Showing posts with label Deiyai. Show all posts
Showing posts with label Deiyai. Show all posts

KNPI Desak Polda Papua Bertanggung Jawab atas Peristiwa Penembakan Terhadap Pemuda di Deiyai

Yulianus Mote (25 Thn) Korban Penembakan Aparat Kepolisian di Waghete Deiyai Papua. (FOTO/DOK)
DEIYAI – Polda Papua segera bertanggung jawab dan segera pecat pelakukan penembakan terhadap Yulius Mote di Deiyai Papua. Demikian tegas Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Deiyai, Jeckson Ikomou , Rabu, (22/5) melalui press reases yang di terima media.

Sikap arogan dan agresif yang dilakukan Polisi Indonesia yang bertugas di Deiyai telah menunjukan bahwa satuan kepolisian yang bertugas di Papua khususnya di deiyai  tidak profesional  untuk menjalankan tugas dan wewenangnya sesuai dengan amanah UU Nomor 2 Tahun 2002.

“Seharusnya, Polisi amankan kelompok pemuda yang melakukan pemalangan mobil lalu berikan hukuman sesuai dengan tindakannya, jangan langsung tembak macam tembak  binatang”.

“Wah, anehnya aparah langsung melakukan tindakan penembakan tanpa menghargai sesama manusia yang punya hak hidup,” Tegasnya.

Aparat yang  bertugas di Papua khususnya deiyai sangat tidak profesional dalam menjalan tugas dan wewenang, sebab sudah dua kali aparat melakukan tindakan penembakan terhadap masyarakat kecil.
Sebelumnya, Kasus Oneibo berdarah, kasus tersebut belum sepenuhnya di tuntaskan. Sekarang terjadi lagi Deiyai berdarah yang kedua,”Jelasnya.

Terkait Pernyataan  Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, melalui media jubi adalah pembohongan publik. “Seharusnya turung langsung dulu lalu tinjau masalah, jangan asal mengeluarkan penyataan-pernyataan yang sesat dan menyesatkan publik di media,” Ujar.

Maka, Lanjutnya, Polda Papua segera bertanggung jawab atas tindakan penembakan  yang dilakukan terhadap warga kami dan segera pecat pelaku,”Tegasnya.

Komnnas HAM segera turun ke waghete untuk melakukan investigasi terkait peristiwa penembakan terhadap warga kami. (MWP/MM) majalahwekonews.com

Satu Warga Dilaporkan Tewas Tertembak Polisi di Deiyai Papua

Polsek Tigi terbakar akibat diamuk massa. (istimewa)
Jayapura(rasudofm) – Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai terkena peluru tajam oknum anggota polisi dan beberapa lainnya dilaporkan luka parah.

Pastor Santon Tekege melaporkan korban yang meninggal dunia Yulius Mote (18 tahun) kena tembak peluru di otak kecil tembus di mata, sementara beberapa orang luka-luka. ‘’Korban meninggal dunia Yulius Mote (18), ada lagi yang meninggal dunia di tempat, beberapa warga masyarakat luka-luka,’’ tulis Pastor Santon dalam SMS yang dikirim ke Pospapua.com.

Penembakan terjadi Selasa (21/5) berawal dari kasus anak muda yang sedang mabuk lalu meminta uang kepada sopir angkutan umum. Sopir tidak terima lalu mengejar pemuda tersebut dengan parang. Sopir kemudian kembali ke mobil untuk berangkat, tapi pemuda yang tadinya dikejar kembali dengan sekelompok orang lalu menghancurkan mobil.

Polisi lalu mendatangi tempat kejadian perkara dan menemukan pemuda yang mabuk. Pemuda yang mabuk melakukan perlawanan terhadap oknum anggota Polri tersebut. Karena tidak terima oknum Polisi lalu melepaskan tembakan mengenai salah seorang warga di bagian paha.

Akibat tertembaknya warga, massa lalu marah dan membakar Kantor Polsek Tigi.

Untuk membubarkana massa menurut Pastor Santon aparat berkali-kali melepaskan tembakan, hingga pukul 19.00 WIT situasi di Tigi Deiyai memcekam, apalagi listrik padam.

Aparat keamanan membubarkan massa dengan melepaskan gas air mata.

Kapolda Papua, Brigjen Pol Rudolf Roja ketika ditanya Antara mengungkapkan tentang insiden tersebut melalui pesan singkatnya hanya menjawab “saya sedang rapat”. (N.A)



(Sumber : Pospapua.com & Antara)

Acara Pelepasan Siswa Kelas XII SMA Negeri 2 Waghete, Kabupaten Deiyai

Deiyai - Sebanyak 105 orang siswa/i kelas XII SMA Negeri 2 Waghete, Tigi, kabupaten Deiyai Papua, menggelar acara perpisahan di SMA Negeri 2 Deiyai, kamis (04/05).


Acara ini turut dihadiri oleh Notopia Pakage S.Pd, mewakili Kepala Dinas Pengembangan Informal Menengah, Dinas Pendidikan & Pengajaran kabupaten Deiyai, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Waghete Tigi, Deiyai, Martinus Pigome S.Sos, para guru, siswa/i SMA Negeri 2 Waghete Deiyai dan tamu undangan.

Dalam kata sambutannya, Notopia Pakae mengucapka terima kasih kepada para pendidik di SMA Negeri 2 Waghete yang telah membina dan turut mencerdaskan anak-anak SMA Negeri 2 hingga meraih kelulusan tahun ini.

Lebih lanjut, Notopia Pakage berharap kepada para siswa kelas XII yang telah lulus agar terus melanjutkan kesuksesan dengan terus mengejar mimpi dan cita-cita melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 2, Martinus Pigome S.Sos dalam sambutannya memohon maaf kepada para siswa kelas XII yang sebentar lagi akan kembali ke orang tua. Jika selama 3 tahun mengikuti pendidikan di SMA Negeri 2 Waghete ada kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja dilakukan pihak sekolah, mohon dimaafkan dan dimaklumi.

Senada dengan Notopia Pakage S.Pd, Martinus Pigome berharap para siswanya yang telah lulus agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih baik lagi dan semoga berguna bagi keluarga, dan sesama.

Pengumuman kelulusan untuk SMA Negeri 2 Waghete, Tigi, kabupaten Deiyai tahun 2017, berhasil meluluskan semua siswa kelas XII yang berjumlah 105 orang siswa dengan hasil yang cukup memuaskan.

[Nabire.Net/Wakeikagoo]

40% Panelnya Dicuri, PLTS di Pelosok Papua Tak Bisa Beroperasi Maksimal

Dogiyai - PT PLN (Persero) menargetkan bisa menerangi semua kabupaten di pegunungan Papua di akhir tahun 2017. Total ada 14 kabupaten yang harus dilistriki. Pada 17 Agustus 2016 lalu, PLN sudah masuk ke Kabupaten Teluk Wondama, Raja Ampat, dan Pegunungan Arfak.

Kemudian di Hari Listrik Nasional tanggal ke-71 pada 27 Oktober 2016 kemarin, giliran 2 kabupaten di pedalaman Papua yang terang benderang berkat PLN, yaitu Kabupaten Deiyai dan Yahukimo.

Berbagai cara dilakukan PLN untuk membuat Papua terang benderang seperti wilayah Indonesia lainnya. Misalnya dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kabupaten Dogiyai.

Tetapi memang banyak masalah tak terduga yang muncul di lapangan. Panel-panel surya PLTS di Dogiyai ini banyak yang dicuri. Para pelaku biasanya bergerombol sekitar 5 orang, membawa senjata seperti panah dan golok, mengambil panel surya di malam hari.

"Ini salah satu kendala kita dalam melistriki Kabupaten Dogiyai, masalah pencurian," kata General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Yohanes Sukrislismono, kepada detikFinance saat berkunjung ke PLTS di Dogiyai, Jumat (28/10/2016).

40% Panelnya Dicuri, PLTS di Pelosok Papua Tak Bisa Beroperasi MaksimalFoto: Michael Agustinus

Sejak PLTS dioperasikan pada 2013, sudah hampir separuh panel surya yang dicuri. PLTS dengan kapasitas 300 Kilowatt peak (KWp) ini pun tak bisa beroperasi maksimal karena panelnya banyak yang hilang.

"Sekitar 40 persen panel listrik kita dicuri. Akibatnya PLTS yang kapasitas sebenarnya 300 KWp tidak bisa beroperasi penuh," ucapnya.

Yohanes sangat menyayangkan hal ini. Sebab, penduduk Kabupaten Dogiyai sebenarnya sangat membutuhkan listrik, masih banyak desa di kabupaten ini yang belum terlistriki, yang sudah terlistriki pun baru mendapat listrik sekitar 6 jam per hari. Pencurian panel surya ini membuat pasokan listrik makin sedikit.

Pencurian panel surya memang berkurang belakangan ini setelah adanya pencuri yang meninggal karena tersetrum saat berusaha melepas panel. Yohanes juga meminta pemerintah daerah setempat untuk membantu pengamanan PLTS. Ini demi masyarakat juga, supaya pasokan listrik tidak terganggu.

40% Panelnya Dicuri, PLTS di Pelosok Papua Tak Bisa Beroperasi MaksimalFoto: Michael Agustinus

"Pencurian agak sedikit berkurang karena baru-baru ini ada yang meninggal tersetrum saat mencuri panel. Kami meminta kerja sama dari pemda untuk pengamanan aset kami," pungkasnya. (ang/ang) 


 Sumber: detik.com

Dinas Kesehatan Deiyai Bersama Puskesmas Waghete & Koramil 1705-03/Waghete Gelar Pengobatan Massal

Deiyai - Bertempat di lapangan SD Inpres Bomou I, Distrik Tigi kabupaten Deiyai, Papua, telah dilaksanakan kegiatan pengobatan massal bagi kurang lebih 100 orang warga.

Kegiatan pengobatan massal ini merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan kabupaten Deiyai bekerjasama dengan berbagai pihak diantaranya Koramil 1705-03/Waghete.

Turut hadir dalam pengobatan massal ini, Kepala Puskesmas Waghete, Oktovianus Mote, dr. Marlon, dr. Arista dan para perawat yang berjumlah 15 orang.

Sementara dari Koramil 1705-03/Waghete, diikuti Danramil Waghete, Batuud Pelda Elias Pakage, Serka Doni, Sertu Sawal, Serda Joko R, Serda Luther, Serda Dahrul dan Kopda Suharman.
(Pendam17) nabire.net

Musrembangda Deiyai menghasilkan 314 Kegiatan dengan rincian biaya Milyardran Rupiah

Musrembangda Deiyai menghasilkan 314 Kegiatan dengan rincian biaya 8.400 Milyard, Kemarin

Tampak, Bupati Kabupaten Deiyai, Ketika menutup secara resmi
Musrembangda Tingkat Kab.Deiyai, (Insert Foto:Binpa/Herman Anouw)

Deiyai(rasudofm): Bupati Kabupaten Deiyai, Dance Takimai, secara resmi menutup Musyawarah rencana pembangunan Daerah Kabupaten Deiyai, bertempat di Aula Dou Gai Ekowai, Kemarin,

Menurut Takimai bahwa, Pelaksanaan Musrenbangda sebagai forum konsultasi publik antar pelaku pembangunan dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan daerah maka Musrembang ini menjadi sangat strategis, dimana seluruh pelaku pembangunan di daerah dapat memberikan sumbangan pemikiran dan pandangan terhadap kebijakan serta rencana program dan kegiatan prioritas tahun 2016 mendatang, sehingga dampaknya dapat lebih optimal meningkatkan pertumbuhan pada semua sektor pembangunan yang bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Deiyai, Kata Bupati ketika menututp secara resmi Musrembang Kabupaten Deiyai, yang berlangsung dari selama dua hari, di Aula Dou Gai Ekowai, Deiyai, sabtu 23/3.

         Menurut Takimai, Untuk mempercepat meningkatnya kesejahteraan masyarakat, maka dalam mengusulkan program dan kegiatan dalam Musrenbang RKPD Kabupaten/Kota, agar memperhatikan dimensi yang berkaitan dengan semua aspek kehidupan masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam arah kebijakan pembangunan RPJMD Kabupaten/Kota dan RKPD Provinsi Papua dengan memperhatikan isu strategis nasional.



         Musrenbang yang telah dilaksanakan pada hari ini telah melahirkan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2016 mendatang, dengan memperhatikan arah kebijakan, kerangka ekonomi masyarakat Deiyai, terutama program dan kegiatan prioritas bagi pelayanan masyarakat,

Lanjut Bupati bahwa, Acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) ini merupakan proses perencanaan jangka menengah tahap ke 3 pada rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Kabupaten Bogor tahun 2015 hingga 2016,

“Mengingat Musrembang RKPD merupakan bagian berkaitan dengan penyusunan RAPBD tahun anggaran 2016, diharapkan agar rancangan RKPD 2016 yang telah disempurnakan melalui musrembang ini berhasil mempertajam berbagai usulan program dan kegiatan strategis yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pendapatan masyarakat secara menyeluruh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Deiyai, Decky Kayame, secara terpisah menjelaskan bahwa seluruh peserta Musrembang Kabupaten Deiyai Tahun ini telah menghasilkan 314 program kerja untuk tahun 2016 mendatang, dengan rincian anggaran yang dibutuhkan berjumlah 8.400 Milyard, maka dari nilai ini telah mengalami peningkatan 10% dari tahun sebelumnya,” Kata Kayame.

Penutupannya ditandai penyerahan rumusan rencana program dan kegiatan prioritas daerah telah disepakati bersama dalam Musrembangda ini oleh Kepala Bappeda, Decky Kayame kepada Bupati Kabupaten Deiyai, Dance Takimai,

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Budaya, Fransiskus Bobi, yang bertindak sebagai Moderator pada Musrembang ini menjelaskan bahwa di dalam pembahasan rumusan rencana program dan kegiatan prioritas daerah 2016 ini, terjadi perdebatan antar delegasi 5 Distrik di Deiyai namun itu semua telah diberikan penjelasan dalam forum ini,

"SKPD sudah membagikan Renja masing masing dan memaparkannya. Setelah itu renjanya dibaca. Jika ada kegiatan hasil musrembang kecamatan tidak tertampung SKPD, baru pertanyakan. Itu makanya dengar dulu pemaparan SKPD bersangkutan, supaya mengerti,” tegas Bobi.

 Menurutnya bahwa, Sebelum diskusi ditutup, Frans Bobi meminta jaminan dari para SKPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai, maka Rumusan rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang dibahas ditampung di APBD 2016 mendatang.

“Kalau ini tidak ditampung, sia-sialah kami dua hari capek di sini, sampai kami meninggalkan pekerjaan kami masing-masing. Jadi kami minta apa yang sudah dirumuskan hari ini, tampunglah, jangan ada di coret. Kalau dicoret, tahun depan kami tidak akan mau lagi ikut Musrenbang,”tegasnya.(RSDFM/Herman Anouw)

ASDEI YOGYA: MEMPERJUANGKAN KEJUJURAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

YOGYA - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Deiyai Yogyakarta dan Solo kembali menggelar diskusi yang ke 43 pada Kamis, 20 Februari 2014. 

Diskusi ini berjudul “Memperjuangkan Kejujuran” yang dibawakan oleh Moses Douw, Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “STPMD” APMD Yogyakarta. Diskusi kali ini dimulai pada pukul 20.30 WIB. 

Dalam diskusi, pemateri memaparkan bahwa kejujuran perlu diperbaiki dan diangkat kembali. Ia mngambil contoh kejujuran yang pernah dialami oleh seorang tokoh nasional India yakni Mahatma Gandhi. Semasa beliau sekolah, kata Moses, ketika mengikuti ujian- ujian di sekolah Gandhi tidak menggunakan bocoran jawaban atau menyontek. Bisa dikatakan bahwa seorang Mahatma Gandhi adalah seorang yang lemah namun menerima kuat dalam pendiriannya, jujur pada sikap dan tindakannya.

Selain itu, dalam pembahasan selanjutnya, Moses menghubungkan kejujuran dalam kehidupan dengan bacaan yang terdapat di ayat- ayat kitab suci. Dalam hal kejujuran, Yesus berbicara dan bersikap sangat tegas. Yesus semasa hidupnya di dunia ini, Dia sangat sadar dan pemaaf. Tetapi terhadap kaum munafik, Yesus sangat keras. Mengapa demikian? Orang- orang yang munafik sulit sekali untuk bertobat karena mereka menganggap dirinya suci. Mereka sangat mengandalkan kesalehan, kekudusan, dan kekuasaannya sendiri.

Dalam sesi selanjutnya, Deserius Butu mengemukakan bahwa salah satu contoh kejujuran yang sering dilakukan adalah mereka yang sering merokok. Prinsip yang sering mereka lakukan adalah membagi rokok jika ada rokok dan tidak jika tidak ada rokok. 

Pendapat lain dikemukakan oleh Yustinus Tebay, Mahasiswa Jurusan  Ekonomi di STIB Bank. Tebay berpendapat bahwa kejujuran harus ditanamkan dari anak masih kecil. Jika anak dilatih dari kecil untuk selalu jujur, maka ketika dewasa orang tersebut akan berusaha jujur misalnya dalam hal ekonomi. Contohnya ketika orang tersebut diberi tanggung jawab menjadi bendahara di suatu komunitas maka tugas tersebut tidak dilalaikan olehnya.

Di sela- sela penjelasan tersebut muncul pula pertanyaan yang sangat bagus, yang dilontarkan oleh Bernadeta Goo, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Universitas Widya Wiwaha. Bernadeta melontarkan pertanyaan bahwa setiap orang di dunia pasti tidak lupa dari ketidakjujuran. Untuk mengatasi ketidakjujuran tersebut langkah- langkah apa saja yang dilakukan agar ketidakjujuran tidak muncul?

Mendengar pertanyaan tersebut, para mahasiswa yang mengikuti diskusi pun mengemukakan pendapat masing- masing. Pendapat dimulai dari pemateri, Moses Douw. Douw mengemukakan bahwa untuk mengatasi munculnya ketidakjujuran itu kita harus kembali ke agama. Kita Punya keyakinan kepada Tuhan yang kita yakini. Contoh nyata adalah Mahatma Gandhi. Beliau menegakkan kejujuran melalui agama yang diyakininya. Pendapat Moses ditambahkan oleh Deserius Butu bahwa selain agama, kita juga harus kembali ke budaya kita. Ketidakjujuran menjadi hal yang biasa karena saat ini, sanksi yang diberikan tidak seberat masa lalu (masa nenek moyang).

Selain tanggapan di atas, tanggan lain dipaparkan oleh Agustian Tatogo, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma(USD). Tatogo menjelaskan kejujuran harus dimulai dari diri sendiri. Seseorang harus percaya diri (PD) terhadap dirinya sendiri. Untuk menetukan suatu tindakan, entah itu baik atau buruk, dalam dirinya harus mempunyai keyakinan. Keyakinan seseorang adalah awal dari sukses atau tidaknya kejujuran tersebut. 

Tanggapan lain disampaikan oleh Albertus You, Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Jana Badra (UJB). You menambahkan ada tiga unsur  utama untuk mengatasi ketidakjujuran, yakni pertama: kesadaran diri. Ketika melakukan sesuatu, apakah seseorang tersebut sadar akan dirinya atau tidak? Kedua: mempunyai prinsip. Untuk  bertindak sesuatu hal, seseorang harus mempunyai prinsip, punya keyakinan serta selalu optimis. Ketiga: hidup seadanya. Artinya, dalam hidup kita sehari- hari kita hidup apa adanya, jika tidak kaya akan harta duniawi, kita tidak boleh berkeinginan untuk menjadi kaya karena ketika kita bekeinginan untuk menjadi kaya, muncullah sikap dan tindakan ketidakjujuran.

Hal senada pula dilontarkan oleh Andy Pigai, Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Lingkungan. Andy mengemukakan bahwa manusia hidup antara keinginan dan iman. Keinginan dan iman tidak dapat disatukan karena keduanya bertolak belakang. Keinginan manusia sering kali tidak selaras dengan iman. Manusia pada zaman ini memiliki keinginan tetapi tidak memiliki iman. Hal ini yang menyebabkan munculnya ketidakjujuran di dunia ini. Maka, harapannya agar manusia di dunia ini semakin mengenal iman, berjalan dan bertindak sesuai dengan iman. Iman yang dimaksud adalah keyakinan kita akan Tuhan yang kita yakini.

Pendapat lain tentang kejujuran dimunculkan oleh Stefanus Bukega, Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Jana Badra (UJB). Bukega memaparkan bahwa melakukan ketidakjujuran namun jika demi kepentingan bersama itu tidak jadi persoalan. Yang menjadi persoalan adalah melakukan tindak ketidakjujuran namun untuk kepentingan diri sendiri, misalnya mencari jabatan atau kedudukan, memperkaya diri sendiri. Hal demikian tidak diperbolekan. Memang ada benarnya juga bahwa, untuk melakukan ketidakjujuran itu tergantung situasi dan kondisi pada orang yang melakukan tindakan tidak jujur.

Pada akhir sesi, pemateri menyimpulkan bahwa ketidakjujuran itu bermanfaat untuk mendapatkan jabatan serta untuk mendapatkan kekayaan. Tetapi di balik ketidakjujuran yang dilakukannya tersebut diharapkan agar nantinya akan ada feedback atau timbal baliknya. Tentunya timbal balik adalah hal- hal yang posistif atau bisa membantu masyarakat lain dalam mengembangkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Kejujuran menjadi faktor penentu dalam kehidupan, misalnya kita ingin hidup miskin tetapi bahagia karena jujur atau kaya tetapi tidak bahagia, semua itu tergantung pada  pilihan dari orang tersebut. Acara diakhiri pada pukul 22.00 WIB dengan tepuk tangan meriah. (Agustinus Tatogo)
 
 Sumber:
 http://www.timipotu.blogspot.com/2014/02/asdei-yogya-memperjuangkan-kejujuran.html

Kematian Orang Di Kalangan Suku Mee Meningkat Tajam

Deiyai – 12/01/14, Tokoh Intelektual suku Mee Manfret Mote, melalui pesan singkatnya, mengatakan kematian suku Mee pada akhir tahun 2013 hingga awal 2014 meningkat tajam.
“Kematian suku Mee sedang meningkat tajam di diakhir tahun lalu dan awal tahun ini, artinya orang Mee sedang menuju kepunahan, maka kita mesti sadar akan hal ini,” ujar Manfred.
Ia pun menambah, setiap hari orang Mee meninggal antara 10 sampai 20 jiwa, entahlah meninggal dengan berbagai cara. Ia mempediksi bahwa jika rata-rata 15 jiwa suku Mee meninggal dalam sehari, maka ditahun 2014 akan terjadi kematian orang Mee sekitar 5400 jiwa. Menurutnya, ini suatu realitas yang jangan dianggap remeh.
Menanggapi itu, Mote beharap setiap orang Mee harus mendekatkan diri pada Tuhan dan meninggalkan kebiasaan-kebisaan buruk.
“Jalan untuk orang Mee selamat adalah dekat pada Yesus dan tinggalkan semua kebiasaan buruk,” pesan Manfred Mote, yang juga tokoh penggagas“Owadaa  ini.
 
“Jangan tunggu besok untuk berubah, karena ada bahaya di depan kita,” tegasnya.
mv/Honaratus Pigai 
Sumber : http://muyevoice.blogspot.com/2014/01/kematian-orang-mee-meningkat-tajam.html

Mahasiswa Deiyai Duduki Gedung DPRD Papua

Jayapura - Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Deiyai, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua guna mempertanyakan kasus penembakan salah seorang pelajar di Deiyai yang terjadi pada Senin (23/9) lalu.

Puluhan mahasiswa ini, datang dengan membawa beberapa buah spanduk bertuliskan “Kami mahasiswa turut prihatin atas penembakan terhadap siswa SMA N 2 Kabupaten Deiyai, Kapolri segera copot Kapolda Papua, dan Kapolda segera copot jabatan Kapolres Paniai dan Kapolsek Deiyai”.

Serta spanduk bertuliskan “DPR Papua harus bentuk tim investigasi dan harus turun ke Kabupaten Deyai”. Merekapun langsung melakukan orasi di halaman kantor DPRD Papua.

Merekapun akhirnya ditemui Ketua Komisi A Ruben Magai dan anggota Komisi D Nason Utti. Salah seorang koordinator aksi, Agus Kadepa dalam orasinya mengatakan, DPRD sebagai perpanjangan tangan rakyat perlu mengawal kasus penembakan tersebut, jika tidak kasus serupa akan kembali terjadi dan menelan korban yang lebih banyak.

“Kami minta agar DPR tetap mengawal kasus ini. Tanyakan kepada Polda apa tindak lanjut kasus penembakan ini, dan sampai sejauh mana penyelidikan yang dilakukan kepolisian,” ujar Agus, Rabu (26/9/2013).

Menurut Ketua Komisi A, Ruben Magai, DPRD Papua terus mengawal kasus penembakan yang terjadi di Papua, bukan saja di Deiyai, tetapi juga di Kabupaten lainnya. Ruben juga mengakui, pihak DPR Papua juga telah membentuk tim investigasi yang akan bersama-sama pihak kepolisian menangani kasus penembakan di Deiyai.

“Kami di DPRD terus mengawal kasus-kasus yang terjadi di kalangan masyarakat. Kami juga akan mempertanyakan sejuhmana penyelidikan yang dilakukan oleh Polda, dan kami akan desak Polisi untuk ungkap kasus ini,” terang Ruben.

Usai melakukan orasi dan mendengar jawaban anggota DPRD Papua melalui ketua Komisi A, Ruben Magai, perwakilan mahasiswa lalu menyerahkan draf pernyataan sikap kepada anggota DPRD, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Penembakan Siswa SMA N 2 Deiyai ini lalu membubarkan diri dengan tertib.

Sebelumnya, Senin 23 September lalu, seorang warga sipil atas nama Julianus Mote ( 25 ) dilaporkan tewas, dengan luka tembak pada bagian rusuk kanan tembus ke belakang punggung. Julianus tewas dalam bentrok dengan aparat TNI/Polri  di Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai.

Bentrokan dipicu saat aparat keamanan menggelar razia sejumlah penyakit masyarakat yakni judi, minuman keras dan senjata tajam. Razia yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tigi, Indra Makmur mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perjudian, menenggak miras dan membawa senjata tajam, tapi warga tak terima bahkan ada yang memprovokasi, sehingga melempari aparat dengan batu.

Dalam bentrokan itu, warga juga menyerang satu anggota TNI dari Koramil Wagete, atas nama Darsono. Akibatnya, aparat keamanan terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke atas berulang kali untuk membubarkan massa. Polisi mengaku aksi penembakan yang dilakukan anggota di lapangan sudah sesuai prosedur.

PELANTIKAN BUPATI DEIYAI DIPASTIKAN 20 AGUSTUS

Anggota DPRD Deiyai Saat Melayangkan Protes Keras Soal Penundaan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Deiyai (Jubi-Alex)
Jayapura, 17/8 (Jubi)Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe memastikan pelantikan Bupati Deiyai yang tertunda akan dilakukan Selasa, 20 Agustus 2013 mendatang di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura.

“Memang kita akan melantik Selasa, 20 Agustus 2013 mendatang di Sasana Krida. Kemarin saya ikut hadiri sidang pidato kenegaraan, sidang penganggaran keuangan dengan Presiden,” kata Gubernur Papua kepada wartawan di halaman Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (17/8).

Menurutnya, ini kesalahan informasi saja sehingga terjadi penundaan karena koordinasi yang tidak berjalan dengan baik. “Terkait syukuran, kalau sudah buat syukuran ya sudah, tinggal kita lantik saja. Pelantikan kan seremonial biasa saja,” kata Lukas ketika ditanya tabloidjubi.com terkait syukuran pelantikan yang sudah dilakukan dan masyarakat Deiyai yang kecewa atas penundaan ini. (Jubi/Aprila Wayar)

Penulis : Aprila Wayar | 21:45
MUSA ABUBAR

Tampa Sebab, Aparat Polisi Menyiksa Seorang Warga Sipil Di Kabupaten Deiyai Papua

Ilustrasi@
Deiyai - Jumat (28/06), Oknum Aparat Brimob mengeluarkan rentetan penembakan terhadap warga sipil di daerah Deiyai, Papua. Sejak pagi tadi (28/06), Kabupaten Deiyai sangat bersahabat dengan bunyi peluru. Situasi kota deiyai semakin mencekam dengan bunyi tembakan yang di keluarakan oleh Aparat Polisi dari satuan Brigadir mobil (Brimob) itu.

Masyarakat yang ada di sekitar kabupaten deiyai, tidak menjauhi dari bunyi rentetan itu,  Namun mereka semakin mendekati ke arah bunyi senjata tersebut. Semakin perlahan, masyarakat semakin banyak. 
Ternyata tampa rencana dan di undang, Markas penginapan Brimob didatangi dan dikelilingi oleh warga setempat. Orang berbondong-bondong terus mamadatinya. Tapi, tembakan tersebut menjadi “receptionis” bagi warga Deiyai.

Warga terus, mendatangi kantor Brigadir mobil (brimob) yang bertugas di daerah kabupaten deiyai, Ternyata Polisi dari satuan Brigadir mobil (Brimob) itu sedang melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang warga sipil. nama korbannya. Pontianus madai yang tinggal di DesaYabadimi, tidak jauh dari kota wakeitei Ibukota Kabupaten Deiyai, Papua. 
Berdasarkan informasi yang Kami terima dari salah satu pemuda deiyai, fery, brimob memukul korban tersebut tanpa alasan yang mendasar. Tidak mabuk atau pun melakukan tindakan lainya. Bahkan, korban tersebut tidak biasa komsumsi Munuman keras. Fery menceritakan; malam jumat (27/06), ketika lelaki tersebut pulang dari kios seusai belanja gula, kopi dan susu, dirinya di hadang oleh sekelompok orang yang terdiri dari 4 orang. 
Orang-orang tersebut adalah; 2 diantaranya pemuda setempat (masih dalam proses identifikasi identitas) dan 2 orang lainya aparat brimob. Para pelaku tidak segang-segang dan tampa bertanya langsung keluarkan tendangan ke arah korban. Sehingga, pontianus mengalami luka berat di kepala bahkan di anggota badan lainnya. Korban tidak keluarkan pukulan atau perlawanan ke arah lawan. Setelah itu, dia melarikan diri ke rumah, di desa yabadimi. Setelah tiba di rumah ia sampaikan kepada rekan-rekannya yang ada di rumah. 
Dan informasi tersebut menyebar ke seluruh masyarakat deiyai. Tanpa dikomando, secara serentak masyarakat padati jantung kota wakeitei ini. Semakin banyak masyarakat dan mereka menuntut ke kepala suku adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan untuk mengusir brimob dari kabupaten deiyai. Secara serentak, hitam diatas putih, segenap masyarakat deiyai, menolak dan tidak izinkan untuk selamanya, mendirikan kantor brimob di kabupaten deiyai. Hal yang sama juga, masyarakat lakukan terhadap Tim Khusus (Timsus), Yonif 753, Arga Vira tama (Arvita) waghete, beberapa tahun yang silam. Jadi, masyarakat tutup kantor brimob adalah yang kedua kali. 
Hari semakin sore, cuaca kota waghetepun tidak bersahabat. Alam deiyai, terus menangis. Hujan dan badai menutupi lembah tigi ini. Seakan-akan alam ini, ikut marah terhadap tindakan represif yang di lakukan oleh brimob ini.
Sore tadi, jumat 27/06, Kapolres Paniai, sekaligus sebagai pimpinan kepolisian di daerah itu, menjemput seluruh personil Brigadir Mobil (Brimob) untuk kembali ke kabupaten Paniai. Sebelumnya, Brimob nginap  dan menjadian kantor mereka di salah satu rumah dinas milik pemerintah daerah, distrik tigi, kabupaten deiyai papua. 
Demikian informasi yang di terima dari fery melalui telepon selulernya, jumat (28-06-13).
(Ones Madai)

 

KRONOLOGIS 23 ORANG KERACUMAN MAKANAN DEIYA PAPUA

ilustrasi
DESA YABA 23 ORANG KERACUNAN MELALUI MAKANAN AYAM KULKAS, TERJADI LAGI KAB. DEIYAI

Keracunan melalui makanan 23 orang terkena racun terjadi lagi di daerah Tigi-Deiyai pada ayam kulkas di jual oleh pedagang pendatang di kios-kios, berlanjut.

Kejadian itu dengan kronologis; Ibu satu dari desa yaba tepatnya di memiwo sala satu kampung. Dia pergi beli Sayur beras serta ayam kulkas, karena serombangan ibu-ibu mau kerja bersama saling bantu-membantu dengan gotong royong, bikin kebunnya ibu itu. Pada hari Rabu hari pasar tanggal 5 juni 2013, Ia tinggalkan ibu-ibu lain tempat kerja Kebun dan ibu itu pergi belinya.

Dia beli salah satu kios tempat jual ayam kulkas daerah pasar letak bagian barat bagian arah jalan Bomou. Pada saat beli Ibu Pedagang Penjual Ayam kulkas sambil mengajar cara masaknya dengan berkata “jangan pake bumbu lain, tapi pake bumbu ini dengan garam saja”. Ibu dari yaba beli ayam kulkas Tiga Ekor dengan bumbu yang telah bilang di kios yang sama. Kemudian kembali kerumah, ibu itu mulai masak dengan cara yang mereka biasa masak. 
Awal di bakar untuk hilangkan Es, kemudian di potong dan di rendam, setelah rebus lalu air di tumpahkan kemudian rebus kembali campur dengan sayur. Setelah masak langsung bawa ke tempat kerja di kebun, setelah selesai kerja ibu-ibu itu dan anak-anak mereka bagi merata dan makan bersama. Selesai makan Dua Jam kemudian, mereka terasa di perutnya agak kembung langsung pinsang dan mulai muntah semua yang makan itu baik dewasa ibu-ibu itu dan anak-anak mereka semua. Setelah mereka terasa muntah, ibu-ibu dan anak-anak mereka semua mulai lari ke mantri di waghete kota untuk mengobatinya, pada sorenya itu. Sampai tiba di waghete mereka ceritakan perjalanan itu , kemudia Mantri seorang laki-laki Bernama Yeskel Mote Mantri lama waghete dia ambil obat dan suntik; lanjut suntik masing-masing satu per satu dan dia berikan obat anti kimia racun itu. Setelah itu mereka sadar dan segar sehat kembali lalu pulang kerumah masing-masing di desa yaba.
Kemudian esoknya hari kamis tanggal 6 juni 2013, merangkum masyarakat yaba kumpul bersama serang ke pihak kios penjual, sampai tiba kios itu mereka hantam masuk hancurkan barang-barang kios itu, tidak pukul orangnya. Pada saat itu tiba-tiba Brimob tiba di tempat kejadian, Brimob Buang 3 (Tiga) Peluru menakutkan masyarakat setempat. Kemudian masyarakat minta uang berobat, dan ibu pedagang itu langsung kasi sepuluh juta rupiah untuk berobat, kemudian mereka bagi-bagi secukupnya dan satu juta itu kasi ongkos pengobatan kepada mantri yang telah mengobati mereka.
Penjelasan kronologis diatas ini, di jelaskan oleh Saksi mata ibu satu dan pelaku sendiri serta Sumi dari salah satu ibu pelaku bernama Ambros Mote, teman akrap penulis artikel ini, karena ada penjelasan dari istri temanku itu, ia adalah salah satu pelaku terkena racun itu. 
Dan kedugaan ibu itu permainan dari intel, tentara, brimob, titipkan untuk di jualkannya’’
Yang terkena Racun itu berjumlah 23 0rang hanya ibu-ibu dan anak-anak mereka yang ikut saja tanpa laki-laki satu pun. Dan diantara mereka tidak ada satu pun tewas/atau mati gara-gara racun itu. Semua selamat karena adanya mantri terdekat mereka.
Maafkan atas kekurangan pengambilan data saya karena masalah ini benar-benar terjadi; seperti di bawah ini :
- Saya telah ambil foto pelaku melalui HP tapi terhapus karena kena firus angel memorinya;
- Saya lupa tanya ambil nama terkena racun ;
- Saya lupa ambil foto dan tanya kios penjual ayam kulkas;
- Saya lupa tanya dan foto kepada mantri itu; 
Artikel ini Hasil wawancara dari pelaku dengan saya sendiri
Agusmote)*
SUMBER: FACEBOOK.COM / UMAGINEWS.COM
 
 
 

Pilkada Deiyai Lancar

Deiyai - Proses pemilihan bupati daerah pemekaran di Kabupaten Deiyai, Papua, lancar. Proses penyerahan perolehan surat suara pun berlangsung unik: diiringi tarian khas Papua.

Ratusan warga dari tiga kampung di Kecamatan Tigi Barat, tak henti menari. Tarian sebagai lambang kemenangan rakyat Papua.

Pemilihan bupati di Deiyai berjalan panjang, hampir dua tahun. Itu karena kouta sebesar 30 persen yang ditetapkan KPUD setempat tak terpenuhi.

Pemilihan bupati Deiyai diikuti sembilan pasangan calon. Keluar sebagai pemenang duet Dance Takimai dan Natalis Edowai.

Tiga tahun silam, Deiyai masih tergabung dalam wilayah Kabupaten Paniai. Dance menyatakan, siap membangun Deiyai dengan merangkul seluruh unsur masyarakat.( Metrotvnews.com)

Paroki K3 Damabagata, Bentuk Badan Formatur

Deiyai – Pada hari ini, 23/02-13 Paroki K3 (Kristus Kebangkitan Kita) Damabagata bentuk badan formatur untuk pemilihan Dewan Paroki periode 2013-2015.
 
Paroki K3 Damabagata, dimekarkan dari paroki induk St. Yohanes Pemandi Waghete, pada 2010 silam. Setelah terbentuknya, selama tiga tahun Gereja berjalan apa adaya. Gereja berjalan dan bergerak secara solidaritas umat setempat.
 
Paroki K3 Damabagata tidak ingin ketinggalan, mereka pun membentuk badan formatur atas kerja sama dengan Pastor Paroki Awam  atau Penanggung jawab Paroki. Mereka membentuk badan Formatur demi memperlancar pemilihan dan pembentukan Dewan Paroki setempat.
 
Melalui via telepon selulernya, Bapak Frans Doo selaku penanggung jawab Paroki atau Pastor Paroki Awam, mengatakan ‘hari ini kami bentuk badan formatur untuk pemilihan Dewan Paroki’. Pembentukan badan formatur ini dilaksanakan, agar bisa memperlancar kegiatan pemilihan Dewan Paroki nantinya. Badan formatur penting karena tugasnya dapat menyiapkan segala sesuatu menyangkut pemilihan.
“kami bentuk badan formatur agar bisa memperlancar dan menyiapkan hal-hal yang penting dalam pemilihan nanti.” Katanya.
Ketika kami mengonfirmasi, kapan pemilihan Dewan Paroki akan dilaksanakan, Doo mengatakan tergantung jadwal kegiatan dari badan formatur. Jadi, tanggal pelaksanaan pemilihan Dewan Paroki, masih menunggu jadwal yang akan dikeluarkan oleh badan formatur.
Doo pun berharap, setelah terpilihnya Dewan Paroki baru di Paroki Damabagata, agar bisa bekerjasama dengan petugas Gereja dan Umat setempat dan mampu merencanakan dan melaksanakan program-program kerja yang dibuat, demi menyatakan dan menyukseskan visi dan misi Keuskupan Timika, melalui moto “Parate Viam Domini” Siapkan jalan Tuhan.
“Saya berharap mereka bisa bekerjasama dengan petugas Gereja dan Umat. Mampu merencanakan dan melaksanakan program kerja, untuk menyatakan visi misi Keuskupan Timika melalui Moto Parate Viam Domini” ungkapnya.(Honaratus Pigai)
 
 Sumber: MuyeVoice
 
 
 

Tukang Ojek Ditembak OTK di Deiyai - Papua

Ilustrasi
DEIYAI - Penembakan kembali terjadi di Papua. Seorang tukang ojek ditembak orang tidak dikenal (OTK) di Desa Udaugida, Distrik Tigi Timur, Kabupaten Deiyai, Kamis (31/1/2013) sekira pukul 15.00 WIT. Pelaku merupakan pengguna jasa ojek tersebut.

Berdasarkan informasi, sekira pukul 14.30 WIT, korban yang diketahui bernama Bahar, membawa seorang penumpang dari Lapangan Waghete, Distrik Tigi. Penumpang minta diantar ke Kota Enarotali, Kabupaten Paniai, dengan alasan ingin membeli suku cadang sepeda motor.

Di perjalanan itulah, pelaku mengeluarkan pistol dan menembak leher kiri korban hingga tembus ke pipi kiri. Pelaku melarikan diri ke arah hutan di sekitar desa.

Beruntung, sebuah truk melintas dan langsung membawa korban ke rumah sakit di Kabupaten Paniai untuk mendapat perawatan. Korban dikabarkan kritis.

Pascakejadian, aparat gabungan Brimob Polda Papua dan Timsus Batalion 753/Nabire melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Penyisiran dipimpin Kapolres Paniai, AKBP Semmy Ronny TH Abaa.
(Herawati/Sindoradio/ris)

 

PANIAI DAN DEIYAI MENCEKAM

DEYAI, Kondisi terakhir Deyai dan Paniai belum aman. Hampir seluruh wilayah dikuasai oleh militer, membuat masyarakat bingung, panik, dan dan kawater, apalagi, proses pertumbuhan ekonomi mereka pun mengalami staknan, sehingga dikawatirkan, banyak masyarakat yang akan mengalami korban, baik karena tindakan brutal militer, proses pengungsian, maupun karena kekurangan bahan makanan.

Menurut Frans Tomoki yang berada di lapangan langsung, minggu, 8/9/2012, pada via selulernya, "kondisi terakhir masyarakat di Deyai dan Paniai belum aman. masyarakat takut keluar rumah pada sore dan malam hari. Hampir seluruh wilayah dikuasai oleh Militer". Tambah Frans Tomoki, militer masuk ke dalam Pasar rakyat sipil dengan menggunakan senjata lengkap. tambahnya lagi, menurut informasi yang didapatnya, pada hari rabu besok, pasukan Brimob akan dikirim dari kelapa dua ke Dogiyai. sehingga, dikawatirkan, banyak korban akan berjatuhan.

Frans Tomoki mengkawatirkan kemungkinan buruk akan menimpah rakyat sipil Papua, dikarenakan, kebrutalan selalu dilakukan oleh Militer, baik TNI dan Polisi, yang selalu mengorbankan rakyat sipil Papua. (***BIKO...)

 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger