Showing posts with label OPM. Show all posts
Showing posts with label OPM. Show all posts

Tentara OPM Nabire Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi

Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM) Devisi II Makodam Pemkab IV Paniai. TEMPO/Jerry Omona
Papua - Salah satu anggota Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) yang sehari sebelumnya ditangkap dalam aksi baku tembak dengan pihak kepolisian di Nabire, Papua, pada Kamis, 30 April 2015, Leonardus Maga Yogi, akhirnya meninggal dunia.

"Setelah tertangkap bersama dua anak buahnya pada pukul 10.45 WIT, dia langsung di bawah ke RSUD Nabire. Tapi pada pukul 14.15 WIT di hari yang sama, Leonardus yang sebelumnya tertembak saat aksi penangkapan itu, meninggal dunia di RSUD Nabire," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Polisi Patrige Renwarin, Jumat, 1 Mei 2015.

Leonardus yang diklaim sebagai Panglima TPN-OPM Devisi II Pemnka IV Wilayah Paniai yang selama ini beroperasi di wilayah Nabire dan Paniai itu meninggal dunia akibat terjangan peluru saat terjadi baku tembak antara dirinya bersama empat anak buahnya dengan aparat kepolisian yang akan menangkapnya.

Sementara dua anak buahnya yang ikut dalam aksi baku tembak, Marcel Mayup dan Yulianus Nawipa, juga mengalami luka-luka dan masih dirawat di RSUD Nabire. Dua orang anak buahnya lagi, berhasil kabur saat aksi baku tembak terjadi. "Rencananya dua anggota Lonardus yang tertangkap akan dibawa ke Jayapura untuk pemeriksaan,” kata Patrige.

Menurut Patrige, penangkapan ini bermula saat diketahui para terduga anggota TPN-OPM, Leonardus dan teman-temannya berada di area Pantai Gedo, Kampung Sanoba sedang menggunakan mobil angkot jenis Toyota Innova DS 7372 K. Saat itu Satgas Polda Papua dan Tim Khusus Polda Papua menghentikan mobil Leonardus yang menjadi target.

"Tapi saat itu juga mereka mengeluarkan senjata api jenis FN dan melakukan perlawanan dengan melakukan penembakan ke arah polisi, sehingga polisi melakukan tindakan tembakan ke atas sebagai bentuk peringatan dan melumpuhkan target dengan tembakan melumpuhkan pada bagian kedua lutut. Mereka dibawa ke RSUD Nabire untuk dievakuasi," ujar Patrige.

Kapolres Nabire, AKBP Halasan Situmeang, sebelumnya mengatakan kelompok ini ditangkap saat berada di Kota Nabire dan sedang menerobos jalur lintasan dilarang melintas. Lalu, anggota mengejar mobil yang ditumpangi Leonardus bersama rekannya.

Ketika dikejar, menurut Halasan, para pelaku melarikan diri ke arah pantai atau sekitar Bandara Nabire. Tapi saat dikejar, mobil para pelaku menabrak tiang semen dan polisi langsung menyergapnya.

"Tiba-tiba dari mobil para pelaku ada tembakan, sehingga sempat terjadi baku tembak antara para pelaku dengan anggota polisi yang berlangsung sekitar 10 menit lamanya," ujar Halasan, saat dihubungi wartawan ke Nabire, Kamis, 30 April 2015.

Halasan juga mengatakan, saat ini dua orang pelaku ditahan di Polres Nabire dan satu orang lainnya masih dirawat di RSUD Nabire. Dua orang lainnya berhasil melarikan diri. "Selain menangkap tiga pelaku, kami juga berhasil menyita senjata jenis FN dari tangan pelaku," katanya.

CUNDING LEVI

tempo.co

Baku Tembak di Papua: 2 Aparat Tertembak, 1 OPM Tewas

Aparat gabungan TNI-Polri mendatangi tempat Opm.

Lokasi kejadian di Sasawa Kabupaten Yapen Waropen Papua (ANTARA/Spedy Paereng)
Baku tembak antara kelompok bersenjata yang diduga OPM dengan aparat keamanan gabungan TNI-Polri terjadi di daerah Sasawa Kabupaten Yapen Waropen Papua, Sabtu 1 Febuari sekitar pukul 10.30 WIT.

Satu anggota opm tewas, sedangkan dua aparat tertembak. Sejumlah senjata api rakitan berhasil disita.

Juru Bicara Polda Papua, Komisaris Besar Pujo Sulistyo mengatakan, kontak senjata terjadi ketika aparat gabungan TNI-Polri mendatangi tempat kelompok bersenjata yang diduga sedang menggelar Konfrensi Tingkat Tinggi.

"Ada informasi kelompok itu sedang menggelar KTT. Lalu aparat keamanan di Pimpin Kapolres dan Dandim Yapen langsung menuju lokasi. Namun setibanya di sana, langsung diberondong tembakan. Kemudian terjadilah baku tembak," kata Pujo menjelaskan.

Kontak senjata selama beberapa menit itu melukai Briptu Robert Danunan, anggota Polisi Air Polres Yapen dan Praka Hasim anggota Kodim Yapen.

"Briptu Danunan terkena tembakan di lutut, Praka Hasim di punggung dan Marlon Bonay warga sipil motoris yang bawa aparat keamanan terkena di pinggang," ucapnya.

Anggota kelompok bersenjata yang tewas atas nama Yohasua Arampay (38). "Ada satu yang tewas dalam baku tembak itu," ujar Pujo

Setelah baku tembak, aparat gabungan berhasil menguasai lokasi dan mengamankan 11 anggota kelompok kriminal bersenjata. "Ada sebelas orang yang diringkus, saat ini sedang diperiksa," kata dia.

Adapun barang bukti yang berhasil disita adalah 13 senjata api rakitan TDR, 11 senjata api laras panjang dan 2 pendek. Kemudian 2 sangkur, 2 dopis (bom ikan), 2 busur, 20 anak panah, 1 tombak, 1 telepon genggam, pakaian loreng, 2 bendera bintang kejora serta bahan makanan dan obat-obatan. (adi/VIVAnews)

 Laporan : Sandy Adam Mahaputra, Banjir Ambarita (Antara.com Papua)
 

Kontak Senjata di Mulia 3 OPM tewas 1 orang TNI meninggal.

Jayapura  – Kontak senjata antara TNI dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali terjadi di wilayah Puncak Jaya Jumat (24/01/2014) pkul 07.30.wit . Dari kontak senjata  tersebut menewaskan 3 anggota OPM  dan berhasil amankan 1 buah senjata jenis  AK 47.
      Namun dalam proses evakuasi jenazah anggota OPM, seorang anggota TNI dari Batalyon 753/ Arga Vira Tama Nabire atas nama Prajurit Satu Sugiarto tewas tertembak, kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Kolonel Infantri  Lismer Lumbar Siantar melalui via selulernya Jumat (24/01/2014) kemarin.
      Menurut Kolonel Lismen Siantar, ada 3 orang tewas dari kelompok OPM yang tewas. awalnya kita kira satu orang tertembak, setelah dilakukan pembersihan ditempat kejadian ditemukan lagi  2 jenasah dari OPM.
      ”Saat kita mau evakuasi jenazah tiba – tiba ada tembakan dari arah kiri sehingga mengenai Pratu Sugiarto di bagian kepala, jenasa sudah diterbangkan ke makassar” kata Lismen
      Sementara Panglima Komando Militer Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Christian Zebua menuturkan selaku Panglima Kodam 17 Cendrawasih merasa berduka atas gugurnya satu prajurit dalam menjalankan tugasnya.
      Dalam melakukan guna mempertahankan kedualatan NKRI, seorang prijurit sudah siap gugur di medan tugas, kata Christian Zebua.
      Namun selaku prajurit, kami  selalu meningkatkan kesiagaan di wilayah tersebut, ada kemungkinan senjata yang dipakai mereka merupakan hasil rampasan dari aparat keamanan beberapa waktu lalu,” tutur Christian.
      Lanjut Pangdam, secara hukum OPM bersalah, namun kami tidak menggap mereka sebagai musu, tetapi sebagai saudara yang harus di panggil secara baik.
      Namun bukan  berarti tidak ada tindakan, jika tindakan mereka mengancam orang lain dan NKRI maka selagi prajurit siap untuk bertidak dengan tegas, tutur Pangdam.
(B/ASH/R2/LO3 ( Sumber: suluhpapua.com)

Komandan OPM Serukan Lanjutkan Perjuangan Kemerdekaan Papua

Danny Kogoya mengatakan kakinya
tentara Indonesia diamputasi tanpa seijinnya.
(foto: abcnews.com)
PAPUA - Danny Kogoya, komandan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerukan semua tokoh gerakan OPM berkumpul untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan dari Indonesia. Seperti dilansir dari situs Radio Australia.

Salah satu kakinya diamputasi karena luka tembak ketika dia meringkuk di penjara atas tuduhan pembunuhan tahun lalu. Menurutnya, kakinya diamputasi tanpa seijinnya. Tetapi dia telah bersumpah kembali ke hutan untuk melawan pemerintahan Indonesia.

"Ini kaki diamputasi untuk Gerakan Papua Merdeka. Saya meminta kemerdekaan ... Saya meminta Papua Barat untuk keluar dari Republik Indonesia," katanya.

Selama hampir 50 tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah berjuang melawan kontrol Indonesia atas Papua.



Danny Kogoya menyusup  ke Papua Nugini tahun lalu dan sekarang berada di tempat persembunyian yang disebut sebagai Kamp Victoria. Lokasi kamp berdekatan dengan perbatasan Papua Nugini dan Papua.

“Saya ingin Jacob Prai di Swedia, John Ondawame di Australia, Semua orang pemimpin di luar negeri untuk kembali ke kamp ini, kamp Victoria, untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan,” katanya.

Dia menyusup ke Papua Nugini setelah diancam akan ditangkap kembali walaupun sudah dibebaskan.

Kaki Danny Kogoya diamputasi polisi pada tahun lalu saat dalam tahanan. Dia bersumpah akan terus melakukan perlawanan meski berada di dalam hutan.

Danny Kogoya mengklaim telah memerintahkan pasukan 7000 pasukan untuk bersiaga dengan sekitar 200 pejuang aktif tetapi jumlah itu tidak dapat diverifikasi.

Pada bulan lalu, Papua Nugini dan Indonesia telah menandatangani perjanjian ekstradisi. Perjanjian itu dapat digunakan untuk mentargetkan mengekstradisi aktivis OPM Papua Barat yang kini berada di Papua Nugini.

Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill, mengatakan perjanjian ekstradisi akan digunakan untuk penjahat dan bukan aktivis politik. Mereka yang bisa dianggap mengganggu itu masih harus diuji.

"Kami berpendapat kebijakan dan masalah Papua Barat merupakan bagian integral dari Indonesia. Kami telah secara konsisten mempertahankan itu," katanya.

Editor : Yan Chrisna

TPNPB-OPM Akui Penembakan di Puncak Jaya

Ilustrasi TNP-OPM [google]
JAYAPURA - Kota Mulia, Puncak Jaya kembali telah terjadi penembakan. Pada Jumat (12/7) pagi tadi seorang tukang ojek bernamabernama Moh. Shaleh (43) tertembak sekitar pukul 8.30 WPB di kampung Kalisemen, tanjakan menuju Kampung Puncak Senyum.      

Korban mengalami luka tembak didada sebelah kanan tembus punggung sebelah kiri. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya kepada wartawan diruang kerjanya mengatakan aksi ini dilakukan TPN-OPM.  

"Ini kelompok TPN-OPM dan kami bentuk tim untuk lakukan pengejaran,"Ujarnya.   

Terkait itu,  itu Sekjen Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)- Organisasi Papua Merdeka (OPM), Anthon Tabuni saat dihubungi SP, pukul  10.30 WIT membenarkan aksi penembakan dilakukan TPNPB- OPM.   "Ya kami yang bertanggungjawab terhadap aksi penembakan itu,"tegasnya.  

Kata dia. TPNPB- OPM tidak takut siapa pun.  Ia juga tak mengungkapkan motif penembakan tersebut. "Merdeka itulah yang kami inginkan,"ujarnya  

Sementara itu pada Kamis (11/7) kemarin di ujung Bandara Wamena juga telah terjadi penikaman terhadap tukang ojek Tahal (47)  dilakukan oleh OTK mengakibatkan luka tikam pada perut tembus belakang dan luka tikam bagian punggung atas. Dan yang juga sebagai penumpang, membawa lari motor jenis Supra X. [suarapembaruan.com]

INDONESIA: MESTI BEDAKAN TERORIS DAN OPM

“Negara, jangan mengajarkan masyarakat dalam kebodohan”

Oleh, Donatus B. Mote
Yogjakarta - Negara Indonesia jangan mengajarkan masyarakat ke dalam kebutaan mengartikan kata-kata ilmiah. Janganlah ajarkan warga Negara dalam pengertian yang tidak benar dan tidak logis atas kedua kata “TERORIS dan OPM”

Negara musti bedakan TERORIS itu seperti apa dan OPM itu seperti apa? kemudian Negara harus publikasikan kepada masyarakat melalui berbagai media agar masyarakat mengatahui dan bisa membedakan Teroris dan OPM.

Sangat aneh sekali, Negara masih saja menyebut orang Papua yang memperjuangkan kebenaran bangsa Papua sebagai TERORIS. Lucu sekali, Negara menyebut orang Papua yang memperjuangkan kebebesan bangsa itu masih mau menyebut Teroris.

Sebetulnya OPM dan TERORIS tidak sama arti dan makna. OPM adalah sebuah nama ORGANISASI PAPUA MERDEKA sedang TERORIS adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut dalam kehidupan bernegara.

Apakah orang Papua mengunakan kekerasan untuk menakut-nakutkan Negara dan warga Negara Indonesia sehingga Negara menyebut orang Papua adalah Teroris? Tidak!, orang Papua bukan Teroris tetapi orang Papua adalah pejuang kebenaran bangsa Papua untuk bebas dari penjajahan Indonesia.

Kita lihat saja, setiap kali orang Papua aksi, setiap kali orang Papua duduk diskusi, setiap kali orang Papua jalan ber-rombongan, dan setiap kali orang Papua berbicara kebenaran itu Negara dengan seenaknya menyebut sebagai Teroris. Aneh tapi nyata.

Teroris itu tidak sama dengan OPM. Teroris itu pembuat kekerasan dalam Negara karena tidak diperhatikan oleh Negara itu sendiri. Teroris itu lahir karena adanya berbagai masalah yang belum mampu ditangani oleh Negara dan Teroris itu tidak mempunyai niat untuk mendirikan Negara tersendiri namun mereka (teroris) beraksi untuk minta diperhatikan dengan serius terhadap hak-hak hidup sebagai warga Negara.

Kalau OPM itu tidak seperti Teroris, OPM itu memperjuangkan sejarah bangsa Papua  1 Desember 1961 yang Negara Indonesia masih membungkam sampai detik ini. OPM lahir untuk mencabut kemerdekaan bangsa Papua yang masih dibungkam oleh Negara Indonesia. OPM tidak mempunyai maksud untuk membuat kekerasan dalam Negara untuk diperhatikan hak-hak hidup sebagai warga Negara Indonesia akan tetapi OPM beraksi dan bergerak untuk keluar dari penjajahan dunia di atas tanah Papua.

Maka dengan itu, Negara Indonesia musti membedakan mana yang pantas disebut teroris dan mana yang pantas disebut penjuang kebenaran bangsa Papua.

Jangan ajarkan kami masyarakat dalam kebutaan untuk mengartikan kata-kata ilmiah sebab kami masyarakat adalah landasan hidup dalam suatu Negara. Apabila Negara masih mengjarkan kami masyarakat dalam kebutaan maka tentu saja kemiskinan dalam Negara akan bertambah karena kami diajarkan untuk menjadi pembohong, penipu, penindas, dan pembunuh.

Semoga Negara bisa membedakan mana teroris dan mana OPM. [Bidaipouga]
Sumber: Timipotu News

Goliath Tabuni Bertanggung Jawab Soal Penembakan di Puncak Jaya

Panglima Tinggi Tentara Pembebasan
Nasional-Organisasi Papua Merdeka
(TPN-OPM) Goliath Tabuni (mengenakan
ikat kepala merah) (sumber: Istimewa)
Jayapura - Goliath Tabuni mengaku bertanggungjawab atas penembakan 2 anggota TNI dari satuan 753 Nabire di Ilu, Kabupaten Puncak Jaya. Penembakan terjadi pada Selasa (25/6), sekitar pukul 14.00 WIP.
"Penembakan itu dilakukan dari anggota saya, dan atas perintah saya. Dan juga yang dikatakan warga sipil selaku sopir itu adalah intelejen dari TNI 753 yang biasa antar-antar mereka. Anggota saya tidak bisa menembak masyarakat sipil sembarang, kalau ada media mengatakan masyarakat sipil, itu bohong. TNI boleh yang biasa menembak masyarakat sipil yang ada di wilayah sini bahkan di seluruh Papua, tetapi kami tidak sembarang menembak," tegas Goliath saat dihubungi SP, Rabu (26/6) sore.

Lebih lanjut Goliath Tabuni, mengatakan,TNI yang ada di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, diharapkan jika melakukan pengejaran jangan korek masyarakat sipil.

"Jika mau cari anggota saya yang melakukan penembakan terhadap 2 anggota TNI itu, cari saya dan anggota saya, jangan masyarakat sipil Papua," tegasnya.

"Jika TNI-Polri ada yang melakukan pengejaran terhadap masyarakat, harap masyarakat sipil ras Melayu yang ada di wilayah pegunungan segera pulangkan dulu. Anda lakukan tindakan terhadap masyarakat saya."
"Saya siap melayani bagi TNI Polri jika ada yang melakukan pengejaran terhada anggota saya dan saya. Kemarin kami sudah ambil senjata milik anggota itu, sekarang justru kekuatan kami semakin banyak, jadi kami tidak ragu lagi kalau ada pengejaran terhadap kami, asalkan jangan terhadap masyarakat sipil Papua," tegas Goliath.

Goliath Tabuni berpesan kepada semua media nasional dan internasional, bahwa ketika terjadi peristiwa penembakan terhadap TNI-Polri di wilayah Puncak Jaya, jangan pernah ada yang katakan sipil bersenjata dan OTK.

"Tidak ada sipil bersenjata disini, yang memiliki senjata hanya TNI-Polri dan kami Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka. Jadi jika korban TNI-Polri itu saya bertanggung jawab dan saya selaku pimpinan TPN Papua Barat, bukan sebagai sipil besenjata," ujarnya.

Ia pun berpesan kepada Kapolda Papua Tito Karnavian dan Pandam XVII Cenderawasih Cristian Zebua bahwa, harap berikan pendidikan yang baik kepada anggota, agar mereka tidak melanggar aturan perang dan hukum internasional.
Penulis: 154/YUD
Sumber:Suara Pembaruan

Kantor OPM Akan Dibuka di Jakarta

JAYAPURA – Untuk mengampanyekan perjuangan Papua Merdeka di seluruh dunia yang sejak lama dilakukan pejuang Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Tanah Papua, selain di Oxford Inggris, kantor OPM juga akan dibuka di Jakarta. Hal ini dikemukakan juru bicara Forum Rekonsiliasi Nasional Para Pejuang Republik Papua Barat, Saul J Bomay, didampingi Sem Yeru, eks Tapol/Napol saat ditemui wartawan di Jayapura Kamis (16/5). Sesuai inisiatif tokoh pejuang OPM, Beny Wenda yang telah membuka Kantor OPM di Oxford, kata Saul, maka pejuang yang ada di Indonesia juga akan memperjuangkan membuka..........

Baca selengkapnya: 
 
http://phaul-heger.blogspot.com/2013/05/kantor-opm-akan-dibuka-di-jakarta.html

Polri Tak Anggap Serius Ancaman Panglima TPN-OPM


Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Goliath Tabuni (mengenakan ikat kepala merah). (sumber: Istimewa)
Jayapura - Perintah Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Jenderal Gen Goliath Tabuni yang mengancam menembak Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian, tak dianggap serius.

“Itu ancaman biasa dan kapolda sudah biasa dengan ancaman tersebut. Kita jangan tanggapi terlalu seriuslah. Walaupun demikian, kita akan tetap waspada dan kita tetap akan memasang jaringan,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya kepada wartawan di Lapangan Mandala, Senin (8/4) sore.

Sebelumnya, Jenderal Goliath mengeluarkan ancaman kepada Kapolda Tito Karnavian karena akan memasukkan namanya dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus penembakan tujuh prajurit TNI dan empat anggota intelijen di Sinak dan Tingginambut, Papua, pada 21 Februari 2013. 

Penulis: 154/AB
Sumber:Suara Pembaruan




TPNPB-OPM Ancam Tembak Mati Kapolda Papua

Ilustrasi (google)
JAYAPURA - Panglima Tinggi TPN-OPM, Jenderal Goliat Tabuni akan mengeluarkan perintah operasi  untuk menembak mati Kapolda Papua, Irjen Pol. Tito Karnavian MA.

Perintah ini terkait  pernyataan Kapolda  Papua yang dimuat di sejumlah  media yang terbit di Papua dan  Indonesia  pada 3 April 2013.

Kapolda ketika itu mengatakan akan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) bagi pimpinan TPN-OPM yaitu Panglima Tinggi TPN-OPM Gen. Goliath Tabuni.

Ia dituduh terlibat penembakan tujuh Prajurit TNI dan empat anggota intelejen yang menyamar dan berkedok sebagai tukang bangunan di Sinak dan Tingginambut pada tanggal 21 Februari 2013 lalu.

Pernyataan menembak Kapolda Papua ini diterima SP, Sabtu  (6/4) malam dalam press reales  oleh Panglima Tinggi TPNPB Gen. Goliath N Tabuni.

Tabuni mengatakan, dengan dasar pernyataan Kapolda  Papua, maka TPN-OPM secara resmi memberitahukan kepada Pemerintah Indonesia dan juga kepada publik serta kepada masyarakat internasional bahwa sikap dan perjuangan TPN-OPM sangat jelas dan tepat. 

Artinya, TPN-OPM adalah Organisasi yang telah dan sedang berjuang untuk membebaskan rakyat menentukan haknya.

Dengan demikian,  kata dia, sebagai  Panglima Tinggi TPN-OPM   dirinya akan  mengeluarkan perintah operasi   untuk menembak mati Kapolda Papua Irjen Pol. Tito Karnavian MA , apabila melakukan kunjungan kerja di Pegunungan Tengah Papua Barat, kapan saja.   

“TPN-OPM juga siap menembak pPesawat yang dapat ditumpangi Kapolda Papua sewaktu-waktu, apabila Kapolda melakukan perjalanan ke Pegunungan Tengah Papua Barat.

Pernyataan TPN-OPM tidak main-main, karena TPN-OPM memang sudah mengklasifikasi  semua penerbangan ke pedalaman,” ujar Goliat. [154/SP]




TPN-OPM Bantah Tuduhan Menembak Heli Misionaris

Heli milik misionaris [google]
JAYAPURA - Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM) menegaskan  penembakan helikopter missionaris milik  pihak Yayasan Helivida dulunya Helimision , bukan dilakukan TPN-OPM. Jenderal TPNPB-OPM Gen Goliath Tabuni mengaku tidak  bertanggung jawab atas penembakan Heli Missionaris di Puncak Jaya. 

Hal itu dikatakan Komandan Operasi TPNPB-OPM Puncak Jaya, Legakak Telenggen, dalam siaran pers yang diterima SP, Minggu (31/3).  Dikatakan, tudingan Polda Papua tidak benar  bahwa kelompok sipil bersenjata Pimpinan PW menembak Heli Missionaris VIDA PK-HME pada Selasa (26/3) sekitar pukul 11.30 WIT di Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya itu. 

“Karena saat ini TPNPB-OPM tidak ada perintah operasi atau perintah penembakan Heli Missionaris,”ujarnya.  TPN-OPM mengklaim selama perjuangannya, belum pernah sekalipun menembak Helicopter atau Pesawat Zending misionaris dari tahun 1965. Alasannya sederhana, karena sebelum tentara Indonesia datang ke Papua Barat, missionaris lebih duluan berada di Papua dan melayani umat Tuhan di tanah ini.  

“Aggota kami disini semua ada di Markas, waktu penembakan terjadi itu, dan kami belum ada komando dari Panglima Tinggi”. 

Menurut Tabuni, TPNPB-OPM berada di wilayah Distrik Tingginambut, jauh 20 kilometer , lalu kemudian jarak keberadaan PW yang dituding Polda, adalah lebih 10 km dari Puncak Senyum antara Pilia. Tabuni menuduh ada motif yang dilancarkan polisi dalam penembakan heli misionaris, supaya menjatuhkan nama baik perjuangan TPNPB-OPM dalam komando Nasional, dibawah Pimpinan Panglima Tinggi Jendral Goliath Tabuni, dimata dunia Internasional maupun Nasional. 

Sebab, TPN-OPM  memperjuangkan kemerdekaan atau hak politik penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat. TPN-OPM bukan kriminal, pengacu keamanan atau tuduhan lain yang  TNI-Polri stigmakan selama ini. 

Sebelumnya Kepolisian Daerah Papua   mengidentifikasi kelompok sipil bersenjata yang melakukan penembakan terhadap Helikopter VIDA PK-HME yang mengangkut dua orang misionaris di Puncak Senyum, Selasa (26/3) lalu. [154/justiceinpapua]


OPM Tolak Daerah Otonomi Baru di Papua

Jayapura -  (Kamis, 28/3/13) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), di bawah Komando Panglima Tinggi Gen Goliath Tabuni, menolak tegas semua usulan pembentukan daerah otonom baru (DOB) di Papua.

OPM juga memberi peringatan kepada aktor-aktor yang merancang daerah otonom baru.

Hal ini dikatakan Goliath Tabuni dalam siaran pers yang diterima wartawan Suara Pembaruan di Papua, Kamis (28/3) pagi.

Menurutnya, pembentukan daerah otonom baru bukan prioritas utama bagi kesejahteraan orang asli Papua. Fakta yang ada membuktikan semua daerah pemekaran tidak pernah memihak masyarakat adat setempat.
"Dari hasil pemekaran yang telah berjalan, tidak pernah ada yang memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat pribumi Papua, melainkan memperkaya pejabat dan PNS orang asli Papua, serta memberi ruang seluas-luasnya bagi pendatang guna mendominasi dan menguasai daerah pemekaran baru," tegasnya.

Bagi aktor-aktor perancang pemekaran daerah, Goliath mengingatkan agar watak oportunis dan niat jahat memekarkan daerah yang tidak menguntungkan masyarakat, segera dihentikan.

Jika peringatan itu tidak diindahkan, mereka akan dijadikan sasaran serangan OPM.
"Ingat, TPN-OPM punya data yang valid atas tindakan dan pernyataan-pernyataan kaum oportunis orang asli Papua yang selalu mengobyekkan isu Papua merdeka guna memuluskan hasrat demi memperkaya keluarga dengan jalan nepotisme," kata Goliath.

Dia juga mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk berhati-hati terhadap aktor-aktor yang meminta pemekaran kabupaten, kota dan provinsi.

"Mereka adalah kaum oportunis yang tidak produktif dalam kancah politik internasional. Pemerintah Indonesia tidak usah habiskan uang triliun rupiah setiap tahun, sebab kaum oportunis orang asli Papua sedang membohongi dan merugikan Pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Penulis: 154/FEB

Sumber:Suara Pembaruan





4 Kopasus Tertembak di Distrik Sinak, Dikatakan 4 Masyarakat Sipil Pembohongan Publik

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM), bertahan memperjuangkan demi hak politik Kemerdekaan bangsa Papua Barat. TNI/POLRI mempertahankan demi  keutuhan NKRI.
Puncak Jaya, Peristiwa Penembakan yang terjadi di Puncak Jaya waktu lalu 21/2/2013, yang mana Polda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih menyatakan, 4 masyarakat sipil tukang bangunan tertembak oleh TPN-OPM pimpinan Jendral. Goliath Tabuni, adalah pembohongan public.
Bukti: Peti yang Berisi 13 Pucuk Senjata Jenis M-16, Penyimpanan 4 Kopasus telah ditangan TPN-OPM
Bukti: Peti yang Berisi 13 Pucuk Senjata Jenis M-16, Penyimpanan 4 Kopasus telah ditangan TPN-OPM
Hal ini dikatakan seorang anggota TPN-OPM dari Puncak Jaya kepada Admin WPNLA. Ia menyelaskan peristiwa penembakan itu, ”4 orang Kopasus menjamar sebagai tukang bangunan kami tembak. 4 Kopasus itu juga menyimpan senjata laras panjang jenis M16 dalam satu peti yang terkunci mati, kami bawa keluar. Senjata itu, sekarang kami pegang jumlah 13 pucuk. Sekarang kekuatan kami sudah banyak, untuk lawan balik TNI/POLRI yang kejar kami”. Ujarnya melalui via telepon seluler.
Tambah sumber, “Selain itu kami juga berhasil ambil senjata laras panjang 1 M-16 dan Pistol 1 jenis F-46. Ambil senjata itu setelah kami tembak 2 anggota TNI 753 Nabire di Tingginambut”, pada (21/2/2013).
Keempat Kopasus yang tertembak diantaranya, Yohanes Palimbung,  Yuli,  Markus Kevin Rendenan  dan  Rudi. Mereka ini murni anggota Kopasus. Hal ini membenarkan, dari kepemilikan senjata dengan jumlah banyak 13 pucuk senjata dan dari informasi yang diperoleh Admin WPNLA.
Ditanya terkait situasi sekarang di Puncak Jaya, pada (28/2/2013). “Aparat gabungan guna menembak TPN-OPM masuk di Markas TPN-OPM di Tingginambut. Namun tepat pukul 6:00 pagi wp dekat kampung Berime Distrik Tinggnambut terjadi baku tembak antara TPN-OPM dan TNI/POLRI. Baku kontak senjata itu TPN-OPM berhasil mengusir aparat gabungan sampai mereka undur di kali Berime sebelah. Tetapi karena mereka kalah, emosi mereka itu lampiaskan dengan menembak Babi piaraan masyarakat sipil dan bakar rumah-rumah masyarakat sipil, itu yang mereka lakukan di kali sebelah”. Kata anggota TPN-OPM itu yang namanya minta dirahasiakan.
Tuduhan Polda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih kepada TPN-OPM Pimpinan Jendral. Goliath Tabuni, dikabarkan pada beberapa media bahwa pada (21/2/2013) TPN-OPM menembak mati 4 masyarakat sipil tukang bangunan di Distrik Sinak, adalah mustahil, penipuan terdahap public.
TPN-OPM mengerti aturan perang. TPN-OPM tidak bisa menembak sembarang seperti masyarakat sipil tukang dan pedakang lainnya. Jika TPN-OPM menembak seseorang, berdasarkan data intelejen TPN-OPM.
Data tersebut membenarkan bahwa itu betul, aparat menyimpan senjata dengan dali membunuh masyarakat Papua setempat, maka TPN-OPM menembaknya. Kemudian siapapun dia yang memiliki senjata selain TPN-OPM di Papua adalah musuh abadi TPN-OPM. Kecuali masyarakat sipil yang tidak memiliki senjata.
TPN-OPM tidak seperti TNI/POLRI yang tidak tahu aturan. TNI/POLRI yang selalu menyiksa dan membunuh masyarakat sipil Papua. Contohnya seperti penyiksaan terhadap orang tidak bersalah Tunaliwor Kiwo, Telenggen Kire, adalah masyarakat sipil, yang jadi korban penyiksaan pada 30 Mei 2010 dari Pos TNI 753 Nabire yang ditempatkan di Nelime Kabupaten Puncak Jaya Distrik Tingginambut. Kemudian penyiksaan itu di Papua daerah lainnya terus dilakukan, tidak hanya terjadi di Puncak Jaya Papua.
Demikian, tidak hanya terjadi penyiksaan, pula pembunuhan terus terjadi seperti dikabarkan www.suarapapua.com diberitakan oleh media ini, “pada tanggal 21 November 2012, dua orang oknum anggota TNI menembak mati pendeta wanita Frederika Metalmeti. Korban tertembak oleh salah satua anggota kesatuan Korem 174/ATW Merauke, tidak hanya itu di seluruh tanah Papua daerah manapun terus terjadi hal itu.
Hal itu terjadi karena TNI/POLRI tidak tahu aturan perang. Sangat memalukan tidak tahu aturan perang, padahal Negara yang telah sekian lama merdeka. TPN-OPM justru lebih mengerti dan turuti aturan perang. Sangat disanyangkan Polda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih atas perlakuan anggotanya.
Distrik Tingginambut, perang antara TPN-OPM dan TNI/POLRI belum berhenti. Perang masih dilakukan, TPN-OPM pimpinan Jendral. Goliath Tabuni dengan dalih untuk merebut kemerdekaan bangsa Papua dari tangan kolonialis Indonesia. TNI/POLRI dengan dalih untuk mempertahankan Papua bagian dari NKRI. Perang ini sampai kapan pun tidak akan pernah selesaikan, di selurh tanah Papua, bukan hanya di Tingginambut. Pemerintah Indonesia tidak mampu menyelesaikan konflik tuntutan Kemerdekaan.
TPN-OPM bertahan memperjuangkan hak kemerdekaan bangsa Papua. TNI/POLRI mempertahankan keutuhan NKRI. Dampak ini mengakibatkan masyarakat sipil Papua semakin bertambah korban. Untuk mengatasi korban masyarakat sipil Papua, perlu upaya intervensi Internasional. Demi menyelamatkan rakyat bangsa Papua yang mana bagian dari umat Tuhan.
Admin WPNLA, Pemberitaan di Publik oleh Polda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih adalah penipuan besar. Dikatakan 4 masyarakat sipil, yang mana mengaku tukang
Foto: Pemakaman 4 Kopasus, yang dikatak 4 Warga itu.
Foto: Pemakaman 4 Kopasus, yang dikatakan 4 masyarakat sipil itu.
tukan bangunan adalah pembohongan public.
Mana mungkin seorang masyarakat menyimpan senjata dalam peti dengan jumlah 13 Pucuk senjata laras panjang jenis M-16 itu?
Akhirnya TPN-OPM berhasil juga e… senjata tersebut pindah tangan. Oh…. ternyata 4 masyarakat tukang bangunan yang dikatakan Polda Papua dan Pangdam XVII Cendrawasih itu Kopasus eeee….. Oh…. Ya betul pemakaman juga Kopasus yang kubur mayat itu. Tukang bangunan itu bisa juga e… menyimpan 13 pucuk senjata jenis M-16 dalam 1 peti.
Polda Papua dan Pagdam XVII Cenderawasih, untuk apa itu tukang bangunan menyimpan 13 pucuk senjata?

sumber: www.wpnla.net

PANIAI: KONTAK SENJATA TPN-OPM VS TNI-POLRI 2 ANGGOTA TNI DI TEMBAK, 3 WARGA SIPIL TANGKAP DAN 3 MESIN PERAHU JONSON DI RUSAK POLISI

Ilustrasi@umaginews.com
PANIAI -- GriliawanTentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka  (TPN-OPM) Wilayah Paniai melawan Aparat Gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesi (TNI-POLRI) Dua anggota TNI dari Batalyon 753  mengalami luka tembak akibat diserangan tersebut.

Menurut  Tpn-Opm melalui Pernyataannya Sikap menyataan bahwa kami siap melawan Kolonial Indonesia sampai dunia Kiamat, disampaikan oleh Pimpinan Tpn-Opm wilayah Paniai ( Jhon M Yogi). Kami berjuang bukan soal makan dan minum tapi tujuan utama Perjuangan kami demi  merebut Kedaulatan Negara West Papua.

Mereka juga menyatakan bahwa Kemerdekaan Ialah hak segala Bangsa, maka Indonesia segarah Mengakuinya kedaulatan Negara kami yakni Negara West Papua. (www.edudanews.blogspot.com)

Menurut Informasi dari warga  sipil setempat Mengatakan   bahwa terjadi saat tim gabungan mengawal pengiriman logistik pilkada ke Distrik Kebo.  Tim gabungan Tni-Polri yang menggunakan  tiga Speed Boat dari  Enaro ke distrik Paniai Utara kebo  pada Kamis (11/10) siang, di kali Waneuwo di hadang oleh Pasukan Giriliawan  Pejuang Kemerdekaan Papua Merdeka (Tpn-Opm). melalui Sms singkat.

Saat rombongan yang menggunakan tiga speedboat memasuki muara sungai Kebo, tiba-tiba TPN/OPM menyerang dengan menembaki iringan speedboat yang dinaiki anggota Tni-Polri. Akibat serangan TPN/OPM,  kata Kapolres Paniai, AKBP Anthon Diantje kepada ANTARA, dua anggota TNI terluka serta satu speedboat tenggelam. Menurutnya, serangan TPN/OPM itu dibalas anggota sehingga terjadi kontak senjata dan rombongan berupaya kembali ke Enarotali.

Kedua anggota Yon 753 itu masing masing Praka Aris mengalami luka tembak di tangan dan kaki. Sedangkan Praka Arisoni Wembi mengalami luka tembak ditangan dan saat ini masih ditangani tim medis RSUD Paniai. (www.mertrotvnews.com)
Kemudian Tni-Polri Marah dan menembakki perahu Jonzon Milik Masyarakat Sipil daerah Aikai Enarotali. masayarakat yang sedang berlabu di palabuhan Aikai Enarotali mengakibatkan jonson berlubang sebanyak  tiga Mesin perahu jonsonn yang rusak ditembaki. Di lanjut Warga sipil Bobaigo Ibu Kota Enarotali di Tangkap tanpa alasan Jelas masing-masing mereka masih di tahan di Kantor polisi guna mintah keterangan. (www.tabloidjubi.com)

Tni-Polri juga penyisiran brutal di sekitar kota enarotali. Kini kota Enarotali dan Madi sepih. Warga sipil sedang mengungsi ke kampung-kampung dan ke hutan. Perahu dan janson milik masyarakat dihancurkan oleh TNI-POLRI. Korban  dan kerugian material lain belum diketahui. (Un/Ag)

Sumber: umaginews.com
 
 
 

TPN-OPM Siap Perjuangkan Hak Politik Papua

Jayapura (18/12) – Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) menyatakan bersatu dan siap memperjuangkan hak politik bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri berdasarkan hukum HAM internasional. Selain itu, juga berdsasarkan mekanisme perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).





Hal ini terkuak catatan tertulis yang diterima tabloidjubi.com dari Kepala Staf Umum TPN-OPM Mayjen Teryanus Satto melalui surat elektronik (email), Selasa (18/12) malam. Lewat catatan tertulis itu, Teryanus menyebut kesepakan itu terungkap dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) TPN-OPM Mei 2012 lalu.

Masih dalam catatan itu tertera, Konferensi Tingkat Tinggi TPN-OPM di Markas Perwomi, Biak ini dihadiri oleh 800 lebih delegasi, dan pada tanggal 1-5 Mei 2012 inilah TPN-OPM menyatakan bersatu dan siap memperjuangankan Hak Politik Bangsa Papua Barat untuk Menentukan Nasib Sendiri berdasarkan Hukum HAM internasional dan mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 
Berdasarkan hasil Keputusan TPN-OPM dalam Konferensi KTT TPN-OPM di Markas Perwomi, Biak Papua pada 1-5 Mei 2012, maka dengan resmi telah dilantik Panglima Tinggi TPN atas Nama Gen. Goliat Tabuni dan Wakil Panglima atas Nama Letjen Gabriel Melkizedek Awom serta Kepala Staf Umum atas Nama Mayjen Teryanus Satto.

Mereka dilantik di Markas TPN-OPM Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, 11 Desember 2012. Teryanus menambahkan, dengan dilantiknya Pimpinan-pimpinan TPN-OPM dalam Negeri Papua Barat ini, maka bangsa Papua Barat memiliki pimpinan sayap Militer Organisasi Papua Merdeka yang dipilih secara Nasional dalam KTT di Biak. (Jubi/Musa)

Sumber  : Jubi

Website TPN/OPM Diluncurkan

JAYAPURA - Hari Ulang Tahun Oraganisasi Papua Merdeka (OPM) 1 Desember,  sekolah di Paniai  diliburkan.  Ini dikatakan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Paniai Timur, Theresia Gobai. Tidak   hanya sekolah yang dipimpinnya namun semua sekolah yang berada didaerah ini diliburkan.

Kata dia, Sekolah yang diliburkan diantaranya, SMA Negeri 1 Nunudagi, SMA serta SMP  juga  sekolah dasar SD diliburkan.

“Untuk mengantisipasi situasi yang sering terjadi menjelang tanggal 1 Desember, dan di hari  Senin kami mengadakan ulangan, supaya jangan anak anak sekolah itu korban. Kemudian karena  besok ini tanggal 1, sudah selesai ulangan dari sekolah kami umumkan belajar sendiri dirumah,  nanti hari senin masuk sekolah lagi dengan kami adakan kelas meeting,”ujarnya kepada wartawan
, Sabtu (1/12)  pagi.


Sementara itu,  hari ini juga   diluncurkan  website West Papua Papua Liberation Army  (WPLA) sebuat website yang berisi tentang Perjalanan panjang Tentara Pembebasan Nasional  Papua Barat yang terbentuk dua tahun setelah proklamasi 1 Juli 1971 di markas Viktoria  yaitu tepatnya pada tanggal 26 maret 1973, lahirlah sebuah embrio yang muncul dengan  semangat nasionalis patriotis akan sebuah perjuangan pembebasan akan Tanah dan Bangsa  Papua Barat tercinta. Juga terdapat foto-foto  TPN-OPM melakukan pra Konferensi Tingkat  Tinggi.

Sebelumnya  SP menerima siaran pers dari Kepala Staf Umum TPN-OPM, Mayjen Terianus  Satto dalam  press reales yang diterima SP, TPN-OPM telah melakukan tahapan kerja dengan  konsolidasi maksimal dari tahun 2008-2011.

Hasilnya, TPN-OPM telah berhasil melakukan Pra KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) pada tanggal  15 Maret 2012 di Maribu, Sentani, Papua Barat. Dalam Pra KTT TPN-OPM ini melegitimasikan pembentukan Panitia KTT dan mengagendakan jadwal pelaksanaan KTT  pada tanggal 1-5 Mei  2012, bertempat di Biak, Papua. Dengan dasar Pra KTT ini, maka KTT TPN-OPM telah berhasil
dilaksanakan di Markas TPN Perwomi Biak, dari tanggal 1-5 Mei 2012.

Hasilnya, telah dipilih Panglima Tinggi TPN, Wakil Panglima dan Kepala Staf Umum, masing-masing atas nama, Panglima Tinggi  TPN-OPM, Gen. Goliath Tabuni, Wakil Panglima TPN-OPM, Letjen Gabriel Melkizedek Awom dan Kepala Staf Umum TPN-OPM, Mayjen Terianus Satto.

Selanjutnya, TPN-OPM telah berhasil melakukan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS dari tanggal 27-1 September 2012 di Markas TPN Wanum, Jayapura, Papua. Hasilnya, mengagendakan jadwal  Pelantikan Panglima, Wakil Panglima dan Kepala Staf Umum TPN-OPM yang jatuh pada tanggal 30 November 2012. [154]

website Resmi TPN/OPM : www.wpnla.net

Sumber: www.suarapembaruan.com



 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger