Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Sidney Mohede Telah Rilis Lagu "Jujur" Hari Ini

"Jujur" adalah sebuah lagu yang sempat diperkenalkan pada saat peluncuran single terbaru More to Our Story saat itu di Insight Unlimited Store. Dan tepat di HARI INI, "Jujur" telah dirilis dan kalian semua sudah bisa mendengarkannya dan semoga lagu ini dapat memberkati kalian.

Pastinya ada banyak pertanyaan mengapa lagu ini berjudul 'Jujur'?

Nah menurut Sidney Mohede, sang penggubah lagu, lirik lagu ini terinspirasi dari kisah Shadrach, Mesakh dan Abednego yang harus menghadapi perapian menyala-nyala , mereka tetap memegang teguh imannya walaupun mereka belum mengetahui bahwa pada akhirnya mereka akan ditolong Tuhan (Daniel 3:17-18).

Sidney Mohede juga mengatakan bahwa ketika kita menghadapi masalah, sebenarnya kita tidak perlu 'berpura-pura' bahwa semuanya seolah-olah baik-baik saja, melainkan akan lebih baik kita jujur dengan Tuhan. Tidak hanya mengutarakan kesulitan kita, namun ditindaklanjuti dengan bersandar penuh pada kasih Tuhan dan pertolonganNya. Itulah latar belakang lagu "Jujur" ini.

Dengarkan single terbaru dari Sidney Mohede ini sekarang di Revivo, aplikasi streaming rohani dengan beragam konten-konten rohani berkualitas yang bisa kalian dengarkan kapan saja dan dimana saja.
 Aplikasi streaming rohani kristen yang dirancang untuk menemani hari-harimu yang aktif dan dinamis. Dapatkan sekarang di Google Play dan App Store! youtu.be/MLS7FvkTScg
Download REVIVO di playstore Henpone Anda 
Belum download REVIVO?
Yuk Download DISINI

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.revivo.mobilehttps://itunes.apple.com/id/app/revivo/id1353762349?mt=8
 

BOOK: It’s Okay not to be Okay


Buku berjudul It’s Okay not to be Okay yang ditulis oleh Sheila Walsh mengutarakan bahwa hidup adalah sebuah proses dan Tuhan selalu ada bersama-sama dengan kita. Tidak peduli apa yang terjadi dalam hidup kita, percayalah bahwa Tuhan selalu mengasihi kita.

Buku ini akan membantu kita mengalahkan rasa sakit dan pergumulan-pergumulan hidup yang akan mengubah cara kita berpikir tentang Tuhan, diri sendiri, dan kehidupan kita setiap hari.

Sheila Walsh membagikan strategi - strategi harian yang praktis dan pastinya akan membantu kita maju selangkah demi selangkah, mengenali Tuhan yang tidak akan pernah mengecewakan kita. Sebelum membaca buku terbitan Light publishing ini, yuk dengarkan ulasannya terlebih dahulu, EKSKLUSIF di Revivo!
Download REVIVO di playstore Henpone Anda 
Belum download REVIVO?
Yuk Download DISINI

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.revivo.mobilehttps://itunes.apple.com/id/app/revivo/id1353762349?mt=8
 

Diduga dokumen pasokan tak lengkap, Satpol PP Nabire ‘tahan’ 25 ekor sapi

Menurut Stev, sebanyak 97 ekor sapi yang ada di dalam dokumen sudah diperiksa di Ambon, namun sebanyak lima ekor tidak memenuhi syarat sehingga hanya 92 ekor yang dimuat ke dalam kapal menuju Nabire.
Nakoda kapal, La Maju saat memberikan keterangan kepada Jubi di atas kapalnya – Jubi/ Titus Ruban
Nabire – Dicurigai dokumen tak lengkap, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire, menghentikan pembongkaran 92 ekor sapi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nabire, Stev saat ditemui Jubi, Selasa, (31/5/17) mengaku mendapat informasi langsung terkait aktivitas bongkar muat sapi tersebut dari Bupati Nabire, Isaias Douw, melalui sambungan telpon. “Saya dengar soal sapi dari bupati melalui telepon, dan memerintahkan agar kami memeriksa dan menghentikan kegiatan mereka sebab tidak ada izin yang diberikan oleh pemkab melalui dinas terkait,” ujar Stev.

Menurut Stev, sebanyak 97 ekor sapi yang ada di dalam dokumen sudah diperiksa di Ambon, namun sebanyak lima ekor tidak memenuhi syarat sehingga hanya 92 ekor yang dimuat ke dalam kapal menuju Nabire.

Kapal LCT Manusela Permai 06 Banjarmasin yang datang dari Seram/Ambon itu bersandar di pantai Kalibobo dan terpaksa dihentikan karena, menurut Stev, dokumen (pasokan) hewan ternak tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh Pemkab Nabire.

“Yang juga perlu diketahui bahwa daerah Ambon, khususnya Seram adalah daerah larangan pasokan sapi. Karena pernah pasokan dari sana itu ternyata ternak sapi terjangkit virus antraks,” kata Stev.

Stev juga mengatakan hal itu sudah diselidiki dan pemasok sementara sudah dimintai keterangan oleh pihajk POL PP  dan Dinas Peternakan setempat.

“Untuk jumlah sapi sementara 67 ekor sudah diangkut ke pemasok dan 25 masih di dalam kapal,” kata Stev lagi sambil menegaskan sapi-sapi yang sudah dikeluarkan tidak boleh diperjualbelikan terlebih dahulu sebelum dicek kebenaran dokumen dan diperiksah oleh karantina.

Masih menurut Stev, aktivitas tersebut bisa dikatakan ilegal karena instansi yang berkewenangan memberikan rekomendasi hanya dinas peternakan, sementara pihak pemasok mengatakan telah mendapat izin dari karantina, “padahal itu izin dari karantina Seram dan karantina (Seram) tidak punya hak memberikan izin masik barang (ke Nabire),” lanjut Stev.

“Pemberian izin masuk ternak adalah dinas peternakan, kalau sudah ada (izin) baru karantina yang periksa, bukan dia (karantina) yang memberikan izin masuk,” kata dia.

Stev menghimbau kepada para pengusaha ternak agar mengikuti prosedur, aturan dan ketentuan yang berlaku karena pada prinsipnya pemerintah tidak akan mempersulit.

Terpisah, Nakoda kapal  LCT Manusela Permain, La Maju saat dimintai keterangan mengatakan tidak tahu menahu terkait perizinan. “Saya tidak tahu ada surat izin atau tidak, itu bukan urusan saya, karena saya hanya disuruh muat oleh agen. Setelah sampai disini (Nabire) saya sudah hubungi syahbandar dan mereka bilang suruh bongkar disini,” ujar La Maju.

Terkait pemilik 92 ekor sapi itu, La Maju mengaku tidak tahu pasti. “Saya muat dari Seram, katanya yang punya Pak Budi, tapi saya belum tahu orangnya,” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas peternakan dan karantina terkait belum bisa dikonfirmasi.(*)

  Jubi

Mahasiswa Papua di Bandung Rayakan Natal Ipmanapandode

Ketika Fr. Hubertus R. Magai Pr. Memimpin doa makan. (Foto: Mateus Tekege)
Bandung -- Mahasiswa Papua yang tergabung dalam wadah Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai "Ipmanapandode kota studi Bandung Jawa barat" merayakan perayaan Natal di lokantara Auditorium RRI, Jl diponegoro no. 61 di kota Bandung. (Kamis 22/10).

Momentum Natal adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Dimana Tuhan Yesus Kristus di lahirkan di kota Betlehem yang penuh dengan simak duri demi melahirkan diri kita agar memperbaruhi dalam sikap, perilaku, dan tindakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Perayaan Natal Ipmanapandode tersebut ini juga diundang dan mengikut serta dari berbagai paguyuban, komunitas, kombas serta lintas universitas di seluruh jawa barat terlihat sangat antusias.

Thema nasional yang mereka angkat adalah "Hari ini telah lahir bagimu Juru selamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud. dan sub thema adalah, Mari kita nyatakan kemurahan Allah dalam kebersamaan kami sebagai satu keluarga orang Papua di Bandung.

Dalam kotbah yang disampaikan oleh Fr.Hubertus R. Magai Pr. bahwa marilah kita menyambut raja damai Natal dalam hati kita masing-masing karena bayi Natal telah lahir dan hadir dalam diri pribadi soudara-soudari, keluarga dan dalam komunitas kita. ajak Fr. Magai.

Tuhan Yesus telah lahir di tengah-tengah kita dengan tujuan, maksud, dan Penghaarapan-Nya yang lain untuk menperbarui dalam kehidupan kita sehari-hari.

Penyampaian yang sangat terkesan disampaikan oleh Pr. Magai adalah "Mengajak kepada Pelajar dan Mahasiswa Papua untuk belajar dan menimbah ilmu sebanyak-banyaknya ditanah rantauan untuk kembali menyelamatkan umat Tuhan yang selalu saja menginjak-injak oleh para pengusaha karena kita adalah terpilih dan diutus oleh umat/masyarakat kita di seluruh tanah Papua, Kesan Pr. Magai.

Kemudian pantauan media ini, mereka melangsungkan evaluasi yang dimediasi oleh Badan Pengurus Harian "BPH" lalu kemudian ketua panitia dan jajarannya membuka ruang untuk memberi kritik dari senioritas yang ada.

Berbagai kritik dan masukan yang membangun sebagai rujukan oleh senioritas kepada para yunioritas terutama kepada para panitia Natal.

Posted by: Mateus Tekege
 Copyright ©Tabloid WANI 




KKR Proklamasi Darah Kristus selama HUT RI.Ke-69 Oleh Gereja Kingmi Ditanah Papua dimulai di Dogiyai

Ketika Ketua Departemen Penginjilan Dan Doa Gereja Sinode ( Kingmi ) di Tanah Papua melakukan Doa Pemulihan Negeri di Aula Gereja Kalvari Klasis Kamuu Kabupaten Dogiyai oleh Pdt Yehezkiel Jack Ikomouu, Kemarin di Dogiyai.
(Insert Foto : Herman Anou)

Dogiyai (rasudofm): Gereja Kingmi Injil (Kingmi) di Tanah Papua memulai Kebaktian Kebangunan Rohani ( KKR) selama Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Repubblik Indonesia ke 69, 17 Agustus 1945, Kebaktian Kebangunan Rohani yang diselenggarakan Oleh Departemen Penginjilan dan Doa Sinode Kingmi di Tanah Papua memulai dari Kabupaten Dogiyai, Kemarin di Gereja Kalvari Klasis Kamuu, Kabbupaten Dogiyai, dan direncakan melakukan KKR diberapa Kabupaten Kota di Tanah Papua, diantaranya Kota Mulia, Kota Nabire, Kota Waghete, Kota Enarotali, Kota Timika dari Tanggal 11 sampai 31 Agustus 2014, Ujar Ketua Departemen Penginjilan dan Doa Gereja Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt.Yehezkiel Jack Ikomou, Kepada Wartawan Media ini, di Aula Gereja Kalvari Klasis Kamuu Kabbupaten Dogiyai, Kemarin.

KKR yang dipimpinl angsung oleh Ketua Departemen Penginjilan dan Doa Gereja Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt.Yehezkiel Jack Ikomou, ini dihadiri oleh Jemaat yang berasal dari Tiga Klasis, diantaranya Klasis Kamuu Selatan, Klasis Kamuu Timur, Klasis Kamuu dan dan Rakyat lain yang berasal dari Denominasi Gereja lain yang ingin mendapatkan pemulihan Ilahi pada KKR ini,

Pemimpin KKR dari Departemen Penginjilan dan Doa Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt.Yehezkiel Jack Ikomouw, Mengatakan bahwa, Gereja mempunyai misi terhadap pemulihan Negeri dari segala macam bentuk Kekerasan dan Kriminal yang semakin banyak ini, baik itu Pembunuhan, Kasus Pelanggaran HAM, Pemerkosaan, dan juga Kekerasan Dalam Rumah Tangga itu harus dipulihkan melalui jamahan kasih Yesus melalui pelaksanaan KKR umat Tuhan, maka Gereja Kingmi di Tanah Papua terpanggil untuk melakukan KKR selama penyambutan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, agar bangsa Indonesia bebas dari segala bentuk kekerasan dan criminal,

“Bangsa Indonesia telah Merdeka sejak 69 Tahun yang lalu, namun sepanjang perjalanan ini seakan-akan kita belum merdeka sehingga masih banyak terjadi berbagai macam bentuk kekerasan dan criminal didalam hidup kita, pada hal untuk merebut kemerdekaan ini telah mengorbankan jiwa serta benda, maka rakyat Indonesia mengisi kemerdekaannya tanpa ada kekerasan di Indonesia, maka melalui pelaksanaan KKR ini dapat memulihkan segala bentuk kekerasan di Indonesia terutama di Tanah Papua,” Jelas Jack.

KKR Proklamasi Darah Yesus ini dikutip melalui Alkitab dari Karangan Yohanes, 8.32, Karangan 1 Petrus pasal 1, Ayat 18 dan Ayat 19, Karangan Ibrani Pasal 9 Ayat 22, dan Karangan Yehezkiel, 61 :Ayat 1 yang menjelaskan tentang Kebenaran,”Darah Yesus” Memerdekakan Manusia, Jelasnya.

KKR Proklamasi Darah Kristus mengambil Tema Kebenaran”Darah Yesus” Memerdekakan Manusia, ini akan berlangsung dibeberapa Kabupaten Kota di Tanah Papua, maka hamba Tuhan, Pdt Yehezkil Jack Ikomouw mendapatkan berkat dan Doa perutusan oleh Koordinator Klasis Kamuu oleh Pdt.Bernardus Anou, secara serentak merentangkan tangan di bahu Pdt.Yehezkil Jack Ikomouw untuk memulai pelaksanaan KKR Di beberapa Kabupaten Kota di Tanah Papua selama bulan Agustus 2014.

Sementara itu, Ditempat yang Kooordinator Klasis Kamuu, Bernardus Anou juga menjelaskan kepada wartawan media ini bahwa, KKR Proklamasi Darah Yesus ini nantinya akan diakhiri pula di Kabupaten Dogiyai maka tiga Klasis yang di Kabupaten Doogiyai siap menerima melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) lagi di Dogiyai,” Ujar Bbernardus.

“Saya sangatlah terharu dan menyentuh hati kegiatan KKR Proklamasi Darah Yesus yang dirancang Program oleh Departemen Penginjilan dan Doa Gereja Kingmi di Tanah Papua ini, dan kegiatan ini dimulai di Dogiyai dan diakhiri di Dogiyai ini merupakan sebuah idaman bagi Jemaat Tuhan di Daerah ini, untuk itu, KKR Proklamasi Darah Yesus bisa mendamaikan dari segala bentuk Kekerasan dan Kriminal di Tanah Papua dan Indonesia Papua umumnya,” Jelas Anou.

Selain itu, Anouw Juga menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada Gereja Kingmi di Tanah Papua dengan melakukan KKR sehari di Gerejanya, dan Gereja Kingmi mencanangkan Program KKR Proklamasi Darah Yesus selama bulan Agustus yang juga sebagai bulan Kemerdekaan Bangsa Indonesia ini dapat mendamaikan mendamaikan kembali dari segala bentuk kekerasan,” Ulas Anou.

Sementara itu, Ketua Pemuda Gereja Kingmi di Tanah Papua Klasis Kamuu Kabupaten Dogiyai, Nataniel Auwe juga menjelaskan Bahwa KKR Proklamasi Darah Yesus dapat memaknai kemerdekaan Bangsa Indonesia yang telah kita rebut pada 17 Agustus 1945 adalah akhir dari segala bentuk kekerasan dalam hidup namun awal dari segala bentuk kekerasan maka itu semua dapat dipulihkan bersama Kebaktian Kebangunan Rohani, (KKR) sebab kebenaran itu dapat memerdekan manusia dalam hidup,

“Saya berharap Program KKR ini agar berkelanjutan pada Tahun tahun mendatang di Gereja Kingmi di Tanah Papua, agar Negeri ini di pulihkan oleh urapan Yesus yang memiliki Damai,” Ujarnya. (rsdfm/Herman Anou).

 

 

Gereja Kemah Injil (kingmi ) di Tanah Papua akan meresmikan Tugu Berdirinya Gereja di Beoga

Jayapura (rasudofm) - Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua setelah berkarya dan mengabdi dan mengembalakan umat Tuhan selama 50 Tahun lebih di Tanah Papua maka dipandang perlu untuk mendirikan sebuah tugu tempat dimana lahirnya Gereja Kingmi di Tanah Papua di Beoga, di Kabupaten Puncak, Berdirinya tugu ini untuk memaknai damai dan kasih agar di Tanah Papua menjaldi Gereja yang kuat dalam segala bentuk kekerasan, sebab keberadaan gereja sudah dewasa dalam penginjilan di Tanah Papua dan mampu untuk melawan segala bentuk kekerasan di Tanah Damai, Kepada sejumlah wartawan ketika menggelar Jumpa Pers, Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Pdt.Dr.Benny Giyai, di Aula Kantor Sinode Jayapura, Kemarin

Menurut Benny, Pada tahun 1962 atau 52 tahun yang lalu, para hamba Tuhan orang pribumi di panggil oleh pimpinan C&MA (Cristian and Missionary Alliance) agar berkumpul  di sebuah kampung yang menjadi Pos Penginjilan  yaitu di Beoga, sekarang Kabupaten Puncak, setibanya di Beoga, dalam rapat di siang hari itu, para Misi C&MA memberitahukan bahwa, mereka akan pulang ke negara mereka yaitu di Eropa dan Amerika karena PBB telah memberitahukan kepada mereka,Tanah Papua akan di serahkan kepada pihak Indonesia. Mendengar kabar itu,dalam ketidak berdayaan, orang Pribumi Papua menerima untuk melanjutkan penginjilan yang telah di rintis C&MA sejak 1939 itu, hari itu juga para Misi penginjilan dari  C&MA pindahkan tangankan Gereja Kemah Injil (kingmi) kepada orang pribumi Papua, dan dengan diserahkannya Misi Penginjilan dari C&MA kepada orang pribumi Papua maka muncul embrio berdirinya Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Tanggal 6 April 1961 lalu, Jelas Ketua Sinode. 

Lanjut Benny, Untuk menyambut pendirian gereja Kingmi ini masyarakat di Tanah Papua yaitu Suku Damal yang ada di kampung Beoga saat itu, dengan iman merayakan kesiapan mereka untuk membangun gereja ini  ke depan, dengan membuat pesta buah merah, (bakar batu) sebagai tanda janji kepada Tuhan bahwa mereka akan membangun dan menjaga gereja ini, dan akan mejalankan amanat  agung Yesus Kristus untuk menjadikan seluruh umat di bumi sebagai muridnya,”Katanya.

Selain itu, Mengingat cerita dalam sejarah tersebut sejak Yubelium 50 Tahun yang jatuh pada 6 April  2012 lalu telah mencanangkan untuk membangun sebuah tugu atau situs di Beoga Kabupaten Puncak Papua untuk menghargai dan menghormati para perintis gereja yang telah mengorbankan diri mereka sepenuhnya buat pelayanan pengutusan injil Yesus Kristus itu, Jelasnya.

Tugu berdiri di Kabupaten Puncak  ini telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Puncak Papua tahun 2014 dan direncanakan akan di resmikan oleh Gubernur Propinsi Papua Bapak Lukas Enembe SIP.MH, pada hari rabu, tanggal 4 Juni 2014 mendatang di Beoga Kabupaten Puncak, Penghotbah Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Pdt.Dr.Benny Giyai, di bawah sorotan Tema Injil Itu Kekuatan Allah (Roma, 1:16-17), Jelasnya.

Menurut Giyai, dengan berdirinya Tugu Lahirnya Gereja Kemah Injil (kingmi) di Tanah Papua ini agar segala bentuk diskriminasi di tanah Papua, entah Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Bentuk Gereja Baru, Pelecehan terhadap agama, pelanggaran hak asasi manusia di Papua ini akan di hormati dan dihargai sehingga Tanah Papua umumnya dan jemaat gereja kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua menjadikan Papua menjadi Tanah Damai,” Jelas Benny. 

Sementara itu, Sekretaris Sinode, Pdt.Yosia Tebay.S.Th.MA di tempat yang sama juga menjelaskan bahwa dengan berdirinya Tugu dapat memaknai arti hidup sebagai umat Tuhan di Tanah Papua,” Ungkapnya. (rasdfm/Herman Anouw).



Kontingen MTQ XXV Kabupaten Nabire Siap Harumkan Nama Daerah

Nabire – Bertempat di aula Kantor Bupati Nabire (5/05), Sekda, Drs. Jhoni Pasande dengan didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Reki Lumentah S.Pd.K, Ketua MUI H.M.Darwis dan Ketua LPTQ Ir.Suardi, atas nama Bupati melepas Kontingen MTQ Kabupaten Nabire. Pelepasan kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV tingkat Kabupaten Nabire tahun 2014 dengan thema “Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai Motivasi untuk Istiqomah dan Harmoni dalam keberagamaan”.

Drs. Jhoni Pasande dalam sambutannya ketika melepas Kontingen MTQ Nabire mengingatkan para Kontingen yang akan ikut musabaqah di Merauke agar ilmu yang diperoleh pada saat MTQ nanti kiranya dapat bermanfaat dalam membentuk insan Qur’an yang mampu mengafal ayat-ayat Al-Qur’an sehari-hari.

Hal utama yang harus dijaga agar dapat mengikuti semua kegiatan dengan baik yaitu dengan menjaga kesehatan, menjaga kekompakan tim dan andalkanlah bahwa kontingen Nabire adalah kontingen yang terbaik. Dan untuk mencapai semuanya itu kiranya dapat dilakukan dengan kerja keras dan ketekunan serta menjunjung tinggi sikap sportifitas” ungkap Pasande
.
Dalam kesempatan yang sama Ir.Suardi, Ketua LPTQ Kabupaten Nabire menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia, pembimbing, pendamping serta official yang telah banyak membantu panitia dan akan terus membantu hingga selesai lomba dan kembali ke Kabupaten Nabire dengan keadan yang baik. Suardi berpesan kepada para kontingen yang telah dipercayakan untuk mewakili Kabupaten Nabire, sekiranya dapat membawa dan mengharumkan nama baik Kabupaten Nabire.

Kontingen MTQ Nabire rencana berangkat pada tanggal 06 Mei 2014 menggunakan KM Labobar menuju Jayapura dan selanjutnya dengan menggunakan pesawat udara menuju Kabupaten Merauke. Kontingen ini didampingi oleh Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire, diantaranya H.Husin Rumkel A,Md, Kepala Seksi Bimas Islam dan dibantu oleh Hj. Umi Mudrikah S.Pdi dan Putra Aminuddin S.Kom. (Boma/ocep.


 http://papua.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=189910

SIAPAKAH YANG MAU PERGI UNTUK AKU

Firman Tuhan dalam Matius 5:14-16 yang berkata demikian:

“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya
mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Ayat firman Tuhan ini bersinergi pula dengan Kejadian 6:11-12 yang berkata demikian:

“Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.”

Allah mau memusnahkan bumi dengan segala yang ada di dalamnya kecuali Nuh dan keluarganya. Karena itu Allah berkata kepada Nuh:

"Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya (Gen 6:13-15).”

Injil Matius 5:14-16 tidak lagi membahas pemusnahan massal karena kerusakannya (Kej. 8:21) melainkan Allah berkata:

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Allah tahu masih ada kerusakan di bumi karena itu Allah memilih memerangi kerusakan di bumi dengan jalan lain yaitu mengutus Putra Tunggal-Nya (Yoh. 3:16) dan Putra Tunggal-Nya mengutus gereja-Nya membawa berita damai sejahtera dan keselamatan yang dari Allah kepada segala bangsa (Mat. 5:9).

Dengan kata lain bahwa kehadiran Gereja dalam dunia ini bukan untuk merusak bumi ini lagi melainkan untuk menyelamatkannya.

Dengan semangat dan penghayatan ini marilah, di Natal ini kita menyambut Putra Natal itu, Yesus Kristus. Kiranya Natal tahun 2012 ini mengugah kita dan membantu kita untuk terlibat langsung dalam karya penyelamatan Allah bagi dunia ini.

Firman Tuhan dalam Roma 10:14-15 berkata demikian:

“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Pnt. Alfred Monim

BERSYUKURLAH SENANTIASA

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan. Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya,"Lihat Bu,betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yg harus lelah berjalan untuk sampai kerumah."

Sementara itu pengendara motor dan istrinya yg sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata kpd istrinya, "Lihat Bu, betapa bahagianya orang yg naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan spt kita."

Didalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat, "Lihatlah Bu,betapa bahagia org yg naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tdk spt mobil kita yg sering mogok."

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yg berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dlm hati,"Betapa bahagianya suami istri itu, mereka dgn mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku & istriku tdk pernah punya waktu utk berduaan krn kesibukan masing-masing."

Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik org lain, dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup org lain.

Bersyukurlah senantiasa atas hidupmu, supaya kau tahu dimana kebahagiaan itu berada.

Selamat beraktifitas dalam penyertaan Tuhan yang sempurna,
Tuhan Yesus memberkati. (sahabat doa)

SENYUM ALLAH DALAM DERITAMU

Bacaan Injil Luk 18:35-43
Penyembuhan si buta dengan untaian kata-kata indahnya, "Tuhan, semoga aku melihat" kiranya telah banyak kita renungkan setiap saat bacaan ini kita baca, dengar dan renungkan. Oleh karena itu, izinkanlah aku menghantarmu untuk merenungkan aspek indah lain dari bacaan Injil hari ini.

Perjalanan Yesus ke Yerusalem melewati Yerikho adalah perjalanan untuk menderita. Meskipun derita telah menanti-Nya, namun itu tidak menghentikan-Nya untuk membantu mereka yang menderita sepanjang perjalanan-Nya seperti menyembuhkan si pengemis buta itu. Demikian pun apa yang diperbuat-Nya dalam perjalanan dari rumah Pilatus ke bukti Golgota di mana Ia berhenti sejenak untuk menghibur wanita-wanita yang menangisi-Nya. Salib takan pernah memadamkan gelora jiwa-Nya untuk selalu mencintai saudara dan aku. Itulah alasan mengapa Ia telah mati untuk kita.

Pelajarannya untuk kita di hari ini; Tak dapat disangkal bahwa setiap orang pasti menderita entah fisik maupun psikis, namun sesaat ketika engkau mampu membantu dan menghibur orang lain dalam derita mereka, maka berbanggalah pada dirimu karena sesungguhnya Roh-Nya selalu ada padamu sehingga engkau pun mampu melakukan apa yang pernah Dia lakukan, menyembuhkan yang sakit, menghibur dan menguatkan yang sedih dan berputas asa. Di atas segalanya engkau telah membuat Allah tersenyum padamu lewat kerelaanmu untuk menjadi putra dan putri-Nya yang baik.

Ya, sebuah senyum indah dalam deritamu adalah sapaan Allah bagi sesamamu terutama yang lebih menderita darimu di dalam hidupmu, terutama di hari ini.

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***

Ayat-Ayat Alkitab: Pertanyaan Kita dan Jawab dari Tuhan

KITA berkata, "Itu tidak mungkin."
Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)

KITA berkata, "aku terlalu capai."
Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kelegaan padamu." (Matius 11:28)


KITA berkata, "Tidak ada seorangpun yang mencintai aku."
Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)

KITA berkata, "Aku tidak bisa meneruskan."
Tuhan berkata, "Kasih karuniaKu cukup." (2 Korintus 12:9 - Mazmur 91:15)

KITA berkata, "Aku tidak mengerti."
Tuhan berkata, "Aku akan menuntun langkah-langkahmu." (Amsal 3:5-6)

KITA berkata, "Aku tidak bisa melakukannya."
Tuhan berkata, "Kamu bisa melakukan semuanya." (Filipi 4:13)

KITA berkata, "Ini tidak berharga."
Tuhan berkata, "Itu akan berharga." (Roma 8:28)

KITA berkata, "Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri."
Tuhan berkata, "Aku memaafkanmu." (1 Yohanes 1:9-Roma 8:1)

KITA berkata, "Aku tidak bisa mengatasi."
Tuhan berkata, "Aku akan menyediakan kebutuhanmu." (Filipi 4:19)

KITA berkata, "Aku takut."
Tuhan berkata, "Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan." (II Timotius 1:7)

KITA berkata, "Aku selalu kuatir dan frustasi."
Tuhan berkata, "Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku." (I Petrus 5:7)

KITA berkata, "Aku tidak mempunyai iman yang kuat."
Tuhan berkata, "Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya." (Roma 12:3)

KITA berkata, "Aku tidak pandai."
Tuhan berkata, "Aku memberikan padamu hikmat." (I Korintus 1:30)

KITA berkata, "Aku merasa aku sendirian."
Tuhan berkata, "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu." (Ibrani 13:5)

JANGAN PERNAH MENYERAH DAN PUTUS ASA

Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab.
Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu.
Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru.


Jangan putus asa !! Bangkitlah !!
Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari.
demikian juga dirimu. kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

AKU sering melihat melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil.
Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain?
Bukankah AKU udah menyediakan untukmu sendiri?
Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.

Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Jadilah seperti air..Selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.

Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan !!
Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.
Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.

Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !
Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.
Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU?
Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.

Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.

AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!
Ayah yang selalu mengasihimu,~GCTY

Kal Muller: Juruselamat dari Kamoro

(Courtesy of Kal Muller)
"Dia adalah seorang misionaris, yang datang ke desa kami," kata  Herman Kiripi 33 tahun, seorang pemahat kayu dari suku Kamoro di Papua, ketika ditanya tentang Kal Muller, orang yang telah mendedikasikan tahun di Indonesia untuk tabungan dan mendukung tradisi ukiran kayu sekarat suku itu.

Herman tidak 100 persen benar. Muller pertama kali datang ke daerah Kamoro di pusat Papua 17 tahun yang lalu dengan pertambangan raksasa Freeport. Daripada mendedikasikan seluruh waktunya untuk perusahaan, Muller mulai membantu masyarakat setempat melestarikan tradisi yang sudah hampir hilang oleh rakyat, pilihan yang telah membuatnya mendapatkan penghargaan yang sangat besar di kalangan Kamoro tersebut.

"Saya suka bekerja dengan orang-orang ini dan ingin mempromosikan ukiran mereka sebelum keterampilan punah. Aku bertanya Freeport apakah itu oke dan mereka berkata ya, "kata Muller The Jakarta Post selama persiapan Pameran Seni Kamoro di Jakarta pekan lalu.Jadi mulai hidupnya dari dedikasi untuk Kamoro dan setelah lebih dari 15 tahun, Hungary kelahiran Kal memiliki tidak hanya menyelamatkan tradisi kuno tetapi juga meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat lokal di luar pengakuan. Sebelum pria berambut putih datang ke wilayah tersebut, ukiran kayu Kamoro yang berada di ambang kepunahan. Kebanyakan orang telah berhenti ukiran dan orang-orang muda tidak tertarik pada tradisi hanya karena tidak ada pasar untuk pekerjaan mereka. Berbeda dengan tetangga mereka terkenal Asmat, yang kerajinan memiliki pasar global didirikan, tampaknya ada ada masa depan bagi karya seni Kamoro dan orang-orang hanya diukir sesekali, untuk souvenir dan upacara keagamaan.Sampai, Muller datang untuk menyelamatkan.

Keterlibatan pertamanya di program restorasi budaya terjadi ketika ia diminta untuk mengelola lelang ukiran terbaik di festival Kamoro tahunan, yang disponsori oleh Freeport sejak tahun 1998. Selama acara tersebut, ia berhasil menjual ukiran untuk ratusan dolar dengan paling mahal akan seharga US $ 1.200.

Kal kemudian diluncurkan kembali program sebagai Pameran Seni Kamoro dan Penjualan pada tahun 2007 dengan harapan eksposur yang lebih luas dan pasar yang lebih besar. Melalui pameran ini, Muller telah membawa seni Kamoro ke kota-kota lain di Indonesia dan dijual lebih banyak item. Sekarang 30 pameran mempromosikan ukiran Kamoro kemudian, istrinya Jina yang membantu dia dalam mengatur pameran terbaru di Jakarta.

Pasangan itu telah membantu Kamoro yang melestarikan tradisi yang hampir mati. 

 Penerimaan dari pameran telah menjadi insentif yang baik bagi orang-orang untuk kembali ke ukiran. Para Mullers memberikan artis uang muka untuk pekerjaan yang akan ditampilkan dalam pameran dan segera setelah potongan yang dijual, maka sisa uang tersebut masuk ke pemahat.

Dengan uang ini, tidak hanya Muller membantu melestarikan budaya namun meningkatkan kehidupan Kamoro. Herman mengatakan bahwa banyak anak-anak bisa pergi ke sekolah karena pekerjaan Kal itu.

Tapi Muller tidak berhenti dengan misinya untuk melestarikan budaya lokal. Dia melampaui Kamoro dan mempromosikan budaya Papua secara keseluruhan.

Dia telah menulis sejumlah buku tentang Papua, termasuk buku sekolah untuk anak-anak setempat.

"Saya melakukannya untuk sekolah karena Papua sendiri tidak tahu tentang Papua," katanya tentang motivasinya.

Sungguh menakjubkan untuk melihat semangat berumur tujuhpuluh tahun dalam mempromosikan budaya yang bukan miliknya.

Sebenarnya, dari penampilan dan gerak tubuh, dia tidak tampak sesuatu seperti 73-tahun. Dia terus-menerus bergerak berjalan di sana-sini di ruang pameran, memeriksa setiap detail dari persiapan. Stamina yang kuat seperti, ia menjelaskan, adalah hasil dari olahraga teratur."Di mana pun saya tinggal, saya melakukan push up, sit up atau latihan perut, dan saya mencoba untuk berenang setiap hari, tidak di sini di Jakarta, tetapi di Timika [Papua], mungkin satu kilometer sehari," katanya.

Muller juga telah unggul dalam pengetahuan umum. Istrinya menggambarkan dia sebagai orang yang tahu semuanya, dari film, musik klasik dengan politik. "Dia sangat cerdas sangat termotivasi, dia sangat didorong, dia bergairah dengan apa yang dia lakukan, dia tertarik pada dunia di sekelilingnya," kata istrinya.

Ketika ia pertama kali mendekati Kamoro, menurut istrinya, ia tidak ragu untuk menginap semalam di rumah penduduk setempat dan makan makanan mereka.

Banyak orang menganggap dia seorang antropolog, tapi dia tidak. Kal memegang gelar PhD dalam sastra Perancis, dan tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang antropologi, dia bilang dia hanya tahu subjek melalui buku-buku dan beberapa kursus di universitas.Sebelum menjadi seorang ahli di Papua, Muller telah melakukan perjalanan ke lebih dari 80 negara dan mencoba profesi yang berbeda dari pelayan, penerjemah, seorang instruktur olahraga, pembuat film dokumenter, model, fotografer untuk penulis.

Seluruh-dunia-perjalanannya berakhir ketika ia mengunjungi Indonesia pada tahun 1976. Setelah beberapa tahun, ia pergi ke Papua dan sejak disebut rumah tanah, mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat setempat dan membuat hidup mereka lebih baik.

Kecil mengherankan kemudian, bahwa Herman dan semua orang Kamoro menganggapnya sosok mesianis dan suci kepada masyarakat.

 Sumber: .thejakartapost.com
 

‎"Terima Kasih Ibu"

Seorang anak bertengkar dengan ibunya dan meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar
. Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya "Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?"

"Ya, tetapi aku tidak membawa uang," jawab anak itu dengan malu-malu. "Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,"jawab si pemilik kedai.

Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa Nak?" Tanya si pemilik kedai. "Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.

Pemilik kedai itu berkata "Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi, nasi dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.

Anak itu kaget mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu?
Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih,
tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak peduli.

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam."

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.

Sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yg diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering lupa untuk berterima kasih.

Tuhan Yesus memberkatimu

"MENGETOK PINTU HATI"

"MENGETOK PINTU HATI"
 Wahyu 3:20
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku"

Renungan kunjungan Yesus ke jemaat Laodikia ( Kumpulan umat yang sudah percaya ) akan menjadi evaluasi bagi setiap kita sebagai Pengikut-NYA, mengapa???

Saat Yesus "MENGETOK" artinya Yesus sedang berada di luar rumah jemaat, pertanyaan kita mengapa Yesus harus mengetok pintu ? Mengapa DIA tidak langsung hadir di tengah-tengah jemaat ? Mengapa berada di Luar ?

Terkadang dalam kehidupan ini sebagai orang yang sudah lama percaya ( Pengikut Yesus ) Kita sering meletakkan Yesus DI LUAR hidup kita, kita sering disibukkan dengan segala aktivitas-aktivitas dunia, bahkan dengan alasan aktivitas-aktivitas rohani sehingga lupa MENYERTAKAN TUHAN YESUS di dalamnya!!

Betapa seringnya Tuhan Yesus Kristus mengetok pintu hati kita agar mau menghadirkan-NYA selalu, di saat kita sedang lupa MELIBATKAN-NYA dalam memulai segala sesuatu ( Bukalah Pintu Hati saat ada Rasa Ketokan ).

Power Statement :
"Segala sesuatu yang diawali dengan indah tidak menjamin akan berakhir dengan indah jika kita tidak berjalan bersama Yesus, namun segala sesuatu yang diawali dengan penuh pergumulan, jika kita berjalan bersama Yesus maka akan pasti berakhir dengan kemenangan"

Pesan :
* DI SAAT KITA MEMULAI HIDUP INI SEJAK PAGI, TUHAN YESUS TIDAK DILETAKKAN DI TEMPAT UTAMA - MAKA DI SEPANJANG HARI DIA AKAN MENJADI TEMPAT YANG TERAKHIR *

Selamat pagi dan Shalom (שלום) 

Oleh: Sahabat Doa

Pengajaran Dasar Bunda Maria : Mengenal Bunda Maria

Pengajaran Dasar Bunda Maria : Mengenal Bunda Maria
Maria adalah seorang perawan yang tinggal di Nazaret, daerah Galilea. Yoakim dan Anna adalah nama ayah dan ibunya. Sebagai seorang Yahudi Maria sangat mengharapkan kedatangan sang Mesias yaitu Juruselamat dunia. Dalam kehidupan Geraja Katolik, Bunda Maria merupakan sosok pribadi yang mempunyai tempat sungguh istimewa. Gereja Katolik sangat menghormatinya, sehingga dapat kita lihat, begitu kuat Devosi terhadap Bunda Maria.

Penghormatan ini dilakukan oleh Gereja

Katolik dengan berbagai macam cara dan Devosi. Gereja Katolik memberikan bulan khusus, yaitu Mei dan Oktober untuk menghormati Bunda Maria. Pada bulan Mei dan Oktober, Gereja Katolik mengajak umatnya untuk berdoa Rosario, baik secara pribadi maupun berkelompok (baik di lingkungan/stasi, dsb) ataupun lewat ziarah-ziarah ke gua Maria. Dalam kehidupan Liturgi Gereja Katolik, menempatkan beberapa pesta yang berkaitan dengan bunda Maria. Hal tersebut menunjukan bahwa Bunda Maria sungguh mempunyai tempat yang istimewa di dalam Gereja katolik.

Dimana Letak keistimewaan Bunda Maria?

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:26-38)

Dari perikop diatas kita mengetahui, bahwa dengan penuh iman dan penyerahan diri secara total kepada penyelenggaraan ilahi, Bunda maria berani menjawab panggilan Allah.

Dalam perjalanan Hidupnya Bunda Maria mempunyai relasi yang sangat mesra dengan Putranya Yesus Kristus, sejak ada dalam kandungan serta sampai wafat-Nya, karena ia telah dipilih oleh Allah menjadi Bunda Allah. Lewat kedekatan relasi inilah yang menjadikan Gereja katolik memppunyai keyakinan bahwa Maria sungguh-sungguh istimewa, baik dihadirat Allah maupun manusia.

lewat perjalanan sejarah Gereja dalam bimbingan Roh Kudus, lewat berbagai konsili Nicea, Konsili Efesus, konsili Kalcedon menetapkan bahwa Yesus sebagai Anak Allah, yang memang sungguh-sungguh Allah oleh karena sehakikat dengan Bapa, menjadi daging, menjadi manusia begitu rupa, sehingga Ia adalah Allah dan manusia (secara serentak), namun tetap satu.

Karena Yesus adalah benar-benar Allah, maka ibu Yesus menjadi ibu Allah. Istilah "Mater Dei" (bahasa latin) yang artinya Bunda Allah, mulai disebut pada abad ke IV .

Mari kita dengarkan lagu Ave Maria Bunda Segala Bangsa
Ditulis Oleh:  Emixh Wakei

GKII Erwa Air Garam Hitigima Diresmikan Bupati

Bupati kabupaten Jayawijaya Wempi
Wetipo.S.Sos,SH,M.Par melakukan
Peresmian Gereja Kemah Injil diIndonesia
(GKII) Erwa Air Garam Hetigima
WAMENA - Bupati kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo.S.Sos,SH,M.Par melakukan Peresmian Gereja Kemah Injil diIndonesia (GKII) Erwa Air Garam Hetigima, dalam acara itu berharap gereja tetap konsisten mendampingi pemerintah dalam melakukan pembangunan.

Bupati Wempi Wetipo menambahkan bahwa diwilayah Hetigima ini pertama kali injil masuk dan di Hitigima sendiri ada 2  Gereja yaitu GKI dan GKII, untuk itu jemaat yang ada supaya menjaga kebersamaan serta membangun persaudaraan yang baik hentikan perselisian organisasi jangan ada Egois.

“Kami pemerintah sendiri bukan mengurus Gereja namun mengurus rakyat dari semua suku,Agama,Rasa serta golongan yang ada,jadi kami Bukan Bupati Agama tertentu,” ujar bupati.
Sementara itu pimpinan gerereja Pdt. Obeth Komba S,Th. Obet Komba mengatakan bahwa persmian gereja ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan Iman dan kepercayaan, jangan sekedar rutinitas saja. memang diawal-awal peresmian ini banyak yang melibatkan diri namun setelah itu banyak yang meninggalkan.

“butuh kebersamaan, saling menjaga jangan ada perpecahan, karena apa yang kita layani bukan untuk m,anusia namun kemuliaan Tuhan.”katanya. Diharapkan dengan adanya gereja baru ini pemuda harus lebih maju dalam hal Ibadah dan mendukung pelayanan. karena di Hetigima sendiri sudah mempunyai 15 jemaat dan yang terbanyak di daerah pegunungan tengah khususnya Jayawijaya. (cr25/tis/l03)


http://bintangpapua.com/tanah-papua/25169-gkii-erwa-air-garam-hitigima-diresmikan-bupati

POLIKLINIK BUKAN BENGKEL

PEMBACA YANG BUDIMAN.....

SYALOOM....

Saya menyambung lagi cerita saya sehubungan dengan pemberkatan dan peresmian poliklinik Bunda Hati Kudus Merauke. Judulnya moga-moga akan lebih mudah mengingatkan anda akan situasi bengkel motor atau bengkel mobil pada umumnya. Apa yang diharapkan dari sebuah tempat pelayanan kesehatan ?  Inilah cerita saya untuk menjawab pertanyaan itu.

Pada kesempatan pemberkatan dan peresmian itu, Mgr Niko menyampaikan bahwa poliklinik tidak sama dengan bengkel motor. Pada umumnya, bila ada sepeda motor yang rusak, montir bertanya kepada si pemilik tentang kerusakan yang terjadi pada motor itu. Sesudah mendapat informasi secukupnya, sang montir langsung mengerjakan "perbaikan fisik itu". "Memperlakukan fisik manusia tidak sama dengan memperlakukan "fisik sepeda motor". Mengapa ?  Manusia adalah kesatuan utuh tubuh, jiwa dan roh. Ketiganya tidak terpisahkan. Ketika pasien datang untuk berobat, dan dokter / perawat sudah mendapat informasi secukupnya tentang yang diderita, dia tidak bisa langsung bertindak dengan melihat fisiknya saja, tetapi perlu melihat "bahasa tubuh, keadaan kejiwaan dan spirit orang itu".

Mungkin yang sakit badannya, tetapi yang lebih sakit adalah perasaannya. Hal ini bisa terjadi karena sakit fisik itu terjadi akibat dihina dan ditampar oleh orang yang dikasihinya. Mungkin juga "rohaninya" ikut sakit karena penderitaan yang dialami itu sudah amat lama dan menurut dia doanya tidak dikabulkan oleh Tuhan. Dia merasa ditinggalkan Tuhan, dan tidak ada artinya hidup lebih lama lagi di dunia ini.  Maka, mendengarkan riwayat dan "isi hati pasien" kalau memang perlu, sudah merupakan obat terbaik bagi orang itu. 

Melayani orang sakit, bukan sekedar pekerjaan menyembuhkan gangguan fisik, tetapi juga memberikan penghiburan, kekuatan dan harapan kepadanya. Bahwa selama dia sakit, ada orang yang mengerti dia. Ada orang yang mau peduli, mau repot dan mau berbelarasa dengannya. Juga, bahwa dalam keadaan sakit yang mungkin sudah agak lama, "ada hikmah dan keutamaan-keutamaan yang ternyata tumbuh dan berkembang di dalam kehidupannya". Banyak orang menemukan bahwa sakit yang dialaminya merupakan berkat, dan titik tolak pembaharuan hidup dan kedamaian yang selama ini tidak pernah dialaminya.

Maka, melalui pelayanan di poliklnik, diharapkan para suster menghadirkan kasih sayang Allah, memberikan ketenteraman batin, dan tentu mempercepat kesembuhan bagi yang sakit. Dan bagi mereka yang akan melahirkan, mereka menemukan rasa aman, rasa percaya diri dan bahagia bahwa di klinik itu "seorang anak manusia dilahirkan dalam suasana damai dan penuh sukacita".
 
 

Tuhan sebagai Fokus Yang Paling Utama

"Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Matius 6:24
 

Saya bisa sesekali melakukan multi tasking, alias mengerjakan beberapa hal sekaligus dalam satu kesempatan. Itu bisa lumayan menghemat waktu disaat tugas sedang menggunung. Tetapi untuk urusan yang penting-penting, biasanya saya memilih untuk fokus mengerjakan satu saja, agar hasil terbaik bisa diperoleh. Dalam menulis renungan saya lebih suka untuk mengetik tanpa terganggu atau terputus oleh apapun, karena saya tidak mau apa yang menjadi suara Tuhan bagi kita semua tidak tersampaikan secara baik. Dalam hal-hal yang tidak terlalu penting saya bisa multitasking, tapi tidak untuk sesuatu yang memerlukan konsentrasi penuh. Jika tidak, maka hasilnya bisa-bisa kurang maksimal atau malah bisa memakan waktu yang justru lebih lama ketimbang menyelesaikannya satu persatu.

Dalam kehidupan sehari-hari seperti itu, dalam hal kerohanian pun demikian. Kita memang disebut anak Raja yang memegang Imamat Rajani (1 Petrus 2:9), tapi kita tidak boleh bersikap sombong karenanya. Karenanya saya suka menggambarkan posisi kita sebagai anak Raja yang berhati hamba. Seorang hamba seharusnya mengabdi kepada tuannya, dan hanya pada satu tuan saja, tidak boleh lebih. Mengabdi berhubungan dengan kesetiaan. Dalam kehidupan kita mungkin saja muncul beberapa tujuan yang ingin diraih, tapi dari sisi tingkat kepentingan atau urgensinya, tentu ada urutan yang paling atas yang kemudian disusul oleh urutan kedua, ketiga dan seterusnya.

Apa yang saat ini tampil pada posisi teratas dalam daftar urut kita? Yesus mengingatkan hal ini dengan tegas lewat ayat bacaan hari ini. "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24).

Manusia memang tidaklah seperti Tuhan yang mampu hadir dimana-mana dan mampu melakukan begitu banyak pekerjaan dalam waktu yang sama dengan hasil yang sempurna. Sebagai manusia kita ini terbatas kemampuannya. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kita hanya bisa memilih untuk mengabdi kepada salah satu, apakah kepada Allah atau kepada mamon. Mamon disini berarti lebih luas dari uang. Bisa diartikan juga sebagai harta kekayaan atau segala sesuatu keduniawian yang kita anggap penting, yang kadang bisa membuat kita menomor-duakan atau bahkan meninggalkan Tuhan apabila tidak waspada.

Jadi mana yang lebih kita dahulukan, apakah Allah atau mamon? Mungkin mudah jika menjawab lewat kata-kata saja, tapi dalam pelaksanaan seringkali susah. Banyak orang yang memilih untuk menomor-satukan uang/harta dan meletakkan urusan Tuhan pada urutan kesekian. Terlalu lelah bekerja membuat kita mengesampingkan pentingnya berdoa. Kita memilih untuk beristirahat dan bersantai atau bersenang-senang di hari Minggu ketimbang bersama-sama saudara seiman menyembah Tuhan dalam ibadah raya dan sebagainya.

Seorang teman pernah menyampaikan posisi hatinya pada suatu kali. "Buat apa melayani ?

Daripada buang-buang waktu seperti itu lebih baik terus cari duit.

Jika tidak keluarga mau makan apa ?

Memangnya bisa makan pelayanan ?" katanya tertawa.

Ada banyak orang yang sependapat dengannya, dan itu menggambarkan dimana posisi Tuhan dalam hidup mereka.

Apa yang ditegaskan Yesus adalah jelas. Pengabdian kita kepada Allah yang begitu mengasihi kita sungguh harus total dan tidak setengah-setengah. Tidak boleh terbagi-bagi, tidak boleh berbarengan dengan keduniawian apalagi ditempatkan lebih rendah, tidak boleh terpecah dan bercabang-cabang. Kita memang harus bekerja, mencari nafkah untuk menghidupi keluarga dan diri kita sendiri. Namun itu bukanlah hal yang paling utama, karena cepat atau lambat jika kita fokus kepada harta, kita akan menjadi budak harta pada suatu ketika.

Apabila kita khawatir akan kondisi keuangan kita, kita tidak harus menjadi panik lalu bekerja serabutan tanpa memikirkan waktu.
Apa yang harus kita lakukan justru sebaliknya, yaitu terlebih dahulu mencari Tuhan, karena Dialah sebenarnya yang menyediakan segalanya.

"Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata :
Apakah yang akan kami makan ?
Apakah yang akan kami minum ?
Apakah yang akan kami pakai ?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.
Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu." (Matius 6:31-32).

Tuhan tahu persis apa yang menjadi kebutuhan kita.
Jika demikian apa yang harus kita lakukan ?
Tuhan Yesus berkata : "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (ay 33). Kita justru harus mendahulukan atau memprioritaskan untuk mencari Kerajaan Allah. Itu artinya menomor-satukan Tuhan dalam kondisi atau situasi apapun. Tentu saja bukan berarti kita harus meninggalkan pekerjaan, meninggalkan keluarga, sahabat dan sebagainya, tapi apa yang dimaksud adalah meletakkan dan mengabdi kepada Tuhan pada prioritas di urutan pertama. Karenanya kita tidak perlu khawatir akan hari esok, seperti apa yang kemudian dilanjutkan Kristus: "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (ay 34).

Apakah saya mengatakan bahwa bekerja kurang penting ?

Sama sekali tidak. Itu sangat penting.

Lantas pertanyaan lainnya, dengan hanya 24 jam sehari, bagaimana mungkin ?

Saya akan menjawab, bagaimana jika kita meletakkan Tuhan di atas segala sesuatu yang kita lakukan atau kerjakan ?

Bagaimana jika dalam melakukan sesuatu kita bisa memuliakan Tuhan lebih dari apapun ? Tidakkah itu indah ?

Siapa yang hari ini menjadi tuan dalam diri kita ? Apakah Tuhan, atau hal lainnya seperti harta, karir, status, kedudukan, hobi, dan sejenisnya ?

Apakah kita sudah menempatkan Tuhan pada posisi selayaknya di urutan pertama, atau kita masih mencoba untuk meletakkan Tuhan pada urutan yang sama dengan hal-hal lainnya atau malah dibawah ?

Apakah kita hanya menempatkan Tuhan dalam satu dari sekian posisi multitasking kita ?

Sesungguhnya itu bisa terlihat dari apa yang paling menyita waktu, tenaga dan pikiran kita.

Apapun yang saat ini menyita waktu, tenaga dan pikiran kita, itulah sebenarnya yang menjadi tuan kita.

Tuhan begitu mengasihi kita.

Lihatlah apa kata Daud berikut ini "Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan : apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya ? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya ?" (Mazmur 8:4-5).

Sudah sepantasnyalah jika Tuhan kita prioritaskan pada posisi pertama.

Mari kita perhatikan diri kita hari ini, apa yang menjadi prioritas di posisi teratas, dan pastikanlah bahwa Tuhan adalah satu-satunya yang menjadi fokus utama pengabdian kita.

Hamba tidak bisa mengabdi kepada dua tuan, yang mana yang kita pilih ?




 
Copyright © 2013. RASUDO FM DOGIYAI - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger