La Siya mengatakan bahwa Persipura tidak bisa dikloning dan hadir kongres tahunan PSSI.
VIVAbola - Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya memastikan tidak akan ada utusan dari klubnya dalam kongres tahunan PSSI, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 18 Maret 2012 besok. Persipura telah sepakat hanya mengirimkan delegasinya pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digagas Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).
"No way, sekali KPSI tetap KPSI. Tidak akan ada perwakilan Persipura di Palangkaraya. Persipura tidak bisa dikloning. Ketum kami, Tomy Mano memandatkan pada saya sebagai Ketua Harian, dan Pak Thamrin sebagai Sekum untuk ikut hadir menyukseskan KLB," ujar La Siya di hotel Mercure Ancol, Sabtu 17 Maret 2012.
Dengan memberikan dukungannya pada gelaran KLB tersebut, Persipura berharap pergantian kepengurusan PSSI bisa cepat terealisasikan. La Siya mengatakan, kunci perubahan menuju kondisi sepakbola nasional yang lebih baik adalah dengan menyukseskan agenda besar tersebut.
"Saya kira momentum ini yang sangat diharapkan oleh Persipura. Mudah-mudahan KLB memilih kepengurusan baru bisa direalisasikan. Mudah-mudahan akan terpilih Exco baru yang betul-betul amanah. Jangan seperti pengurus yang sekarang ini. Membuat pontang-panting klub, mengkebiri hak-hak klub untuk tampil di LCA dan lainnya," ujar La Siya.
Menurutnya, sebagai salah satu pemilik suara sah PSSI, Persipura sebetulnya pernah menawarkan adanya rekosiliasi kepada PSSI, pada enam bulan lalu. Akan tetapi, tawaran tersebut tidak juga digubris oleh Djohar Arifin Cs waktu itu. Hal itu yang kemudian membuat Persipura semakin kuat mendukung adanya gerakan perubahan yang dilakukan KPSI.
"Saat ini sudah terlambat untuk bicara rekonsiliasi. Kami sudah jauh-jauh hari ngomong begitu ke PSSI. Tapi tidak direspon. Itu juga alasan kami tidak datang pada saat diundang rekonsiliasi di hotel Crown Plaza. Kami diundang, tapi tidak hadir karena kami rasa sudah terlambat," papar La Siya.
Berbicara soal peluangnya memenangkan salah satu posisi di keanggotaan Komite Eksekutif PSSI, La Siya mengaku tidak mau muluk-muluk di ajang pemilihan KLB besok. Baginya, dalam pemilihan besok ia akan tampil tanpa beban. Ia tidak mau ngotot harus bisa terpilih menjadi Ketua Umum PSSI.
"Saya sih nothing to lose. Siapapun yang terpillih, yang penting amanat. Saya sudah banyak kegiatan bersama klub dan lainnya. Tidak masalah jika besok tidak terpilih. Yang penting, siapapun yang jadi, dia bisa amanat," pungkas La Siya. (adi)
Pendukung Persipura Jayapura (VIVAnews/Fernando Randy) |
VIVAbola - Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya memastikan tidak akan ada utusan dari klubnya dalam kongres tahunan PSSI, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 18 Maret 2012 besok. Persipura telah sepakat hanya mengirimkan delegasinya pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digagas Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).
"No way, sekali KPSI tetap KPSI. Tidak akan ada perwakilan Persipura di Palangkaraya. Persipura tidak bisa dikloning. Ketum kami, Tomy Mano memandatkan pada saya sebagai Ketua Harian, dan Pak Thamrin sebagai Sekum untuk ikut hadir menyukseskan KLB," ujar La Siya di hotel Mercure Ancol, Sabtu 17 Maret 2012.
Dengan memberikan dukungannya pada gelaran KLB tersebut, Persipura berharap pergantian kepengurusan PSSI bisa cepat terealisasikan. La Siya mengatakan, kunci perubahan menuju kondisi sepakbola nasional yang lebih baik adalah dengan menyukseskan agenda besar tersebut.
"Saya kira momentum ini yang sangat diharapkan oleh Persipura. Mudah-mudahan KLB memilih kepengurusan baru bisa direalisasikan. Mudah-mudahan akan terpilih Exco baru yang betul-betul amanah. Jangan seperti pengurus yang sekarang ini. Membuat pontang-panting klub, mengkebiri hak-hak klub untuk tampil di LCA dan lainnya," ujar La Siya.
Menurutnya, sebagai salah satu pemilik suara sah PSSI, Persipura sebetulnya pernah menawarkan adanya rekosiliasi kepada PSSI, pada enam bulan lalu. Akan tetapi, tawaran tersebut tidak juga digubris oleh Djohar Arifin Cs waktu itu. Hal itu yang kemudian membuat Persipura semakin kuat mendukung adanya gerakan perubahan yang dilakukan KPSI.
"Saat ini sudah terlambat untuk bicara rekonsiliasi. Kami sudah jauh-jauh hari ngomong begitu ke PSSI. Tapi tidak direspon. Itu juga alasan kami tidak datang pada saat diundang rekonsiliasi di hotel Crown Plaza. Kami diundang, tapi tidak hadir karena kami rasa sudah terlambat," papar La Siya.
Berbicara soal peluangnya memenangkan salah satu posisi di keanggotaan Komite Eksekutif PSSI, La Siya mengaku tidak mau muluk-muluk di ajang pemilihan KLB besok. Baginya, dalam pemilihan besok ia akan tampil tanpa beban. Ia tidak mau ngotot harus bisa terpilih menjadi Ketua Umum PSSI.
"Saya sih nothing to lose. Siapapun yang terpillih, yang penting amanat. Saya sudah banyak kegiatan bersama klub dan lainnya. Tidak masalah jika besok tidak terpilih. Yang penting, siapapun yang jadi, dia bisa amanat," pungkas La Siya. (adi)
SUMBER |
0 komentar:
Post a Comment