infrastruktur Information and Communication Technology (ICT) tersebut akan diselesaikan secara bertahap hingga 2014 dengan fokus di Kawasan Timur Indonesia, karena pembangunan infrastruktur ICT di Kawasan Barat Indonesia sudah diselesaikan.

Non-Seluler TumbuhSementara itu, Telkom menargetkan sepanjang 2012 pendapatan dari anak usaha non-seluler akan tumbuh 30 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu sekitar Rp5,5 triliun. Sepanjang 2011, pendapatan non-seluler menyumbang 41 persen dari total pendapatan.

"Kami ekspektasi tumbuh minimum 30 persen. Sementara itu, untuk pendapatan seluler, kami akan menjaga sekitar 59 persen dari total pendapatan," kata Rinaldi.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, Telkom membukukan pendapatan di luar seluler sebesar Rp1,7 triliun. Pendapatan ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,1 triliun. (art)

VIVAnews

 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger